Jumat, 02 Maret 2018

Tujuan Jihad Adalah Untuk Memelihara Keaslian Al Qur-an



TUJUAN JIHAD ADALAH
UNTUK MEMELIHARA
KEASLIAN AL QUR-AN
Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi
Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Kaum Yahudi dan Nasroni tidak bsa menjaga keaslian kitab-kitab mereka. Para Pendeta telah merubah isinya.
Bahkan Kitab Injil asli yang berbahasa Arom (bahasa ibu Nabi Isa ibnu Maryam / Yesus kristus), sudah hilang.
Janji Alloh Swt.
Tetapi Alloh Swt. telah berjanji untuk memelihara keaslian Al Qur-an dalam sabdaNya  Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15] : 9).
 Maka utusanNya yang terakhir yaitu Muhammad Saw. diberiNya kemampuan untuk mengondisikan keadaan, sehingga setelah beliau wafat, Kitab suci Al Qur-an tetap terpelihara keasliannya.
Cara-cara Alloh Swt. memelihara keaslian Al Qur-an
1. Memisahkan Al Qur-an (sabda Alloh yang pasti benar) dari Al-Hadis (yang mungkin benar) dan riwayat hidup Nabi Muhammad Saw. karangan para ulama.
Pada kitab-kitab suci sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil, sabda Alloh, sabda para Nabi dan cerita para pendeta tentang riwayat hidup nabi-nabi mereka dicampur menjadi satu. Sehingga tak bisa dibedakan antara sabda Alloh dan ucapan manusia.
2. Alloh telah menciptakan Al Qur-an dalam bahasa Arob yang tinggi mutunya, sehingga tak dapat ditiru oleh para penyair Arob.
Tetapi Alloh telah menjadikan Al Qur-an mudah dihafalkan, bahkan oleh orang-orang yang bukan berbangsa Arob. Di Indonesia banyak orang, bahkan anak-anak yang hafal Al Qur-an 30 juz. 
Sedangkan para pendeta Yahudi dan Nasroni, tidak ada seorang pun yang hafal Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjin Baru) karena rumitnya.
Anehnya, ada 2 orang Islam yang hafal Alkitab yaitu Syekh Ahmad Hussein Deedat dari Afrika Selatan dan muridnya Dr. Zakir Naik dari India, masya’ Alloh..
3. Alloh telah menghijrohkan Nabi Muhammad Saw. dan para muhajirin dari Mekah yang tak aman ke Madinah yang aman.
Sewaktu Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar Siddiq Ra. hijroh ke Madinah, jumlah kaum muslimin di Mekah sekitar 1.500 orang. Sedangkan jumlah kaum kafir Quroisy sekitar 10.000 orang yang memusuhi, menyiksa dan memboikot kaum Muslimin.
Sedang di Madinah hampir semua penduduknya (kaum Anshor) telah memeluk agama Islam sehingga sangat aman bagi Nabi Muhamad Saw. dan para pengikutnya.
4. Nabi Muhammad Saw. mendirikan Masjid Nabawi di Madinah sebagai pusat kegiatan agama Islam dan pemerintahan.
Nabi Muhamad Saw. dan 4 kholifah penggantinya (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) menjadikan masjid Madinah sebagai pusat ibadah dan pemerintahan sehingga selalu dalam perlindungan Alloh Swt.
5. Alloh telah menjadikan Nabi Muhammad Saw. sebagai Kepala negara kota Madinah yang ditaati oleh para pendukungnya.
Dalam menjalankan pemerintahannya beliau berlaku jujur dan adil tanpa memandang agamanya dan selalu bermusyawarah.
Kaum Yahudi yang mengharapkan Nabi terakhir yang akan datang itu berbangsa Yahudi, merasa kecewa dan cemburu karena ternyata Nabi itu berbangsa Arob.
Lalu mereka bersekutu dengan kaum kafir dan musyrik untuk memerangi Nabi Muhammad Saw. Tetapi mereka kalah lalu diusir dari Madinah.
6. Nabi Muhamad Saw. telah menyusun Piagam Madinah untuk mengatur aneka ragam penduduknya sehingga bersatu menghadapi  musuh dari luar dan dalam.
Piagam Madinah ini selanjutnya dipakai oleh 4 kholifah pengganti Nabi dalam mengatur seluruh wilayah Islam.
7. Alloh memerintahkan kaum Muslimin berperang untuk menyebarkan agama Islam. Yang terbunuh akan masuk sorga tanpa pengadilan Tuhan (mati syahid).
Perang-perang yang dijalani Rosululloh Saw.
1. Perang Waddan, perjanjian damai dengan Bani Dhamroh.
2. Perang Dzul ‘Usyairoh, perjanjian damai dengan  Bani Mudlij dan sekutu-sekutu Bani Dhamroh.
3. Perang Badar Al-Kubro melawan suku Quroisy Mekah.
4. Perang Bani Qainuqo (Kaum Yahudi) di Madinah. Nabi mengusir mereka.
5. Perang Bani Sulaim dan Bani Ghotafan yang melarikan diri.
6. Perang Dzu Amar, Bani Tsalabah dan Bani Muharib  melarikan diri.
7. Perang Bahran, Bani Sulaim melarikan diri.
8. Perang Uhud melawan Kaum Quroisy. 
9. Perang Bani Nadhir (Kaum Yahudi). Nabi mengusir mereka
10. Perang Dzatur Riqo Bani Tsa’labah dan Bani Muharib (dari Kabilah Najed) melarikan diri
11. Perang kabilah Daumatul Jandal melarikan diri.
12. Perang Bani Musthaliq dan sekutunya melarikan diri.
13. Perang Khandak / perang parit. Kaum Yahudi menjalin aliansi dengan Kabilah Quroisy,dan kabilah-kabilah Arob lainnya menyerang kaum Muslimin. Tetapi tidak bisa masuk kota Madinah karena terhadang parit. Mereka akhirnya diusir Alloh dengan badai yang dingin
14. Perang Bani Quroizah (Kaum Yahudi) mereka dihukum mati
15. Perang Bani Lihyan melarikan diri.
16. Perang Dzi Qorod dari Bani Ghotafan melarikan diri.
17. Perang Hudaibiyah berakhir damai
18. Perang Yahudi Khaibar mereka menyerah
19. Perang Yahudi Fadak, mereka menyerah
20. Perang Yahudi Wadil Quro, mereka menyerah 
21. Perang ‘Umrotul Qodho perang urat syaraf.
22. Perang Fathu Makkah. Hanya terjadi pertempuran kecil tanpa pertumpahan darah. Sabda Nabi “Barang-siapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan ia selamat, barang-siapa yang menutup pintu rumahnya ia selamat dan barangsiapa yang masuk ke dalam Masjidil Harom ia selamat.”
23. Perang Hunain Kabilah Bani Hawazun, Kabilah Tsaqif dan kabilah lain dapat dikalahkan lalu dibebaskan oleh Rosululloh Saw.
24. Perang Hisoru Thoif pengepungan sekitar sebulan. tetapi banyak Bani Tsaqif yang menerima Islam
25. Perang Tabuk, pasukan Romawi telah bersiap sedia di bagian utara perbatasan Arab untuk menyerang kaum Muslimin. Ternyata pasukan Romawi telah mundur ke arah utara. Dalam menunggu kehadiran pasukan Romawi selama 20 hari, Rosulullah Saw mengadakan perjanjian damai dengan kabilah-kabilah di sekitar perbatasan Hijaz dan Syam.
Dengan perang Tabuk ini maka seluruh jazirah Arob telah masuk Islam kecuali wilayah Yaman yang lokasinya sangat jauh dari kota Madinah, sehingga tidak ada lagi kabilah yang mengancam kota Madinah.
Masih ada ancaman bahaya dari Kerajaan Romawi, dan Persia yang nantinya akan ditaklukkan oleh para kholifah pengganti Nabi Muhammad Saw.
8. 1 tahun setelah Nabi wafat, Abu Bakar Ra. mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dari hafalan para sahabat dalam satu mus-haf. Kemudian disimpan oleh Hofsah binti Umar isteri Nabi Muhammad Saw.
9. Umar bin Khottob Ra. Sang Penakluk Imperium Romawi dan Persia
Pada masa pemerintahannya, kaum muslimin banyak melakukan penaklukan negeri-negeri yang dikuasai oleh Imperium Romawi dan Imperium Persia. Di antaranya adalah:
1. Perang Yarmuk tahun 14 H / 635 M., 36.000 pasukan Islam di bawah pimpinan Kholid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarroh mengalahkan 200.000 tentara Romawi.
2. Penaklukan wilayah pantai Syam, Damaskus dan Baitul Maqdis.
3. Penaklukan Mesir dan Libia. Amr bin Ash berjalan ke arah Barat, dan menaklukan Burqah, Zuwailah, Tripoli, Shabrotah, dan Syarus. Namun Umar melarangnya melakukan penaklukan lebih jauh dari itu.
Adapun penaklukan di kawasan sebelah timur yang berada di bawah kekuasaan Imperium Persia adalah:
1. Perang Namariq tahun 13 H. Pasukan Abu Ubaid Ats-Tsaqofi berhasil mengalahkan pasukan Persia secara telak dan berulang-ulang di Namariq, antara Hiroh dan Qodisiah.
2. Perang Jisr, bulan Sya’ban 13 H.
3. Perang Buwaib, Romadhon 13 H.
4. Perang Qodisiah, tahun 14H / 635M. Pasukan Mutsa-na digabungkan dengan pasukan yang datang dari Madinah di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqosh. Persia kalah dan Raja Rustum terbunuh.
5. Penaklukan Madain, ibukota Imperium Persia bulan Shafar 16 H / 637M oleh pasukan Sa’ad bin Abi Waqqosh.
6. Penaklukan Jalawla’. Kaum muslimin berhasil menghancurkan pasukan gabungan Persia, mengejar sisa-sisanya dan menaklukan kota Halwan, Tikrit, Maushil, Masabadzan, Ahwaz, Tustar, Sus, dan Jandayasabur. Hurmuzan panglima Persia berhasil ditawan.
7. Penaklukan Nahawand tahun 21H / 641M. Pasukan Islam berjumlah 30.000 mengalahkan 150.000 pasu-kan Persia.
8. Selama tahun 22 – 23 H / 642 – 643 M, pasukan Islam menaklukan wilayah Persia yang terjauh.
Pada masa pemerintahan Umar bin Khottob Ra, pasu-kan Islam telah merebut seluruh wilayah kekuasaan Im-perium Romawi dan Persia di benua Asia dan Afrika. Umar bin Khottob Ra. lalu melakukan beberapa perbaikan dan inovasi administrasi; menetapkan kalender Hijri-yah, membentuk kantor-kantor pemerintahan dan militer dan melakukan perluasan masjidil Harom.
10. Kemudian Kholifah Utsman bin Affan Ra. pada tahun 647 M. memerintahkan Zaid bin Tsabit Ra. dan 3 sohabat yang lain menyalin mushaf pertama tadi menjadi beberapa mushaf (disebut mushaf Usmani) dan mengirimkannya bersama guru-guru Al Qur-an ke berbagai propinsi di wilayah kekuasaan Islam (Kufah, Basra, Madinah, Mekah, Mesir, Suriah, Bahrain, Yaman dan Al-Jazirah). 

     Sejak itu tidak ada seorangpun yang bisa merubah Al Qur-an yang telah tersebar di 9 kota di benua Asia dan Afrika, bahkan seluruh dunia itu.
Maka Tujuan Jihad (yaitu menjaga keasllan Al Qur-an) telah tercapai.
Kita tidak perlu lagi berjihad melawan orang kafir dan musyrik di Darul Harb (sesuai yang tertulis di dalam Kitab Fatkhul Mu’in tahun 597 M.)
Apalagi berperang melawan sesama muslim yang tidak sepaham (seperti yang terjadi di Timur Tengah).
Jihad hanya dilakukan bila orang-orang kafir menyerang Darul Islam.
Contoh jihad melawan Tentara Sekutu di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945.
Jember, 30 Pebruari 2017.
Dr. H. M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun {0331} 481127
Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar