Selasa, 21 September 2021

Buku Adakah Kebenaran Tunggal Dalam Islam

 

ADAKAH KEBENARAN TUNGGAL DALAM ISLAM ?

.Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

Definisi kebenaran secara filosofis.                                                                  

1. Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan realitas.
2. Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan obyeknya.
2. Kebenaran adalah mengatakan sesuatu apa adanya.

    Jika satu keyakinan menegaskan malaikat adalah Tuhan itu sendiri, yang lain menegaskan malaikat adalah setan, dan yang lain menegaskan malaikat adalah ciptaan Tuhan, ketiganya tidak mungkin benar pada saat yang sama karena mereka saling bertentangan.

 Ini adalah kebenaran logis yang sederhana.

 

Kebenaran hanya bisa tunggal,

yang selainnya adalah sesat

 

Kebenaran dalam Al-Qur’an – Al-Haq

     Arti Kebenaran dalam Al-Qur’an adalah,

pertama kebenaran adalah sesuatu yang real dan jelas.

kedua kebenaran dalah lawan kata “benar” yaitu kata “bathil” atau “dhalal” (kesesatan).

     Secara etimologis (kebahasaan), kata Al-Haq yang terdapat dalam al-Qur’an berarti sesuatu yang wajib dinyatakan dan ditetapkan, dimana akal tidak bisa mengingkarinya.

Makna khusus Kebenaran dalam Al Qur-an.

     Selain pengertian di atas, Al-Qur’an mempunyai maksud khusus dalam penggunaan kata-kata Al-Haq.

Makna-makna khusus itu adalah sbb :

a. Al-Haq adalah sifat Allah dan nama Allah. Dalam al-Qur’an Allah sering menyebut diriNya dengan Yang Maha Benar, dan seluruh kebenaran berasal dariNya. Al-Haq adalah termasuk asma’ul husna. Sebagaimana firmanNya dalam ََQS. Yunus [10] : 32

فَذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّۚ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ اِلَّا الضَّلٰلُ ۖفَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ

     32. Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya (al-Haq); maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?

    Kebathilan bakal binasa. Karena, yang melakukan segala urusan itu, ialah Tuhan Yang Maha Benar. Dan menyembah Tuhan Yang Maha Benar itulah, jalan yang ditunjuki Tuhan.

2. Segala Sesuatu Yang Diturunkan Allah adalah Al-Haq.

     Segala sesuatu yang diturunkan oleh Allah yaitu 1) kitab-kitab Allah,  2) Rasul-rasul Allah,  3) agama Allah, dan  4) Mukjizat.

1) Kitab-kitab Alloh adalah Al-Haq.

QS. Asy-Syura [42] : 17

اَللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ وَالْمِيْزَانَ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيْبٌ

     17. Allah yang menurunkan Kitab (Al Qur-an) dengan (membawa) kebenaran (Bil-Haq) dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?

Demikian pula dalam surah Al-A’raf [7] : 169 Allah berfirman :

ُۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَاقُ الْكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِۗ وَالدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

     169. Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar (Al-Haq), padahal mereka telah mempelajari yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?

2) Rosul-rosul Alloh adalah Al-Haq.

     Para Nabi berjuang demi kebenaran, dan kebenaran adalah jalan Allah karena Allah adalah kebenaran. Ketika Rasul Allah datang, Allah menyebut-nya telah datang kebenaran. Maka kebenaran yang dimaksudkan di sini adalah bahwa dia itu benar-benar Rasul yang membawa ajaran yang benar.. Dengan kebenarannya itu, umat Islam wajib menggu-nakan seluruh ucap-an dan tingkah lakunya sebagai pedoman hidup.

     Pengertian kebenaran di atas digunakan untuk menafsirkan kata al-Haq yang terdapat dalam al-Qur’an surah Al-Qashash [28] : 75

وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا فَقُلْنَا هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوْٓا اَنَّ الْحَقَّ لِلّٰهِ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ

     75. Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang Haq (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.

Serta QS. An-Nahl Ayat 89

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

     89. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datang-kan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).

3) Agama Allah adalah Al-Haq.

     Menurut al-Qur’an agama-agama Allah termasuk sesuatu yang benar. Agama tersebut meliputi Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw.dan agama-agama sebelumnya. Uraian tentang hal tersebut, terdapat dalam QS. Saba' [34] : 49

قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ

     49. Katakanlah, “Kebenaran (Al-Haq) telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.”

 

Tafsirnya  : Katakanlah, “Kebenaran (Al-Haq), yakni Islam, telah datang dan yang batil itu, yakni kekufuran yang selama ini kamu pertahankan, pasti akan sirna.  Seiring dengan kedatangan Islam, kemusyrikan tidak akan memulai,  dalam arti tidak akan tampil dalam bentuk yang baru,  dan tidak pula akan mengulangi kembali dalam bentuk yang lama.” Kebenaran (Al-Haq) pasti akan menang dan kebatilan pasti akan musnah

     Contoh kemenangan kebenaran itu adalah penguasaan kota Mekah dimana Nabi Muhammad memasuki Masjidil Haram dan menghancurkan berhala-berhala di sekeliling dan di dalam Ka'bah. Sebuah hadis menyebutkan hal itu:

     Ketika Rosululloh memasuki Masjidil Harom pada hari penaklukan Mekah dan menemukan banyak berhala di sekeliling Ka'bah, beliau menusuk satu berhala di antara berhala-berhala itu dengan ujung panahnya dan membaca, "Yang benar (Al-Haq) telah datang dan yang batil telah lenyap, sesungguhnya yang batil itu sesuatu yang pasti lenyap," dan seterusnya membaca ayat 49 ini.  (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

     Setelah pengislaman kota Mekah, suku-suku di seluruh Jazirah Arab menyatakan keislaman mereka satu demi satu. Kemudian Islam terus berkembang ke seluruh dunia, dan akan terus berjaya sampai hari kiamat. Dengan demikian, kemenangan kebenaran dan kehancuran kebatilan hanya terwujud dengan perjuangan, sebagaimana Nabi Muhammad, para sahabat, dan para pemimpin sesudah mereka berjuang.

     Di akhirat nanti, Islam itu pasti benar dan kekafiran itu pasti salah.

sumber: kemenag.go.id

d) Mukjizat adalah Al-Haq.

     Tidak banyak kata Al-Haq yang berarti mukjizat. Allah menerangkan hal ini dalam surah Yunus ayat ke 82.

وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ

     82. Dan Allah akan mengukuhkan yang benar (Al-Haq) dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.

     Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah tidak akan menjadikan hasil perbuatan kaum perusak itu Dia abadikan. Dia menolong melawan kebathilan dengan mukjizat-mukjizat sesuai kehendakNya dalam syariat atas Fir’aun, dan menyelamatkan kaumnya dari perbudakan oleh raja yang angkuh itu.

Bukti kenabian Muhammad Saw. Bulan terbelah.

     Setiap Nabi datang dengan akhlak dan moral yang baik. Beliau dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya dan jujur (Al-Amin) bahkan oleh musuh-musuhnya (mereka yang menentang dakwah Islam).

     Setiap nabi datang dengan mukjizat. Nabi Muhammad, atas izin Allah juga melakukan banyak mukjizat selama kenabiannya. Salah satu mukjizatnya adalah bahwa dia diizinkan oleh Allah untuk membelah bulan.

     Banyak orang di seluruh dunia juga menyaksikan terbelahnya bulan dan itu terekam di banyak belahan dunia. Hal ini sudah dibuktikan pula secara ilmiah oleh ilmuwan serta astronot modern dunia saat ini mengenai tanda-tanda jejak bahwa bulan pernah terbelah.

Ayat Al Qur-an tentang terbelahnya bulan.

QS. Al-Qamar Ayat 1

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ     

1. Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

Al-Hadis tentang terbelahnya bulan.

      Dari Abdullah berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi 2 bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah” (HR. Muslim: 7249).

Raja India melihat bulan terbelah dan mengakui datangnya seorang nabi dari Arab

     Dalam naskah sejarah India kuno, disebutkan bahwa Raja Chakrawati menjadi saksi atas peristiwa terbelahnya bulan saat itu. Setelahnya, Raja Chakrawati bertanya-tanya tentang mengapa sampai terjadi fenomena terbelahnya bulan.  Kemudian, dia mengetahui bahwa ada ramalan soal datangnya seorang Nabi dari Arab.

     Naskah kuno yang memberi penjelasan tersebut tercantum dalam buku Mu'jizat Insyiqoq al-Qomar atau The Miracle of The Split in The Moon. Buku ini ditulis Qastas Ibrahim Al-Nu'aimi.  

     Dari buku Tarikh al-Yamini bahwa dalam sebuah penaklukan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme (musyrik) di India ia menemukan lempengan batu di dalam sebuah istana taklukan tersebut. Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, "Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mengandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran."

     Bukti lain diceritakan oleh Dr. Zaghlul, dalam bukunya Al-I'jaz Al-'Ilmi  fi As-Sunnah An-Nabawiyah Jilid I, menceritakan tentang pengakuan seorang mualaf bernama David M. Pidcock.  Pengakuan ini diceritakan dalam satu ceramah Dr. Zaghlul di fakultas kedokteran Universitas Cardiff di Wales, Inggris Barat. Pidcock mengatakan bahwa ayat pertama dari surah Al-Qamar inilah yang menyebabkan ia masuk Islam di akhir tahun 70-an. Ceritanya, saat itu ia sedang melakukan kajian terhadap agama-agama dunia. Salah satu teman Muslimnya menghadiahinya Al-Qur'an dan terjemahannya. Saat pertama kalinya ia membaca, ia langsung terkejut dengan surah Al-Qamar.  Karena tidak percaya bahwa bulan pernah terbelah dan kemudian menempel kembali, maka ia tutup Al-Qur'an tersebut dan meninggalkannya begitu saja.

     Beberapa hari kemudian, tanpa sengaja ia melihat sebuah acara di BBC tentang perjalanan luar angkasa. Acara yang disiarkan pada tahun 1978 itu dipandu oleh penyiar Inggris terkenal bernama James Burke dengan menghadirkan tiga ilmuwan antariksa Amerika.

     Dalam wawancara tersebut, dibahas perjalanan ruang angkasa yang menemukan satu fakta penting. Fakta tersebut adalah bahwa bulan dahulu pernah terbelah kemudian melekat lagi, dan bekas-bekas yang membuktikan cerita ini masih terlihat di permukaan bulan dan membentang hingga ke dalamnya.

     Begitu mendengar penuturan ini, Pidcock lalu tersentak kaget dan teringat akan surah Al-Qamar yang ia pernah baca. Kemudian ia pun masuk Islam.taq/

Agama Islam
          Umumnya dikatakan bahwa Islam adalah agama tauhid yang dite-gakkan oleh Muhammad Saw. (571-632) selama 23 tahun di Mekah dan Madinah. (Ensiklopedia Islam Indonesia).

       Nama Islam ini dinyatakan dalam wahyu terakhir yang diturunkan pada haji perpisahan (haji wada'), satu-satunya haji yang dilakukan Muhammad Saw. menjelang wafat beliau :

   ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِينً۬ا‌ۚ      

     Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridoi Islam itu jadi agama bagimu.

(QS. Al Maidah [5] : 3).

      Dalam pandangan penulis, dengan memakai definisi ini bila kita membahas tentang Islam, kita hanya bisa menggunakan sebagian Al Qur-an saja, yaitu ayat-ayat yang berhubungan dengan Muhammad Saw. Padahal di dalam Al Qur-an banyak diriwayatkan tentang Nabi-nabi lainnya yaitu Ibraham serta Nabi-nabi keturunan beliau, di antaranya Musa dan Nabi-nabi berbangsa Yahudi lainnya serta Nabi-nabi berbangsa Arab..

     Agar kita bisa menggunakan contoh-contoh dari seluruh riwayat Nabi-nabi di dalam Al Qur-an, maka dalam makalah ini penulis menggunakan definisi lain yaitu:

      Islam adalah satu-satunya agama langit sepanjang zaman, agama semua Nabi: Adam, Nuh, Ibrohim, Musa, Zakariya, Yahya dan 'Isa, serta Muhammad Saw. (Endang, Wawasan Islam).

 

          Sesuai dengan doa Nabi Ibrohim As. pada QS. Al-Baqarah [2] : 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

      Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua (Ibrohim dan Isma'il) orang yang tunduk patuh (muslim) kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh (umat Islam) kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.   

(Al-Baqoroh [2] : 128).

     Demikian pula definisi Islam menurut seorang profesor Moshe Sharon sebagai berikut.

Profesor Yahudi : Hanya Ada Satu Agama, Yaitu Islam

Kamis 22 Jan 2015 00:32 WIB

Red: Erdy Nasrul                             

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –

     Profesor Sejarah Universitas Hebrew, Yerusalem, Moshe Sharon, menegaskan pada dasarnya, agama di alam semesta ini hanyalah satu.   Agama tersebut mengokohkan keesaan Allah dan menegaskan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

     “Dari mulai diciptakannya semesta ini, hanya ada satu agama, yaitu Islam,” ujarnya, sebagaimana ditayangkan kantor berita Israel, Arutzsheva, yang dikutip pengguna youtube, Bahrain Tahir, pada 2012 lalu.

     Dalam video berdurasi hampir tiga menit ini, Moshe menjelaskan lebih lanjut, jika ada siapapun menyatakan tempat ini adalah kuil Sulaiman, maka muslim akan menyatakan itu benar. “Solomon (Sulaiman, - red) adalah muslim. David (Daud, - red), Abraham (Ibrahim, - red), Moses (Musa, - red), Yesus (Isa, - red), adalah muslim.

     “Inilah yang saya maksudkan dengan islamisasi sejarah. Di seluruh islamisasi sejarah akan ada islamisasi geografi, semua wilayah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh tadi adalah wilayah muslim,” tegas Sharon, yang ketika tampil mengenakan tutup kepala ala Yahudi atau //yarmuk//.

     Wilayah-wilayah tersebut, jelasnya, terlepas apakah sesudah Nabi Muhamad datang atau belum, harus dibebaskan. “Bukan untuk ditaklukkan. Yang ada adalah untuk dibebaskan,” imbuhnya. Islam muncul di sejarah, pada saat Muhammad, adalah sebagai pembebas. Tidak ada penjajahan dalam Islam. Yang ada adalah pembebasan dalam Islam

.

Dasar-dasar agama Islam

     Ajaran Islam didasarkan atas 2 sumber utama yaitu

1. Al Qur-an yang diwahyukan Allah melalui malaikat Gibrael kepada Muhammad Saw.

2. Hadis Nabi Muhammad Saw. yaitu perkataan dan perbuatan beliau selama hidupnya yang diamati oleh para sohabat.

     Uraian yang lengkap tentang agama Islam dapat kita baca pada hadis berikut :

Hadis ke-1. Umar mengisahkan, suatu hari tatkala ia dan para sahabat duduk bersama Rosululloh saw. tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang mengenakan pakaian sangat putih, rambutnya hitam legam dan tidak ada bekas melakukan perjalanan. Lalu lelaki itu duduk tepat di hadapan Nabi saw. Ia rapatkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau dan kedua tangannya bertumpu di atas lututnya.

Ibadah atau Rukun Islam

     "Ya Muhammad," ucap lelaki itu. "Beritahukan kepadaku tentang agama Islam." Muhammad Rosululloh saw. bersabda: "Islam itu adalah:

1. kesaksiannya bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah RosulNya.

2. Lalu engkau tegakkan sholat,

3. engkau bayar zakat,

4. engkau puasa pada bulan Romadhon, dan

5. engkau haji ke Baitulloh jika kamu mampu."

"Benarkah engkau," komentar lelaki itu. Para sahabat tampak heran, lelaki itu yang bertanya dan ia juga yang membenarkannya.

Akidah atau Rukun Iman

     "Beritahukan kepadaku tentang Iman," pinta lelaki itu lagi. Muhammad Rosululloh saw. bersabda: "Iman itu adalah engkau beriman kepada

1. Alloh,

2. para malaikatNya,

3. kitab-kitabNya,

4. para RosulNya, dan

5. hari kiamat. Engkau juga beriman kepada

6. qodar yang baik dan yang buruknya."

"Benarlah engkau," komentar lelaki itu lagi.

Ikhsan

     "Beritahukan kepadaku tentang Ikhsan." Muhammad Rosululloh Saw. bersabda: Engkau sembah Alloh seakan-akan engkau melihatNya. Sebab sekalipun engkau tidak dapat melihatNya, Dia pasti melihatmu."

"Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat." "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya," jawab Rosulullloh saw.   

     "Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya." Muhammad Rosululloh saw. bersabda: "Tanda-tandanya hamba wanita melahirkan majikannya. Lalu orang-orang miskin dan pengembala kambing berlomba-lomba dalam pembangunan gedung."

     Setelah lelaki itu pergi, Rosululloh saw. bertanya, "Hai Umar, tahu-kan engkau siapa lelaki yang bertanya tadi?" "Hanya Alloh dan RosulNya yang paling mengetahui." Muhammad Rosululloh saw. bersabda: "Sesungguhnya dia itu Jibril. Dia hendak mengajarkan agama kalian."

(H.R. Muslim).

Ibadah dalam Islam.
       Ibadah adalah istilah teknis dalam teologi (ilmu tentang agama) yang berarti perbuatan pengabdian atau ritual.  Ia berasal dari kata kerja 'abada (mengabdi), sedang kata 'abd berarti "hamba" atau pelayan.
     Ibadah dalam Islam disebut rukun Islam yang jumlahnya ada
lima sebagaimana tersebut pada hadis ke-1 di atas. 

     Semua Nabi, karena mendapat wahyu dari Tuhan yang sama yaitu Allah, dan wahyu itu diturunkan melalui malaikat yang sama yaitu Jibril (Gibrael), maka agama mereka tentulah sama yaitu Islam, yang berarti tunduk patuh kepada Allah. Demikian juga prinsip ajaran yang ditulis di dalam Kitab suci masing-masing tentu sama, yaitu mengakui dan menyembah Tuhan yang Maha Esa. Maka tata-cara ibadah / penyembahan kepada Allah tentu sama pula. Tetapi kenyataannya tata cara ibadah para penganut agama langit di Indonesia yaitu Islam dan Kristen yang kita saksikan, berbeda.

      Pedoman tata cara ibadah umat Yahudi, Kristen dan Islam itu sedikit banyak tentu terdapat pada Kitab suci masing-masing yaitu Torah, Mazmur, Injil dan Al Qur-an.

    Setelah membaca buku-buku dan mencari di internet, akhirnya penulis menemukan tiga bacaan yang mendukung pendapat penulis itu sebagai berikut.

.1. Pada buku Bacalah Bibel karangan Thomas buku Bacalah Bibel karangan Thomas McElwain seorang pendeta Amerika disebutkan bahwaTata cara  ibadah secara Islam itu juga dilakukan oleh para Nabi dan pengikut-pengikutnya di dalam  Bibel yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.  


2. Di Internet penulis menemukan gambar Tata cara sembahyang kaum Yahudi yang sikap  dan gerakannya sangat mirip  dengan sembahyang  yang dilakukan oleh umat Islam. Gambar itu dikutip dari buku To Pray As A Jew: A Guide To The Prayer  Book And The Synagogue Service  karangan Hayim Halevy Donin, seorang rabbi (pendeta) Yahudi  di Amerika di Congregation B'nai David, Southfield, Michigan. Dalam buku itu terdapat penjelasan yang cukup panjang mengenai tata cara berdoa (sholat) sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Yahudi kuno dan sebagian kecil Yahudi saat ini. Ritual sembahyang Yahudi ini dilakukan 3 X sehari yaitu pada  malam hari (Ma'ariv), di pagi hari (Shacharit), dan pada sore hari (Minchah). Kata Hayim, saat  ini hanya sedikit jemaah agama Yahudi yang tetap menjaga tradisi ibadah bersungkur (sujud).. Kadang-kadang sujud ini hanya dilakukan oleh pemimpin doa dan rabbi saja.. Namun pada beberapa jemaah tradisional, pria dan wanita yang mengikuti doa juga ikut sujud seperti pemimpin doa dan rabbi.

     Di sinagog-sinagog negara Israel, tradisi sujud ini lebih asing dibandingkan di sinagog di luar negara Israel, karena sujud merupakan posisi yang tidak biasa. Mereka akan keberatan untuk melakukannya. Padahal sekali melakukannya, akan menaikkan pengalaman spiritual sehingga bisa membuat seseorang ingin mengulanginya. Setelah menerbitkan bukunya To Pray As A Jew, rabbi Hayim Halevi Donin melatih sholat dengan bersujud pada anak-anak Yahudi agar setelah dewasa mereka sudah terbiasa melakukannya.
     Pada mulanya Bani Isroil bersembahyang 7 X sehari. Sewaktu pembuangan
bangsa Yahudi ke Babilonia, Nabi Daniel merubahnya menjadi 3 X sehari karena keadaan darurat. Namun setelah dimerdekakan dan kembali ke Palestina mereka tetap sholat 3 X sehari.

Tiga Tulisan tentang ibadah salat tujuh waktu di gereja Orthodox Arab di Wikipedia (internet) berikut tentu sangat menggelitik kita, karena sangat mirip dengan waktu salat Islam.

      Barangkali agak asing rupanya, jika orang Kristen berbicara tentang salat. Karena kata salat atau sembahyang itu sendiri jarang disinggung-sentuh oleh orang Kristen. Padahal jauh sebelum saudara kita kaum Muslim menggunakan kata ini, orang Kristen Orthodox telah menggunakan kata "Salat" saat menunaikan ibadah. Kata "Salat" itu sendiri dalam bahasa Arab, berasal dari kata tselota dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu bahasa yang dipakai oleh baginda Yesus sewaktu hidup di dunia. Dan bagi umat Kristen Ortodoks Arab yaitu umat Kristen Ortodoks yang berada di Mesir, Palestina, Yordania, Libanon dan daerah Timur-Tengah lainnya memakai kata Tselota tadi dalam bentuk bahasa Arab Solat, sehingga doa "Bapa kami" oleh umat Kristen Ortodoks Arab disebut sebagai Sholatul Robbaniyah.

    Dengan demikian "Salat" itu awalnya bukanlah datang dari umat Islam atau meminjam istilah Islam. Jauh sebelum agama Islam muncul, istilah Salat untuk menunaikan ibadah telah digunakan oleh umat Kristen Ortodoks Timur. Tentu saja dalam penghayatan yang berbeda.masih dilakukan di gereja-gereja Arab. kalau di Gereja Katolik namanya Brevir atau De Liturgia Horanum. Hampir seluruh Gereja-gereja di Timur masih melaksanakan Solat Tujuh Waktu (As-Sab'u ash-Sholawat). Dalam gereja-gereja Ortodoks jam-jam solat (Arami: 'iddana tselota; Arab: sa'atus- solat) ini masih dipertahankan tanpa putus sebagai doa-doa baik kaum imam (klerus) maupun untuk umat (awam).

Solat tujuh Waktu :

1 Sa'at al-Awwal = Solat Subuh

2. Solat Sa'at ats-Tsalitsah = Solat Dhuha

3. Solat Sa'at as-Sadisah = Solat Zuhur

4. Solat Sa'at at-Tasi'ah = Solat Ashor

5. Solat Sa'at al-Ghurub = Solat Maghrib

6. Solat al-Naum = Solat Isya'

7. Solat as-Satar = Solat al-Lail

Komentar penulis.                                                                          

     Dalam Agama Islam sholat malam ini terbagi dua yaitu sholat tahajjud dan sholat witir sehingga bila sholat wajib lima waktu digabung dengan sholat sunnat, ummat islam melaksanakan sholat delapan waktu yang dilakukan setiap tiga jam dalam sehari semalam.

     Ternyata salat yang dilakukan oleh umat Kristen Ortodox dan Arab tadi bukan bersembahyang seperti umat Islam, yang lengkap dengan rukuk (membungkuk) dan sujud (bersungkur). Istilah salat di sini berarti berdoa / memohon /meminta sesuatu kepada Allah, yang mereka lakukan tujuh kali sehari. Jumlah ini sama dengan jumlah waktu sembahyang kaum Yahudi sebelum masa tawanan Babilonia.
     Dari ke-3 sumber di atas, ternyata memang betul dugaan penulis bahwa seharusnya ibadah agama Yahudi, Kristen dan Islam itu sama, karena berasal dari Tuhan yang sama. Namun sebagian besar orang Yahudi dan Kristen tidak mengetahuinya, sehingga mereka beribadah dengan cara yang berbeda dengan yang diajarkan oleh Moses (Musa) dan Yesus (Isa) serta Nabi-nabi bani Isroil yang lain.

Cara sholat pada umat Yahudi dan Nasrani sekarang 

     Telah disebutkan dalam buku To Pray As A Jew bahwa sebagian besar umat Yahudi tidak melakukan sholat sebagai yang tergambar dalam buku itu,.Ritual sembahyang Yahudi ini dilakukan 3 X sehari.. Mereka melakukan sholat dengan berdiri dan membungkuk (rukuk). Bahkan kaum Nasrani berdoa (sholat) sambil duduk di bangku gereja.

     Untuk mengetahui penyebab mengapa sholat mereka telah berobah dari sholat yang dilakukan pada zaman Nabi Musa, kita bisa membaca sejarah Bani Isroil.

A. Sejarah bangsa Yahudi (Bani Israel) sejak zaman Nabi Musa.

     Bani Isroil adalah keturunan 12 orang anak Nabi Ya’kub atau Isroil.

Kelahiran Nabi Musa

Tahun 1593 SM.  Ketika Mesir berada di puncak kezaliman Firaun terhadap Bani Israel, dia menyembelih anak-anak lakinya dan membiarkan hidup anak-anak perempuan. Kala itu lahirlah Musa lalu diangkat anak oleh isteri Firaun. Namun setelah dewasa Musa bersama adiknya Harun diutus Allah berda'wah kepada Firaun. 

Tahun 1513 SM.  Upaya Musa dan  Harun ini pun mendapat perlawanan keras dari Firaun dan para tukang sihirnya sehingga Musa  dan Bani Isroil melarikan diri keluar dari Mesir. Pelarian mereka dikejar oleh Firaun dan tentaranya sampai ke tepi laut Merah (Teluk Suez). Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut sehingga terbentuk jalan di laut yang bisa dilintasi Musa dan Bani Isroil sehingga selamat sampai ke seberang. Tatkala Firaun beserta tentaranya yang mengejar mereka masuk ke jalan tersebut, Musa memukulkan tongkatnya ke laut sehingga air laut itu kembali semula dan menenggelamkan Firaun beserta bala tentaranya.

Nabi Musa menerima wahyu Taurot

Tahun 1473 SM.  Di padang pasir, sewaktu melewati Gunung Sinai, Musa d panggil Allah ke atas gunung untuk menerima firman Allah.

Selama 40 hari Musa mendapat firman kemudian ditulisnya menjadi Kitab Tauroh yang merupakan perjanjian Allah dengan Bani Isroil.

     Setelah turun gunung Musa dipanggil lagi oleh Allah untuk mendapatkan loh batu yang bertuliskan Sepuluh Amar Tuhan (Ten Commandment). Kemudian loh batu itu disimpan di dalam Kerubium (peti Ark) di dalam kemah sembahyang. Batu dan peti berisi Kitab Tauroh itu disebut Tabut Perjanjian. Bila mereka berpindah tempat, Tabut itu ditaruh di atas pedati Tabernakel yang ditarik oleh 12 ekor lembu. Di bukit ini juga Musa kemudian melakukan perjamuan suci Paskah sebagai tanda syukur karena telah lepas dari belenggu Firaun  di Mesir.

     Di dalam Bible, Kitab Ulangan 20:1-17 isi 10 Amar Tuhan itu (secara singkat) adalah sbb.

01. Dilarang menyembah selain Allah.               

02. Dilarang menyembah berhala.

03. Dilarang menyebut nama Allah dengan main-main.

04. Wajib memuliakan hari Sabtu.

05. Wajib memuliakan ayah dan ibu.

06. Dilarang membunuh sesama manusia.

07. Dilarang berzina

08. Dilarang mencuri.

09. Dilarang bersaksi palsu

10. Dilarang mengingini isteri dan hak milik orang lain.

Karena Bani Isroil menolak berjihad, maka mereka dihukum mengelana selama 40 tahun. 

     Selanjutnya mereka diperintahkan pergi ke Negeri Kanaan. Di negeri ini, Bani Isroil mendapatkan suatu kaum yang kuat dan gagah. Musa pun memerintahkan para pengikutnya untuk berjihad memerangi mereka namun mereka enggan sehingga Allah marah dan menghukum mereka menjadi pengelana di padang pasir Sinai selama 40 tahun.. Selama itu Allah memberi mereka rizki berupa manna dan  salwa. Pada masa 40 tahun di dalam kesesatan ini Musa dan Harun wafat.

  Bandingkan dengan jihad Umat Nabi Muhammad pada halaman belakang.

Sabda Alloh Swt. di dalam Al Qur-an :

     “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami  akan memasukinya." Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya : "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan mema-sukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, se-sungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu"
Allah berfirman: " (Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diha-ramkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (
padang Tiih) itu. Maka jangan-lah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” (Al-Maidah / 5:20-26)

Tahun 1280-1200 SM. Kemudian kepemipinan kaum Israel dipegang oleh Yusak yang berhasil menundukkan Kanaan. Setelah kaum Israel menetap di Kanaan, mereka lupa dengan perjanjian Tuhan (Kitab Taurat dan 10 Amar Tuhan), maka Allah mengingatkan mereka kembali dengan mengangkat Nabi-nabi dan hakim-hakim dalam tiga masa berturut-turut

Tahun 1004-965 SM. Daud menjadi raja. Allah menurunkan kitab Zabur kepada beliau.

Tahun 963-926 SM. Sulaiman menjadi raja. Mendirikan Kanisah yaitu Rumah Allah (Masjidil Aqsho) di atas bukit Moria di utara Yerusalem. Di dalam Kanisah disimpan Tabut Perjanjian yang berisi batu tulisan 10 Amar Perintah Tuhan.

 

3. Masa Perpecahan

    Setelah Salomon wafat terjadi perselisihan antara Roboam bin Salomon dengan Yeroboam bin Nabat. Roboam dan keturunan Yahudza serta Benyamin mendirikan Kerajaan Yuda dengan ibu kotanya di Yerusalem.

Sedangkan Yeroboam bin Nabat dengan 10 keturunan yang tersisa mendirikan Kerajaan Israel di Samaria yang terletak di utara Kanaan dengan ibu kotanya Nablus.

Tahun 721 SM.  Samaria sebagai ibukota Kerajaan Israel Utara diserbu oleh pasukan Asyur (Assyria) yang dipimpin oleh Shalmaneser V dan dilanjutkan oleh Sargon II.  Setahun kemudian Samaria takluk dan dihancurkan. Akhirnya, penduduk Kerajaan Israel Utara yang dihuni oleh 10 suku israel dibunuh, ditahan, diperbudak, diasingkan dan dibuang ke Khorasan, yang sekarang merupakan bagian dari Iran Timur dan Afghanistan Barat. Riwayat suku-suku ini kemudian tidak pernah terdengar lagi dan hilang dari sejarah. Beberapa bangsa diduga adalah mereka yaitu Pathans / Pasthun (Afghanistan-Pakistan), Kashmir (India), Shin-lung atau Bene Menashe (di sekitar perbatasan India-Myanmar).

     Ternyata golongan Taliban yang menguasai Afghanistan sekarang sebagian besar adalah dari suku Pasthun.

Tahun 603 SM.  Kerajaan Yuda jatuh ke tangan orang-orang Firaun.

Kehancuran Kanisah Sulaiman / Masjidil Aqsho ke-I.

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqso / Kanisah SulaimanI pada tahun 70 M.) sebagaimana mereka memasukinya pertama kali (tahun 586 SM.) dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai. (QS. Al-Isro’ [17] : 7).

Tahun 586 SM. Taurat pernah hilang, sedang Loh batu hilang sampai sekarang.                                         

Nabukadnezar, raja Babel  raja Babel menduduki Yerusalem dan mengusir orang-orang Fir-aun serta menghancurkan negara Yuda. Kanisah Salomon (Masjidil Aqsho) dibakar, sedang peralatannya dibawa ke Babilon. Bani Isroil ditawan di sana yang kdemudian dikenal dengan nama masa 'Tawanan Babilon'. Di negeri ini Allah mengutus Nabi Daniel.

Tahun 538 SM.  Cyrus, Raja Parsi menaklukkan Babilon serta melepaskan para tawanan Yahudi. Sebagian dari mereka kembali ke Kanaan. Alat-alat peibadatan dikembalikan serta Kanisah Allah (Baitul Maqdis) dibangun kembali di Yerusalem.

Tahun 331-142 SM. Selanjutnya bani Israil di Palestina dan Yuda dijajah oleh bangsa-bangsa asing silih berganti.

Pada tahun 142 SM. mereka merdeka dari jajahan Siria, tetapi masih selalu terjadi perselisihan antar suku.

Tahun 63 SM. Romawi menguasai Yuda dan Palestina.

Alloh Swt. mengutus Nabi Isa As. kepada Bani Isroil

Tahun 1 M. Pada saat Palestina dibawah kekuasan Romawi ini, Allah mengutus Isa sebagai Rosul kepada bani Israil, sebagaimana firman Allah  "Seorang rosul kepada Bani Isroil" yang mengajak mereka untuk memperbaiki berbagai kerusakan manusia. Seruan ini disambut oleh sebagian Bani Isroil sehingga mereka terpecah menjadi dua, sebagaimana diberitakan Allah Swt. dalam  QS. As-Saff Ayat 14 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْٓا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗقَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ ۚفَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظَاهِرِيْنَ

     14. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. Ash-Shoff [61] : 14).

     Golongan pertama adalah kaum Nasrani, yang kedua adalah Kaum Yahudi.

 

Bani Isroil yang beragama Yahudi berencana membunuh Nabi Isa As

     Para tukang tenung dan ulama Yahudi mendatangi Gubernur Romawi di Palestina meminta mereka menangkap dan membunuh Nabi Isa. Permohonan mereka dikabulkan, namun menurut Al Qur-an, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit dan menggantikannya dengan orang yang mirip dengannya yang disalib.  

Nabi Isa As. diangkat ke langit QS. Ali 'Imran[3] : 55

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ

     "(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu beselisih padanya". 

(Ali Imron [3] : 55) 

Siapakah orang yang disalib itu ? QS. An-Nisa' Ayat 157

وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ   " 

          Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rosul Allah",  Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. ."

(An-Nisaa [4] : 157)

 

    Kehancuran Kanisah Sulaiman / Baitul Maqdis yang ke-2   (QS. Al-Isro’ [17] : 7). Orang Yahudi yang sesat ditimpakan azab yang seburuk-buruknya sampai hari kiamat.

Tahun 135 SM. Orang-orang Romawi pada masa pemerintahan Adryan berhasil memadamkan pemberontakan orang-orang Yahudi dan menghancurkan negeri mereka termasuk Kanisah Allah beserta isinya. Orang-orang Yahudi terpencar-pencar di berbagai tempat di bumi, sebagaimana firman Allah  dalam QS. Al-A'raf [3] : 167-168.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِۗ اِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًاۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖوَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

   "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa Sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaNya dan Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang soleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenarfan.)

(QS. Al A'raf : 167 – 168). 

     Di antara dua golongan itu siapakah yang benar ?

     Lebih jelasnya dapat dibaca pada makalah Mengapa sholat Kristen Orthodox menyerupai sholat umat Islam berikut.

MENGAPA SHOLAT KRISTEN ORTHODOX SYRIA MENYERUPAI SHOLATNYA ORANG ISLAM ?

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

Apakah Kristen Ortodoks Itu ?

Oleh : Kartini

     Kristen ortodoks adalah Kristen yang dibentuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). Kata “ortodoks” berasal dari bahasa Yunani “orthos” (benar) dan “doxa” (kepercayaan atau opini) yang jika disatukan berarti suatu kepercayaan yang benar. Terkadang diartikan sebagai ajaran yang kuno / fundamentalis atau konservatif.

Jumlah pengikut agama-agama di  dunia adalah sbb. :

 

Agama

Jumlah pengikut

(dalam jutaan)

Katolik Roma

Protestan

Ortodoks

Islam

Hindu

Confusius

Buddhis

Shinto

Taois

Yahudi

533 )

322 + Katolik = 944

89 )

647

514

206

248

62

31

14

                                                             

 

 

 

 

 

 

 

 

 



      

 

 

 

Lahirnya Paham Ortodoks

     Agama Kristen ortodoks lahir sejak perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma dan Kaisar Konstantin (Romawi timur). Puncaknya, pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus (450-458 M). seabad lebih sebelum Nabi Muhammad lahir di Mekkah (571). Tepatnya pada tahun 451, diadakan Konsili Kalkedonia dalam hal ketuhanan. Berakibat terjadi perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali.

Pada tahun 451, diadakan Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan. Berakibat terjadi perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali.

     Sejak inilah umat Kristen terpecah menjadi dua. Yang pertama berpusat di Roma dan Bizantium, dipimpin Bapa Laon (440-461). Kelompok ini mengakui, al-Masih mempunyai dua sifat: Tuhan dan ma-nusia.  Kelompok ini lebih dikenal dengan nama Kristen dan Katolik.

     Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444 - 454 Masehi) adalah kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih (Isa adalah Tuhan. pen.)

     Mereka tidak setuju dengan aliran kristen lainnya yang mengakui Yesus bersifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian dike-nal dengan nama kelompok ortodoks. Nama 'ortodoks' berarti menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodoks mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntunan awal dari agamanya.

Komunitas Kristen Ortodox                        

Stnur Halimah ke Movement Inspiration Center - MIC 8 Januari 2016
      Penganut ortodoks terdiri atas beberapa komunitas berdasarkan kesamaan kultur, tradisi, bahasa, dan bangsa. Ada toifah Koptik (Mesir), Syrian, Armenian, dan Habasah (Ethiopia). Sedang akidahnya sama yaitu mempertuhankan Isa Almasih
      Dari beberapa kelompok yang berkembang adalah Kristen Ortodoks Syria (KOS). Kristen Ortodoks Syria mengklaim punya bukti sejarah aga-ma kristen, Injil yang pertama adalah berbahasa Arab Syria. Penganut Kristen Ortodoks Syria tidak menyebut Isa ibnu Maryam dengan Yesus seperti yang digunakan oleh penganut Kristen Katolik dan Protestan, te-tapi lebih suka menyebut beliau al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih. Mereka berbicara bahasa Syria. Injil diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 643. Hingga sekarang, Injil yang digunakan penganut paham Ortodoks Syria, Irak, Lebanon, dan Mesir, adalah berbahasa Arab. Memang, bahasa Syria mirip bahasa Arab.

Konsili yang diakui Kristen Ortodoks

     Komunitas Kristen Ortodox hanya mengakui tiga konsili ekumenis, yakni Konsili Nicea Pertama, Konsili Konstantinopel Pertama, dan Kon-sili Ephesus Pertama. Mereka menolak rumusan-rumusan dogmatik dari Konsili Chalcedon (451). Oleh karena itu, Gereja-Gereja Ortodoks Orien-tal ini juga disebut Gereja-Gereja Oriental Lama atau Gereja-Gereja Non Chalcedonia.

Apakah Konsili itu ?

     Konsili Ekumenis dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur adalah pertemuan seluruh uskup Gereja untuk membahas dan menga-mbil keputusan menyangkut doktrin Gereja dan aturan praktisnya.

Konsili-konsili tersebut adalah sebagai berikut :

1. Konsili Nicea Pertama, (325); menolak Arianisme, menerima Pengakuan Iman Nicea (bahwa Yesus adalah Tuhan). Konsili ini dan semua konsili berikutnya sama sekali tidak diakui oleh Gereja-gereja nontrinitarian : Arian, Unitarian, dan Saksi-saksi Yehuwa.

     Arianisme adalah suatu konsep kristologi dalam agama Kristen yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang diperanakkan oleh Allah Bapa pada suatu ketika, berbeda dari Sang Bapa, dan oleh karena itu lebih rendah derajatnya daripada Sang Bapa.

     Unitarianisme adalah salah satu sub-denominasi Protestan dalam teologi kekristenan. Unitarian adalah suatu ajaran yang menekankan ketunggalan Allah (monotheis). Ajaran ini muncul pertama kali di Transylvania di sekitar lingkungan gereja Lutheran.

Pendiri: Theophilus Lindsey  Lokasi kantor pusat: Boston, Massachu-setts, Amerika

Komentar penulis

     Konsili Nicea pertama yang menuhankan Yesus ini jelas bertentangan dengan 10 perintah Tuhan di dalam Bibel  yang diturunkan kepada Nabi Musa dan tertulis di dua bilah batu.

 

     Di dalam Bible, Kitab Ulangan 20:1-17 isi 10 Amar Tuhan itu (secara singkat) adalah sebagai berikut:

01. Dilarang menyembah selain Allah.(monotheis).

02. Dilarang menyembah berhala.

03. Dilarang menyebut nama Allah dengan main-main.

04. Wajib memuliakan hari Sabtu.

05. Wajib memuliakan ayah dan ibu.

06. Dilarang membunuh sesama manusia.

07. Dilarang berzina

08. Dilarang mencuri.

09. Dilarang bersaksi palsu

10. Dilarang mengingini isteri dan hak milik orang lain

2. Konsili Konstantinopel Pertama, (381); merevisi Pengakuan Iman Nicea ke dalam bentuknya yang sekarang seperti yang digunakan oleh Gereja-gereja Timur dan Ortodoks Oriental dan melarang perubahan lebih lanjut terhadap Pengakuan Iman ini tanpa persetujuan dari sebuah Konsili Ekumenis.

3. Konsili Efesus, (431); menolak Nestorianisme (doktrin yang mengajar-kan bahwa Yesus eksis sebagai dua pribadi, yakni sebagai manusia (Yesus dan sebagai Putera Allah) menyatakan Perawan Maria sebagai Bunda Allah. Konsili ini dan semua konsili berikutnya tidak diakui oleh Gereja Asiria.[1]

4. Konsili Chalsedon, (451); menolak doktrin Eutikus tentang monofisitisme, mendeskripsikan dan menekankan dua hakikat Kristus, manusiawi dan Ilahi; menerima Pengakuan Iman Khalsedon. Konsili ini dan semua konsili berikutnya tidak diakui oleh Persekutuan Ortodoks Oriental.

Tambahan Penulis

Dasar-dasar Agama Kristen

     Pada mulanya Yesus dan para murid beliau menghormati dan melaksanakan ajaran Torah (Taurot) dan kitab-kitab Nabi-nabi yang terdahulu. Mereka menjalankannya selama 22 tahun kehidupan beliau.

     Ada beberapa kitab suci agama Yahudi yaitu Torah, Talmud. Septaguita dan Pentateuch. Intinya adalah Kitab Torah (Taurot).

     Kitab-kitab itu oleh Kaum Kristen disebut Kitab Perjanjian Lama. Disebut demikian karena di dalamnya berisi perjanjian 10 Amar Tuhan dan janji Alloh untuk memberikan Tanah suci kepada keturunan pertama Abraham yaitu Yacob (Ya’kub) atau Israel. (Ya’kub sebenarnya adalah cucu Nabi Ibrohim, pen.)

 

     Kitab Perjanjian Lama ini bersama dengan Kitab Perjanjian Baru yang disusun setelah Yesus, keduanya disebut Bibel atau Alkitab.

 

Yesus bersabda dalam Injil Matius (Khotbah di atas bukit) 5:17-19:

 

     “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Torah atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu noktah atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Torah, sebelum semuanya terjadi Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Torah sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya

demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan sorga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Torah, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.                              

     Pendeta Besar Paulus. Sepeninggal Yesus  adalah  seorang Pendeta Besar Kristen bernama Paulus. tidak pernah bertemu Yesus, tetapi mengaku telah mendapat ilham dari Roh Kudus dan Yesus. Merubah hukum Torat dengan membuat Kitab Kisah dan surat-surat Paulus yang dimasukkan ke dalam Kitab Perjanjian Baru. Di dalam agama Kristen, Kisah dan Surat-surat yang ditulis oleh Paulus lebih ditaati daripada Kitab Taurat.

     Dalam Surat Roma 9:5, Paulus menulis : Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias (Nabi Isa) dalam keadaanNya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu

Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

     Mereka adalah keturunan dari nenek moyang kita. Kristus secara manusia berasal dari bangsa mereka. Ia lebih tinggi dari semuanya. Terpujilah Allah untuk selama-lamanya! Amin.

 

     Dalam tulisan di atas Paulus mengatakan bahwa Yasus (Isa) adalah Allah.                   

Tulisan Paulus inilah yang dijadikan dasar bagi Konsili Nicea Pertama, (325); untuk menuhankan Yesus. Selain itu, Paus dan pengikut pengikut Yesus yang lain menganggap bahwa khitan yang wajib dalam Kitab Torah bisa menyulitkan para pengikut baru non Yahudi yang banyak ditarik masuk oleh Paulus. Maka Paulus tidak mewajibkan khitan. Selain itu dia menghalalkan daging babi. Maka sejak itu, Agama Kristen berbeda dengan Agama Yahudi dan Islam.

Kesamaan ajaran Kristen Ortodox Syria dengan ajaran Islam

      Yang mencengangkan, ibadah ritual dan istilah-istilah yang diperagakan Kristen Ortodoks Syria di Indonesia memiliki begitu banyak kesamaan dengan ibadah dan istilah-istilah dalam agama Islam. KOS menjalankan shalat tujuh waktu dalam sehari semalam yang juga menggunakan bahasa Arab. Mereka juga melantunkan Kitab Injil bahasa Arab sebagaimana umat Islam mengaji Al-Quran.

     Bambang Noorsena (pendiri Institute for Syriac Culture Studies). dalam makalahnya pada “Syiar Injiliyah” di Hotel Surabaya, 19 Juni 1998 menyampaikan bahwa shalat dalam Kristen sebenarnya mengikuti shalat yang berlaku dalam agama Yahudi yaitu tiga kali : petang (= isya’, pen.), pagi (= subuh, pen.), dan tengah hari (= dhuhur, pen.). Namun, seperti dimuat Talmud (buku pedoman pendeta Yahudi, pen.) setelah penghancuran Baitul Maqdis dan eksodus ke Babilonia, ditetapkan satu waktu shalat lagi, yaitu jam ke sembilan, yang disebut minhah. yaitu tiga kali: petang (= isya’, pen.), pagi (= subuh, pen.), dan tengah hari (= duhur, pen.). Namun, seperti dimuat Talmud (buku pedoman pendeta Yahudi, pen.), setelah penghancuran Baitul Maqdis dan eksodus ke Babilonia, ditetapkan satu waktu shalat lagi, yaitu jam ke 9, yang disebut minhah. “Menurut hitungan waktu Yahudi, kira-kira pukul tiga petang, sejajar dengan waktu asar dalam Islam,” kata Noorseno. Seiring dengan berjalannya waktu, shalat dalam Kristen berkembang menjadi tujuh waktu (ditambah shalat duha dan solat maghrib, pen.). 

     Tak hanya itu, sebelum mendirikan shalat juga ada panggilan untuk shalat sebagaimana azan dalam agama Islam. Dalam panggilan shalat ini dikumandangkan kalimat yang sangat mirip dalam azan Islam antara lain seruan “hayya alas-shalah (marilah kita shalat)” dan hayya alas-salah bisalam (marilah kita shalat dengan damai).

     Ketika shalat, mereka menghadap ke timur, mengikuti tradisi Yesus yang kala itu menghadapkan kiblat shalatnya ke Baitul Maqdis, Jerusalem. “Namun, karena Jerusalem hancur, orang-orang Kristen menjadikan tubuh Jesus sendiri sebagai kiblat. Hanya karena tubuh Jesus kini di surga (istiwa all yaminillah), sesuai dengan Ayat Kejadian: 28, yang menyatakan surga di timur maka shalat mereka menghadap ke timur”.

        Ajaran KOS (Kristen Ortodoks Suriah) lainnya yang menyerupai ritual Islam adalah :

1. KOS berpuasa selama 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan

2. KOS memiliki puasa sunnah pada hari Rabu dan Jum’at yang mirip dengan Puasa Sunnah senin dan kamis.

3. KOS mewajibkan kepada jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).

4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan untuk mengenakan jilbab dan jubbah yang menutup aurat hingga mata kaki.

5. Pengajian KOS juga sering menggunakan tikar / karpet (lesehan), layaknya umat Islam.

 6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Al-kitab yang berbahasa Arab (Al-kitab Al-Muqaddas).

7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip seperti apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.

8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin al-barokah“ dan Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen dengan bahasa Arab).

Puasa dalam Kitab Taurot

     Satu-satunya puasa yang disebutkan di dalam Torah adalah puasa Moses selama empat puluh hari:

Keluaran 34:28.

     "Dan Moses ada di sana bersama-sama dengan TUHAN  empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air."

Sujud dalam Kitab Perjanjian Lama

Kitab Kejadian 17 : 2-3 :

     Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Lalu SUJUDLAH Abram (Abraham), dan Allah berfirman kepadanya.

17:7 Aku akan mengadakan perjanjian  antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 

   Perbedaan utama Kristen Ortodoks Suriah dengan Islam, karena adanya perubahan ajaran Taurat oleh Paulus yaitu menjadikan Nabi Isa ibnu Maryam As. sebagai Tuhan, tidak mewajibkan khitan dan memperbolehkan makan daging babi.

Penutup kepala   Gereja Ortodoks Timur mengharuskan para perempuan untuk menutup kepala mereka dengan kerudung, seperti layaknya perempuan muslim, saat berada di gereja. Praktik semacam ini khususnya terjadi di Gereja Ortodoks Rusia. Selain itu, saat ke gereja, para perempuan dilarang memakai celana panjang. Para perempuan harus mengenakan rok panjang. 

Gereja mirip masjid    

     Perbedaan utama dari gereja Ortodoks yang terlihat dari luar — jika dibandingkan dengan gereja Katolik— adalah bentuk atap gereja yang berupa kubah, seperti masjid (perpaduan bentuk bawang dan helm). Bentuk helm (kubah) pada atap gereja merupakan pengingat akan perjuangan spiritual yang dilakukan oleh gereja untuk melawan kekuatan jahat dan kegelapan. Sementara  bentuk meruncing seperti bawang merupakan sebuah simbol api lilin, yang dapat diartikan sebagai penerang dunia. 

 

 

Mungkinkah Pengikut Kristen Ortodoks Masuk Surga ?

(Tafsir QS. Al-Baqoroh [2] ayat  62)

Bacaan QS. Al-Baqoroh ayat 62

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُون

     Artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi orang-orang Nasroni dan orang-orang Shobiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Alloh, Hari Kemudian dan beramal soleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al-Baqoroh : 62)

Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat) :  As Suddiy berkata bahwa QS. Al-Baqoroh : 62 ini diturunkan berkaitan dengan Salman al-Farisy Ra. ketika dia menceritakan tentang para sahabatnya kepada Nabi saw, bahwa mereka melakukan puasa, sholat, beriman kepadamu (Nabi Muhammad Saw), dan bersaksi bahwa engkau  akan diutus sebagai seorang Nabi. Ketika Salman selesai dari memuji mereka lalu Nabi saw berkata kepadanya, ”Wahai Salman sesungguhnya mereka termasuk penduduk neraka.”

Hal itu mengagetkan Salman, lalu Alloh menurunkan ayat ini.

Tafsir ayat

          Turunnya ayat ini merupakan koreksi dari Alloh Swt. atas pernyataan Nabi Muhammad Saw. bahwa Ahli Kitab itu masuk neraka.

     Alloh Swt. menyabdakan dalam ayat ini bahwa : tidak ada kekhawatiran pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

     Arti kalimat itu adalah sebagaimana tertulis pada QS. Al-A’rof [7]:49 (Tafsir ayat dengan ayat).

     (Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".

    Maka arti dari tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, adalah dimasukkan ke dalam surga.

    Maka ke-3 golongan itu yaitu : i) orang-orang mukmin, ii) orang-orang Yahudi, iii} orang-orang Nasroni dan iv) orang-orang Shobiin, 
bila a) beriman kepada Alloh, b) Hari Kemudian dan c) beramal soleh akan dimasukkan ke dalam sorga.

Apakah kaum Kristen Ortodox memenuhi 3 persyaratan ini ?

Mari kita analisa.

     Syarat pertama, beriman kepada Alloh, yaitu menuhankan Alloh Swt.  ternyata mereka juga menuhankan selain Alloh yaitu menuhankan Yesus sesuai dengan Konsili Nicea Pertama (325).

     Syarat kedua : percaya pada Hari Kemudian, mereka juga percaya.

     Syarat ketiga beramal soleh, melaksanakan lima rukun Islam yaitu, bershahadat, sholat, puasa, membayar zakat dan melaksanakan ibadah hajji. Ternyata mereka menyimpang dalam bersyahadat, yaitu menuhankan Yesus selain Alloh.

Kesimpulan : Ada kesalahan dalam melaksanakan perbuatan baik (amal sholeh) yaitu dalam syahadat mereka menuhankan Yesus.

Maka mereka tidak bisa masuk ke dalam surga.

Jember, 10 Pebruari 2020

Dr. H. M. Nasim Fauzi

Jalan Gajah Mada 119

Jember

 

 

Fenomena Negara Israel

PENDUDUK ISRAEL YANG BUKAN

BANI ISROIL

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

Pendahuluan

    Israel adalah sebuah negara di Timur Tengah yang  dibatasi oleh Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun Sinai. Selain itu dikelilingi pula oleh 2 daerah Oioritas Nasional Pales-tina : Jalur Gaza dan Tepi Barat.

   Dengan populasi 7,5 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia. Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain. 
     Negara Israel didirikan pada 14 Mei 1948 setelah hampir 2000 tahun bangsa Yahudi berada dalam pengasingan (benarkah itu ?). 68 tahun sejak kemerdekaannya Israel berkonflik dengan negara-negara Arab dan Palestina. Berbagai negosiasi telah dilakukan, dan perdamaian telah terwujud dengan Mesir dan Yordania.

   Israel mengklaim tanah ini telah diberikan kepada Nabi Yakub As. alias Israel dan keturunannya (Bani Isroil). Nabi Yakub As. mempunyai 12 orang anak yang menjadi nenek moyang 12 suku Bani Isroil.

Benarkah penduduk Israel sekarang adalah keturunan Bani Isroil ?

     Tentang Riwayat Bangsa Yahudi, bacalah makalah sebelumnya

   Sekitar 600 tahun kemudian, sekitar 70 M, bangsa Romawi menghancurkan Kuil Sulaiman ke-2 (Masjidil Aqsho ke-2) itu, membunuh + 1 juta orang Bani Isroil (suku Jehuda dan Benyamin). Sisanya tercerai berai ke mana-mana. Di antaranya ada yang menetap di Madinah, sampai munculnya Zionisme pada abad ke 20.

Bangsa Khazar   Bangsa Khazar adalah orang-orang Turki setengah nomaden dari Asia Tengah. Banyak di antara mereka telah memeluk Agama Yahudi (orang Yahudi yang bukan Bani Isroil). Nama 'Khazar' berarti "mengembara". Pada abad ke-7 M. mereka mendirikan sebuah Khaganat yang mandiri di Kaukasus Utara di sepanjang Laut Kaspia. Lalu akhirnya Agama Yahudi menjadi agama negara. 

     Pada puncak kejayaannya  mereka menguasai sebagian besar wilayah Rusia selatan, Kazakhstan barat, Ukraina timur, dan sebagian besar Kaukasus (termasuk Dagestan, Azerbaijan, Georgia, dll.), dan daerah Krim. Bangsa Khazar adalah sekutu penting Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) dalam menghadapi Kekaisaran Sassania (Iran), dan merupakan kekuatan utama di wilayah itu. Mereka terlibat dalam serangkaian peperangan yang mereka menangi dengan Kekhalifahan Islam, menghalangi invasi Islam ke Eropa Timur. Pada akhir abad ke-10, kekuasaan mereka dipatahkan oleh Rus Kiev, lalu bangsa Khazar lenyap dari sejarah.

     Sejumlah sejarawan mengajukan teori bahwa bangsa Khazar ikut menurunkan orang Yahudi Ashkenazim modern. Yahudi Ashkenazim adalah Yahudi di Eropah

 

Bangsa Yahudi Ashkenazim

     Teori ini secara politik dianggap sensitif karena menganggap Yahudi Eropah bukan termasuk Bani Isroil, tetapi keturunan Mongol / Turki.

Studi-studi genetika di antaranya oleh Hillel Halkin menunjukkan bahwa Y-DNA Yahudi berasal dari Timur Tengah, dan studi-studi mtDNA memperlihatkan bahwa banyak penduduk Yahudi yang terkait dengan kelompok-kelompok non-Yahudi di sekitarnya lewat garis ibu. Sementara studi-studi ini juga menunjukkan bahwa sejumlah orang Yahudi Ashkenazim Eropa mempunyai nenek moyang Eropa Timur non-Yahudi (Khazar).

Tetapi mereka membantah klaim bahwa orang Yahudi Ashkenazim Eropah adalah Keturunan bangsa Khazar atau Mongol Turki.

   

Bangsa Yahudi Sefardim

  Pada abad pertengahan kerajaan Islam terbagi atas Kerajaan Islam Timur di Baghdad dan Kerajaan Islam Barat di Cordoba Spanyol. Banyak orang Yahudi yang tinggal di Kerajaan Islam Barat.

Pada tahun 1491 Kerajaan ini jatuh ke tangan orang Katolik. Karena tidak mau masuk agama Katolik semua orang Yahudi melarikan diri ke Tunisia, Yunani, Turki dan sekitarnya. Mereka disebut Yahudi Sefardim.

Pada waktu Israel berdiri pada tahun 1947 mereka banyak yang pindah ke sana. Mereka inilah Yahudi keturunan Bani Isroil yang sebenarnya.

Asal usul orang Palestina 

      Seorang ahli sejarah Israel Schlomo Sand di Le Monde Diplomatique menyangsikan klaim bahwa Yahudi Eropah berasal dari pelarian pemberontakan Yahudi pada tahun 70 M. Menurut dia orang Yahudi itu tetap tinggal di Palestina. Sebagian kecil masuk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan sebagian besar masuk agama Islam pada abad ke-7 M. Kenyataan ini diakui oleh Yitzhak Ben Zvi, presiden Israel, dan David Ben Gurion, Perdana Menteri I Israel pada tahun 1929.

Para petani Palestina itulah keturunan Bani Isroil, bukan yang mengaku Yahudi Eropah Ashkenazim (keturunan bangsa Khazar).

Penduduk negara Israel

Bangsa Israel adalah warga negara atau penduduk permanen Negara Israel, sebuah masyarakar multi-etnis dengan latar belakang yang berbeda-beda. 
     Kelompok etnis terbesar di Israel adalah Yahudi (75 %), disusul oleh Arab (20 %) dan minoritas lainnya (5%). Ratusan ribu Yahudi kelahiran Israel adalah keturunan campuran Ahshkenazim Eropah dan Mizrahi (Sefardim asal Spanyol). Lebih dari 50% penduduk Yahudi memiliki setengah darah Mizrahi (Sefardim).

Orang Yahudi tinggal di seluruh belahan dunia : Di Amerika Serikat, India, Kanada, Britania Raya, seluruh Eropa, dan tempat lainnya. Sek-itar 10 % dari bangsa Yahudi diperkirakan tinggal di luar negeri Israel.

Penduduk Negara Israel sekarang

Pada 2013, penduduk Israel berjumlah 8 juta, dimana 75.3% adalah Yahudi, 20.7% Arab non-Yahudi, dan 4.0% dari ras lainnya. Sensus resmi Israel meliputi para pemukiman Israel di teritorial yang diduduki (disebut sebagai "dipersengketakan" oleh Israel). 280,000 pemukim Israel tinggal di pemukiman di Kawasan Yudea dan Samaria, 190,000 di Yerusalem Timur, dan 20,000 di Dataran Tinggi Golan.

Di antara penduduk Yahudi, 70.3% lahir di Israel (disebut Sabras), sebagian besar dari generasi ke-2 dan ke-3, sedang sisanya adalah imigran Yahudi. Di antara imigran Yahudi, 20.5% berasal dari benua Eropa dan Amerika (Ashkenazim) dan 9.2% berasal dari Asia, Afrika, dan negara-negara Timur Tengah (Sefardim).

 Hampir 50 % orang Yahudi Israel adalah keturunan dari imigran asal Yahudi Eropa (Ashkenazim).

Jumlah yang sama adalah imigran asal negara-negara Arab, Iran, Turki dan Asia Tengah (Sefardim)  Lebih dari 200,000 orang adalah Yahudi. keturunan Ethiopia dan India.

Komentar penulis

Bila pernyataan bahwa Yahudi Eropah Ashkenazim adalah keturunan Khazar Turki itu benar, maka 50 % penduduk Israel adalah termasuk keturunan mereka. Berarti 50 % penduduk Israel bukan termasuk Bani Isroil.

Sedang 50 % sisanya, 20 % adalah bangsa Arab non Yahudi. Maka penduduk Israel yang termasuk keturunan Bani Isroil tinggal 40 % (atau bisa lebih dari 50 %) yaitu Bangsa Yahudi Sefardim.

Bangsa Palestina yang juga termasuk bangsa Yahudi keturunan Bani Isroil  telah dimusuhi, ditindas dan diusir dari tempat tinggalnya oleh Tentara Negara Israel.

Kesimpulan

Alasan berdirinya Negara Israel adalah untuk menampung Yahudi Eropah Ashkenazim yang terancam pembunuhan massal di Jerman dan Rusia.
     Mereka mengaku sebagai keturunan Bani Isroil yang berhak atas Tanah Palestina sebagai Tanah yang dijanjikan bagi keturunan Nabi Yakub As. (Bani Isroil).

Dengan ditemukannya bukti-bukti genetik bahwa Yahudi Eropah Ashkenazim adalah keturunan bangsa Khazar Turki dari Asia Tengah, bukan keturunan Bani Isroil, maka klaim mereka gugur. 
     Bangsa Palestina yang menempati tanah itu sebelumnya ikut berhak terhadap tanah itu karena mereka juga termasuk keturunan Bani Isroil .

 

Jember, 7 Oktober 2016

Dr. H.M. Nasim Fauzi

Jalan Gajah Mada No. 118

Tilpun (0331) 481127
Jember

 

 

 

Perpecahan umat Islam pengikut Nabi Muhammad Saw.

     Secara ringkas penyebab perpecahan umat Islam pengikut Nabi Muhammad Saw adalah :

A Akibat ulah seorang bekas Rabbi Tahudi bernama Abdulloh bin Saba yang menciptakan golongan Syi’ah

B. Mengartikan Al Qur-an berbahasa Arob

C. Fenomena Abdulloh ibnu Abbas.

D. Anggapan bahwa jihad (berperang melawan kaum kafir) sekarang masih berlaku.

E. Pengaruh mata-mata Inggris di Timur Tengah yang menciptakan Faham Wahhabi di Arab Saudi dan Ahmadiyah di India.

F Fenomena  Jamaluddin Al Afghani yang menciptakan Islam pembaharuan

--------------------------------------------------------------------------------------

A. Akibat ulah seorang bekas Rabbi Yahudi bernama Abdulloh bin Saba yang menimbulkan Faham Syi’ah

    Abdullah bin Saba (sekitar 600 M - 670 M) dengan nama panggilan Ibnu Saudah adalah seorang Rabbi Yahudi yang masuk Islam pada masa Khalifah Utsman bin Affan dan selanjutnya menyulut pemberontakan terhadap beliau, serta diriwayatkan oleh sebagian sejarawan muslim sebagai pendiri Syi'ah.

     Diingkari keberadaannya oleh golongan Syi’ah kecuali sebagian syi’ah Rafidhoh.

     Abdullah bin Saba’ berasal dari Shan’a, Yaman. Ia berpura-pura masuk islam untuk menghancurkan islam dari dalam. Berbagai fitnah ia buat. Ia terlibat dalam pembunuhan Khalifah Utsman bin ‘Affan, juga terlibat mengobarkan fitnah pada perang Jamal antara Ali dan ‘Aisyah, serta perang Shiffin antara Ali Ra. dan Mu’awiyyah Ra.. Selanjutnya pada pemerintahan ‘Ali Ra. ia kembali membuat ulah dengan -memuculkan satu fitnah besar yaitu mengajak ummat muslim untuk meyakini Khalifah Ali sebagai Tuhan.

 . Disebabkan ulahnya itulah para Saba’iyyah ketika itu harus rela dibakar oleh seorang yang mereka anggap sebagai Tuhan.

Komentar penulis yentang keberadaan Syi’ah

     Sesuai dengan prinsip : Kebenaran hanya bisa tunggal, sedang yang selainnya adalah kesesatan., maka faham syi’ah adalah sesat, sedang faham ahlussunnah benar.

-----------------------------------------------------------------------------------------

B. Mengartikan Al Quran berbahasa Arob

 Para ahli tafsir Al Qur-an berpendapat bahwa Al Qur-an diturunkan dalam bahasa Arob, berdasarkan QS.Yusuf [12] : 2, yang artinya di dalam Al Qur-an Kemenag RI adalah : 

   Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arob (Arobiyyan), agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf [12] : 2).

Semua kitab tafsir Al Qur-an di Indonesia mengartikan Qur’anan Arobiyyan dengan Al Qur-an berbahasa Arob.

     Maka, sama halnya dengan Bahasa Arab, kata-kata dalam Al Qur-an pun memiliki beberapa makna (homonim dan polisemi).

     Berbeda dengan Bahasa Arob yang dipengaruhi oleh budaya bangsa Arob, satu kata bisa bermakna lebih dari satu, sedang Bahasa Al Qur-an yang diciptakan oleh Alloh Swt. setiap kata hanya punya satu arti.

Maka kebenaran Al Qur-an dan tafsirnya tidak bisa tunggal

 

         Pernyataan-pernyataan bahwa bahasa Al Qur-an berbeda dengan bahasa Arob

1. Pendapat Alloh Swt. tentang Bahasa Al Qur-an (yang ber-beda dengan Bahasa Arob).      

     Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur-an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang membacanya,orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Alloh. Itulah petunjuk Alloh, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendakiNya. Dan barang siapa yang disesatkan Alloh, maka tiada seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar [39] : 23).

Komentar penulis

     Membaca Al Qur-an menjadikan gemetar kulit orang yang membacanya, lalu tenang hatinya, sedang bacaan berbahasa Arob tidak menimbulkan efek demikian.Berarti Bahasa Al Qur-an berbeda dengan bahasa Arob

  1. Pendapat ww.Hajij.Com Hadis Nabi Muhammad adalah dalam bahasa Arab. Para ahli Tafsir Al Qur-an menyebutkan bahwa Al Qur-an menurut Q.S. Yusuf [12] : 2 juga dalam bahasa Arob. Tetapi mengapa bahasa Hadis Nabi Muhammad Saw. berbeda dengan bahasa Al Qur-an ? Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang sampai kini belum terjawab. Bila dibandingkan secara teliti, ayat-ayat al-Quran benar-benar berbeda dengan hadis Nabi.

Artinya :

 

Bahasa Al Quran berbeda dengan Bahasa Arob (bahasa hadis Nabi Muhammad Saw.)

 

3.  Membandingkan Bahasa Al Qur-an dengan Bahasa Arob Al-Hadits oleh penulis.

Hadits Nabi Saw. sangat berbeda dengan Al Qur-an, karena Al Qur-an adalah sabda Alloh Swt. sedang Hadits Nabi Muhammad Saw. adalah perkataan beliau dalam bahasa Arab kepada para sohabat yang berbangsa Arob. Tentu saja bahasa Arob dalam hadits-hadis itu bermakna sesuai dengan kaidah bahasa Arob. Sebagai contoh kata rizqi.

Arti kata rizqi. Nabi mendoakan “kaya” bagi Anas bin Malik.

Di dalam Al Qur-an kata rizqi mempunyai satu arti yaitu makanan (lihat tulisan tentang takwil kata rizqi di makalah lain), sedang di dalam hadits Nabi Muhammad Saw. kata rizki mempunyai tiga arti yaitu umur, kekayaan dan anak. Doa Nabi Muhammad Saw kepada Anas bin Malik pembantu beliau, agar mendapat kekayaan dan anak yang banyak amat terkenal. 

Contoh ke-1. Diriwayatkan dari Anas Ra. dari Ummu Sulaim katanya : Wahai Rosululloh! Aku menjadikan Anas sebagai khodammu, tolonglah berdoa untuknya. Rosulullah Saw. pun berdoa: Ya Alloh, banyakkanlah rizqi (harta) dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya.  Berkata Anas: "Demi Alloh, harta benda (rizqi)ku memang banyak dan anak begitu juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah lebih dari seratus orang.

(Shohih Bukhori dan Muslim).

Contoh ke-2, Kata rizqi bermakna keturunan.

 Doa sebelum bercampur dengan isteri : Bismillah Allohumma Jannibnisy Syaiton Wa Jannibnisy Syaithon Ma Rozaqtana. Artinya : Dengan menyebut nama Alloh, ya Alloh, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari yang akan Engkau rizqikan (kurniakan) kepada kami (anak, keturunan).

Kesimpulan penulis: Berbeda dengan Al Qur-an yang diciptakan Alloh Swt. setiap katanya hanya mempunyai satu makna, Sedang kata-kata di dalam Al Hadits mempunyai beberapa makna (homonim dan polisemi) seperti pada Bahasa Arob manusia, akibat adanya pengaruh budaya Arob.

4. Pendapat Prof. M. Quraish Shihab, MA. dalam Ensiklopedia Al-Qur’an.  Secara tatabahasa, kata Arabiyy bernisbah (atributtion) kepada ‘Arab (berhubungan dengan Arab). Di samping makna itu, Arabiyy berarti bangsa Arob (keturunan Nabi Ismail As.). (Bukan berarti berbahasa Arob).

5. Dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas

    Nisbah (Arab: نسبة, Inggris: atributtion), atau Nisbat merupakan sebuah istilah onomastika dalam Islam dan budaya Arab yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia.  Nisbah digunakan di dalam nama seseorang. Sistem penisbahan juga dikenal di dalam budaya Barat. Penggunaan. Nisbah digunakan sebagai tambahan keterangan spesifik nama seseorang, menunjukkan tempat asal, suku, atau keturunan. Membuat kata benda menjadi kata sifat dengan menambahkan akhiran -iy (-ii) atau - iyyah. Misalnya, kata ‘Arabiy (عربي) artinya "Arab, berhubungan dengan Arab, orang Arab" (bukan berbahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia, Nisbah berarti "perhubungan keluarga" atau "nama yang menyatakan seketurunan".

3. Pendapat Muhajir Isnaeni

     Muhajir Isnaeni adalah seorang dosen Bahasa Arob pada Akademi Bahasa Asing - ABA "INDONESIA" LPI, Cikini, Jakarta.  Menurut Muhajir Isnaeni :

Bahasa Al Quran Bukanlah Berbahasa Arab

a. Peristilahan.  Istilah Lisaanan ‘Arobiyyan dan Qur’anan Arobiyyan berbeda dengan Lisanan Araban atau Qur’anan  “Araban. (Maksud Muhajir adalah  Berbahasa Arab seharusnya Qur’aanan  Aroban atau Lisanan Aroban, bukan Qur’anan Arobiyyan atau Lisanan Arobiyyan. Bedanya : ada doble huruf ya yang ditambahkan kepada kata-kata Arobun menjadi Arobiyyun yang dalam Nahwu Shorof disebut Ya nishbah (نِسْبَة) atau Ya pembangsaan. Dalam tata bahasa Arab bila pada sebuah kata benda (isim) terdapat huruf ya yang bertasydid (تشديد) memberi makna pada kata itu sebangsa atau serumpun dsb. Jikalau ada dua perkataan dengam hukum na’at man’ut (نَّعْتُ وَالْمَنْعُوْتُ) atau kata sifat maka kata Lisanan menjadi yang disifati sedangkan Arobiyyan menjadi yang memberi sifat kepada Lisanan. Sehingga Lisanan Arobiyyan berarti bahasa yang serumpun / sebangsa dengan bahasa Arob.

Maka Qur’anan Arobiyyan berarti bahasa Al-Qu’an yang serumpun dengan bahasa Arob

4. Kamus Bahasa Arab-Indonesia Abd. bin Nuh

     Dalam Kamus Arab Indonesia karangan Abdulloh bin Nuh dan Umar Bakri, Percetakan Mutiara, Jakarta, tahun 1979, Arobiyyun artinya adalah seorang bangsa Arob; bersifat Arob. (Bukan ber-bahasa Arob).

 

d. Alloh Menciptakan Bahasa Untuk Manusia

 

    Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda di langit dan bumi) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!" 

(QS. Al-Baqoroh [2]:31).

     Alloh Swt. telah mengajari Adam nama-nama seluruhnya artinya Alloh mengajarkan bahasa ciptaan Alloh Swt. (seperti bahasa Al Qur-an) kepada Adam.

     Selanjutnya, seluruh Kitab para Nabi juga memakai bahasa ciptaan Alloh Swt. tadi yang disebut bahasa Arobiyyan (Bahasa yang serumpun / sebangsa dengan bahasa Arab), yang umurnya lebih tua dari bahasa Arob. Namun karena keduanya sebangsa maka pada satu titik ada persamaan di antara keduanya.

Kesimpulan arti Arobiyyan

Al Qur-an bukan berbahasa Arab. Bahasa Al Qur-an adalah bahasa ciptaan Alloh Swt. yang serumpun dengan Bahasa Arab (Arobiyyan).

 

 

     Berbeda dengan Bahasa Arob yang dipengaruhi oleh budaya bangsa Arob, satu kata bisa bermakna lebih dari satu, sedang Bahasa Al Qur-an yang diciptakan oleh Alloh Swt. setiap kata hanya mempunyai satu arti.

Maka kebenaran Al Qur-an dan tafsirnya adalah tunggal

 

C. Fenomena Abdulloh ibnu Abbas.

AYAT MUTASYABIHAT

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

Kata Mutasyabihat ada di dalam QS. Ali Imron [3] : 7 sbb.

هُوَ الَّذِي أَنزلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلا اللَّهُ اللَّهُ اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (7)

Dialah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi al-Qur’-an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat daripadanya, untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Alloh. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

(QS. Ali Imron [3] : 7).

Asbabun nuzul (penyebab turunnya ayat).

     Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Maslamah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Ibrohim At Tustari, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Al Qosim bin Muhammad, dari Aisyah Ra. dia berkata; Rosululloh Saw. membaca ayat ini; (QS. [3] : 7). Aisyah berkata; kemudian Rosululloh Saw bersabda  "Apabila kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihat, maka mereka itulah orang-orang yang disebutkan oleh Alloh, maka waspadalah kalian terhadap mereka!" (Shohih Bukhori nomor 4183, Fathul Bari nomor 4547).

Definisi-definisi

    Menurut HAMKA dalam Tafsir Al Qur-an Al-Azhar. Ayat Muhkam adalah ayat-ayat mengenai hukum, memerintahkan shalat, melakukan puasa, naik haji dsb  Disebut muhkam sebab jelas diterangkan, misalnya yang laki-laki mendapat dua kali yang wanita.

     Ayat mutasyabihat artinya bermacam-macam.

     Teungku M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nuur menulis : Para ulama mempunyai dua pendapat : 

1. Pendapat sebagian ulama salaf, yaitu waqof (berhenti) pada lafal jalalah (lafal Alloh) dan menjadikan perkataan warroosikhuuna .., sebagai pembicaraan baru, yang maknanya “yang mengetahui ayat mutasyabihat hanyalah Alloh sendiri”. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan sahabat, seperti Aisyah dan Ubay ibn Ka’ab” Selanjutnya kita menyebutnya sebagai bacaan Aisyah. Bacaan Aisyah ada di kolom atas.  

2. Pendapat sebagian ulama salaf yang lain, yaitu waqaf pada lafal al-‘ilm. Mereka menjadikan perkataan, yaquuluuna aamannaa, sebagai pembicaraan baru. Di antara yang berpendapat demikian adalah Abdulloh Ibn ‘Abbas. Menurut beliau, mereka yang berilmu tinggi (termasuk beliau) mengetahui makna ayat mutasyabihat.  Selanjutnya kita menyebutnya bacaan kedua.

Bacaan Abdullah ibnu Abbas adalah.

هُوَ الَّذِي أَنزلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ ُيَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (7)

Komentar penulis

      Sesuai dengan prinsip :Kebenaran hanya bisa tunggal, sedang yang lainnya adalah sesat,  tidak mungkin bacaan Aisyah dan Abdulloh ibnu Abbas keduanya sama benarnya. Hanya salah satu saja yang benar. Yang benar adalah bacaan Aisyah. Alasannya adalah 1) karena sesuai dengan bacaan yang haq  yaitu sabda Nabi Muhammad Saw. dalam hadis asbabun nuzul QS. Ali Imron [3] : 7  ("Apabila kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyaabihat, maka mereka itulah orang-orang yang disebutkan oleh Alloh, maka waspadalah kalian terhadap mereka !") 2) Seluruh Al Qur-an di dunia menggunakian bacaan yang haq yaitu bacaan Aisyah.

     Penulis tak setuju denga bacaan ibn Abbas dengan alasan : Dengan diperbolehkannya arroosikhuuna menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat, maka semua ahli tafsir Al Qur-an boleh menafsirkan ayat mutasyabihat sehingga maknanya jamak, tidak tunggal lagi.. Apa                  

     Apakah ibnu Abbas Ra. tak mengetahui hadist ini ? Beliau pasti mengetahuinya. Penulis menduga beliau memutus ayat itu pada lafal al-‘ilm agar tafsir ayat itu tak mati (bukan hanya Alloh yang mengetahui takwil-nya, karena arrosikhuna juga mengetahui takwilnya sehingga boleh mentakwilnya).

adDengan bacaan Aisyah (tiada yang mengetahui takwilnya kecuali Alloh),para penafsir tak bisa mantakwil (takwilnya mati).

Mengapa para penafsir Al Qur-an setuju dengan bacaan ibnu Abbas ? 

   bAbdullah bin Abbas adalah anak dari Al-Abbas bin Abdul Muththalib paman Nabi. Kebanyakan para penafsir Al Qur’an setuju dengan pendapat Ibnu Abbas karena percaya akan tingginya ilmu beliau. Rosulullah Saw., pernah mendoakannya (ibnu Abbas) “Ya Allah, berilah ia kepahaman agama dan Al Qur-an ” Maka beliau berkembang menjadi ahli tafsir Al Qur-an. Para muridnya menjuluki beliau Al-Bahr (lautan ilmu) dan Al-Habr tinta).”Maka para penafsir Al Qur-an, dengan mengikuti bacaan beliau berarti memasukkan diri mereka ke dalam golongan arrosikhuna (orang yang mendalam ilmunya), maka boleh menakwilkan ayat-ayat mutasyabihat. Karena semua penafsir itu berpendapat bahwa takwilnya benar maka akibatnya ayat-ayat mutasyabihat  menjadi multi tafsir seperti keadaannya sekarang. 

Bisakah kita memakai bacaan Aisyah (QS. [3] : 7) ?

     Kita bisa memakai bacaan Aisyah karena beliau adalah ahli dalam tafsir Al Qur-an. Selain itu beliau adalah istri rosulullohm maka tentulah pendapat beliau = pendapat Nabi Muhammad Saw.. yang haq

     Namun, dengan menggunakan bacaan Aisyah, maka kita setuju dengan pendapat bahwa hanya Alloh sajalah yang mengetahui takwil ayat mutasyabihat yang haq.. 

Pendapat penulis

   Bila hanya Alloh saja yang mengetahui takwil ayat-ayat mutasyabihat,  kita pun bisa mengetahuinya dengan cara bertanya kepada Alloh Swt., melalui Al Qur-an yang haq,

enDengan metode penulis  Bertanya tentang takwil ayat mutasyabihat kepada Alloh melalui Al Qur-an, maka takwilnya dapat dihidupkan lagi.

Dalam pandangan penulis,

Bila hanya Alloh Swt. saja yang mengetahui takwil ayat mutasyabihat, untuk bisa mengetahuinya kita bisa bertanya kepada Alloh Swt. melalui Al Qur-an

     Zaman bertanya kepada Alloh Swt. secara langsung sebagaimana Nabi Adam As. dan Nabi Musa As. sudah lewat.

     Maka kita bisa bertanya kepada Alloh secara tak langsung melalui Kitab Al Qur-an.

Menanyakan takwil ayat-ayat mutasyabihat kepada Al Qur-an.

     Untuk bisa bertanya kepada Al Qur-an ada pertanyaan.

Benarkah Al Qur-an Berbahasa Arob ?

       Umumnya para ahli tafsir Al Qur-an berpendapat bahwa Al Qur-an diturunkan Alloh Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. dalam bahasa Arob.

     Alasannya berdasar QS. Yusuf [12]:2 yang diterjemahkan oleh Al Qur-an Kemenag RI sbb. 

    Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arob (Arobiyyan), agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf [12] : 2)

     Semua kitab tafsir Al Qur-an di Indonesia menerjemahkan Qur’aanan Arobiyyan  berarti Al Qur-an berbahasa Arob.

     Masalah ini telah kita bahas sebelumnya dengan Kesim-pulan arti Arobiyyan

Al Qur-an bukan berbahasa Arab.

     Bahasa Al Qur-an adalah bahasa ciptaan Alloh Swt. yang serumpun dengan Bahasa Arab

     Beda bahasa Al Qur-an dengan bahasa Arob adalah

     Pada bahasa Arob setiap kata memiliki beberapa arti (polisemi dan homonim) akibat dari pengaruh budaya manusia

     Pada bahasa Al Qur-an setiap kata di dalam Al Qur-an masing-masing hanya memiliki satu arti karena diciptakan Alloh.

     Di dalam Al Qur-an suatu kata yang sama mempunyai arti yang sama di seluruh Al Qur-an

    Ketentuan -Arti yang sama- ini dipakai untuk mencari apa arti suatu kata di dalam Al Qur-an sebagaimana contoh uraian berikut.

Contoh Ayat mutasyabihat, Makna malik dan maalik di dalam Al Qur-an

Bacaan Maaliki yaumidiin dan Maliki yaumiddin kedua-duanya sama sahnya karena Nabi Muhammad Saw. pernah membaca kedua bacaan tersebut.. Dalam pandangan penulis argumentasi pembaca Maliki yau-middin lebih kuat daripada pembaca Maaliki yaumiddiin.

Boleh dikatakan Ayat ke-4 Surat Al-Fatihah ini mempunyai dua makna. Makna pertama adalah  Yang memiliki hari agama, sedang makna kedua adalah Raja hari agama. Sehingga tidak ada kepastian.

Setiap kata di dalam Al Qur-an seharusnya hanya mempunyai satu makna.

Dalam makalah MTA dikatakan bahwa Bahasa Al Qur-an adalah istimewa karena setiap katanya hanya mempunyai satu makna. Berbeda dengan Bahasa Arob yang setiap katanya mempunyai beberapa makna (homonim dan polisemi, lihat makalah MTA).

Maka kita harus memilih makna manakah yang lebih tepat di antara dua kalimat : Maaliki yauumiddiin dan Maliki yaumiddiin dengan cara bertanya kepada Alloh Swt

Menanyakan Takwil malik (dan maalik) di Dalam Al Qur-an (MTA) Kepada Alloh Swt.

MTA 1. Kata yang kita tanyakan maknanya kepada Alloh Swt adalah kata malik (dan maalik).

MTA 2. Makna kata malik (dan maalik) di dalam kamus Al Qur-an adalah sebagai berikut:

Nama Kamus Al Qur-an

Makna maalik / malik

Qamus Al-Quran, Abdul Qadir Hasan

Yang memiliki / raja

Karena kita beranggapan bahwa kata maalik (dan malik) hanya mempunyai 1 makna maka kita misalkan memilih kata malik yang artinya adalah raja.

MTA 3. Kita kumpulkan semua ayat yang mengandung kata malik dan maalik di dalam Al Qur-an

Dengan memakai Buku-buku Index Al Qur-an yaitu:   a. Indeks Al-Qur’an, Sukmajaya dan Rosy Yusuf. b. Indeks Al-Qur’an, N.A. Baiquni dkk. c. Konkordansi Qur’an, Ali Audah

     Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, bahwa setiap kata di dalam Al Qur-an hanya mempunyai satu makna maka kita misalkan memilih suatu makna malik adalah raja.

MTA 3. Ayat-ayat Al Qur-an yang mengandung kata malik.

         Dari Qamus Al-Quran, Abdul Qadir Hasan diperoleh daftar ayat sbb.

QS. Al-Fatihah [1] : 4, QS. Ali Imron [3] : 26, QS. Zukhruf [43]:77, QS. Al-Kahf [18] : 79, QS. An-Nas [114] : 2, QS. Al-Baqoroh [2] : 246, 247, QS. Yusuf [12] : 43, 50, 54, 72, 76, QS. Thoha [20]:114, QS. Al-Mu’minun [23] : 116, QS. Al-Hasyr [59]:23, QS. Al-Jumu’ah [62] : 1, QS. Al-Qomar [54] : 55.

MTA 4. Kita masukkan makna kata malik adalah raja di dalam kurung di belakang kata malik tadi.

MTA 5. Kemudian dianalisa apakah kata malik bermakna raja itu sesuai dengan keseluruhan makna ayat. Bila cocok kita tulis (cocok) di belakang kalimat ayat itu. Bila tidak cocok kita tulis (tidak cocok).

 

    Analisa ayat-ayat yang mengandung kata malik (dan maalik).

1. QS. Al-Fatihah [2]:4 : مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) Maliki (raja) hari agama (kiamat) (Cocok)

2. QS. Ali Imron [3]:26 :  قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِى ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ (٢٦)

     Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang Malikal (merajai) mulki (kerajaan), Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. (Cocok)

3. QS. Zukhruf [43] 77 Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja. (Tidak cocok)

     Malik di sini adalah nama Malaikat penjaga neraka, maka ayat ini kita keluarkan dari analisa.

4. QS. Al-Kahf [18]:79  Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang malik (raja) yang merampas tiap-tiap bahtera. (Cocok)

5. QS. An-Nas [114]:2. Malik (raja) manusia. (Cocok)

6. QS. Al-Baqoroh [2]:246. Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata ke-pada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang malik (raja) supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Alloh". (Cocok) 

7. QS. Al-Baqoroh [2]:247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Alloh telah mengangkat untukmu Thalut menjadi malik (raja)." (Cocok)

8. QS. Yusuf [12]:43. Al-malik (Raja) berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus-kurus dan 7 bulir (gandum) yang hijau dan 7 bulir lainnya yang kering." (Cocok)

9. QS. Yusuf [12]:50. Al-malik (raja) berkata: "Bawalah dia kepadaku." (Cocok)

10. QS. Yusuf [12] : 54. Dan al-malik (raja) berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku".  (Cocok)

11. QS. Yusuf [12]:72. Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala al-malik (raja), dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku jamin itu.” (Cocok)

12. QS. Yusuf [12]:76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala al-malik (raja)  itu dari karung saudaranya. (Cocok)

13. QS. Thoha [20]:114. Maka Maha Tinggi Alloh Al-Maliku (Raja) Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur-an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Cocok)

14. QS. Al-Mu’minun [23]:116. Maka Maha Tinggi Alloh Al-Malik (Raja) Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang Memiliki) Arsy yang mulia. (Cocok)

15. QS. Al-Hasyr [59:23. Dialah Alloh Yang tiada Tuhan selain Dia, Al-Malik (Raja), Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Me-ngaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Per-kasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan. (Cocok)

16. QS. Al-Jumu’ah [62]:1. Senantiasa bertasbih kepada Alloh apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Al-Malik (Raja) Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Cocok)

17. Al-Qomar [54]:55. Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Maliik Muqtadir. (Maliik adalah nama Alloh Swt yang berjumlah 99, maka kita keluarkan dari analisa). (Tidak cocok)

Dengan demikian malik berarti raja pada ke-15 ayat ini, semuanya cocok dengan keseluruhan makna ayat masing-masing.

MTA 6.  Kesimpulan

 

Sebagai bagian dari keistimewaan Al Qur-an yang setiap kata-katanya hanya mempunyai satu makna, kata malik di dalam  Al-Qur-an juga hanya mempunyai satu makna yaitu raja.

Maka bacaan malik pada QS. Al-Fatihah ayat ke-4 dan QS. Ali Imron ayat ke-26 adalah Maliki (raja), bukan Maaliki (yang memiliki)

 

 

D. Anggapan bahwa jihad (berperang melawan kaum kafir) sekarang masih berlaku.

TUJUAN JIHAD ADALAH UNTUK 

MEMELIHARA KEASLIAN AL QUR-AN

Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi                                                      aaaaaaaa

Kitab Taurat, Zabur dan Injil.

Bani Isroil tidak bsa menjaga keaslian kitab-kitab mereka. Karena me-reka menolak untuk berjihad (lihat halaman 16), serta para Pendeta te-lah merubah isinya. Bahkan Kitab Injil asli yang berbahasa Arom (baha-sa ibu Nabi Isa ibnu Maryam / Yesus kristus), sudah hilang.

Janji Alloh

Alloh Swt. telah berjanji untuk memelihara keaslian Al Qur-an dalam sabdaNya 

         لَحٰفِظُوْنَ اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ

Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesung-guhnya Kami benar-benar memeliharanya. (     QS. Al Hijr [15] : 9)

 Maka utusanNya yang terakhir yaitu Muhammad Saw. diberiNya kemampuan untuk mengondisikan keadaan, sehingga setelah beliau wafat, Kitab suci Al Qur-an tetap terpelihara keasliannya.

Cara-cara Alloh Swt. memelihara keaslian Al Quran

1. Memisahkan Al Qur-an (sabda Alloh yang pasti benar) dari Al-Hadis (yg mungkin benar) dan riwayat hidup Muhammad karangan ulama.

Pada kitab-kitab suci sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil, sabda Alloh, sabda para Nabi dan cerita para pendeta tentang riwayat hidup nabi-nabi mereka dicampur menjadi satu. Sehingga tak bisa dibedakan antara sabda Alloh dan ucapan manusia.

2. Alloh telah menciptakan Al Qur-an dalam bahasa Arob yang tinggi mutunya sehingga tak dapat ditiru oleh para penyair Arob.

Tetapi Alloh telah menjadikan Al Qur-ani mudah dihafalkan, bahkan oleh orang-orang yang bukan bangsa Arob. Di Indonesia banyak orang bahkan anak-anak yang hafal Al Qur-an 30 juz.  Sedangkan para pendeta Yahudi dan Nasrani, tak ada seorang pun yang hafal Alkitab karena rumitnya.

Anehnya, ada dua orang Islam yang hafal Alkitab yaitu Ahmad Deedat dari Afrika Selatan dan muridnya Dr. Zakir Naik dari India, masya’ Alloh..

3. Alloh telah menghijrohkan Nabi Muhammad Saw. dan para muhajirin dari Mekah yang tak aman ke Madinah yang aman

Sewaktu Nabi Muhammad dan Abu Bakar hijroh ke Madinah jumlah kaum muslimin di Mekah sekitar 1500 orang. Sedangkan jumlah kaum kafir Quroisy sekitar 10.000 orang yang memusuhi, menyiksa dan memboikot kaum Muslimin.

Sedang di Madinah hampir semua penduduknya (kaum Anshor) telah memeluk agama Islam sehingga sangat aman bagi Nabi Muhamad dan para pengikutnya.

4. Nabi Muhammad mendirikan Masjid Nabawi di Madinah sebagai pusat kegiatan agama Islam dan pemerintahan.

Nabi Muhamad dan 4 kholifah penggantinya (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) menjadikn masjid Madinah sebagai pusat ibadah dan pemerintahan sehingga selalu dalam perlindungan Alloh Swt.

5. Alloh telah menjadikan Nabi Muhammad Saw. sebagai Kepala negara kota Madinah yang ditaati para pendu-kungnya.

Dalam menjalankan pemerintahannya beliau berlaku jujur, adil tanpa memandang agamanya dan bermusyawarah. 

Kaum Yahudi yang mengharapkan Nabi terakhir yang akan datang itu ber-bangsa Yahudi, merasa kecewa dan cemburu karena ternyata Nabi itu berbangsa Arob. Lalu mereka bersekutu dengan kaum kafir dan musyrik untuk memerarngi Nabi Muhammad Saw. Tetapi mereka kalah lalu diusir dari Madinah.

6. Nabi Muhamad Saw. telah menyusun Piagam Madinah untuk mengatur aneka ragam penduduknya sehingga bersatu menghadapi  musuh dari luar dan dalam.

Piagam Madinah ini selanjutnya dipakai oleh 4 kholifah pengganti Nabi dalam mengatur seluruh wilayah Islam.

7. Alloh memerintahkan kaum Muslimin berperang untuk menyebarkan agama Islam. Yang terbunuh akan masuk sorga tanpa pengadilan Tuhan (mati syahid).

Perang-perang yang dijalani Rosululloh

1. Perang Waddan, perjanjian damai dengan Bani Dhamrah.

2. Perang Dzul ‘Usyairah, perjanjian damai dengan  Bani Mudlij dan sekutu-sekutu Bani Dhamrah.

3. Perang Badar Al-Kubra melawan suku Quraisy Mekah.

4. Perang Bani Qainuqa (Kaum Yahudi) di Madinah. Nabi mengusir mereka.

5. Perang Bani Sulaim dan Bani Ghatafan melarikan diri.

6. Perang Dzu Amar, Bani Tsalabah dan Bani Muharib  melarikan diri,

7. Perang Bahran, Bani Sulaim melarikan diri

8. Perang Uhud melawan Kaum Quraisy. 

9. Perang Bani Nadhir (Kaum Yahudi). Nabi mengusir mereka

10. Perang Dzatur Riqa Bani Tsa’labah dan Bani Muharib (dari Kabilah Najed) melarikan diri

11. Perang kabilah Daumatul Jandal melarikan diri.

12. Perang Bani Musthaliq dan sekutunya melarikan diri.

13. Perang Khandak / perang parit. Kaum Yahudi menjalin aliansi dengan Kabilah Quraisy,dan kabilah-kabilah Arab lainnya menyerang kaum Muslimin. Tetapi tidak bisa masuk kota Madinah karena terhadang parit. Mereka akhirnya diusir Alloh dengan badai yang dingin

14. Perang Bani Quraizah (Kaum Yahudi) mereka dihukum mati

16. Perang Dzi Qarad dari Bani Ghatafan melarikan diri.

17. Perang Hudaibiyah berakhir damai

18. Perang Yahudi Khaibar mereka menyerah

19. Perang Yahudi Fadak, mereka menyerah

20. Perang Yahudi Wadil Qura, mereka menyerah 

21. Perang ‘Umratul Qadha perang urat syaraf.

22. Perang Fathu Makkah. Hanya terjadi pertempuran kecil tanpa pertumpahan darah. Sabda Nabi “Barang-siapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan ia selamat, barang-siapa yang menutup pintu rumahnya ia selamat dan barangsiapa yang masuk ke dalam Masjidil Harom ia selamat.”

23. Perang Hunain Kabilah Bani Hawazun, Kabilah Tsaqif dan kabilah lain dapat dikalahkan lalu dibebaskan oleh Rasulullah

24. Perang Hisoru Thaif pengepungan sekitar sebulan. tetapi banyak Bani Tsaqif yang menerima Islam

25. Perang Tabuk, pasukan Romawi telah bersiap sedia di bagian utara perbatasan Arab untuk menyerang kaum Muslimin. Ternyata pasukan Romawi telah mundur ke arah utara. Dalam menunggu kehadiran pasukan Romawi selama 20 hari, Rasulullah Saw mengadakan perjanjian damai dengan kabilah-kabilah di sekitar perbatasan Hijaz dan Syam.

Dengan perang Tabuk ini maka seluruh jazirah Arob telah masuk Islam kecuali wilayah Yaman yang lokasinya sangat jauh dari kota Madinah, sehingga tidak ada lagi kabilah yang mengancam kota Madinah.

Masih ada ancamn bahaya dari Kerajaan Romawi, dan Persia yang nantinya akan ditaklukkan oleh para kholifah pengganti Nabi.

8. 1 tahun setelah Nabi wafat, Abu Bakar mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dari hafalan para sahabat dalam satu mus-haf. Kemudian disimpan oleh Hofsah binti Umar isteri Nabi Muhammad Saw.

9. Umar bin Khottob Ra. Sang Penakluk Romawi dan Persia

Pada masa pemerintahannya, kaum muslimin banyak melakukan penaklukan negeri-negeri yang dikuasai oleh Imperium Romawi dan Imperium Persia. Di antaranya adalah:

1. Perang Yarmuk tahun 14 H / 635 M, 36.000 pasukan Islam di bawah pimpinan Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarrah mengalahkan 200.000 tentara Romawi.

2. Penaklukan wilayah pantai Syam, Damaskus dan Baitul Maqdis.

3. Penaklukan Mesir dan Libia. Amr bin Ash berjalan ke arah Barat, dan menaklukan Burqah, Zuwailah, Tripoli, Shabratah, dan Syarus. Namun Umar melarangnya melakukan penaklukan lebih jauh dari itu.

Adapun penaklukan di kawasan sebelah timur yang berada di bawah kekuasaan Imperium Persia adalah:

1. Perang Namariq tahun 13 H. Pasukan Abu Ubaid Ats-Tsaqafi ber-hasil mengalahkan pasukan Persia secara telak dan berulang-ulang di Namariq, antara Hirah dan Qadisiah.

2. Perang Jisr, bulan Sya’ban 13 H.

3. Perang Buwaib, Ramadhan 13 H.

4. Perang Qadisiah, tahun 14H / 635M. Pasukan Mutsana digabung-kan dengan pasukan yang datang dari Madinah di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash. Persia kalah dan Raja Rustum terbunuh.

5. Penaklukan Madain, ibukota Imperium Persia bulan Shafar 16 H / 637M oleh pasukan Sa’ad bin Abi Waqqash.

6. Penaklukan Jalawla’. Kaum muslimin berhasil menghancurkan pasukan gabungan Persia, mengejar sisa-sisanya dan menaklukan kota Halwan, Tikrit, Maushil, Masabadzan, Ahwaz, Tustar, Sus, dan Jandayasabur. Hurmuzan panglima Persia berhasil ditawan.

7. Penaklukan Nahawand tahun 21H / 641M. Pasukan Islam berjum-lah 30.000 mengalahkan 150.000 pasukan Persia.

8. Selama tahun 22 – 23 H / 642 – 643 M, pasukan Islam menaklukan wilayah Persia yg terjauh.

Pada masa pemerintahan Umar, pasukan Islam telah merebut seluruh wilayah kekuasaan Imperium Romawi dan Persia di benua Asia dan Afrika. Umar lalu melakukan beberapa perbaikan dan inovasi administrasi; menetapkan kalender Hijriyah, membentuk kantor-kantor pemerintahan dan militer dan melakukan perluasan masjidil Haram.

10. Kemudian Kholifah Utsman bin Affan Ra. pada tahun 647 M. memerintahkan Zaid bin Tsabit Ra. Dan tiga sohabat yang lain menyalin mushaf pertama tadi menjadi beberapa mushaf (di-sebut mushaf Usmani) dan mengirimkannya ke berbagai propinsi di wilayah kekuasaan Islam (Kufah, Basra, Madinah, Mekah, Mesir, Suriah, Bahrain, Yaman dan Al-Jazirah).

 

Maka tak ada seorangpun yang bisa merubah Al Quran yang telah tersebar di sembilan kota di benua Asia dan Afrika itu.

 

Kita tidak perlu lagi berjihad melawan orang kafir dan musyrik di Darul Harb / wilayah kafir (sesuai yang tertulis di dalam Kitab Fatkhul Mu’in tahun 597 M. halaman 32).

 

Apalagi berperang melawan sesama muslim yang tidak sepaham (seperti yang terjadi di Timur Tengah).

Jihad hanya dilakukan bila orang--orang kafir menyerang wilayah / Darul Islam.

Contoh : Jihad melawan Tentara Sekutu di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945.

Jember, 30 Pebruari 2017

Dr. H. M. Nasim Fauzi

Jalanj Gajah Mada 118

Tilpun (0331) 481127

Jember

 

 

 

E. Pengaruh mata-mata Inggris di Timur Tengah yang menciptakan Faham Wahhabi di Arab Saudi dan Ahmadiyah di India.

Pembentukan 
Faham Wahabi yang radikal.

     Radiakalisme faham Wahabi yang dicetuskan oleh Muhammad ibnu Abdul Wahhab, selain diipe-ngaruhi oleh buku-buku karangan Ibnu Taimiyah, adalah akibat dari interaksi antara Muhammad ibnu Abdul Wahhab dengan seorang mata-mata Inggris bernama Hempher.

     Sumber utama uraian di bawah adalah sebuah buku berjudul: “Pengakuan Mata-Mata Inggris dalam menghancurkan KEKUA-TAN ISLAM, terjemahan Muhammad Siddiq Gunnus, diterbitkan oleh Al-Ikhlas, Surabaya 1999.

Buku ini diterjemahkan dari “Confession of a British Spy” yang diterbitkan oleh Hakikat Kitabevi, Istanbul, Turki.

   Dalam http://artikelislami.wordpress.com diuraikan tentang sejarah buku ini sebagai berikut:

“Memoar Mr Hempher, Mata-Mata Inggris untuk Timur Tengah” adalah judul dokumen yang diterbitkan dalam beberapa seri di surat kabar Jerman, Spiegel, dan kemudian di majalah Perancis yang terkenal. Seorang dokter Lebanon menerjemahkan dokumen itu ke bahasa Arab dan dari sana dokumen itu diterjemahkan ke bahasa Inggris dan lainnya. Penerbit Waqf Ikhlas menerbitkan dan mengedarkan dokumen dalam bahasa Inggris dalam bentuk hard copy dan elektronik dengan judul: “Pengakuan dari Mata-Mata Inggris dan Permusuhan Inggris terhadap Islam.” Dokumen ini mengungkapkan latar belakang sebenarnya dari gerakan Wahhabi yang merupakan bid’ah yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan menjelaskan sejumlah kepalsuan mereka yang tersebar atas nama Islam, dan mengekspos peran mereka dalam per-musuhan terhadap agama Islam dan terhadap Nabi Muhammad Saw. dan terhadap Muslim pada umumnya. Tidak heran Wahhabi hari ini berdiri sebagai tulang punggung terorisme yang memungkinkan, membiayai, dan merencanakan penumpahan darah Muslimin dan orang-orang tak bersalah lainnya. Sejarah terorisme mereka yang dikenal baik seba-gaimana didokumentasikan dalam Fitnatul Wahhabiyyah oleh mufti dari Makkah, Syaikh Ahmad Zayni Dahlan, dan pembunuhan mereka serta pelanggaran mereka adalah karena keyakinan mereka yang sakit. Semoga Allah melindungi bangsa kita dari kejahatan mereka.

Adapun ringkasan buku itu adalah sebagai berikut:

Dr. Abdullah Mohammad Sindi *], di dalam sebuah artikelnya yang berjudul : “Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud” menyajikan tinjauan ulang tentang sejarah Wahabisme, peran Peme-rintah Inggeris di dalam perkembangannya, dan hubungannya dengan peran keluarga kerajaan Saudi. “Salah satu sekte Islam yang paling kaku dan paling reaksioner saat ini adalah Wahabi,” demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi dalam pembukaan artikelnya tersebut. Dan kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran resmi Kerajaaan Saudi Arabia, tambahnya. 

Wahabisme dan keluarga Kerajaan Saudi telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan sejak kelahiran keduanya. Wahabisme-lah yang telah menciptakan kerajaan Saudi, dan sebaliknya keluarga Saud membalas jasa itu dengan menyebarkan paham Wahabi ke seluruh penjuru dunia. One could not have existed without the other – Sesuatu tidak dapat terwujud tanpa bantuan sesuatu yang lainnya.

Wahhabisme memberi legitimasi bagi Istana Saud, dan Istana Saud memberi perlindungan dan mempromosikan Wahabisme ke seluruh penjuru dunia.

Keduanya tak terpisahkan, karena keduanya saling mendukung satu dengan yang lain dan kelangsungan hidup keduanya bergantung padanya.

Tidak seperti negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme memper-lakukan perempuan sebagai warga kelas tiga, membatasi hak-hak mereka seperti : menyetir mobil, bahkan pada dekade lalu membatasi pendidikan mereka.

Juga tidak seperti di negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme :

  - melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.

- melarang kebebasan berpolitik dan secara konstan mewajibkan rakyat untuk patuh secara mutlak kepada pemimpin-pemimpin mereka.

- melarang mendirikan bioskop sama sekali.

- menerapkan hukum Islam hanya atas rakyat jelata, dan membebaskan hukum atas kaum bangsawan, kecuali karena alasan politis.

- mengizinkan perbudakan sampai tahun ’60-an.

- Mereka juga menyebarkan mata-mata atau agen rahasia yang selama 24 jam memonitor demi mencegah munculnya gerakan anti-kerajaan.

Wahabisme juga sangat tidak toleran terhadap paham Islam lain-nya, seperti terhadap Syi’ah dan Sufisme (Tasawuf). Wahabisme juga menumbuhkan rasialisme Arab pada pengikut mereka. Tentu saja rasialisme bertentangan dengan konsep Ummah Wahidah di dalam Islam.

Wahhabisme juga memproklamirkan bahwa hanya dia saja-lah ajaran yang paling benar dari semua ajaran-ajaran Islam yang ada, dan siapapun yang menentang Wahabisme dianggap telah melaku-kan BID’AH dan KAFIR!

Uraian yang lebih lengkap dapat dibaca di Sejarah Hitam Kaum Wahhabi di internet nasimfauzi.blogspot.com

 


F. Fenomena  Jamaluddin Al Afghani yang menciptakan Islam pembaharuan

Akibat pengaruh Virus fikiran dalam pemikiran Islam modern.

Virus fikiran itu berupa “Fenomena Jamaluddin Al-Afghoni”.

Dari buku “Devil’s Game” karangan Robert Dreyfuss.

Pada tahun 1885, seorang aktivis Persia-Afghon bertemu dengan para peja-bat intelijen dan kebijakan luar negeri Inggris di London untuk mengemukakan suatu ide kontroversial. Ide dalam propo-sal tersebut berisi tentang apakah Inggris ingin tahu atau berkepentingan untuk meng-organisir sebuah aliansi Pan-Islamisme yang beranggotakan Mesir, Turki, Persia dan Afghonistan untuk melawan kaum czarist diktator Rusia? Pada masa itu muncul sebuah era Permainan Besar, yaitu pertarungan imperial yang berlang-sung lama antara Rusia dan Inggris untuk memperebutkan kekuasaan di Asia Tengah. Inggris saat itu menjadi penguasa India, kemudian Mesir pada tahun 1881. Kekaisaran Turki Utsmani mencakup wilayah Irak, Syria, Li­banon, Yordania, Israel, Saudi Arabia, dan negara-negara Teluk, pada waktu itu sedang goyah dan rapuh. Begitu juga dengan wilayah-wilayah lain kekaisaran Turki sangat potensial untuk dianeksasi, meskipun akhirnya pelepasan daerah-daerah kekuasaan Turki tersebut menunggu sampai Perang Dunia pertama. Perebutan tanah jajahan terbesar dalam sejarah sedang dilakukan di Afrika dan Asia Barat Daya. Inggris yang ahli dalam memanipulasi afiliasi suku, etnik, agama, dan ahli dalam membuat kelompok-kelompok minoritas agar saling menyerang, tertarik dengan ide untuk membangkitkan spirit revivalisme Islam, jika spirit tersebut bisa  memuluskan tujuan mereka Rusia dan Prancis juga memiliki ide yang sama. Namun dalam perkembangannya, Inggris dengan puluhan juta warga muslim di Timur Tengah dan Asia Selatan yang mendapatkan keuntungan.

     Aktivis Persia-Afghon yang mengajukan ide Pan-Islamisme di bawah kendali Inggris pada tahun 1885 adalah Jamaluddin al-Afghoni. Sejak 1870-an sampai 1890-an, Afghoni memper-oleh dukungan Inggris. Dan setidaknya satu kali -yakni pada 1882, menurut sebuah arsip rahasia badan intelijen peme-rintah India-Afghoni secara resmi menawarkan diri untuk pergi ke Mesir sebagai agen intelijen Inggris.

Afghoni, sang pendiri Pan-Islamisme, adalah kakek moyang  Osama bin Laden, bukan keturunan biologis, tetapi secara ide-ologis. Bila kita ingin membuat geneologi biblikal Islamisme sayap kanan, maka akan terbaca seperti berikut: Afghoni (1838-1897) menurunkan Muhammad Abduh (1849-

32

 
1905), seorang aktivis Pan-Islamisme

32

 
 dari Mesir, murid utama serta penyebar ajaran-ajaran Afghoni. Abduh menurunkan Muhammad Rosyid Ridlo (1865-1935), seorang murid Abduh Abduh dari Syria, berpindah ke Mesir dan membuat majalah al-Manar, untuk mengkampanyekan ide-ide Abduh dalam mendukung sebuah sistem Republik Islam. Rosyid Ridlo menurunkan Hassan al-Banna (1906-949), yang mempelajari Islamisme dari majalah al-Manar dan mendirikan al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir pada 1928  Banna menurunkan banyak keturunan, antara lain adalah menantunya, Said Romadon, organisator al-Ikhwan al-Muslimun internasional yang berkantor pusat di Swiss.  

     Banna juga menurunkan Abul A'la al-Maududi, pendiri Jamaati Islami di Pakistan, sebuah partai politik Islam pertama yang banyak terilhami oleh karya-karya Banna. Para pewaris Banna lainnya mendirikan cabang-cabang Ikhwan di setiap negara Muslim, Eropa, bahkan Amerika Serikat. Seorang keturunan ideologis Banna lainnya adalah Osama bin Laden, seorang warga Saudi yang terlibat peristiwa Jihad Afghonnya Amerika dan pihak yang paling dikambinghitamkan dari keluarga genealogi biblikal Islamisme sayap kanan tersebut.

     Selama kurun setengah abad, yaitu 1875 hingga 1925, building block

63

 
kanan Islam dibangun secara tepat oleh kekuasaan Inggris. Afghoni membuat pondasi intelektual bagi gerakan Pan-Islamisme dengan patronase Inggris dan dukungan dari orientalis Inggris terkemuka, E.G. Browne. Abduh, murid utama Afghoni, dengan bantuan proconsul (pejabat) London untuk Mesir, Evelyn Baring Lord Cromer, mendirikan gerakan Salafiyyah, sebuah gerakan arus fundamentalis kanan radikal yang berprinsip "kembali ke dasar" yang masih eksis hingga kini. Untuk memahami peran Afgho-ni dan Abduh sesungguhnya, maka penting untuk melihat peran mereka sebagai eksperimen Inggris dalam usaha mengorganisasi sebuah gerakan Pan-Islamisme pro Inggris. Afghoni, seorang sekutu yang bersikap manis dan licin, menjual ide kontroversialnya kepada kekuasaan-kekuasaan im-perial lain, meski pada akhirnya, fundamentalisme mistis dan semi modernnya tak mampu naik pada level gerakan massa. Abduh, seorang murid utama Afghoni, memiliki hubungan lebih erat dengan penguasa Inggris di Mesir. Dia juga menciptakan landasan bagi al-Ikhwan al-Muslimun yang mendominasi kanan Islam sepanjang abad 20. Inggris juga mendukung Abduh, terutama saat mereka meluncurkan dua skema pra Perang Dunia I untuk memobilisasi semangat Islam. Di Jazirah Arob, Inggris membantu sekelompok orang Arab ultrafundamentalis padang pasir pimpinan keluarga Ibnu Saud yang berhasil menciptakan negara fundamentalis Islam pertama di dunia yaitu Saudi Arobia. Pada saat yang sama, Inggris juga mendukung Hasyimiyyah dari Makkah –keluarga Arab kedua dengan klaim palsu sebagai keturunan Nabi Muham-mad- di mana anak-anaknya dipasang oleh London sebagai raja Irak dan Yordania.

3. Inggris memproduksi dan memasukkan Ulama-ulama Palsu ke Pusat-pusat Ilmu Islam

Dari buku "Confession of a British Spy" / "Pengakuan Mata-mata Inggris dalam Menghan-curkan kekuatan Islam"                                 

 Langkah selanjutnya adalah memecah belah Kesultanan Turki

Usmaniah menjadi negara-negara nasional, yaitu Arab Saudi, Turki, Mesir, Irak dan lain-lain dalam waktu kurang dari satu abad. Mereka membina tokoh-tokoh pembaharu yaitu Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri aliran Wahabi dan Kemal Attaturk pendiri Republik Turki menggunakan mata-mata Kerajaan Inggris. Mereka menginfiltrasi Kerajaan Safawi di Iran serta mendirikan Ahmadiyah dan Jamaatul Islamiyah di India. Mata-mata Inggris yang menyamar sebagai ulama disusupkan ke dalam pusat-pusat pendidikan Al-Azhar, Istambul, Najaf dan Karbala. (Halaman 46-128).

Tokoh-tokoh pembaharu yang lain yaitu Jamaluddin Al-Afghoni dan Muhammad Abduh ternyata adalah ketua organisasi bikinan Yahudi, Ma-sonic Lodge. Kedua tokoh ini mendorong terpisahnya Kerajaan Mesir dari Imamah Turki Usmaniyah. Presiden Masonic Lodge di Beirut, Hanna Abu Rosyid mengakui keanggotaan kedua tokoh ini. (Halaman 62-166).

4. Masuknya Virus fikiran ke dalam Kitab-kitab Tafsir yang berorientasi Al-Azhar

Fenomena Jamaluddin Al-Afghoni serta Ulama-ulama palsu tersebut menciptakan faham-faham keislaman yang menyimpang -meminjam isti-lah Virus komputer- penulis namakan Virus fikiran.

Tujuan Virus fikiran ini adalah untuk

1. memecah belah ummat Islam 2. merusak moralnya serta

3. memadamkan api semangat jihad melawan Inggris.

     Virus fikiran ini dikemas dalam bentuk

- ceramah dan kuliah-kuliah,

- majalah dan buku-buku, serta media audio-visual, kemudian disebarkan ke dalam masyarakat akademis dan masyarakat umum.

     Virus fikiran ini mencemari pikiran para akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat, kemudian menyebar ke masyarakat Islam di seluruh dunia

dalam bentuk Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Islam

Dari kelima Tafsir-tafsir Kitab putih di Indonesia, tiga di antaranya 1) Syaikh Mustofa Al-Maroghi, 2) Buya HAMKA (Al-Azhar) dan 3) Teungku Hasbi (An-Nur) adalah tokoh-tokoh Pemikiran dan Gerakan Pembaharu-an, sedang yang lain yaitu Dr. M. Quroisy Shihab (Al-Misbah) adalah lu-lusan Al-Azhar, Mesir yang sudah terkontaminasi berat oleh virus pikiran tadi. Demikian juga para penulis Tafsir Al Qur-an Depag kebanyakan ada- lah lulusan dari Perguruan tinggi di Mesir dan negara-negara Barat.

 

Adanya pengaruh Virus fikiran dalam bentuk Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Islam inilah yang menjadikan Tafsir Kitab putih tadi berbeda dengan Tafsir Kitab kuning.

 

 

    Di Indonesia, gerakan Pembaharuan Islam ini dianut oleh organisasi Muhammadiyah.

6

 
     Sedang penganut ajaran al-Ikhwan al-Muslimun yang berdasar Islamisme yang didirikan oldeh Hassan al-Banna (1906-949), di Indonesia dianut oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Jember 7 September 2021

Dr. H.M. NASIM Fauzi

Jalan Gajah Mada 118

Tilpun (0331) 481127

Jiember