Jumat, 25 September 2015

Makalah Pendek Dialog Nabi Muhammad Saw. Dengan Iblis



DIALOG NABI MUHAMMAD SAW.
DENGAN IBLIS
Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi
Pendahuluan
Suatu ketika Alloh Swt, lewat seorang malaikat, memerintahkan kepada iblis untuk menghadap Baginda Rosululloh Saw agar membuka segala rahasianya tentang hal-hal yang disukainya maupun yang dibencinya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat Nabi Muhammad Saw dan memberi peringatan bagi segenap umat manusia.
Sang malaikat yang mendatangi iblis berkata, "Hai lblis ! Engkau diperintah Alloh Swt untuk menghadap Rosululloh Saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rosululloh Saw dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat pedih."
Mendengar ucapan malaikat yang demikian itu, iblis sangat ketakutan. Iblis merasa ngeri dengan hukuman yang akan ditimpakan kepadanya bilamana dia berdusta. Maka dia segera bergegas untuk menghadap Rosululloh Saw. Namun, saat hendak menemui Rosululloh Saw iblis menyamar sebagai seorang manusia. Dia saat itu tidak mau memperlihatkan bentuk aslinya.
Pengakuan iblis kepada Rosululloh Saw.
Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal Ra, dari lbnu Abbas Ra yang berkisah: Kami bersama Rosulullah Saw di rumah salah seorang sahabat Anshor dimana saat itu kami berada di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara yang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku."
Rosululloh Saw bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?"
Mereka menjawab, "Tentu AIloh dan Rosul-Nya lebih tahu'"
Lalu, Rosulullah Saw menjelaskan, "ltu adalah iblis terkutuk, semoga Alloh Swt senantiasa melaknatnya."
Kemudian Umar Ra meminta izin kepada Rosulullah Saw sembari berkata, “Ya Rosulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?"
Beliau Saw menjawab, "Bersabarlah wahai Umar apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari kiamat)? Akan tetapi, sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang akan ia ceritakan pada kalian."
lbnu Abbas Ra berkata: Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. la berjenggot putih sebanyak tujuh helai saja dan panjangnya seperti rambut kuda (ada pula riwayat yang menyebutkan panjangnya seperti ekor lembu). Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sementara kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, giginya memanjang seperti taring babi, dan kedua bibirnya seperti bibir kerbau.
Ketika datang untuk menemui kekasih Alloh, yaitu Rosululloh Saw Iblis memberikan salam, 'Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu alaikum ya jamaa'atal-muslimiin."
Akan tetapi, Rosulullah Saw tidak juga segera menjawab salamnya itu. lblis pun mengucapkan salam hingga tiga kali, barulah Rosululloh Saw menjawab, 'Assalamu lillah ya la'iin (= keselamatan hanya milik Alloh, wahai makhluk yang terkutuk)."
Oleh sebab itu iblis berkata, "Ya Rosulalloh! Mengapa engkau tidak segera menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Alloh ?
Maka jawab Nabi Saw dengan marah, "Hai musuh Alloh ! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba-coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam As sehingga beliau keluar dari surga, kau hasut Qobil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri. Ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub As. dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, seperti halnya kisah Nabi Daud As dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman As meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai istrinya, begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu."
"Hai, iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Alloh Azza wa Jalla, tapi aku diharomkan Alloh menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai iblis, raja segala iblis. Apa tujuanmu menemuiku?"
Jawab iblis, "Ya Nabi Alloh! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khotamul Anbiya. Wahai Nabi Alloh, aku datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi aku datang ke sini karena terpaksa."
Äpa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini, wahai makhluk terkutuk ?
Äku datang atas perintah Alloh untuk memberitahukan segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Alloh ! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya."
Kemudian iblis bersumpah menyebut nama Alloh dan berkata, "Ya Rosululloh ! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu."
Mendengar sumpah iblis itu, Nabi Saw pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, " lnilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh seluruh sohabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku”.
Maka Rosululloh Saw pun mengajukan banyak pertanyaan kepada iblis. Berikut inilah detil pertanyaannya :
Pertanyaan Nabi Saw [1]
"Hai iblis ! Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku siapa orang yang paling engkau benci? Siapakah musuh besarmu ?"
“Ya Nabi Alloh ! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini," jawab iblis.
Kemudian Nabi Saw memandang muka iblis. lblis pun gemetar karena ketakutan. lblis lalu melanjutkan perkataannya, "Ya Khotamul Anbiya ! Aku dapat mengubah diriku seperti manusia, binatang, dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Alloh. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.
Aku cabut niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberikan nasehat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama lslam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad, atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat lslam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya mereka masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."
Pertanyaan Nabi Saw [2]
"Hai iblis ! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Alloh?"
lblis menjawab: 'Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, supaya terbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang harom.
Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, pikiran, dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, perasaan hasud dan dengki hingga perbuatan zina.
Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Makin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil istri orang.
Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa riya', takabur; iri, sombong, dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda; maka mereka akan gemar berdusta, mencela, dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat."
Pertanyaan Nabi Saw [3]:
"Hai iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Alloh ! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang menajamkan pendengaranmu? Siapa yang memberikan kekuatan anggota badanmu?"
lblis menjawab: "semuanya itu adalah anugerah dari Alloh yang Mahabesar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di duniamu ini beribadah bersama para malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba kudengar firman Alloh yang hendak menjadikan  seorang kholifah di dunia ini, maka aku pun membantah. Lalu Alloh menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam As) dan seluruh malaikat diperintah supaya hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Alloh murka kepadaku, dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Alloh menjadikan Adam raja di surga dan dikaruniakan kepadanya seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku pun bertambah dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari surga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun, kemudian dipertemukan Alloh (di Padang Arofah), hingga mereka mendapatkan beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qobil supaya membunuh saudaranya Habil. ltu pun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.
Sebelum engkau Iahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala dan surga bagi mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberi tahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga mereka tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diizinkan Alloh untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik maka malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran anak panah api malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka makin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia."
Pertanyaan Nabi Saw [4]:
"Hai iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?"
lblis menjawab: "Pertama kali aku palingkan i'tikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan, atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku."
Pertanyaan Nabi Saw [5]:
"Hai iblis! Jika umatku sholat karena Alloh, apa yang terjadi padamu?"
lblis menjawab: "Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Sungguh suatu penderitaan yang sangat besar."
"Mengapa wahai makhluk terkutuk?"
"Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Alloh sekali sujud, maka Alloh akan mengangkat satu kemuliaan baginya. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis untuk menggoda manusia pada setiap anggota badannya. Beberapa iblis menggoda pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, merasa was-was, lupa bilangan rokaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.
Beberapa iblis yang lain duduk di belakang orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat, dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya. Itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri yang akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat.
Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada orang yang menunda-nunda sholatnya. Ketika ia hendak menjalankan sholat maka aku berada padanya dan mengganggu, masih ada waktu, teruslah engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan, sehingga ia menunda sholatnya dan kemudian sholat di luar waktunya. Akibatnya ia akan memikul dosanya kelak. Kalau aku kalah, maka aku akan mengirimkan salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkannya. Kalau aku masih kalah juga, maka aku diamkan sampai ia melakukan sholat. Ketika dalam sholatnya aku berkata, 'Meliriklah ke kanan dan ke kiri’, akhirnya ia melirik. Maka pada saat itu wajahnya aku usap dengan tanganku.
Wahai Muhammad, engkau tahu kalau seseorang banyak melirik dalam sholatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam sholatnya ia mampu mengalahkanku, sementara ia sholat sendirian, maka akan kubuat ia tergesa-gesa. la seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa-gesa. Kalau dalam sholat berjamaah, ia akan aku buat mendahului imam karena kepalanya aku tarik. Jika aku masih kalah juga, maka aku perintahkan untuk meremas jemarinya sehingga bersuara, sesungguhnya ia termasuk orang yang bertasbih kepadaku. Kalau itu tidak mempan juga, maka aku tiup hidungnya sehingga dia menguap. Saat itulah anak-anakku masuk, dan ia makin rakus akan dunia dan berbagai perangkapnya.
Pertanyaan Nabi Saw [6]:
"Jika umatku membaca Al Qur-an karena Alloh apa yang terjadi padamu?"
lblis menjawab: 'Aku akan meleleh seperti timah yang dipanaskan. Jika mereka membaca Al-Quran karena Alloh, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku, lalu aku lari dan menjauh darinya.
Pertanyaan Nabi Saw [7]:
"Jika umatku mengerjakan haji karena Alloh bagaimana perasaanmu ?
lblis menjawab: 'Apabila mereka mengerjakan manasik haji maka aku jadi gila. Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun lslamnya."
Pertanyaan Nabi Saw [8]:
"Jika umatku berpuasa karena Alloh, bagaimana keadaanmu?"
lblis menjawab: "Ya Rosulalloh! lnilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Romadhon, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Alloh akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa.
Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi pahala orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu surga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syiroh yang amat lembut ke dalam surga.
Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Alloh datanglah sekalian malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaithon, dan ifrit, lalu dipasunglah kaki dan tangan kami dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasakan ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya."
Pertanyaan Nabi Saw [9]:
"Hai iblis! Bagaimana seluruh sohabatku menurutmu?"
lblis menjawab: "Seluruh sohabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu pun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata, 'Seluruh sohabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka maka kamu akan mendapat petunjuk.’
Abu Bakar as-Siddiq sebelum bersamamu, sewaktu ia masih jahiliyyah saja tidak pernah toat kepadaku. Aku tidak dapat mendekatinya. Apalagi setelah ia berdampingan denganmu dalam Islam. Ia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang isi seluruh dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar; maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagi pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya Aisyah, yang juga banyak menghafal hadis-hadismu.
Adapun Umar bin Khottob, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat, apalagi engkau telah mengatakan, 'Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku', karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan lslam hingga diberi gelar Al Faruq.
Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu dengannya karena lidahnya senantiasa membaca Al Qur-an. Dia penghulu orang sobar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak malaikat yang menghampiri dan hormat, karena malaikat itu sangat malu kepadanya, hingga engkau mengatakan, ‘barang siapa menulis Bismillahir-rohmanirrohim, pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.'
Ali bin Abi Tholib pun aku sangat takuti karena kehebatan dan kegagahannya di medan perang, sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaithon, dan apabila jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka, karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernah menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar “Ali karomallohu wajhah”, dia dimuliakan Alloh akan wajahnya dan juga ‘harimau Alloh’ dan engkau sendiri berkata “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya’. Lagi pula dia menjadi menantumu, aku menjadi makin ngeri kepadanya.
Pertanyaan Nabi Saw [10]:
“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku ?
Iblis menjawab “Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menumbuhkan segala tumbuhan, yaitu ulama yang senantiasa memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Alloh Swt. dan rneninggalkan semua larangan-Nya. Sebagaimana kata malaikat Jibril, ‘‘Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirot.”
Yang kedua, umatmu itu seperti tanah, yaitu orang yang sobar, syukur, dan ridho dengan karunia Alloh. Berbuat amal sholih, bertawakal, dan berbuat kebajikan.
Yang ketiga, umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirotnya, rnaka aku pun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak  pernah beramal sholih, tidak mau mengeluarkan zakat, dan malas beribadah.
Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Alloh dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya dia lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qorun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sobar dan tomak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, serta membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan.
Pertanyaan Nabi Saw [11]:
Siapa yang serupa denganmu ?
Jawab iblis, “Órang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam.”
Pertanyaan Nabi Saw [12]:
Siapa yang membuat mukamu bercahaya?"
lblis menjawab: "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, menjadi saksi palsu, dan suka ingkar janji."
Pertanyaan Nabi Saw [13]:
“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?"
lblis menjawab: "Jika seorang muslim buang air besar dan tidak membaca doa terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."

DO’A MASUK WC    اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا إِثِ.

Alloohumma innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaitsi.” Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan dan kotoran”.

DO’A KELUAR WC  اَلْحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ أَذْ هَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ. Alhamdu lillahil ladzii adz-haba ‘annil adzaa wa’aafaanii.” Artinya : “Segala puji bagi Alloh yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat

Pertanyaan Nabi Saw [14]:
"Jika umatku bergaul dengan istrinya, apa yang kau lakukan?"
lblis menjawab: "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan istrinya dan membaca doa pelindung syaithon, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan istrinya dan bercampurlah benihku dengan benih istrinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, dan durhaka. lni semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri.
Doa sebelum bercampur dengan isteri  BISMILLAH ALLOHUMMA JANNIBNIS SYAITHON WA JANNIBIS SYAITHON MA ROZAQTANA
Artinya
: Dengan menyebut nama Alloh, ya Alloh, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Engkau rizkikan (kurniakan) kepada kami (anak, keturunan).
Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang."
Pertanyaan Nabi Saw [15]:
“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?"
lblis menjawab: "Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Alloh, menangis menyesali akan perbuatan dosa itu. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu, maka akan padamlah amarah itu."
Pertanyaan Nabi Saw [16]:
"Siapakah orang yang paling engkau sukai?"
lblis menjawab: "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan)nya selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."
Pertanyaan Nabi Saw [17]:
‘’Hai iblis siapakah saudaramu ?”
Ïblis menjawab “Orang yang tidur meniarap [telungkup], orang yang matanya terbuka di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi, lalu aku lenakan dia sampai terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.
Pertanyaan Nabi Saw [18]:
“Apa yang bisa membinasakan dirimu ?”
Iblis menjawab “Orang yang banyak menyebut nama Alloh, banyak bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak melakukan tadarus Al Qur-an, dan rajin sholat di tengah malam."
Pertanyaan Nabi Saw [19]:
“Hai iblis ! Apa yang bisa memecahkan matamu?"
Iblis menjawab “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata-kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup karena engkau telah bersabda, 'Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”
Ketika Rosululloh Saw. bertanya kepada iblis, "Siapa yang paling engkau benci? 
Maka iblis menjawab “Seorang pemuda yang bertakwa, dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Alloh Swt.
Siapa lagi ?
Orang alim yang waro' (menjaga diri dari syubhat) lagi sobar" jawab iblis.
"Siapa lagi?" Rosulullah Saw bertanya lagi.
"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar dan kecil serta najis)," tutur iblis.
"Siapa lagi?"
"Orang fakir yang senantiasa bersobar, tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya," jawab iblis.
"Lalu, dari mana engkau tahu kalau ia bersobar?" tanya Rosululloh
"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Alloh tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang sobar," jelas iblis.
"Lalu siapa lagi orang yang kau benci, wahai iblis?" tanya Rosululloh Saw
"Orang kaya yang bersyukur" jawab iblis.
"Lalu, apa tanda yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?"
"Bila aku melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya." Demikian penjelasan dari iblis.
"Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikan umatku berbahagia dan mencelakakanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan."
"Tidak dan tidak mungkin. Di mana umatmu bisa berbahagia sementara aku senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah ditentukan? Lalu, bagaimana engkau bisa berbahagia terhadap umatmu, sementara aku bisa masuk kapan saja melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, sungguh aku akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam atau yang membaca Al Qur-an, yang bandel maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Alloh yang mukhlis (= murni).”
“Siapa menurutmu hamba-hamba Alloh yang mukhlis?””
Iblis menjawab dengan panjang lebar, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka harta dan masih suka dipuji, maka ia belum murni karena Alloh, Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung pada kesenangan dunia, maka ia lebih toat kepadaku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar ? Kemudian cinta kedudukan adalah dosa besar juga.
Aku mempunyai tujuh puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah itu memiliki tujuh puluh ribu setan. Di antara mereka ada yang aku tugaskan untuk menggoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda para orang tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak kami,. Di antara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah, menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi yang berbeda, dari satu pintu ke pintu lainnya, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Aku ambil nilai keikhlasan dari hati mereka, sehingga mereka beribadah tidak karena Alloh, sementara mereka tidak merasakan itu. Apakah engkau lupa wahai Muhammad, kisah seorang rohib yang berbuat ikhlas selama tujuh puluh ribu tahun, sehingga dengan doanya ia bisa menyembuhkan penyakit? Akan tetapi, aku tak pernah putus asa menggodanya sampai ia sempat berbuat zina dan membunuh, dan akhirnya ia mati dalam keadaan kafir. Itu semua karena perbuatanku wahai Muhammad.
Kebohongan itu berasal dariku. Aku adalah makhluk yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barang siapa yang bersumpah atas nama Alloh dengan berbohong, maka ia kekasihku. Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku. Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan isterinya (talak) maka hampir tidak bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, isterinya adalah harom baginya. Kemudian dari pasangan itu menghasilkan keturunan harom sehingga semuanya masuk neraka gara-gara satu ucapan.
Demikianlah tanya jawab antara Rosululloh Saw dan iblis, dimana iblis datang menemui Rosululloh Saw atas perintah Alloh Swt.
Jember, 25 September 2015
Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127 
Jember



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar