Kamis, 24 November 2022

Leaflet Mendirikan Sholat Setiap 3 Jam B

 

MARILAH KITA MENDIRIKAN

 SHOLAT SETIAP 3 JAM

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

  I. Pendahuluan

Amal yang pertama kali dihisab (dihitung) di akhirot adalah sholat.

Barangsiapa melaksanakan sholat sunnat 12 rokaat (apakah sholat Rowatib ?) dalam sehari akan dibuatkan baginya rumah di sorga.

Dalam makalah ini penulis mengajak kita untuk membiasakan mendirikan sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunnat setiap 3 jam.
    Tujuannya adalah agar kita bisa menciptakan rutinitas yang mudah diingat sehingga ibadah kita menjadi lebih sempurna baik dalam  sholat lima waktu dan sholat-sholat sunnatnya.

II. Sholat-sholat Wajib

Kita diwajibkan melaksanakan sholat lima waktu dalam 24 jam,   yaitu shubuh, zhuhur, 'ashor, maghrib, dan 'isya'.

Adapun ketentuan sholat 5 waktu adalah sebagai berikut :

Hadith 01 : Ringkasan hadith tentang waktu-waktu sholat :

     Dari Jabir bin Abdulloh, bahwa Nabi saw didatangi oleh Jibril. Lalu  Jibril mengatakan kepadanya, “Berdirilah, lalu sholatlah dst.

1. Sholat zhuhur ketika matahari sudah tergelincir sampai dimulai sholat ashor. 2. Sholat ashor ketika bayangan sesuatu menjadi sama sampai bayangan menjadi dua kalinya.3. Sholat maghrib ketika matahari terbenam lalu segera waktunya habis.4. Sholat isya’ ketika cahaya merah telah lenyap sampai pertengahan malam atau sepertiga malam. 5. Sholat shubuh ketika f  fajar memancar.sampai waktu sudah terang bbenderang.

   ( HR. Ahmad dan Al-Nasa’i. Dan Al-Tirmidzi    e.meriwayatkan seperti itu. Al-Bukhori berkata: Hhadits ini adalah hadits yang paling shohih dalam mmenerangkan waktu-waktu sholat).  Dikutip dari Nailul Author  jilid 1 halaman 685.

IIII. Sholat-sholat Rowatib

Sholat sunnat rowatib adalah sholat sunnat yang didilakukan sebelum atau sesudah mengerjakan sholat f  fardhu yang lima.

Hadis 02:  Dari Abdulloh bin Umar ra. yang berkata, " Saya ingat pesan Rosulullah Saw. tentang sholat sunnat rowatib, yaitu 2 roka'at sebelum zhuhur, 2          r roka'at sesudah zhuhur, 2 roka'at sesudah maghrib,   2 roka'at sesudah isya', dan 2 roka'at sebelum shubuh"                   ( HR. al-Bukhori dan Muslim).

Sholat-sholat sunnat ini sebaiknya dilakukan di rumah

Hadits 03: Sabda Rosululloh saw.: "Hai manusia sholatlah kamu di rumahmu masing-masing, sesungguhnya sebaik-baik sholat seseorang dikerjakan di rumahnya, kecuali sholat lima waktu (bagi laki-laki lebih baik sholat di masjid)”. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

IV. Menggabungkan Sholat Wajib dan Sholat Sunnat

Dengan memisahkan antara sholat wajib dan sholat sunnat menjadikan kita cenderung meremehkan sholat sunnat sehingga tidak membiasakan melaksanakannya. Padahal sholat sunnat fungsinya sangat penting, yaitu sebagai cadangan sholat-sholat wajib yang tidak sempurna.

V. Sholat Setiap 3 Jam

Pada uraian berikut yang dipakai ialah jam istiwa' dimana jam 12 siang adalah sewaktu matahari ada di puncak orbitnya.

1. Sebelum jam 6 pagi (dari fajar s/d terbit matahari), sholat pertama, sholat wajib Shubuh.

Didahului wirid berupa doa bangun tidur, kemu-sdian melakukan sholat sunnat fajar (sebelum sholat shubuh). Sholat sunnat fajar ini dilakukan di rumah.

Hadits 04: Dalam hadis yang diriwayatkan dari Siti Aisyah Ra. dikatakan, "Tidak ada sholat sunnat yang lebih dipentingkan oleh Nabi Saw. selain dari 2 roka'at sebelum sholat shubuh". (HR. al-Bukhori dan Muslim).

2. Sebelum jam 9 pagi, sholat ke-2, sholat sunnat Dhuha (di rumah).

Sholat sunnat dhuha adalah sholat yang dilakukan pada waktu dhuha, yakni pada saat mulai naiknya matahari di waktu pagi sekitar jam 7 pagi sampai tergelincir matahari. Bilangan Sholat sunnat Dhuha adalah 2-12 roka'at.
Sholat Dhuha dapat dipakai untuk sarana menambah rizki.(makanan)

Hadits 05: Sebuah Hadis qudsi dari Nuwas bin Sam'an ra., bahwa Nabi Muhammad saw. telah bersabda: "Alloh 'azza wa jalla berfirman: 'Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 roka'at pada waktu permulaan siang (yaitu sholat dhuha), niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya."  (HR. Hakim dan Thobroni)

Surat Yang Dibaca Dalam Sholat Dhuha :Hadits 06 Uqbah bin Aanur berkata Rosulullah saw bersabda: "Sholatlah 2 raka'at dhuha itu dengan membaca surat wasy syamsi wadhuhaha dan surat wadh dhuhaa".

Hadits 07: Dari Anas ra. dari Nabi saw.: "Barang siapa yang melaksanakan sholat dhuha membaca pada roka'at yang pesrtama surat Fatihah dan ayat kursi 10 x serta pada raka'at yang ke-2 sesudah Fatihah membaca surat Al Ikhlas 10 x, pasti ia mendapat keridloan yang terbesar dari Alloh."

Do'a Selesai Sholat Dhuha

Allohumma innadhdhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaluka walquwwata quwatuka, walqudrota qudrotuka wal'ishmata 'ishmatuka. Allohumma inkaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu, wa inkaana filardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu'siron fayassirhu wa inkaana harooman fathohhirhu, wain kaana ba'iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wabaha-ika wajamaalika, waquwwatika waqudrotika, aatinii maa atoita 'ibaadakash shoolihiin.
Artinya : "Ya Allah bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu; kemegahan ialah kemegahan- Mu, keindahan itu keindahan-Mu kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasan-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu. "Ya Alloh jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika harom sucikanlah jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami seperti yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh".

3. Sekitar jam 12 siang, sholat ke-3, sholat wajib Dzuhur atau melaksanakan Sholat Jum'at.

Amalan saat selesai sholat dzuhur, setelah melakukan sholat rawatib dilanjutkan dengan do'a, dzikir, baca Al-Quran dan tafakkur.
Sholat Jum'at 

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli" (QS. Al-Jumu’ah [62] :9).

Hadits 08: "Sholat Jum'at itu hak yang wajib dikerjakan oleh setiap orang Islam secara berjama'ah, kecuali 4 golongan, yaitu hamba sahaya, wanita, anak-anak, dan orang sakit" (HR. Abu Dawud dan Hakim).

4. Sekitar jam 3 sore, sholat ke-4, sholat wajib Ashor.

Saat menjelang waktu ashor, melakukan i'tikaf di masjid, memperbanyak dzikir dan sjolat sunnat atau memperbanyak perbuatan terpuji lainnya hingga datang waktu ashor.

Amalan di waktu ashor, melaksanakan solat sunnat 4 rokaat, melaksanakan sholat ashar dilanjutkan dengan amalan wirid.

5. Sekitar jam 6 malam, sholat ke-5  sholat wajib Maghrib.

Menjelang maghrib, selain wirid sebelumnya juga disunnatkan membaca istighfar, surah Asy-Syams serta Al-Lail dengan membaca ta'awudz terlebih dahulu. Adapun amalan wirid pada malam hari meliputi, setelah ssholat maghrib, melakukan rowatib 2 roka'at dengan mmembaca Al-Kafirun pada roka'at pertama dan Al-IkIhlas pada roka'at ke-2. Dilanjutkan solat 4 roka'at aagak lebih lama dan diakhiri dengan bacaan ringan hihingga habis waktu maghrib.

6. Sebelum jam 9 malam, sholat ke-6, sholat wajib Isya'.

Hadits 09: Dari Aisyah ra., katanya : "Para sohabat mmelakukan sholat Isya' di antara terbenamnya mega mmerah sampai 1/3 malam yang pertama. Telah bbersabda Rosulullah saw.: "Kalau tidaklah akan mmemberatkan ummatku, tentu kusuruh mereka mmengundurkan Isya' sampai 1/3 (jam 9 malam, pen.) aatau 1/2 malam (jam 12 malam, pen.)." (Fikih Sunah jiJilid 2 karangan Sayyid Sabiq).

7. Setelah jam 12 malam, sholat ke-7, sholat sunnat Tahajjud (di rumah).

Hadits 10: "Dari Abu Huroiroh: "Tatkala ditanya oorang Nabi saw.: 'Apakah sholat yang lebih utama sselain sholat fardhu 5 waktu? Jawab beliau: "Sholat ttttengah malam (jam 12 malam, pen.)."(Riwayat MMuslim dan lainnya).

S Sholat tahajjud yang dilakukan oleh RRosulullah saw.

Hadits 11: Dari Abu Salamah bin Abdurrohman bbahwa ia bertanya kepada 'Aisyah ra, bagaimana ssholat Rosulullah saw. di bulan Romadlon? 'Aisyah       mmenjawab: "Rosululah saw. tidaklah melebihi dari 11 rr roka'at, baik di bulan Romadlan maupun di bulan lalainnya, beliau sholat 4 raka'at dan janganlah diditanyakan tentang kebaikannya dan panjangnya, kkemudian beliau sholat 4 rakaat, jangan ditanyakan kkebaikannya maupun panjangnya, selanjutnya beliau sholat 3 raka'at. Lalu 'Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rosulullah saw.: "Wahai Rosulullah, apakah engkau tidur lebih dahulu sebelum mengerjakan witir ?" Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidaklah tidur." (Muttafaq alaih - kitab Al-Lu'lu wal-Marjan).

Dari hadis di atas kita lihat bahwa sholat tahajjud Rasulullah saw. begitu lama (sangat lama berdirinya), karena yang dibaca setelah al-Fatihah adalah surat-surat yang panjang-panjang, sehingga bersambung dengan sholat witir (jam 12 sampai jam 3 malam !). Sangat sedikit ummat beliau yang dapat menirunya ! 

 Sebelum melaksanakan sholat witir beliau tidur lebih dahulu. Sholat tahajjud (seperti dikatakan Imam Syafii) boleh dilaksanakan sebelum tidur malam (yaitu jam 12) tetapi sholat witir dilakukan setelah tidur malam (jam 3 malam).

  Se8. Setelah jam 3 malam, sholat ke-8, sholat sunnat Witir (di rumah).

Pengertian Witir.

Berkata sebahagian ahlul tahqieq : "Witir adalah nama bagi 1 raka'at yang diasingkan dari yang sebelumnya, atau nama bagi sholat yang ganjil roka'atnya yakni : shalat 5 roka'at, 7 roka'at, atau 9 roka'at yang bersambung-sambung." Dan sholat witir ini, adalah menjadi penutup bagi sholat malam." (Pedoman Salat, oleh Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash Shiddieqy).

Hadits 12: Rosulullah Saw. bersabda, "Sholat witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakannya 5 rokaat, kerjakanlah siapa yang suka mengerjakannya 3 rokaat, laksanakanlah dan siapa yang suka mengerjakannya 1 rokaat, lakukanlah". (HR. Abu Dawud dan an-Nasa'i).

Surat-surat Yang Dibaca Pada Sholat Witir

Hadits 13: Dari Aisyah r.a. dari Ali bin Abi Tholib r.a. berkata: "Dalam Al Qur'an tidak  ada (ayat atau surat) yang dijauhkan (tidak didengar Allah), maka bacalah dalam sholat witir apa saja yang kamu sukai." Namun yang lebih mustahab, apabila berwitir dengan tiga rokaat, pada rokaat pertama setelah membaca Al Fatihah, kita membaca: "Sabbihisma Rabbikal A'la", dan pada rakaat ke-2 "Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun", pada rakaat ke-3 "Qul Huwallaahu Ahad", "Qul A'uudzu bi Rabbil Falaq", serta "Qul Atuudzu bi Rabbin Naas", (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

.. Hadits 14: Rosulullah Saw. ditanya, "Bagaimana sholat yang paling afdhol?" Beliau menjawab, "Yang lama berdirinya." (HR. Muslim). Cara membaca surat dalam solat witir, tahajjud, atau tarowih boleh dengan jahri (lantang) ataupun sirri (perlahan). (Abdul Aziz Salim Basyarahil, Melaksanakan Qiyamullail)

Hubungan Solat Tahajjud / Solat Malam (Qiyamullail) dan Witir.

Abdul Aziz Salim Basyarahil menyamakan sholat tahajjud dengan sholat witir. Beliau menulis:
Qiyamullail (sholatullail), witir, tahajjud, dan tarowih adalah 4 nama untuk sholat yang sama. Penyebutan nama-nama ini tergantung pada kondisi waktunya.

1). Dinamakan witir karena solat tersebut dilakukan sesudah solat isya' atau pada tengah malam dengan jumlah rakaat 1, 2, 3, 5, atau 7 dan satu salam. Imam Syafi'i rohimahullah membatasi witir dengan 3 rakaat yang masing-masing 2 rakaat pertama dan 1 rakaat terakhir (2 kali salam).

2). Dinamakan sholatullail atau qiyamullail karena dikerjakan pada malam hari.

3). Dinamakan sholat tahajjud karena dikerjakan tengah malam (jam 12) sesudah bangun tidur: Arti (hajada) ialah bangun tidur tengah malam dengan maksud mengerjakan sholat.

4). Dinamakan sholat tarowih karena awam kaum muslimin beristirohat setelah selesai 4 rokaat.

    Sekarang ini kaum muslimin mengerjakan tarowih sesudah  sholat isya. Sedang Nabi Muhmmad Saw sendiri melaksanakannya sama dengan waktu sholat malam yaitu sehabis tengah malam

Komentar Penulis atas pendapat Abdul Aziz Salim Basyarahil

Kalau kita kaji hadis 'Aisyah ra berikut:

Hadits 15: "Bahwa Rosulullah saw. apabila bangun dari tidur bersiwak, lalu berwudlu, kemudian sholat 8 roka'at, beliau duduk pada setiap 2 roka'at serta memberi salam. Setelah itu mengerjakan witir sebanyak 5 roka'at tidak duduk dan tidak mengucapkan salam kecuali pada roka'at yang ke-5 (sambung-menyambung)."  (Diriwayatkan oleh Ahmad, Nailul Author, Juz III bab keutamaan sholat sunnah dua-dua).

Dalam hadis ini terlihat bahwa sholat tahajjud (8 rokaat 4 salam) t e r p i s a h dari sholat witir (5 rokaat 1 salam), namun demikian, baik sholat tahajjud maupun sholat witir, kedua-duanya termasuk bagian dari sholat malam (qiyamullail).

Sholat Malam Yang Paling Singkat (dan efisien)

Hadits 16: "Rosulullah saw. menyuruh kami mengerjakan sholat malam dan menggerakkan kami kepada mengerjakannya. Beliau berkata: Hendaklah kamu mengerjakan sholat malam walaupun hanya 1 roka'at." (HR. At-Thobarony; At-Targhib I : 394).

Hadits 17: "Apabila tersisa 1/3 dari malam hari (jam 3 malam, pen.) Alloh Azza Wa Jalla turun ke langit bumi dan berfirman, "Adakah orang yang berdo'a kepada-Ku, akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?' Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (shubuh)." (HR. Ahmad)

Dengan mengkaji 2 hadis di atas, sholat malam yang paling singkat adalah sholat witir 1 rokaat pada jam 3 malam.

Bila mampu bangun atau kita belum tidur pada jam 12 malam maka kita bisa menambahkan sholat tahajjud 2 rokaat atau kelipatannya.

iii. Lalu tidur seperti tidur Nabi sebagaimana Hadis di bawah:

Hadits 11: Dari Abu Salamah bin Abdurrohman bahwa ia bertanya kepada 'Aisyah ra, bagaimana sholat Rosulullah saw. di bulan Romadlon? 'Aisyah menjawab: ..... dst. Lalu 'Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rasulullah saw.: "Wahai Rosulullah, apakah engkau tidur lebih dahulu sebelum mengerjakan witir ?" Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidaklah tidur." (Muttafaq alaih - kitab Al-Lu'lu wal-Marjan).

Makalah ini ada di internet

nasimfauzi@blogspot.com

masuk melalui Google   tulis nasimfauzi tekan enter

 
Jember, 10 Oktober 2015

Dr. H.M. Nasim Fauzi

Jalan Gajah Mada 118

Tilpun (0331) 481127

Jember

 
 


 Tulisan tentang ibadah salat tujuh waktu di gereja Orthodox Arab di Wikipedia (internet) berikut tentu sangat menggelitik kita, karena sangat mirip dengan waktu salat Islam.

      Barangkali agak asing rupanya, jika orang Kristen berbicara tentang salat. Karena kata salat atau sembahyang itu sendiri jarang disinggung-sentuh oleh orang Kristen. Padahal jauh sebelum saudara kita kaum Muslim menggunakan kata ini, orang Kristen Orthodox telah menggunakan kata "Salat" saat menunaikan ibadah. Kata "Salat" itu sendiri dalam baha-sa Arab, berasal dari kata tselota dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu bahasa yang dipakai oleh baginda Yesus sewaktu hidup di dunia. Dan bagi umat Kristen Ortodoks Arab yaitu umat Kristen Ortodoks yang ber-ada di Mesir, Palestina, Yordania, Libanon dan daerah Timur-Tengah lainnya memakai kata Tselota tadi dalam bentuk bahasa Arab Solat, sehingga doa "Bapa kami" oleh umat Kristen Ortodoks Arab disebut sebagai Sholatul Robbaniyah.

    Dengan demikian "Salat" itu awalnya bukanlah datang dari umat Islam atau meminjam istilah Islam. Jauh sebelum agama Islam muncul, istilah Salat untuk menunaikan ibadah telah digunakan oleh umat Kristen Orto-doks Timur, tentu saja dalam penghayatan yang berbeda.masih dilaku-kan di gereja-gereja Arab, kalau di Gereja Katolik namanya Brevir atau De Liturgia Horanum. Hampir seluruh Gereja-gereja di Timur masih me-laksanakan Solat Tujuh Waktu (As-Sab'u ash-Sholawat). Dalam gereja-gereja Ortodoks jam-jam solat (Arami: 'iddana tselota; Arab: sa'atus- solat) ini masih dipertahankan tanpa putus sebagai doa-doa baik kaum imam (klerus) maupun untuk umat (awam).

 

Solat tujuh Waktu :

1 Sa'at al-Awwal = Solat Subuh

2. Solat Sa'at ats-Tsalitsah = Solat Dhuha

3. Solat Sa'at as-Sadisah = Solat Zuhur

4. Solat Sa'at at-Tasi'ah = Solat Ashor

5. Solat Sa'at al-Ghurub = Solat Maghrib

6. Solat al-Naum = Solat Isya'

7. Solat as-Satar = Solat al-Lail

Komentar penulis.                                                                          

     Dalam Agama Islam sholat malam ini terbagi dua yaitu sholat tahaj-jud dan sholat witir sehingga bila sholat wajib lima waktu digabung de-ngan sholat sunnat, ummat islam melaksanakan sholat delapan waktu yang dilakukan setiap tiga jam dalam sehari semalam

Ternyata salat yang dilakukan oleh umat Kristen Ortodox dan Arab tadi bukan bersembahyang seperti umat Islam, yang lengkap dengan rukuk (membungkuk) dan sujud (bersungkur). Istilah salat di sini berarti berdoa / memohon /meminta sesuatu kepada Allah, yang mereka lakukan tujuh kali sehari. Jumlah ini sama dengan jumlah waktu sembah-yang kaum Yahudi sebelum masa tawanan Babilonia.
     Dari ke-3 sumber di atas, ternyata memang betul dugaan penulis bahwa seharusnya ibadah agama Yahudi, Kristen dan Islam itu sama, karena berasal dari Tuhan yang sama. Namun sebagian besar orang Yahudi dan Kristen tidak mengetahuinya, sehingga mereka beribadah dengan cara yang berbeda dengan yang diajarkan oleh Moses (Musa) dan Yesus (Isa) serta Nabi-nabi bani Isroil yang lain.

 

Rabu, 16 November 2022

Buku Tafsir Surat Az=Zumar Ayat 41-50

 

Tafsir Kitab Al Quran

Senin, 27 Januari 2014

Az-Zumar 41-50

[TAFSIR] : AZ-ZUMAR

 

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AZ-ZUMAR>>

 

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.(QS. 39:41)

 

Az Zumar 41 
إِنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ (41)

 
Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Dia sesungguhnya telah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad saw dengan kebenaran supaya beliau menyampaikan ajaran-ajaranNya kepada seluruh jin dan manusia dengan cara memberikan kabar gembira dengan datangnya rahmat Allah dan memberi peringatan akan tibanya siksa Allah bagi mereka yang mendustakannya, dan Alquran itu mengandung segala petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam mengatur seluruh aspek-aspek kehidupannya, sehingga menjadi umat yang berbahagia dunia akhirat karena menempuh jalan yang lurus. Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk untuk mengamalkan isi Alquran itu, maka kemanfaatan petunjuk itu adalah untuk dirinya sendiri, karena mereka akan mendapat keridaan Allah, akan dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari pada neraka. Dan barangsiapa yang menyimpang dari pada jaian yang lurus itu sehingga ia tersesat, maka sesungguhnya ia semata-mata sesat buat kerugian dirinya sendiri. Ia akin terjerumus dalam kehancuran dan kebinasaan karena akan mendapat kemurkaan Allah yang menyebabkan penderitaannya dalam api neraka. Pada Hari Kiamat itu tidak ada yang selamat melainkan orang yang benar-benar membawa hati yang bersih sesuai dengan firman Allah

يوم لا ينفع مال ولا بنون إلامن أتى بقلب سليم 


Artinya: 
(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (Q.S. As Syu'ara: 88-89) 
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap amal perbuatan mereka. Tugas beliau hanya semata-mata menyampaikan risalah seperti dijelaskan dalam firman-Nya: 


إنما أنت نذير والله على كل شيء وكيل 


Artinya: 
Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dari Allah Pemelihara segala sesuatu. (Q.S. Hud: 12) 
Dan seperti firman-Nya: 


فذكر إنما أنت مذكر لست عليهم بمصيطر 


Artinya: 
Maka berilah peringatan. karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka

(Q.S. Al Gasyiah: 21-22)

 

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.(QS. 39:42)

 

Az Zumar 42 
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (42) 


Pada ayat ini Allah SWT menerangkan satu macam kekuasaan-Nya yang sempurna dan sifat-Nya yang mengagumkan. Yaitu Dialah yang memegang ruh orang ketika tiba ajalnya dengan memutuskan hubungan ruh dengan raganya dan memegang ruh orang itu pada lahirnya saja sehingga tidak dapat mengemudikan raganya, akan tetapi hubungan di antaranya. tetap masih ada, maka Allah menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dengan tidak mengembalikan ruh itu, dan melepaskan jiwa yang lain dengan mengembalikan jiwa ke dalam raganya, sehingga ia dapat bangun dari tidurnya sampai kepada waktu yang ditentukan. Orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya dan orang yang belum mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi. 

Diriwayatkan dari Iben Abbas, bahwa dalam tubuh manusia itu ada jiwa dan ruh yang hubungannya seperti sinar matahari. Jiwanya dapat berpikir dan menentukan pendirian, sedang rohnya yang menyebabkan ia dapat hidup dan bergerak. Kedua-duanya dimatikan ketika tiba ajalnya, dan dimatikan jiwanya saja ketika ia tidur, sedang rohnya tetap masih ada. 
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi demikian: 


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا أوى أحدكم إلى فراشه فلينفضه بداخله إزاره (طرفه الذي يلي الجسد ويلي للجانب الأيمنفإنه لا يدري ما خلفه عليه, ثم ليقل باسمك ربي وضعت جنبي وباسمك أرفعه, إن أمسكت نفسي فارحمها, وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين. 


Artinya: 
Rasulullah saw bersabda: "jika salah seorang di antara kamu akan tidur, maka hendaklah ia meniupkan ke dalam pakaiannya di sebelah dalam (yang ada di sebelah kanannya), karena ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi kemudian, kemudian hendaklah ia mengucapkan: "Ya Tuhanku dengan nama-Mu aku meletakkan lambungku ini, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku maka sayangilah dia, dan jika Engkau melepaskannya kembali, maka peliharalah dia seperti Engkau memelihara orang-orang yang saleh". 
Imam Bukhari, Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Syaibah meriwayatkan sebuah hadis dari Abe Qatadah yang berbunyi: 


إن النبي صلى الله عليه قال لهم ليلة الوادي: إن الله تعالى قبض أرواحهم حين شاء وردها عليكم حين شاء. 


Artinya: 
Sesungguhnya Nabi saw bersabda kepada para sahabat ketika itu bangun kesiangan di lembah wadi, yang sesungguhnya Allah SWT menahan ruh kamu bila dikehendaki-Nya, dan mengembalikannya bila dikehendaki-Nya. 
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Salim bin Amir bahwa Umar bin Khatab berkata: "Aku heran sekali tentang mimpi seorang laki-laki. Ia tidur lalu melihat dalam mimpinya sesuatu yang belum pernah terbayang dalam hatinya, dan mimpinya itu menjadi kenyataan seperti benda yang dipegang dengan tangannya dan kadang-kadang laki-laki itu mimpi lagi akan tetapi tidak terbukti apa-apa. Maka berkatalah All bin Abu Talib: "Bolehkah saya memberitahukan kepadamu tentang hal itu, wahai Amirul Mukminin? Allah SWT berfirman: "(lalu ia membacakan ayat ke 42 ini) dan menambah keterangan: "Sesungguhnya Allah SWT mencabut semua jiwa-jiwa (ketika tidur)". Jika yang berada di sisi Allah melihat sesuatu di langit, itu termasuk mimpi yang baik, mimpi yang saleh, dan apa yang dilihat oleh jiwa itu ketika ia kembali kepada tubuhnya, maka dalam perjalanan itu ia dikerumuni oleh setan-setan di udara yang memberikan kabar dusta, dan setan-setan itu menyampaikan kedustaan-kedustaan sehingga menimbulkan mimpi yang tidak baik". Maka Umar merasa kagum atas keterangan Ali bin Abi Talib itu. 
Dari keterangan-keterangan tersebut di atas diketahui, bahwa sesungguhnya jiwa manusia itu tinggi sekali kedudukannya. Ia selalu turun ke dunia untuk mengemudikan rumah tangganya di dalam tubuh manusia siang dan malam. Karena jiwa itu termasuk alam yang luhur, ia selalu rindu untuk kembali ke tempat asalnya, dan oleh karena itu ia selalu mencari kesempatan kapan saja untuk naik lagi ke alam luhur itu. Maka dalam masa tidur ia pergunakan kesempatan untuk pergi ke langit, di mana ia sering melihat cahaya di alam gaib dan apa yang ia jumpai di sana itulah termasuk mimpinya yang saleh atau Ru'ya Salihah. Dan apa yang dilihat oleh jiwa itu ketika ia turun kembali kepada tubuhnya, maka dalam perjalanan pulangnya itu ia dikerumuni oleh setan-setan yang memperlihatkan kepadanya berbagai-bagai kedustaan yang mengelabui mata hati sehingga apa yang dilihat dalam mimpinya itu termasuk mimpi yang tidak saleh yang tidak benar. Adapun mimpi yang baik dan saleh itu termasuk satu perempat puluh enam bagian dari pada wahyu, seperti disebutkan dalam sebuah hadis: 


الرؤيا الصالحة جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة 


Artinya: 
Mimpi yang saleh itu adalah satu perempat puluh enam bagian dari pada wahyu. 
Nabi Muhammad saw sebelum menerima wahyu, karena wahyu itu firman Allah yang berat sekali, maka agar beliau mudah menerima wahyu itu, terlebih dahulu beliau menerima ru'ya Salihah selama setengah tahun, sebagai masa transisi, setelah itu baru menerima wahyu di atas puncak Jabal Nur, di dalam gua Hira', dan wahyu itu turun selama 23 tahun, yaitu 13 tahun sebelum hijrah (ayat-ayat Makiyah) dan 10 tahun setelah hijrah (ayat-ayat Madaniyah). Jadi perbandingan antara masa ru'ya Salihah dengan wahyu adalah bandingan 1/2 terhadap 23 atau bandingan satu terhadap 46. Maka patutlah dikatakan seperti dalam hadis itu, bahwa mimpi yang saleh adalah satu perempat puluh enam bagian daripada wahyu kenabian. 
Kemudian. mimpi itu ada tiga tingkat, yaitu mimpi dari seorang awam. mimpi dari seorang raja dan mimpi dari seorang Nabi atau Rasul. Dan ketiga tingkat mimpi itu ada contohnya dalam surat Yusuf. Di sana diterangkan bahwa ada dua orang pemuda di dalam penjara bermimpi. Yang seorang bermimpi memeras buah anggur, kemudian minuman itu dihidangkan kepada raja, dan seorang lagi bermimpi merasa di atas kepalanya ia memikul sebuah bakul yang penuh dengan roti, lalu roti itu habis dimakan burung gagak. Oleh Nabi Yusuf mimpi kedua orang pemuda itu ditakwilkan, diterangkan maksudnya, yaitu orang yang memeras anggur itu akan kembali bekerja di istana raja sebagaimana sedia kala, akan tetapi yang satu lagi akan disalib di atas sebuah pohon, sehingga dagingnya akan dimakan burung dari langit. Inilah contoh mimpi yang sederhana dari rakyat biasa. Sejak terjadinya mimpi sampai terlaksananya hanya memerlukan beberapa hari saja. 
Yang kedua adalah mimpi raja Mesir yang melihat 7 ekor sapi gemuk keluar dari sungai Nil, diikuti oleh 7 ekor sapi kurus yang memakan sapi-sapi gemuk itu. Oleh Yusuf ditakwilkan akan datangnya tujuh tahun yang subur kemudian disusul oleh tujuh tahun musim paceklik dan mimpi raja ini terlaksana setelah tujuh tahun mendatang. 
Yang ketiga adalah mimpi seorang Nabi, yaitu Nabi Yusuf yang pernah bermimpi bahwa sebelas bintang, matahari dan bulan sujud kepadanya dan mimpi Nabi ini haru terlaksana beberapa puluh tahun kemudian. 
Makin tinggi derajatnya mimpi itu semakin lama terlaksana. Dan oleh sebab itu termasuk 1/46 bagian dari pada wahyu, maka mimpi itu dilarang untuk dijadikan cemoohan atau bahan senda gurau dan setiap mentakwilkan mimpi sebaiknya berdasarkan ayat Alquran, atau hadis Nabi. Sesungguhnya pada soal mimpi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

 

Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah:` Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal? `(QS. 39:43)

 

Az Zumar 43 
أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ (43) 


Pada ayat ini Allah SWT membantah anggapan kaum musyrik, bahwa berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberikan syafaat kepada mereka pada Hari Kiamat, dapat memberikan pertolongan kepada mereka untuk memperoleh cita-cita dan harapan mereka. Hal yang seperti itu tidak mungkin dibenarkan orang yang mempunyai pikiran yang sehat. Oleh karena itu Nabi Muhammad saw disuruh Allah supaya menegur orang-orang musyrik yang beranggapan demikian itu dengan ucapan: "Apakah kamu akan memandang berhala-berhala itu dapat memberi manfaat meskipun mereka tidak mempunyai apa-apa dan tidak berakal?. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sebenarnya yang dapat memberikan syafaat hanyalah Allah saja.

 

Katakanlah:` Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan `.(QS. 39:44)

Az Zumar 44 
قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (44) 


Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi Nya mengatakan, bahwa hanya kepunyaan Allah-lah syafaat itu semuanya. Seorangpun tak dapat memberikan syafaat melainkan dengan izin Allah seperti tersebut dalam firman: 

من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه 


Artinya: 
Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin Nya. (Q.S. Al Baqarah: 255) 
Dan seperti firman Nya: 


ولا يشفعون إلا لمن ارتضى 


Artinya: 
Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah. (Q.S. Al Anbiya: 28) 


Kemudian Allah SWT menerangkan apa motifnya bahwa semua syafaat itu hanya dimiliki Allah, yaitu karena kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan semua isinya termasuk berhala yang mereka sembah selain Allah itu, maka sembahlah Allah saja yang mempunyai kerajaan yang sempurna itu, yang kekuasaan Nya tidak terhingga itu. Kemudian kepada Nyalah kamu sekalian akan dikembalikan pada hari berbangkit dan Dialah nanti yang akan menimpakan siksa yang sangat pedih kepada orang-orang musyrik itu. Dan tidak diragukan lagi bahwa ayat ini mengandung ancaman yang pedih sekali yang dapat menyebabkan berdirinya bulu roma. Kemudian Allah menerangkan pula satu sifat yang sangat buruk dari mereka yang mengingkari keesaan Allah.

 

Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.(QS. 39:45)

 

Az Zumar 45 
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (45) 


Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan, bahwa jika disebut hanya nama Allah, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Allah, maka menjadi liar dan marahlah hati orang-omng yang tidak beriman kepada kehidupan akhirai, hati mereka menjadi kesal dan kaku untuk mendengar kalimat tauhid itu, dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allan yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati dan bersuka ria.

Berkata Abdullah bin Abbas mengenai ayat ini: "Telah menjadi keras dan liarlah hati empat orang yang tidak percaya kepada Hari Kiamat, yaitu: Abu Jahal bin Hisyam, Al-Walid bin Utbah, Safwan dan Ubay bin Khalaf, seperti tersebut dalam firman: 

وإذا ذكرت ربك في القرءان وحده ولوا على أدبارهم نفورا 


Artinya: 
Dan apabila kamu menyebut nama Tuhammu saja dalam Alquran niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya. (Q.S. Al Isra': 46) 


Dalam Tafsir Ruhul Ma'ani Sayid Al-Alusy berkata: "Kami sering menjumpai orang-orang pada zaman sekarang yang sifat-sifatnya menyerupai orang-orang musyrik yang tersebut dalam ayat ini, yaitu mereka suka memohon pertolongan kepada orang-orang yang telah mati, dan mereka senang sekali mengenang dan mengungkap sejarah hidupnya yang berlebih-lebihan, yang berjalan seirama dengan hawa nafsu mereka. Mereka sangat mengagungkan orang-orang yang mengultuskan mereka dan kesal-lan hati mereka, jika disebut nama Allah saja atau dikatakan bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah dengan sebenarnya, dan hanya Allan saja yang boleh dimohon pertolongan Nya. Pada suatu hari ia pernah menegur orang yang telah meninggal dunia, seraya berkata: "Janganlah memanggil ya polan tolonglah aku tetapi panggillah ya Allah, karena Allah Taala sendiri sudah memberi petunjuk; jika hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku suka mengabulkan permohonan seorang pemohon, bila ia bermohon kepada Ku.

Laki-laki yang dinasihati itu malah menjadi marah dan berkata bahwa saya mengingkari para aulia, bahkan ada yang berkata bahwa seorang wali lebih cepat mengabulkan doa dari pada Allah, dan bermacam-macam ucapan yang dapat merusak akidah. Semoga Allah menyelamatkan kita sekalian dari pada ucapan-ucapan seperti itu.

 

Katakanlah:` Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata. Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya. `(QS. 39:46)

 

Az Zumar 46 
قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (46) 


Pada ayat ini Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat ini untuk menebalkan keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah Nya: "wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang gaib dan yang nyata, Engkau yang memutuskan segala pertikaian antara hamba Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada Hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat, kamilah yang tunduk kepada perintah Mu dengan tulus ikhlas dalam ketauhidan yang murni, ataukah kaum musyrikin itu, yang bila disebut nama Allah saja menjadi kesal dan bencilah hati mereka dan bila disebut sembahan-sembahan selain Allah, tiba-tiba mereka bergirang hati. 
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah saw mengajarkan kepadanya doa ini ketika akan tidur: 


اللهم فاطر السماوات والأرض عالم الغيب والشهادة أنت رب كل شيء وأله كل شيء. أشهد أن لا إله أنت وحدك لا شريك لك وأن محمدا عبدك ورسولك والملائكة يشهدون, أعوذ بك من الشيطان وشركه وأعوذ بك أن اقترف على نفسي إثما أو أجره إلى مسلم (رواه أحمد)

 

Artinya: 
Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang gaib dan nyata Engkaulah Pentadbir segala sesuatu dan Tuhan segala sesuatu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Engkau Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi Mu, dan bahwa Muhammad itu adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, para malaikatpun ikut menjadi saksi. Aku berlindung kepada Mu dari godaan setan dan sekutunya dan aku berlindung kepada Mu dari berbuat dosa terhadap diriku atau menyeret dosa kepada seorang muslim.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Az Zumar 46 
قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (46) 


(Katakanlah, "Wahai Allah) lafal Allaahumma maknanya sama dengan Yaa Allah (Pencipta langit dan bumi) yakni yang mengadakan keduanya (Yang mengetahui barang yang gaib dan yang nyata) yakni apa-apa yang gaib dan apa-apa yang nyata dapat disaksikan (Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan") mengenai masalah agama, berilah aku petunjuk kepada yang benar dari apa yang mereka perselisihkan. 

 

Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.(QS. 39:47)

 

Az Zumar 47 
وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ (47) 


Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa seandainya orang-orang musyrikin yang zalim itu mempunyai seluruh kekayaan yang ada di muka bumi dan ditambah sebanyak itu pula niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu dari siksa yang buruk dan dahsyat yang akan ditimpakan kepada mereka di Hari Kiamat. Ancaman seperti ini pernah pula disebut dalam surat Ali Imran. Dan nampak jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang mereka belum pernah pikirkan tentang adanya dan kedahsyatannya. Kaum musyrikin mengamalkan sesuatu dan dianggapnya suatu kebaikan, padahal hakikatnya termasuk suatu keburukan.

 

Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.(QS. 39:48)

 

Az Zumar 48 
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (48) 


Dan nampak jelaslah bagi mereka, ketika disodorkan kepada mereka kitab-kitab mereka yang memuat catatan amal perbuatan mereka ketika hidup di dunia, bahwa mereka melihat amal perbuatan mereka yang buruk itu tercantum semuanya dalam kitab itu, dan mereka yakin bahwa pelanggaran mereka itu akan dihisab dan diperhitungkan satu demi satu dan sebagai akibatnya akan menerima azab yang pedih yang meliputi seluruh penjuru, yang semuanya tidak lain karena mereka selalu memperolok-olokkan ajaran agama Allah.

 

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata:` Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku `. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (QS. 39:49)

 

Az Zumar 49 
فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (49)

 
Keadaan orang-orang musyrik itu aneh, jika Ia ditimpa bahaya kemudaratan seperti kekafiran dan penyakit, maka ia segera memohon perlindungan dan berdoa kepada Allah, dan bilamana keadaan sudah berubah, Ia sudah sembuh dari penyakitnya dan mendapat nikmat dan kelapangan rezeki, maka ia melupakan masa penderitaannya dan mengatakan bahwa semua perbaikan nasibnya itu karena jasa dan ketrampilannya sendiri, hanya karena kepintaran dan pengalaman sendiri. Itulah sikapnya yang sangat ganjil. Ketika mengalami penderitaan ia lari menjerit memohon pertolongan kepada Allah. Setelah keadaannya berubah menjadi kesenangan dan kenikmatan ia memutuskan hubungan dengan Khaliknya dan menyatakan bahwa semua perbaikan nasib itu disebabkan kepandaian dan kemahirannya mencari uang. Ia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya nasib baik dan buruk yang diberikan Allah kepada manusia itu adalah merupakan ujian untuk mengetahui siapa yang mensyukuri nikmat-nikmat pemberian Allah itu, akan ditamhah dengan nikmat yang lain dan siapa yang mengkafiri nikmat itu kepadanya akan ditimpakan azab yang pedih. Sebagian besar di antara mereka, tidak mengetahui maksud dari pada ujian tersebut.

 

Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.(QS. 39:50)

 

Az Zumar 50 
قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (50) 

 

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa ucapan seperti itu pernah didengar pula dari umat-umat sebelum mereka, Anggapan seperti itu bukanlah anggapan yang baru, akan tetapi pernah dianut pula oleh nenek moyangnya. Maka apa-apa yang mereka usahakan dahulu itu tidak berguna untuk menolak datangnya azab dari Allah karena mereka selalu bersikap mendustakan dan mencemoohkan kedatangan utusan Allah.

 

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AZ-ZUMAR>>


COPAS FROM:

http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=39&start=1#Top

http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=39#Top

http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=39

 

Manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Translate