Senin, 01 Februari 2016

Makalah Pendek Mengapa melaksanakan Keluarga Berencana





MENGAPA KITA HARUS
MELAKSANAKAN 
PROGRAM KELUARGA BERENCANA ?

Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi

Pendahuluan
Pada zaman Orde Baru (zaman Presiden Suharto) penulis masih mengalami Penataran Dokter Keluarga Berencana.  Puskesmas dijadikan pangkalan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang setiap hari berkunjung dari rumah-ke-rumah mencari peserta KB baru. Setiap bulan dilaksanakan Rapat Koordinasi pelaksanaan Program KB di Kantor Pemda.
Tetapi sekarang (zaman Orde Reformasi) semua itu tidak ada lagi.
Pada suatu Pengajian Islam di TV dikatakan bahwa Keluarga yang melaksanakan Program KB karena alasan ekonomi disebut Kufur Nikmat, karena anak merupakan nikmat dari Alloh Swt.
Dikatakan bahwa : Banyak anak banyak rejeki. Setiap anak membawa rejekinya sendiri-sendiri.
Timbul pertanyaan : Apakah kita masih memerlukan Program Keluarga Berencana ?
Marilah kita mengkaji masalah Program KB ini berda-sarkan ayat-ayat Al Qur-an.
Baldatun Toyyibatun wa robbun ghofur.
Kalimat ini ada di dalam Al Qur-an Surat Saba [34] : 15-16.
15. Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan)Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Baldatun toyyibatun wa robbun ghofur (Negerimu adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun)”.
16. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.
Tafsirnya
Negeri Saba’ pada zaman dahulu letaknya ada di Negeri Yaman, jazirah Arabia, adalah negeri Ratu Balqis yang kemudian ditaklukkan oleh Nabi Sulaiman yang juga seorang Raja.
Negeri Saba’ makmur karena adanya kebun (hutan) di kanan dan kiri dari hulu sungai. Mereka membuat bendungan Marib di antara 2 buah bukit yang membendung air sungai sehingga air hujan bisa tertampung dan mengairi kebun-kebunnya yang ada di sebelah hilirnya.
Negeri Saba’ yang dijuluki Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur itu adalah negeri yang sangat indah. Ketersediaan air bersih yang berlimpah, udaranya sejuk, asri, alamnya senantiasa diremajakan dengan proses-proses organis, rakyatnya makmur dan sejahtera.
Mirip Indonesia pada zaman dahoeloe
Sepintas, kondisi Negeri Saba’ ini mirip kondisi Nusantara tempo doeloe yang kerap disebut sebagai negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo yang jika diterjemahkan akan berbunyi Negeri yang kekayaan alamnya berlimpah, dan rakyatnya hidup dalam keadaan tenteram.
Tapi, itu dulu… Bukan sekarang.
Doeloe, air bersih di Indonesia bukanlah masalah. Sumber air bersih ada di mana-mana. Sungai, danau, siap menyajikan air bersih, bening dan segar kepada warga Indonesia.
Keadaan Indonesia sekarang
Kini, air benar-benar sudah menjadi masalah yang sangat pelik. Di saat kemarau tiba, banyak wilayah di Indonesia yang terserang kekeringan. Pertanian hancur, kering kerontang. Air bersih menjadi barang langka.
Tidak hanya di pedesaan, bahkan di kota-kota besar pun mengalami hal yang sama. Meski sebagian besar masyarakat perkotaan sudah memakai pompa air yang mampu menyedot cadangan air dari perut bumi, namun tetap saja di musim kemarau kualitas air yang mereka dapatkan sangat buruk. Berwarna kuning, bahkan terkadang berbau tidak sedap.
Di saat musim penghujan turun, kondisi tidak menjadi lebih baik. Banjir kerap melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Pertanian lagi-lagi menjadi korban, hancur disapu banjir. Air bersih tetap menjadi barang langka karena sumur-sumur terendam air banjir yang kotor.

Kerusakan Lingkungan Hidup


Lingkungan Indonesia adalah lingkungan hutan hujan tropika.
Hutan merupakan paru-paru dunia (planet bumi) sehingga perlu kita pelihara kelestariannya.

Fungsi hutan hujan tropika

Fungsi hutan dalam hal proteksi yaitu : 

- Produksi oksigen dan penyerap karbon,

- Sebagai pencegah erosi dan banjir, serta

- Berperan dalam siklus hidrologi



                 Siklus hidrologi

 Peran hutan dalam siklus hidrologi adalah : Air hujan tersebut dapat langsung jatuh ke permukaan tanah sehingga terjadi aliran permukaan (run-off) dan dapat pula jatuh melalui tajuk pohon kemudian mengalir melalui batang dan terserap ke dalam tanah (infiltration) menjadi aliran bawah permukaan (sub-surface run-off) maupun tersimpan dalam tanah menjadi air tanah (ground water storage).

Fungsi hutan dalam hal konservasi yaitu sebagai

- Habitat satwa liar dan

- Sumber gen (plasma nutfah) yang selanjutnya

- Sebagai penyokong keanekaragaman hayati (biodiversity).
Agar fungsi-fungsi itu terpenuhi, luas hutan hujan tropika minimal 30 % dari luas wilayah.
Sekarang ini luas hutan hujan tropika kita tinggal kurang dari 10 % luas wilayah (sudah rusak)
Sebab-sebab kerusakan hutan hujan tropika
Akibat ulah manusia
1. Illegal logging (penebangan liar).
2. Pembakaran hutan yang disengaja.
3. Perambahan hutan.
4. Perladangan berpindah.
5. Pertambangan.
6. Transmigrasi.
7. Pemukiman penduduk.
8. Pembangunan perkantoran.
9. Pembangunan infrastruktur perhubungan seperti jalan, lapangan udara, pelabuhan kapal dll.
10. Perkebunan monokultur.
11. Perkebunan kelapa sawit.
12. Konversi untuk sawah.
13. Penggembalaan ternak.
14. Kebijakan yang salah.
15. Serangan hama dan penyakit.
Selain kerusakan hutan oleh manusia juga oleh faktor alam.
Sebab-sebab kerusakan hutan karena ulah manusia di atas, terutama disebabkan oleh pertambahan penduduk yang tidak terkendali.
Maka seharusnya jumlah penduduk di Pulau Jawa  dikurangi, sedang penduduk di Luar Jawa tidak boleh bertambah (Zero population growth) dengan melaksana-kan Program Keluarga Berencana. (Dua anak cukup)
Dalam prakteknya sangat sukar mengurangi jumlah penduduk di Pulau Jawa. Maka tindakan untuk mengurangi kekeringan dan banjir adalah dengan membuat bendungan-bendungan sungai seperti di Negeri Saba’ di atas.
Maka tujuan kita melaksanakan Program Keluarga Berencana adalah : Untuk Kelestarian lingkungan hidup dan Mencegah Kerusakan Lingkungan, serta membentuk Negeri Baldatun Toyyibatun wa robbun ghofur seperti Negeri Saba’
Tujuan manusia hidup di bumi
1.      Menyembah Alloh Swt.
2.      Sebagai Kholifah Alloh Swt. yaitu memakmurkan bumi serta tidak boleh merusaknya. Kenyataannya adalah manusia telah merusak bumi sehingga timbul pemanasan global dan kerusakan lingkungan hidup yang parah. Hal ini telah disebut di dalam Al Qur-an. Surat Al-Baqoroh [2]:205.
205.  Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
--------------------------------------------------------------------
Metode kontrasepsi yang dijalankan dewasa ini
Pada umumnya metode kontrasepsi dapat dibagi menjadi.
Metode efektif jangka panjang.
AKDR / IUD        
Susuk KB
Kontrasepsi mantap
Metode Operasi Wanita (MOW, tubektomi)
Metode operasi pria (MOP, vasektomi)
Metode efektif
Pil KB                 
Suntikan KB
Metoda sederhana
Dengan obat
Kondom             
Diafragma
Krim, jelli dan cairan berbusa
Tablet berbusa (vaginal tablet)
Intravag (tissue KB)
Tanpa alat / obat
Sanggama terputus
Keterangan yang lebih jelas dapat diperoleh di Klinik KB / Bidan, Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan atau Dokter Umum.
Jember, 15 Januari 2016

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilp. (0331) 481127
Jember

1 komentar: