Rabu, 14 Juni 2017

Buku Minyak dan Lemak Seri Ke-4

KANKER PARU-PARU

  KARENA ROKOK 

ATAU MARGARIN  

(TRANS FAT) ?

 

 

Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi 


 

Pendahuluan

Pada tahun 2011, menurut WHO, Kanker Paru-paru adalah penyebab kematian nomor 7 di dunia. Dimana rokok sering disebut sebagai penyebabnya. 

Benarkah itu ?

Mari kita lihat Tabel Perbandingan penderita kanker paru-paru di Jepang dan Amerika Serikat di bawah ini.

Kasus Kanker Paru-paru  2013
Jepang
AS
Jumlah rokok dalam milyard batang
328
451
Jumlah penduduk (dalam juta jiwa)
117
310
Rasio rokok / penduduk (dibulatkan)
2
1
Rasio kematian oleh kanker paru-paru
1
10
Konsumsi lemak (% kebutuhan
harian / orang)
8
40

     Bila rokok adalah penyebab kanker paru-paru tentunya kanker paru-paru di Jepang lebih banyak dari AS karena di Jepang lebih banyak orang yang merokok. Ternyata kanker paru-paru lebih banyak di AS. Penyebabnya adalah karena tingginya konsumsi lemak di AS.

 Lemak yang menimbulkan penyakit adalah minyak buruk yang meningkatkan kadar LDL, yaitu minyak kedelai, minyak kacang, minyak kelapa sawit dll, serta lemak jahat yaitu margarin yang mengandung trans fat yang bisa menimbulkan kanker.

     Pada tanggal 23 Oktober 2013 WHO menyatakan bahwa polusi udara telah menyebabkan kematian 3,2 juta orang dan 223.000 kanker paru-paru per tahun.

     Dari data-data di atas, timbul dugaan bahwa penyebab utama Kanker paru-paru adalah dari konsumsi lemak, yaitu margarin yang mengandung trans fat.
 
Penyebab berikutnya adalah polusi udara terutama oleh asap kendaraan bermotor di kota-kota besar.

KANKER PARU-PARU

     

     Kanker paru-paru merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat dengan baik dapat terjadi metastasis ke jaringan terdekat atau ke bagian tubuh yang lain. 

     Sebagian besar kanker di paru-paru adalah metastasis dari organ lain. 

Sedang kanker paru-paru primer adalah karsinoma sel epitelium. Jenis utamanya adalah Small Cell Lung Cancer (SCLC) / Kanker paru-paru sel kecil yang disebut juga Kanker sel gandum. Yang kedua adalah NSCLC (Kanker paru-paru non sel kecil). 

Gejala utama kanker paru-paru adalah batuk, termasuk batuk darah, berat badan menurun dan sesak napas. 

Terapi jenis NSCLC biasanya dengan pembedahan, sedangkan SCLC dilakukan kemoterapi dan radioterapi. 

Penduduk AS yang terdiagnosis kanker paru-paru 15% mencapai harapan hidup lima tahun setelah didiagnosis. Hingga tahun 2008, secara global, kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian karena kanker pada laki-laki dengan 1,38 juta kematian setiap tahunnya. 

     Sedang kanker pada perempuan di Indonesia yang sering menimbulkan kematian adalah kanker leher rahim dan kanker payudara. 

Bila kanker paru-paru tumbuh di sekitar saluran nafas, menyebabkan sesak nafas dan pneumonia. Tumor pada bagian paling atas paru-paru disebut Tumor Pancoast, dapat menimbulkan Sindrom Horner (jatuhnya kelopak mata dan pupil mengecil pada sisi tersebut),

Pada saat timbul gejala dan datang ke dokter kebanyakan kanker paru-paru telah menyebar dari lokasi awalnya. Penyebarannya adalah ke otak, tulang, kelenjar adrenal, paru-paru sisinya, hati, perikardium dan ginjal.

     Sekitar 10% penderita kanker paru-paru tidak mengalami gejala saat didiagnosis; kanker ini ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan foto rontgen dada.

MARGARIN DAN TRANS FAT

     Sebelum tahun 1910, konsumsi lemak (di Barat) terdiri dari mentega susu / keju, lemak sapi, dan lemak babi.



Pada tahun 1901 ahli kimia Jerman Wilhelm Normann menemukan teknik membuat margarin dengan cara menghidrogenasi minyak nabati. Proses hidrogenasi adalah menambahkan atom hidrogen pada lemak tak jenuh, menghilangkan ikatan ganda dan membuat mereka sebagian atau seluruhnya menjadi lemak jenuh

Teknologi ini segera menyebar ke Inggris dan Amerika. Penemuan lemari es menjadikan margarin dapat disimpan lama. Maka margarin segera mengganti peran mentega susu untuk dioleskan pada roti dan dijadikan bahan kue pada tahun 1920.



Pada tahun 1940, Dr. Catherine Kousmine menemukan bahwa minyak nabati yang dihidrogenasi itu mengandung asam lemak trans yang diduga bisa menyebabkan penyakit kanker

Kemudian pada awal 1956 ditemukan bahwa trans fat bisa menjadi penyebab kenaikan besar kasus penyakit jantung koroner di AS. Pada tahun 1994  diperkirakan bahwa trans fat menyebabkan 20.000 kematian setiap tahunnya di AS akibat penyakit jantung.
TRANS FAT   

     Minyak di alam ada dalam bentuk Jenuh dan Tidak jenuh (MUFA = Mono Unsaturated Fatty Acids dan PUFA = Poly Unsaturated Fatty Acids). 

Lemak tak jenuh adalah molekul lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap antara atom karbon. Ikatan rangkap ini bisa dalam bentuk cis atau trans.

     
     Dalam bentuk cis, hidrogen berada pada sisi yang sama dari ikatan rangkap. Dalam bentuk trans, hidrogen berada di sisi berlawanan dari ikatan ganda.

     Hampir semua asam lemak di alam ada dalam bentuk cis yang tidak berbahaya.
 
     Asam lemak trans tidak alami dan bentuknya lebih padat daripada yang berbentuk cis

     Proses hidrogenasi dan hidrogenasi partial yang dilakukan di laboratorium pabrik menjadikan minyak tidak jenuh PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid bentuk cis) alami tersebut berubah menjadi trans fat (yang sangat berbahaya) dan minyak jenuh yang bentuknya padat yaitu margarin.

Metode ekstraksi minyak
Saat ini kebanyakan produksi minyak adalah dengan metode ekstraksi kimiawi, yaitu menambahkan larutan heksana ke dalam bahan baku minyak, yang menjadikan campuran minyak itu panas. Kemudian disaring dengan menggunakan tekanan dan suhu tinggi. Dengan metode ini, minyak yang terbuang bisa diminimalisir dan kualitasnya lebih stabil. Namun karena minyak tersebut dipanaskan, minyak itu berubah menjadi asam lemak trans atau trans fat yang sangat merusak tubuh.
Mengapa Trans Fat sangat berbahaya bagi kesehatan ?

     Jelaslah bahwa trans fat (TF) adalah jenis minyak yang tidak alami. trans fat  yang masuk ke dalam tubuh itu tidak bisa digunakan dengan baik di dalam tubuh. Tidak beredar di dalam darah dan tidak masuk ke dalam jaringan sebagai larutan. Di dalam tubuh trans fat ini ditata menjadi dinding / membran sel. Sifat membran sel trans fat  ini sangat berbeda dengan membran sel yang asli dalam permeabilitasnya dan transport nutrient masuk keluar sel.




Bisa terjadi kekurangan Essential Fatty Acids (EFA’s) karena dirusak oleh trans fat. Terjadi asam lemak toxic yang abnormal. Kekurangan EFA’s ini menimbulkan penyakit syaraf, penyakit jantung atherosclerosis, cataract, arthritis dan kanker di antaranya kanker paru-paru (Trans fat bersifat karsinogenik),.

Berbagai riset menemukan bahwa trans fat dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Setiap kenaikan 2% trans fat dalam diet akan menaikkan kemungkinan sakit jantung 23%.
Kadar trans fat di dalam makanan

     Pada tahun 2006 margarine di Australia mengandung 13-17 % trans fat , dan di AS sampai 35 %. Saat ini di negara-negara Barat ditentukan kadar maksimum bagi asam lemak trans yang boleh terdapat dalam makanan, dan semua yang melebihi kadar tersebut dilarang beredar. (Standard Trans Fat dalam makanan adalah < 1%). 

     Akhir tahun 2006, Dewan Kesehatan Kota New York memutuskan untuk melarang penggunaan trans fat di seluruh restoran di kota itu sejak bulan Juli 2008. 

Maka, tidak ada minyak yang lebih buruk bagi tubuh selain daripada margarin !

Pembuatan margarin di Indonesia


     Di Indonesia margarin dibuat dari minyak kelapa sawit, yaitu dari sabutnya yang berwarna merah disebut Red Palm Oil (RPO). Minyak ini kemudian diproses dalam beberapa tahap.
Mula-mula RPO itu di-bleach (diputihkan) untuk menghilangkan warna, rasa, bau dan ketidakmurniannya. Lalu minyaknya diekstraksi. Selanjutnya dipanaskan dengan katalis logam Nikel.
   
     Kemudian gas hidrogen ditiupkan ke dalam minyak itu. Campuran itu lalu disaring untuk menghilangkan unsur logam dan bau tengiknya. 

     Maka jadilah sekarang minyak sayur yang terhidrogenasi yaitu lemak jenuh yang texturnya = mentega asli, tetapi mengandung trans fat yang sangat berbahaya.

      Agar berbeda dengan mentega asli, di pasaran margarin ini diwarnai merah muda. Pada suatu merk margarin, ditambhkan / dperkaya dengan Omega 3 dan Omega 5 (termasuk jenis EFA) dan beberapa vitamin.

     Margarin ini disukai karena harganya yang murah, rasanya enak, tidak menjadi tengik dan tahan lama.
                            
KESIMPULAN

     Konsumsi margarin yang mengandung Trans fat bisa menimbulkan penyakit kanker paru-paru.

Jember, 10 Juni 2016

Dr. H. M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar