Jumat, 11 September 2015

Makalah Pendek Berbuat Baik Pada Semua Orang



BERBUAT BAIK 
PADA SEMUA ORANG


Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi


 I. Berbuat baiklah pada semua orang.
Berbuat baik / Akhlak kepada Sesama Manusia
1. Jangan menyinggung perasaan orang lain
2. Selalu bermuka manis
3. Pandai berterima kasih
4. Menepati janji
5. Jangan mengejek
6. Jangan mencari-cari kesalahan
7. Jangan menawar barang yang sedang ditawar orang lain
Akhlak terhadap Sesama Muslim
1. Menghubungkan Tali Persaudaraan.
2. Saling Tolong menolong.
3. Membina Persatuan.
4. Waspada dan menjaga keselamatan bersama.
5. Berlomba-lomba dalam kebaikan.
6. Bersikap adil.
7. Jangan mencela dan menghina.
8. Jangan menuduh dengan tuduhan fasiq atau kafir.
9. Jangan bermarahan (tidak menyapa)
10. Memenuhi janji
11. Saling memberi salam
12. Menjawab bersin. Apabila seseorang bersin ucapkan kata "Alhamdulillah", maka jawablah dengan "Yarhamukalloh" (Semoga Allah memberi rohmat atas kamu). Yang bersin menjawab: "Yaghfirullohu li walaka" (Semoga Allah mengampuniku dan mengampunimu).
(HR. Bukhori).
13. Mengunjungi mereka yang sakit
14. Menyelenggarakan pemakaman jenazah
16. Jangan mengiri dan dengki
17. Melindungi keselamatan jiwa dan harta
18. Jangan sombong
19. Jangan memfitnah dan berkhianat.
20. Bersikap pemaaf.
Berbuat Baik Menurut Quraisy Shihab
Tidak Berfoya-foya  dan Boros
     Sumber daya alam yang diciptakan Alloh Swt. hanya bisa mendukung gaya hidup yang wajar / sederhana. Dengan maraknya gaya hidup mewah dan boros, telah terjadi kerusakan lingkungan hidup yang parah di mana-mana. Maka, kita harus merubah gaya hidup ke arah kewajaran / sederhana, termasuk di dalam masalah ibadah (misalnya tidak berhajji / umroh berkali-kali. Kelebihan uangnya dialihkan untuk menolong orang yang menderita kekurangan.

II. Jangan mengharap orang-orang yang kita selalu berbuat baik pada mereka itu, berbuat baik juga pada kita.
     Dalam kalimat di atas terkandung sifat ikhlas, ialah menyengajakan perbuatan semata-mata mencari keridhoan Alloh Swt. dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi. Dengan demikian, perbuatan seseorang benar-benar tidak dicampuri oleh keinginan yang bersifat sementara, seperti keinginan terhadap kemewahan, kedudukan, harta, popularitas, simpati orang lain, pemuasan hawa nafsu, dan penyakit hati lainnya.

III. Bila demikian, kita akan selalu kecewa.
     Kita sering berbuat baik pada orang lain dengan pamrih, Ingin dibalas dengan perbuatan baik pula. Merawat dan membesarkan anak, kita ingin anak membalas budi kita. Memberi sesuatu pada orang tua, saudara, tetangga dan kawan, kita ingin mendapat balasan. Bersikap ramah terhadap orang lain, kita ingin orang itu ramah juga pada kita.
Karena dunia ini tidak sempurna seringkali harapan kita itu tidak terjadi, sehingga kita kecewa. Kekecewaaan dapat menimbulkan amarah dan permusuhan.
IV. Balaslah kejelekan dengan kebaikan.
"Sedang balasan bagi suatu kejahatan adalah suatu kejahatan yang sebanding dengannya, tetapi siapa saja yang memberi maaf dan memperbaiki keadaan, maka ganjarannya (adalah) atas (tanggungan) Alloh. Sesungguhnya Alloh tidak suka kepada orang-orang yang zholim" (QS. Asy-Syura [42] : 40).
Bersedekah dan beramal saleh. Keduanya sangat besar manfaatnya untuk menolak bencana dan kejahatan orang-orang yang dengki.
Memadamkan kedengkian pendengki dan kejahatan penganiaya dengan cara berbuat baik kepadanya.
Misalnya memberi nasihat dan bersikap lemah lembut, dan perbuatan baik lainnya kepadanya. Cara ini merupakan cara yang paling berat. Tidak ada yang dapat melakukannya, kecuali orang yang mendapat taufiq dari Alloh Swt.
Perhatikan firman Alloh Swt. :
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
(QS. Fushshilat [41] : 34)
Ikhlas dalam mengesakan Allah, yang merupakan Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
V. Akhlak Khusus
Menghormati Ibu dan Bapak
Wajib hukumnya menghormati kedua orang tua, yaitu berbakti, menta'ati perintahnya dan berbuat baik kepada ayah dan ibu kita.
Di antara cara-cara menghormati ibu dan bapak adalah sebagai berikut:
1. Berbicara dengan kata-kata yang baik
2. Melindungi dan mendo'akan
3. Hormat dengan sikap terima kasih
4. Menghubungkan Silaturrohmi kepada orang yang pernah dijalin oleh kedua orang tuanya.
5. Menunaikan wasiat kecuali yang ma'siat
6. Durhaka pada orang tua adalah dosa besar
7. Membantu Ibu dan Bapak
     Pada suatu ketika Rosulullah Saw. ditanya oleh seorang sahabat : Siapakah manusia yang paling berhak untuk dibantu? Rasulullah menjawab: "Ibumu". Orang tersebut bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?" Rosulullah Saw. menjawab: "Ibumu". Orang tadi bertanya ketiga kalinya: "Kemudian siapa lagi?" Rosulullah menjawab: "Ibumu". Orang itu bertanya yang keempat kalinya : "Kemudian siapa lagi" Dijawab oleh Rosulullah Saw. :" Bapakmu!"
(HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad).

Akhlak Terhadap Anak
Hak-hak anak atau kewajiban orang tua terhadap anak, antara lain sebagai berikut:
1. Memberi nama yang baik,
2. Menyembelih 'aqiqah pada sa'at akan menyukur rambut.
3. Mengkhitan anak laki-laki (dan perempuan).
Rosulullah Saw. bersabda "Lima masalah yang tergolong kebersihan yaitu: a. Berkhitan, b. Mencukur rambut yanq terlindung (kemaluan). c. Mencabut bulu ketiak. d. Memotong kuku; e. Menggunting kumis.
(HR. Bukhori dan Muslim).     
4. Memberi pendidikan dan pengajaran
5. Mencarikan jodoh dan mengawinkannya
6. Memberikan perlakuan yang sama terhadap anak-anak, terutama anak perempuan.

Kewajiban Suami Terhadap Isteri
1. Bergaul terhadap isteri dengan baik
2. Suami harus memimpin istri
3. Suami wajib memberi nafkah
4. Suami mendidik istri. Seorang suami berkewajiban untuk memberi pendidikan agama dan akhlaq kepada istri.
5. Suami melindungi rahasia istri
6. Suami harus memberikan kesempatan kepada istrinya bersilaturrahmi kepada keluarga atau saudara-saudaranya, dan sebaliknya pada keluarga suaminya.
7. Suami harus memanggil istrinya dengan kata-kata yang mengandung kasih sayang atau memanggil namanya.
8. Apabila berbicara dengan istri, gunakanlah bahasa yang dapat menggembirakan istri, jangan yang menyinggung perasaan istri.
9. Apabila akan pergi ke kantor atau pulang dari tempat pekerjaan, suami harus memperlihatkan wajah yang gembira dan tersenyum ketika bertemu dengan istrinya.
10  Apabila suami akan melakukan perjalanan ke luar rumah atau ke luar kota, harus selalu ingat kepada istrinya, agar tidak melakukan pengkhianatan kepada istrinya.
11. Setiap suami harus memiliki sikap sabar dan berwibawa, bila bertemu dengan  istri yang terdapat kekurangarmya atau istri yang cemburu dan sering membentak suaminya. Berusaha menasihatinya dan memberikan pengertian yang luas.
12. Suami harus berusaha membantu istri untuk menciptakan kesejahteraan dan kedamaian keluarga.
13. Suami harus mampu mencari penyelesaian yang baik dan bijaksana, apabila terjadi perbedaan di dalam kehidupan rumah tangga.
14. Suami harus hormat kepada orang tua isterinya dan berakhlaq yang baik kepada keluarga istrinya.
15. Suami harus selalu tampil memikul tanggung jawab atas istrinya, anak-anaknya dan seluruh anggota keluarga di rumah tangganya ke dalam dan ke luar.
Kewajiban Isteri Terhadap Suami
1. Menjaga kehormatan diri
2. Ta'at pada suami
3. Tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami
4. Tidak boleh seorang istri menerima tamu orang yang tidak disenangi oleh suaminya.
5. Seorang istri tidak boleh melawan suaminya, baik dengan kata-kata kasar, membentak, maupun bersikap sombong.
6 Tidak boleh membanggakan sesuatu tentang diri dan keluarganya di hadapan suami, baik kekayaan, keturunan atau kecantikannya.
7.Tidak boleh menilai dan menganggap bodoh terhadap suaminya.
8.Tidak boleh menuduh kesalahan atau mendakwa suaminya, tanpa bukti-bukti dan saksi-saksi.         
9. Tidak boleh menjelek-jelekkan keluarga suami.
10. Tidak boleh menunjukkan pertentangan di hadapan anak-anak.
11. Agar perempuan (istri) itu menjaga 'iddahnya, bila dithalak atau ditinggal mati suaminya, demi kesucian ikatan perkawinannya.
12. Apabila melepas suami pergi ke kantor, lepaslah suami dengan sikap kasih. Apabila pulang bekerja, sambutlah dengan muka manis, pakaian bersih dan berhias.
13. Setiap wanita (istri) harus dapat mempersiapkan keperluan makan, minum dan pakaian suaminya.
14. Seorang istri harus pandai mengatur dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangganya.
15. Seorang istri harus dapat bertindak sebagai ibu untuk mengasuh dan mengajar anaknya, agar anak-anaknya berakhlak yang baik.

Akhlak Terhadap Tetangga
     Rosulullah Saw. bersabda: "Apakah hak bertetangga?" Kemudian Rosulullah Saw. menjelaskan:
1. Apabila seseorang minta tolong kepadamu, maka tolonglah dia.
2. Apabila memerlukan pinjaman (utang), pinjamilah dia.
3. Apabila dia memerlukan sesuatu, berilah dia.
4. Apabila dia sakit, kunjungilah dia.
5. Apabila dia mendapatkan kebahagiaan, ucapkanlah selamat kepadanya.
6. Apabila dia mendapat musibah, hiburlah dia.
7. Apabila dia wafat, antarkanlah jenazahnya (ke kubur).
8. Jangan membuat bangunan yang terlalu tinggi, sehingga menghalangi angin ke rumah tetangga, kecuali dengan idzinnya.
9. Janganlah kamu sakiti hati tetangga dengan bau masakan kecuali kamu memberi kepada tetangga sebagian dari masakan tersebut.
10. Apabila membeli buah-buahan, berilah dia, dan apabila dia tidak kamu beri, maka bawalah masuk ke rumahmu dengan sembunyi-sembunyi. Jangan sampai anakmu membawanya keluar sehingga menyakiti anak tetanggamu" (HR. Ibnu Majah).

Akhlaq Bersahabat
1. Rendah hati dan tidak sombong
2. Saling kasih-mengasihi
3. Memberi perhatian terhadap keadaan sahabat
4. Selalu membantu keperluan sahabat
5. Menjaga kawan dari gangguan orang lain.
6. Memberi nasihat dan kritik
7. Mendamaikan bila berselisih
8. Do'akan dengan kebaikan

Jember, 9 September 2006

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jl. Gajah Mada 118
Tlp. (0331) 481127
Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar