Sabtu, 12 September 2015

Makalah Pendek Bertamasya ke Sorga



BERTAMASYA
KE SORGA

Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi

Bentuk dan Luas sorga
Sorga bentuknya berupa alam semesta (universe). Luasnya seluas langit dan bumi dunia.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi (dunia), yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imron [3] : 133).
Penciptaan (alam semesta) sorga
Sebagaimana alam semesta dunia sekarang, (alam semesta) surga juga diciptakan secara “Big Bang” (Dentuman besar).
 (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama (menciptakan alam semesta dunia secara “Big Bang), begitulah Kami akan mengulanginya (menciptakan alam semesta surga juga secara “Big bang). Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.“ (QS. Al-Anbiya [21] :104).
Bedanya ialah bila alam semesta dunia berakhir dengan digulung oleh Alloh Swt. (Big Crunch), sedangkan (alam semesta) surga kekal.
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam jannah. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit(surga) dan bumi(surga), kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (QS. Hud [11] : 108).
Sama halnya dengan alam semesta dunia, (alam semesta) surga juga terdiri dari galaksi-galaksi. Sedang galaksi terdiri dari banyak tata-surya, masing-masing terdiri dari sebuah matahari, sebuah bumi dan bulan serta planet-planet sorga (yang tidak bisa dihuni).
Bedanya adalah bila bumi dunia dihuni oleh bermilyard-milyard manusia, tetapi bumi sorga hanya dihuni oleh seorang mukmin sorga saja, bersama isteri-isteri bidadari dan ribuan pelayan sorga (Wildanun mukholladun).
Para mukmin surga yang jumlahnya berjuta-juta bahkan bermilyard-milyard itu masing-masing menghuni satu bumi surga pada galaksi-galaksi yang terpisah. Beberapa mukmin sorga bahkan diberi Alloh Swt. dua sampai empat (bumi) sorga yang terletak di galaksi yang berbeda. Bumi-bumi sorga itu dikunjunginya dengan pesawat buatan Alloh Swt. yang sangat cepat (seketika itu juga bisa sampai di bumi surga tujuannya).  
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya (= bumi). (QS. Ar-Rohman [55]: 46, 62, 64).
Kemah sorga (Ghurof)
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat ghurof (kemah), di atasnya dibangun ghurof yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Alloh telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Alloh tidak akan memungkiri janji-Nya. (Az-Zumar [39] : 20).  
Sesungguhnya orang mukmin dalam surga benar-benar mempunyai kemah (ghurof) dari sebutir mutiara berongga, panjangnya 60 mil. Dalam kemah itu ada keluarga-keluarga (isteri-isteri bidadari) yang dia kelilingi (disetubuhi secara bergilir) tanpa saling melihat. (HR. Bukhori dan Muslim).
Bumi sorga itu sama dengan bumi dunia, bisa terjadi topan dan tsunami. Kemah (ghurof) yang besar itu (luasnya = Karesidenan Besuki) melindungi para penghuni sorga dari bencana alam. Serta melindungi mereka dari hujan dan panas matahari sorga.
Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".  (QS. Thoha [20] :119).
Kegiatan ahli surga
1. Menjadi raja di bumi surga yang amat luas.
2. Memuji-muji Nama Tuhan.
3. Mengontrol ghurof (kemah) berupa gedung bertingkat tinggi dan besar, terbuat dari mutiara, menikmati hidangan-hidangannya dan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya, dilayani oleh para pelayan sorga (Wildanun mukholladun).
4. Rutin mengunjungi istri-istrinya para bidadari di kamar-kamar di dalam kemah (ghurof) yang besar.
5. Rutin berkumpul menyaksikan wajah Tuhan.
6. Rutin pergi ke pasar sorga.
7. Pergi ke tepi sungai dan taman-taman mendengarkan nyanyian para bidadari.
8. Rutin saling berkunjung dengan kendaraan sorga ke famili dan teman-teman di bumi sorga lain atau berkumpul bersama-sama di suatu bumi sorga.
1. Menjadi raja di surga yang amat luas.
Luas bumi sorga itu = bumi dunia. Terdiri dari benua-benua dan laut-laut. Di benua-benua itu terdapat banyak daratan, pegunungan, lembah, sungai dan danau yang indah. Semua tempat di bumi surga itu dapat dikunjungi oleh sang raja sorga dengan kendaraan terbang yang disediakan Alloh Swt. Dibantu oleh para pelayan sorga (wildanun mukholladun). Bentuk pelayan surga itu pendek seperti anak kecil yang cerdas. Mereka diciptakan Alloh Swt. langsung di sorga.
2. Memuji-muji Nama Tuhan
Para mukmin surga itu tidak lagi melaksanakan lima rukun Islam seperti di dunia (syahadat, sholat, puasa, zakat dan hajji). Mereka hanya memuji-muji Alloh Swt.
Doa mereka di dalamnya ialah: Subhanakallohumma", dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam". Dan penutup doa mereka ialah Alhamdulillaahi Robbil 'aalamin." (QS. Yunus [10] :10).
3. Mengontrol kemah surga (ghurof) 
Di dalam ghurof yang penampangnya 100 km itu terdapat gunung-gunung dan lembah dengan hutannya. Danau-danau dan sungai-sungai dengan air terjunnya yang gemercik. Airnya jernih dan segar yang langsung dapat diminum..
Di sana-sini juga terdapat istana-istana yang terbuat dari perak dan emas serta temboknya terbuat dari misk, dan kerikil-kerikilnya terdiri dari mutiara dan yakut serta debunya terbuat dari za’faron. Lantai istananya berlapis karpet yang tebal dan empuk.
Para mukmin surga itu pergi dari satu istana ke istana lainnya berkendaraan kuda terbang berwarna merah yang tidak kencing dan berak.
Di dalam dan di luar istana itu terdapat bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik-cantik. Berjalan-jalan di tepi sungai dan taman-taman sambil menyanyi.
Pohon buah-buahan ada di mana-mana di luar dan di dalam istana. Letaknya dekat dan rendah, buahnya berjuntai sehingga mudah dipetik. Segala buah-buahan yang ada di dunia ada di situ dengan rasanya yang sangat lezat dan manis, selalu masak, tidak pernah menjadi busuk. Burung-burung yang dagingnya lezat ada di tepi-tepi sungai, tinggal meminta kepada pelayan sorga untuk memasaknya. Di dalam istana terdapat kran-kran yang berisi madu, susu, khomr dan minuman lainnya. Tinggal meminta kepada pelayan surga untuk diambilkan dan dihidangkan dalam cerek dan gelas-gelas dari perak.
Meskipun banyak makan dan minum, mukmin surga itu tidak merasa kenyang, tidak kencing dan berak.
4. Rutin mengunjungi para bidadari di dalam kamar-kamar istana.
Di surga mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata. (QS. Al-Waqiah [56] : 15). Di atas kasur-kasur yang tebal dan empuk.
(QS. Al-Waqiah [56] : 34).
Ciri-ciri Bidadari-bidadari Surga:

a. Umurnya selalu muda
b. Dipingit di dalam kemah (ghurof).
c. Cantik wajahnya dan bagus akhlaknya, sangat hormat pada suaminya yaitu para mukmin penghuni surga itu.
d. Perawan, penuh cinta dan sebaya.
e. Montok.
f. Kulitnya halus seperti kulit telur dan cemerlang seperti mutiara.
g. Matanya jeli dengan selaput pelanginya yang indah. Pandangan matanya tidak liar.
5. Rutin berkumpul menyaksikan wajah Tuhan.
Setiap hari Jumát semua mukmin surga diundang oleh Alloh Swt. di satu bumi sorga khusus untuk menyaksikan wajah Alloh Swt., dijamu hidangan yang lezat serta mendengarkan Nabi Daud As. mengumandangkan suaranya yang merdu. Di tempat itu mereka bertemu para Nabi di dunia dan semua kenalannya masing-masing.
Selain di sana, wajah Alloh Swt. juga dapat disaksikan di bumi sorga masing-masing setiap pagi dan sore.
6. Rutin pergi ke pasar sorga
Sepulang mereka dari undangan Alloh Swt. para mukmin surga itu mampir di satu bumi pasar surga. Di pasar itu banyak barang yang indah-indah yang pernah ada di dunia dahulu, baik barang kuno sampai yang paling modern. Bahkan barang-barang yang belum pernah mereka lihat dan dengar sebelumnya. Semuanya yang diinginkan akan diantar ke istana di bumi surga mereka masing-masing.
7. Pergi ke tepi sungai dan taman-taman mendengarkan nyanyian para bidadari.
Di tepi sungai dan taman itu mukmin surga mende-ngarkan nyanyian para bidadari yang cantik-cantik dan merdu suaranya. Inilah nyanyian para bidadari itu : “Kami adalah wanita-wanita yang baik akhlaknya dan cantik rupanya. Kami adalah wanita-wanita abadi dan kami tidak mati. Kami bahagia dan tidak sengsara. Kami ridho dan tidak cemberut. Berbahagialah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya. Kami adalah isteri-isteri dari suami-suami kami yang mulia, yang pandangannya menyejukkan hati. Kami wanita-wanita abadi dan kami tidak membuatnya mati. Kami memberi keamanan dan kami tidak membuatnya takut. Kami tetap tinggal di sini dan tidak akan pernah meninggalkannya.”
Bidadari-bidadari itu dapat dibawa ke istana surga.
8. Rutin saling berkunjung dengan kendaraan sorga ke famili dan teman di suatu bumi sorga
Tentu saja bekas isteri dan anak-anak mereka yang wanita telah berubah wujud menjadi laki-laki yang tidak begitu mereka kenal.
9. Penjara di Surga untuk Orang-orang Kaya
Mohon maaf, makalah ini kami tutup dengan hadis ini.
Dari Ibnu Abbas r.a. yang berkata bahwa Rosululloh Saw. bersabda, “Dua orang mukmin bertemu di pintu surga. Yang satu adalah mukmin kaya dan satunya fakir (miskin) ketika di dunia. Mukmin fakir dimasukkan surga dan mukmin kaya tertahan (selama 40-500 tahun waktu dunia). Suatu saat mukmin kaya dimasukkan ke dalam surga dan berjumpa kembali dengan mukmin fakir. Mukmin fakir bertanya, ‘Saudaraku, kenapa engkau tertahan ? Demi Alloh, kulihat engkau tertahan hingga aku waswas memikirkan keselamatan dirimu!” Mukmin kaya menjawab, ‘Saudaraku, sesungguhnya sepeninggalmu aku tertahan di tahanan yang menjijikkan (selama 40-500 tahun waktu dunia). Aku tidak bisa menyusulmu hingga keringat mengucur deras dari tubuhku. Jika seandainya keringat ini didatangi 1000 unta yang kehausan, maka keringat tersebut membasahi dadanya.’ (Diriwayatkan Ahmad)  
Jember, 01 September 2015
Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jl. Gajah Mada 118
Tilp. (0331) 481127 Jember.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar