Senin, 04 Juli 2016

Salah faham arti adil dalam Al Qur-an



SALAH FAHAM ARTI ADIL
DI DALAM AL QUR-AN
CONTOH KASUS IBROHIM AS.

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi


Pendahuluan
     Adil atau keadilan perannya sangat penting dalam kehidupan manusia. Sejak dari kehidupan rumah tangga, pergaulan masyarakat, hukum agama dan negara. Kita ingat kata adil atau keadilan ada di dalam Pancasila, yaitu sila ke-2 dan ke-5.

Arti adil dalam bahasa Indonesia
     Dalam bahasa Indonesia adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya, tidak sewenang-wenang dan tidak memihak (W.J.S. Poerwodarminto, Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Arti kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط) di dalam bahasa Arob dan Al-Quran  
     Pengertian adil di dalam bahasa Arob dan Al-Qur-an yang terpenting adalah kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط). Kata-kata lainnya adalah haq, ahkam, qowam, amtsal, iqtashoda, shiddiq. (Ensiklopedi Al-Qur’an, Prof. M. Dawam Rahardjo)

     Biasanya kata ‘adl (عَدَل) dan qisth (قِسْط) dianggap sebagai padanan (sinonim). Tetapi di beberapa ayat di dalam Al Qur-an, kedua kata itu ada secara bersama-sama. Sehingga dapat ditafsirkan bahwa keduanya mem-punyai arti yang berbeda. Ayat-ayat tersebut adalah:

1. QS. Al-Baqoroh [2] : 282,
2. QS. An-Nisa [4] : 3,
3. QS. An-Nisa [4] : 135,
4. QS. Al-Maidah [5] : 8,
5. QS. Al-An’am [6]:152,
6. QS. Al-Hujurot  [49] : 9.

     Perbedaan arti itu kita temukan pada Kamus saku Arab Inggeris Indonesia, Elias A Elias & Edward Elias dan Ensiklopedia Al Qur-an, di mana :


Qisth (قِسْط).diartikan sebagai sama (equal) dan seimbang (just). Justru kata qisth ini yang artinya adalah adil (justice)

    
‘Adl (عَدَل) sebagai kata sifat (adjective) diartikan sebagai lurus (straight = jujur)


Kata qisth di dalam Al Qur-an
     Istilah al-qisth dengan berbagai bentuk turunannya di dalam al-Qur-an secara umum berbicara mengenai keadilan, terutama pada aspek terselenggaranya hak-hak yang menjadi milik seseorang secara proporsional. Kata qisth (قِسْط) di dalam Al Qur-an jumlahnya ada 22 yaitu.

No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
[2] : 282     
[3] : 18
[3] : 21
[4] : 3
[4] : 127
[4] : 135
[5] : 8
[5] : 42
09.
10.
11.
12.
13.
14.  
15.
16.
[6] : 152
[7] : 29
[10] : 4  
[10] : 47
[10] : 54
[11] : 85
[21] : 47
[33] : 5
17.
18.
19.
20.
21.
22.

[49] : 9
[55] : 9  
[57] : 25
[60] : 8
[72] : 14
[72] : 15

    
Uraian lengkap kata qisth adalah sebagai berikut.
01.  QS. Al-Baqoroh [2] : 282
     Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu-'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan adil Aôyèø9$$Î (jujur). Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Alloh mengajarkannya. Maka hendaklah ia menulis. Dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya. Dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan adil Aôyèø9$$ (jujur). Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil Ý|¡ø%r& (sama, seimbang) di sisi Alloh dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu). Kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu  (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Alloh; Alloh mengajarmu; dan Alloh Maha mengetahui segala sesuatu.
 02. QS. Ali Imron [3] : 18
     Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak di-sembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
03. QS. Ali Imron [3] : 21
    Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Alloh dan membunuh para Nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang), maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.
04. QS An-Nisa [4] : 3
     Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil #qäÜÅ¡ø)è? (sama, seimbang) terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adi#qä9Ï÷ès? (jujur), maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. 
05. QS. An-Nisa’ [4] : 127
     Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Alloh memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang), dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan. Maka sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahuinya.
06. QS. An-Nisa’[4] : 135
     Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang), menjadi saksi karena Alloh biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Alloh lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari keadilan(  #qä9Ï÷ès? 4(jujur), dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Alloh adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
07. QS. Al-Maídah [5] : 8
     Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Alloh, menjadi saksi dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil( (jujur) #qä9Ï÷ès?.. . Berlaku adillah4 (#qä9Ïôã$#. (jujur), karena adil qèd itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
08. QS. Al-Maídah [5] : 42
     Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta keputusan hukum), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka. Jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudhorot kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang adil ûüÏÜÅ¡ø)ßJø9$# (sama, seimbang).
09. QS. Al-Anám [6] : 152
     Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu berlaku adil #qä9Ïôã$$sù (jujur), kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Alloh. yang demikian itu diperintahkan Alloh kepadamu agar kamu ingaŸt.
10. QS. Al-A’rof [7] : 29.
     Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang)". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Alloh dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya sebagaimana dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)"
11.  QS Yunus [10] : 4
     Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Alloh. Sesungguhnya Alloh menciptakan makhluk pada permulaannya, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka
12. QS. Yunus [10] : 47
    Tiap-tiap umat mempunyai Rosul. Maka apabila telah datang Rosul mereka, diberikanlah keputusan di antara mereka dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya
13. QS Yunus [10] : 54
     Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempu-nyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka membunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang), sedang mereka tidak dianiaya.
14. [11] : 85 QS. Hud [11] : 85
     Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î (sama, seimbang), dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahat-an di muka bumi dengan membuat kerusakan
15. QS. Anbiyaa’ [21] : 47 
    Kami akan memasang timbangan yang adil Ýó¡É)ø9$# (sama, seimbang) pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.
16. QS. Al-Ahzab [33] : 5
     Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil Ý|¡ø%r& (sama, seimbang) pada sisi Alloh, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu se agama dan maula-maulamu. dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. dan adalah Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
17. [49] : 9 (QS. Al-Hujurot [49] : 9 )
     Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!. Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Alloh. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara kedua-nya menurut  keadilan ÉAôyèø9$$Î/( (jujur)(.. . Dan hendaklah kamu berlaku adil  #þqäÜÅ¡ø%r&ur (sama, seimbang). Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berlaku adil. úüÏÜÅ¡ø)ßJø9$# (sama, seimbang).
18. Ar-Rohman [55] : 9.
     Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang)  dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
19. QS. Al-Hadid [57] : 25.
     Sesungguhnya kami telah mengutus Rosul-rosul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Alloh mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan Rosul-rosulNya padahal Alloh tidak dilihatnya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa
20. QS. Al-Mumtahanah [60] : 8
     Alloh tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil #þqäÜÅ¡ø)è?ur (sama, seimbang) terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berlaku adil ûüÏÜÅ¡ø)ßJø9$# (sama, seimbang) .
21.  QS. Al-Jin [72] : 14
     Dan Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran bqäÜÅ¡»s)ø9$#. barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
 22. QS. Al-Jin [72] : 15
     Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran bqäÜÅ¡»s)ø9$#, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahannam.

Kata ‘adl di dalam Al Qur-an
     Kata ‘adl (عَدْل) dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali di dalam Al-Quran. Kata ‘adl sendiri di-sebutkan 13 kali, yakni pada Q.S Al-Baqarah (2): 48, 123, dan 282 (dua kali), Q.S An-Nisa’ (4): 58, Q.S Al-Ma’idah (5): 95 (dua kali) dan 106, Q.S Al-An‘am (6): 70, Q.S An-Nahl (16): 76 dan 90, Q.S Al-Hujurat (49): 9, serta Q.S Ath-Thalaq (65): 2.
Adl / al-‘Adl (عَدْل َ/ اَلْعَدْل) juga merupakan salah satu al-asma’ul husna, yang menunjuk kepada Alloh sebagai pelaku. Dalam kaidah bahasa Arab, apabila kata jadian (mashdar) digunakan untuk menunjuk kepada pelaku, maka hal tersebut mengandung arti “kesempurnaan”.
     Demikian halnya jika dinyatakan Alloh adalah Al-‘Adl (اَلْعَدْل = keadilan), maka ini berarti bahwa Dia adalah pelaku keadilan yang sempurna.
Komentar penulis
Berbeda denga pembahasan tentang kata qisth (قِسْط) sebelumnya yang hanya mempunyai satu arti yaitu adil = (sama, seimbang), kata ’adl / al-‘adl (عَدْل  اَلْعَدْل) menurut Prof Dr. M. Quraish Shihab, MA. mempunyai beragam arti (ada 7 arti). Berarti beliau menyamakan bahasa Arob Al Qur-an yang sejatinya adalah firman Alloh Swt. dengan bahasa Arob manusia.
Padahal menurut Sayidina Ali bin Abi Tholib Ra. berbeda. Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali Ra pernah mengingatkan bahwa:
Bisa jadi yang diturunkan Alloh sepintas terlihat serupa dengan ucapan manusia, padahal itu adalah ucapan (firman) Alloh sehingga pengertiannya tidak sama dengan pengertian yang ditarik dari ucapan manusia.  Sebagaimana tidak satu pun dari makhluk-Nya yang sama denganNya, demikian juga tidak serupa perbuatan Alloh dengan sesuatu pun dari perbuatan manusia. Firman Alloh adalah sifatNya, sedang ucapan manusia adalah perbuatan / aktivitas mereka. Karena itu juga jangan sampai engkau mempersamakan firmanNya dengan ucapan manusia sehingga mengakibatkan engkau binasa dan tersesat / menyesatkan.
Bila bahasa Arob di dalam Al Qur-an dimaknai sesuai dengan bahasa Arob kuno (pada zaman Nabi) maka Al Quran menjadi multi tafsir sebagaimana yang telah terjadi sekarang. Sehingga tidak ada kepastian.
-----------------------------------------------------------------------------
Maka makna kata-kata di dalam Al Qur-an seyogjanya masing-masing hanya satu
     Kata Adl / al-‘Adl (عَدْل َ/ اَلْعَدْل) di dalam Al Qur-an jumlahnya ada 22 sebagai berikut

No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
[2] : 48
[2] : 123
[2] : 282
[2] : 282
[4] : 3
[4] : 58
[4] : 129
[4] : 135
09.
10.
11.
12.
13.
14. 15.
16.
[5] : 8
[5] : 95
[5[ : 95
[5] : 106
[6] : 115
[6] : 152
[7] : 159
[7] : 181
17.
18.
19.
20.
21.
22.
[16] : 76
[16] : 90
[42] : 15
[49] : 9
[65] : 2
[82] : 7

Tafsir lengkap kata ’adl / al-‘adl adalah sebagai berikut.
01 QS. Al-Baqoroh [2] : 48.
     Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan ‘adl Aôtã (tebusan = kata benda) dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong
02. QS. Al-Baqoroh [2] : 123
     Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu ádl Aôtã (tebusan = kata benda) daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong
03. dan 04. QS. Al-Baqoroh [2] : 282
     Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan adil Aôyèø9$$Î (jujur). Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Alloh mengajarkannya. Maka hendaklah ia menulis. Dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya. Dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan adil Aôyèø9$$ (jujur). Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil Ý|¡ø%r& (sama, seimbang) di sisi Alloh dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu). Kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu  (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Alloh; Alloh mengajarmu; dan Alloh Maha mengetahui segala sesuatu.
05. QS. An-Nisa [4] : 3
     Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil #qäÜÅ¡ø)è? (sama, seimbang) terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil #qä9Ï÷ès? (jujur), maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
06. QS. An-Nisa [4] : 58
     Sesungguhnya Alloh menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil Aôyèø9$$Î/ (jujur). Sesungguhnya Alloh memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Alloh adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
07. QS. An-Nisa [4] : 129
     Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil #qä9Ï÷ès?  (jujur) di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
08. QS. An-Nisa [4] : 135
     Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilanÝó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang), menjadi saksi Karena Alloh biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Alloh lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari keadilan #qä9Ï÷ès? (jujur). Dan jika kamu memutar alikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan
09. QS. Al-Maidah [5] : 8
     Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Alloh, menjadi saksi dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil #qä9Ï÷ès? (jujur), berlaku adillah#qä9Ïôã$# (jujur), Karena adil qèd (jujur) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
10. dan 11. QS. Al-Maidah [5]: 95 (dua kali)
     Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil Aôtã (jujur), di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Ka'bah  Atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa adil / tebusan Aôtã (kata benda) dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Alloh Telah memaafkan apa yang Telah lalu. dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Alloh akan menyiksanya. Alloh Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.
12.  QS. Al-Maidah [5]: 106
     Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil Aôtã (jujur) di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. kamu tahan kedua saksi itu sesudah sembahyang (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Alloh, jika kamu ragu-ragu: "(Demi Alloh) kami tidak akan membeli dengan sumpah Ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib ker-bat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Alloh; Sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa"
13. QS. Al-An’am [6]:1.
     Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang. Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan cqä9Ï÷ètƒ (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
S. Al-An’am [6]: 70 Q  14. 
     Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai mainmain dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, Karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus AÏ÷ès? dengan segala macam tebusanpun Aôtã, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
15.  QS. Al-An’am [6]:115.
     Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil wôtãu (jujur). Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimatNya dan dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
16.  QS. Al-An’am [6]:152.
     Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil Ýó¡É)ø9$$Î/ (sama, seimbang). kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar ke-sanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu berlaku adil #qä9Ïôã$$sù (jujur), kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Alloh. yang demikian itu diperintahkan Alloh kepadamu agar kamu ingat.
17.  QS. Al-A’rof [7]:159
     Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak Itulah mereka menjalankan keadilan cqä9Ï÷ètƒ (jujur)
18. QS. Al-A’rof [7]:181
     Dan di antara orang-orang yang kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan cqä9Ï÷ètƒ (jujur).
19. QS. An-Nahl [16]:76.
     Dan Alloh membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat adil Aôyèø9$$Î (jujur), dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?
20.  QS. An-Nahl [16]: 90
     Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) berlaku adil Aôyèø9$$Î/ (jujur) dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat. Dan Alloh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran
21.  QS 42 (Asy-Syuro) :15
     Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu. Dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Alloh dan aku diperintahkan supaya berlaku adil AÏôãL{ (jujur) di antara kamu. Alloh-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Alloh mengumpulkan antara kita dan kepadaNyalah kembali (kita)".
22.  QS. Al-Hujurot  [49]:9,
      Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Alloh. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilanAôyèø9$$Î/ (jujur), dan hendaklah kamu berlaku adil #þqäÜÅ¡ø%r&ur (sama, seimbang). Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berlaku adil
23.  QS. Ath-Thalaq [65]:2.
     Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil Aôtã (jujur) di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Alloh. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirot. Barangsiapa bertakwa kepada Alloh niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
24, QS. Al-Infithor [82] : 7
     Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (tubuh)mu adil/ 7s9yyèsù (lurus)
Dari uraian di atas terbukti bahwa di dalam Al Qur-an, kata ‘adl (عَدَل) tidak sama artinya dengan qisth (قِسْط). Semua kata qisth / al-qisth (ÜÅ¡ø%r /Ýó¡É)ø9r&) artinya adalah sama dan seimbang. Sedang kata al-qasth berarti kebalikannya yaitu kecurangan dan kekufuran.
Sedang kata ’adl / al-‘adl (عَدْل\اَلْعَدْل) bila berbentuk kata sifat / adjective berarti lurus / jujur.

====================================================
Kesimpulan : di dalam Al Qur-an arti kata qisth adalah = kata adil dalam bahasa Indonesia.
Sedang kata ’adl sebagai kata sifat (adjective) berarti jujur. (Sebagai kata benda berarti lain)
====================================================
Riwayat Nabi Ibrohim As.
I     brahim As. lahir sekitar 1900 SM di kota Ur, yang merupakan salah satu kota terpenting saat itu di Timur Tengah yaitu dataran Mesopotamia (sekitar Iraq sekarang).. Pada saat lahir, Ibrahim belum bernama "Ibrahim", tetapi "Abram". Namanya kemudian dirubah oleh Alloh.
     Di negerinya Ibrohim bersengketa dengan Raja Namrud yang akhirnya beliau dibakar olehnya, tetapi diselamatkan Alloh Swt.
     Karena keselamatannya terancam, maka pada suatu hari Alloh Swt. meminta Ibrahim untuk pergi meninggalkan negeri dan masyarakatnya, menuju ke suatu negeri yang tidak pasti dan memulai sebuah masyarakat baru di sana. Waktu itu Abram As. berusia 75 tahun, melakukan perjalanan bersama istrinya yang mandul bernama Sarai - yang kemudian dikenal dengan nama "Sarah" yang berarti puteri raja - dan anak dari saudaranya yang bernama Lut As. (terkenal dengan peristiwa Sodom dan Gomoroh).
     Dalam perjalanan menuju ke "Tanah yang Terpilih (Chosen Land)" mereka singgah / tinggal di Harran untuk sementara waktu dan kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di Kanaan, mereka diberi wahyu oleh Alloh bahwa tempat tersebut secara khusus dipilih dan dianugerahkan buat mereka. Ketika itu Abram berusia 99 tahun, namanya kemudian dirubah menjadi Ibrahim (Abraham) As.
     Pada suatu hari Kanaan dilanda kekeringan. Maka beliau dengan isrerinya Sarah hijrah ke Mesir. Di sana setelah terjadi beberapa peristiwa, Pharao menghadiahkan Sarah seorang budak negro bernama Hagar.
     Setelah masa kekeringan lewat, mereka kembali ke Kanaan, namun mereka tidak kunjung dikaruniai putera. Maka Sarah menyarankan kepada Ibrahim untuk mengawini Hagar budaknya itu. Alhamdulillah Hagar bisa memberinya putera yang dinamakan Ismail. Saking gembiranya Ibrahim tidak pulang-pulang ke isterinya Sarah karena asik menunggui puteranya yang diidam-idamkannya itu. Maka timbul rasa cemburu di hati Sarah sehingga menyuruh Ibrahim membawa Hagar dengan anaknya  pergi ke tempat yang jauh dari Kanaan.
     Maka Ibrahim As. membawa keduanya ke Mekah di jazirah Arab yang jaraknya kira-kira 1000 km dari Kanaan. Ibrahim meninggakan Hagar beserta puteranya Ismail di Mekah selama 12 tahun. Sewaktu ditinggal Ibrohim As. di Mekah Hagar mendapat banyak kesulitan, karena Mekah tanahnya tandus, tidak ada air dan pepohonan. Maka Hagar melakukan sai antra bukit Sofa dan Marwa mencari air. Sementara bayinya Ismail ditinggal sendirian. Segera datanglah pertolongan Alloh. Dari arah ujung kaki Ismail Alloh menerbitkan sumur Zamzam yang airnya mengalir sampai sekarang. Sehingga sekitar sumur itu menjadi subur yang menjadi daya tarik orang-orang Arob berkumpul di situ, membentuk kota Mekah sampai sekarang. 
     Sedang Ibrahim As. sendiri pulang ke Kanaan untuk menyertai isterinya Sarah. Alhamdulillah Sarah meskipun sudah tua oleh Alloh Swt. dikaruniai seorang putera yang diberi nama Ishaak. Dari Ishaak dan anaknya Yakub alias Isroil yang mempunyai 12 orang anak dari 2 orang isteri, mereka menurunkan Bani Isroil yang terdiri dari 12 suku.
Sewaktu Ismail berumur 12 tahun Ibrohim As. pergi  ke Mekah mengunjungi Hagar dan puteranya Ismail. Ibrohim As. dan Ismail diperintahkan Alloh membangun Ka’bah sebagai Baitulloh. Juga Alloh menguji Ibrohim As. untuk menyembelih puteranya yang disayanginya itu. Ibrohim As. lulus dengan ujiannya. Sebagai gantinya Ibrohim As. disuruh menyembelih seekor kambing korban pemberian Alloh Swt. Setelah kedua peristiwa itu Ibrohim As. pulang kembali ke Kanaan menyertai isterinya Sarah dan puteranya Ishaak. Ibrohim As. meninggal pada usia 175 tahun dan dikubur di gua Macpelah yang berdekatan dengan kota Hebron (el-Kalil) di West Bank (tepi barat).
Sedang Hagar beserta puteranya tetap tinggal di Mekah. Setelah dewasa Ismail As. kawin dengan orang Arob Mekah. Salah satu keturunannya adalah Nabi Muhammad Saw.

     Pertanyaan, adilkah perbuatan Ibrahim As. meninggalkan Hagar beserta bayinya Ismail di Mekah yang gersang itu ?

     Bila adil adalah sinonim dari qisth dalam Bahasa Arob yang berarti sama (equal) dan seimbang (just), maka perbuatan Ibrohim As. jelas tidak adil.
Bila ’adl sebagai Bahasa Al Qur-an yang berarti lurus (straight = jujur) maka perbuatan Ibrohim As. adalah adil atau jujur, memberi tahu Hagar bahwa di Mekah salah seorang keturunannya kelak akan menjadi Nabi yaitu Muhammad Saw. Hal itu tidak mungkin terjadi bila Hagar tetap tinggal di Kanaan.


Jember, 26 Juni 2016


Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember


 
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar