Jumat, 01 Juli 2016

Makalah pendek Salah faham arti adil dalam Al Quran





SALAH FAHAM ARTI ADIL
DI DALAM AL QUR-AN
CONTOH KASUS NABI IBROHIM AS.


Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi


Pendahuluan
Adil atau keadilan perannya sangat penting dalam kehidupan manusia. Sejak dari kehidupan rumah tangga, pergaulan masyarakat, hukum agama dan negara. Kita ingat kata adil atau keadilan ada di dalam Pancasila, yaitu sila ke-2 dan ke-5.
Arti adil dalam bahasa Indonesia
Dalam bahasa Indonesia adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya, tidak sewenang-wenang dan tidak memihak (W.J.S. Poerwodarminto, Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Arti kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط) di dalam bahasa Arob dan Al-Quran  
Pengertian adil di dalam bahasa Arob dan Al-Qur-an yang terpenting adalah kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط). Kata-kata lainnya adalah haq, ahkam, qowam, amtsal, iqtashoda, shiddiq. (Ensiklopedi Al-Qur’an, Prof. M. Dawam Rahardjo)
Biasanya kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط) dianggap sebagai padanan (sinonim). Tetapi di beberapa ayat di dalam Al Qur-an, kedua kata itu ada secara bersama-sama. Sehingga dapat ditafsirkan bahwa keduanya mempunyai arti yang berbeda. Ayat-ayat tersebut adalah:
1. QS. Al-Baqoroh [2] : 282,
2. QS. An-Nisa [4] : 3,
3. QS. An-Nisa [4] : 135,
4. QS. Al-Maidah [5] : 8,
5. QS. Al-An’am [6]:152,
6. QS. Al-Hujurot  [49] : 9.
Perbedaan arti itu kita temukan pada Kamus saku Arab Inggeris Indonesia, Elias A Elias & Edward Elias dan Ensiklopedia Al Qur-an, di mana :
Qisth (قِسْط).diartikan sebagai sama (equal) dan seimbang (just). Justru kata qisth ini yang artinya adalah adil (justice)
     ‘Adl (عَدَل) diartikan sebagai lurus (straight = jujur)
Kata qisth di dalam Al Qur-an
Istilah al-qisth dengan berbagai bentuk turunannya di dalam al-Qur-an secara umum berbicara mengenai keadilan, terutama pada aspek terselenggaranya hak-hak yang menjadi milik seseorang secara proporsional.
Kata qisth (قِسْط) di dalam Al Qur-an jumlahnya ada 22 yaitu.
No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
[2] : 282
 [3] : 18 
[3] : 21
[4] : 3
[4] : 127
[4] : 135
[5] : 8
[5] : 42
09.
10.
11.
12.
13.
14. 15.
16.
[6] : 152
[7] : 29
[10] : 4
[10] : 47
[10] : 54 [11] : 85
[21] : 47
[33] : 5
17.
18.
19.
20.
21.
22.

[49] : 9
[55] : 9
[57] : 25
[60] : 8
[72] : 14
[72] : 15

15. Kata ‘adl di dalam Al Qur-an
Kata ‘adl (عَدْل) dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali di dalam Al-Quran. Kata ‘adl sendiri di-sebutkan 13 kali, yakni pada Q.S Al-Baqarah (2): 48, 123, dan 282 (dua kali), Q.S An-Nisa’ (4): 58, Q.S Al-Ma’idah (5): 95 (dua kali) dan 106, Q.S Al-An‘am (6): 70, Q.S An-Nahl (16): 76 dan 90, Q.S Al-Hujurat (49): 9, serta Q.S Ath-Thalaq (65): 2.
Adl / al-‘Adl (عَدْل َ/ اَلْعَدْل) juga merupakan salah satu al-asma’ul husna, yang menunjuk kepada Alloh sebagai pelaku. Dalam kaidah bahasa Arab, apabila kata jadian (mashdar) digunakan untuk menunjuk kepada pelaku, maka hal tersebut mengandung arti “kesempurnaan”.
Demikian halnya jika dinyatakan Allah adalah Al-‘Adl (اَلْعَدْل = keadilan), maka ini berarti bahwa Dia adalah pelaku keadilan yang sempurna.
Komentar penulis
Berbeda dengan pembahasan tentang kata qisth (قِسْط) sebelumnya yang hanya mempunyai satu arti yaitu adil = (sama, seimbang), kata ’adl / al-‘adl (عَدْل  اَلْعَدْل) menurut Prof Dr. M. Quraish Shihab, MA. mempunyai beragam arti (ada 7 arti). Berarti beliau menyamakan bahasa Arob Al Qur-an yang sejatinya adalah firman Alloh Swt. dengan bahasa Arob manusia.
Padahal menurut Sayidina Ali bin Abi Tholib Ra. berbeda. 
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali Ra pernah mengingatkan bahwa:
Bisa jadi yang diturunkan Alloh sepintas terlihat serupa dengan ucapan manusia, padahal itu adalah ucapan (firman) Alloh sehingga pengertiannya tidak sama dengan pengertian yang ditarik dari ucapan manusia.  Sebagaimana tidak satu pun dari makhlukNya yang sama denganNya, demikian juga tidak serupa perbuatan Alloh dengan sesuatu pun dari perbuatan manusia. Firman Alloh adalah sifatNya, sedang ucapan manusia adalah perbuatan / aktivitas mereka. Karena itu juga jangan sampai engkau mempersamakan firmanNya dengan ucapan manusia sehingga mengakibatkan engkau binasa dan tersesat / menyesatkan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bila bahasa Arob di dalam Al Qur-an dimaknai sesuai dengan bahasa Arob kuno (pada zaman Nabi) maka Al Quran menjadi multi tafsir sebagaimana yang telah terjadi sekarang. Sehingga tidak ada kepastian.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Maka makna kata-kata di dalam Al Qur-an seyogjanya masing-masing hanya satu
----------------------------------------------------------------------------------------------
Kata ’adl / al-‘adl (عَدْل\اَلْعَدْل) di dalam Al Qur-an jumlahnya ada 22 sebagai berikut.
No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
[2] : 48
[2] : 123
[2] : 282
[2] : 282
[4] : 3
[4] : 58
[4] : 129
[4] : 135
09.
10.
11.
12.
13.
14. 15.
16.
[5] : 8
[5] : 95
[5[ : 95
[5] : 106
[6] : 115
[6] : 152
[7] : 159
[7] : 181
17.
18.
19.
20.
21.
22.
[16] : 76
[16] : 90
[42] : 15
[49] : 9
[65] : 2
[82] : 7

Tafsir lengkapnya ada di makalah ’’Adil di dalam Al Qur-an di nasimfauzi@Blogspot.Com dimana ditemukan arti kata al-adl di dalam Al Qurän adalah jujur.
=====================================================
Kesimpulan : di dalam Al Qur-an arti kata qisth adalah = kata adil dalam bahasa Indonesia.
Sedang kata ’adl berarti jujur.
======================================================
Riwayat Nabi Ibrohim As.
Ibrahim As. lahir sekitar 1900 SM di kota Ur, yang merupakan salah satu kota terpenting saat itu di Timur Tengah yaitu dataran Mesopotamia (sekitar Iraq sekarang).. Pada saat lahir, Ibrahim belum bernama "Ibrahim", tetapi "Abram". Namanya kemudian dirubah oleh Alloh.
Di negerinya Ibrohim bersengketa dengan Raja Namrud yang akhirnya beliau dibakar olehnya, tetapi diselamatkan Alloh Swt.
Karena keselamatannya terancam, maka pada suatu hari Alloh Swt. meminta Ibrahim untuk pergi meningga-kan negeri dan masyarakatnya, menuju ke suatu negeri yang tidak pasti dan memulai sebuah masyarakat baru di sana. Waktu itu Abram As. berusia 75 tahun, melakukan perjalanan bersama istrinya yang mandul bernama Sarai - yang kemudian dikenal dengan nama "Sarah" yang berarti puteri raja - dan anak dari saudaranya yang bernama Lut As. (terkenal dengan peristiwa Sodom dan Gomoroh di tepi Laut Mati).
Dalam perjalanan menuju ke "Tanah yang Terpilih (Chosen Land)" mereka singgah / tinggal di Harran untuk sementara waktu dan kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di Kanaan, mereka diberi wahyu oleh Alloh bahwa tempat tersebut secara khusus dipilih dan dianugerahkan buat mereka. Ketika itu Abram berusia 99 tahun, namanya kemudian dirubah menjadi Ibrahim (Abraham) As.
Pada suatu hari Kanaan dilanda kekeringan. Maka beliau dengan isrerinya Sarah hijrah ke Mesir. Di sana setelah terjadi beberapa peristiwa, Pharao menghadiahkan Sarah seorang budak negro bernama Hagar.
Setelah masa kekeringan lewat, mereka kembali ke Kanaan, namun mereka tidak kunjung dikaruniai putera. Maka Sarah menyarankan kepada Ibrahim untuk mengawini Hagar budaknya itu. Alhamdulillah Hagar bisa memberinya putera yang dinamakan Ismail. Saking gembiranya Ibrahim tidak pulang-pulang ke isterinya Sarah karena asik menunggui puteranya yang diidam-idamkannya itu. Maka timbul rasa cemburu di hati Sarah sehingga menyuruh Ibrahim membawa Hagar dengan anaknya  pergi ke tempat yang jauh dari Kanaan.
Maka Ibrahim As. membawa keduanya ke Mekah di jazirah Arab yang jaraknya kira-kira 1000 km dari Kanaan Ibrahim meninggakan Hagar beserta puteranya Ismail di Mekah selama 12 tahun. Sewaktu ditinggal Ibrohim As. di Mekah Hagar mendapat banyak kesulitan, karena Mekah tanahnya tandus, tidak ada air dan pepohonan. Maka Hagar melakukan sai antara bukit Sofa dan Marwa mencari air. Sementara bayinya Ismail ditinggal sendirian. Segera datanglah pertolongan Alloh Swt. Dari arah ujung kaki Ismail Alloh menerbitkan sumur Zamzam yang airnya mengalir sampai sekarang. Sehingga sekitar sumur itu menjadi subur yang menjadi daya tarik orang-orang Arob berkumpul di situ, membentuk kota Mekah sampai sekarang.  
Sedang Ibrahim As. sendiri pulang ke Kanaan untuk menyertai isterinya Sarah. Alhamdulillah Sarah meskipun sudah tua oleh Alloh Swt. dikaruniai seorang putera yang diberi nama Ishaak. Dari Ishaak dan anaknya Yakub alias Isroil yang mempunyai 12 orang anak dari 2 orang isteri, mereka menurunkan Bani Isroil yang terdiri dari 12 suku.
Sewaktu Ismail berumur 12 tahun Ibrohim As. pergi  ke Mekah mengunjungi Hagar dan puteranya Ismail. Ibrohim As. dan Ismail diperintahkan Alloh Swt.  membangun Ka’bah sebagai Baitulloh. Juga Alloh menguji Ibrohim As. untuk menyembelih puteranya yang disayanginya itu. Ibrohim As. lulus dengan ujiannya. Sebagai gantinya Ibrohim As. disuruh menyembelih seekor kambing korban pemberian Alloh Swt. Setelah kedua peristiwa itu Ibrohim As. pulang kembali ke Kanaan menyertai isterinya Sarah dan puteranya Ishaak. Ibrohim As. meninggal pada usia 175 tahun dan dikubur di gua Macpelah yang berdekatan dengan kota Hebron (el-Kalil) di West Bank (tepi barat).
Sedang Hagar beserta puteranya tetap tinggal di Mekah. Setelah dewasa Ismail As. kawin dengan orang Arob Mekah. Salah satu keturunannya adalah Nabi Muhammad Saw.
Pertanyaan, adilkah perbuatan Nabi Ibrahim As. meninggalkan Hagar beserta bayinya Ismail di Mekah yang gersang itu ?
Bila adil adalah sinonim dari qisth dalam Bahasa Arob yang berarti sama (equal) dan seimbang (just), maka perbuatan Ibrohim As. jelas tidak adil.
Bila ’adl sebagai Bahasa Al Qur-an yang berarti lurus (straight = jujur) maka perbuatan Ibrohim As. adalah adil atau jujur, memberi tahu Hagar bahwa di Mekah salah seorang keturunannya kelak akan menjadi Nabi yaitu Muhammad Saw. Hal itu tidak mungkin terjadi bila Hagar tetap tinggal di Kanaan.
Jember, 26 Juni 2016
Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar