Senin, 03 Agustus 2015

Makalah Pendek Di Dalam Al Qur-an Taqwa Bermakna Takut


DI DALAM AL QUR-AN
TAQWA BERMAKNA TAKUT
 Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi
Pendahuluan
Dalam setiap khutbah sholat Jumát, khotib selalu menyerukan kepada kita untuk bertaqwa, karena seruan itu merupakan salah satu rukun / syarat sahnya sholat Jumát.
Selama hidup penulis, hanya ada dua orang khotib sholat Jumát yang mengartikan taqwa dengan takut. Pertama adalah almarhum ayah penulis sendiri, berpuluh-puluh tahun yang lalu di Masjid.Jami’Jember Yang kedua adalah seorang khotib di Masjid Al-Huda beberapa tahun yang lalu.
Maraknya perzinaaan dan korupsi serta kejahatan lainnya  yang terjadi sekarang adalah akibat manusia tidak takut lagi kepada Alloh Swt. Terlalu banyak memikirkan dunia dan sangat sedikit mengingat akan akhirot.


 Biasanya taqwa diartikan dengan : Memelihara diri dari siksaan Alloh dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
Mengartikan taqwa dengan istilah yang terlalu panjang menjadi beban bagi pemikiran yang ada di otak besar.
Mengartikan taqwa dengan takut sangat mudah diingat dan mudah meresap, karena takut adalah termasuk emosi yang ada di batang otak (sistem limbik).
Emosi lainnya adalah : sedih, marah, gembira / puas, sex, lapar, haus
Taqwa adalah sifat manusia yang paling mulia sesuai dengan sabda Alloh Swt..
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurot [49] : 13)
Taqwa di dalam al Qur-an termasuk Bahasa Arob, karena Al Qurán diturunkan dalam Bahasa Arab.
Arti Taqwa di dalam Kamus dan Ensiklopedia bahasa Arob :
Taqwa berarti: Takut kepada Tuhan, Menjaga, Berbakti,  Memelihara diri / menjauhi bahaya, Kesalehan karena kagum kepada Alloh, dsb. 
Beragam arti taqwa di atas adalah dalam bahasa Arob manusia.
Sedangkan Al Qur;an adalah wahyu atau firman Alloh Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw  melalui malaikat Jibril As.
Bila Al Qur-an dimaknai dengan bahasa Arob manusia yang beragam, maka ayat-ayat Al Quran / wahyu Alloh itu ákan menjadi beragam pula, bahkan bisa bertentangan.
Hal ini tidak mungkin terjadi, sesuai dengan sabda-Nya:
Tidakkah mereka itu memikirkan Al-Qur’an? Seandainya Al Qur’an itu tidak berasal dari Allah, maka mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya.” (QS An- Nisa [4] : 82).
Pendapat Sayidina Ali Ra. tentang Bahasa Arob Al Qur-an
Sayyidina Ali Ra bersabda :  “Bisa jadi yang diturunkan Alloh sepintas terlihat serupa dengan ucapan manusia, padahal itu adalah ucapan (firman) Alloh sehingga pengertiannya tidak sama dengan pengertian yang ditarik dari ucapan manusia. 
Sebagaimana tidak satu pun dari makhluk-Nya yang sama dengan-Nya, demikian juga tidak serupa perbuatan Alloh dengan sesuatu pun dari perbuatan manusia. Karena itu jangan sampai engkau mempersamakan firman-Nya dengan ucapan manusia sehingga mengakibatkan engkau binasa dan tersesat.’
Mencari arti Taqwa di dalam Al Qur-an
Agar arti taqwa di dalam Al Qur-an itu seragam maka kita bisa mengambil salah satu dari bermacam arti taqwa tadi, lalu kita pakai sebagai arti semua kata taqwa di dalam Al Qur-an. Pertama-tama taqwa kita artikan dengan takut.
Lalu kita kaji apakah arti taqwa pada masing-masing ayat itu sesuai dengan keseluruhan konteks ayat.
Bila arti taqwa itu betul-betul sesuai pada semua ayat Al Qur-an yang mengandung kata taqwa, maka itulah arti taqwa di dalam Al Qur-an.
Kata Taqwa di dalam Al Qur-an
1. Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA. kata taqwa dalam berbagai bentuk dan konteksnya ada 258, tetapi penulis baru menemukan 216 buah. :
3. Daftar 216 ayat itu secara lengkap ada di internet pada makalah Tafsir Taqwa di dalam Al Qur-an Seri ke 2. dalam blog nasimfauzi@blogspot.com
4. Ternyata mengartikan taqwa dengan takut pada 215 ayat tersebut semuanya sesuai dengan  konteks ayat masing-masing.
-------------------------------------------------------------------
   Maka taqwa di dalam Al Qur-an berarti takut.
-------------------------------------------------------------
Definisi Taqwa
Dari ayat-ayat itu diperoleh definisi taqwa sebagai berikut:
a. Takut terhadap kegoncangan yang dahsyat di hari kiamat. Yaitu QS. Al-Haj [22] : 1.
b. Takut terhadap hari kita dibangkitkan dan dihimpun di padang mahsyar. Yaitu QS. Al-An’am [6] : 51.
c. Takut terhadap (pengadilan) hari Kiamat. Yaitu QS. Al-Baqoroh [2] : 48, QS. Al-Baqoroh [2] : 123, QS Al-An’am [6] : 51 dan QS. Lukman [31] : 33.
d. Takut terhadap hari pembalasan. Yaitu QS. Ali ’Imron [3]:  281.
e. Takut terhadap neraka. Yaitu QS. Al-Baqoroh [2] : 24 dan QS. Ali Imron [3] :131:
Definisi panjang orang yang bertaqwa (مُتَّقِينَ) : 
Orang yang bertaqwa adalah orang yang takut terhadap (saat menghadap) Tuhan yang Maha Pemurah sedang dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Dijanjikan-Nya bagi mereka Syurga.
Yaitu QS. Qof [50] : 31-33.
Nama lain dari Taqwa adalah khouf.
Dengan membandingkan (QS. Ar-Rohman [55] : 46-76) dan (QS. Ad-Dukhon [44] : 51-56).
Secara logika, bila:
[Orang yang bertaqwa]     =+   akan mendapat surga
[Orang yang takut saat menghadap Tuhannya]     =+  akan mendapat surga
Maka : [Orang yang bertaqwa]  =  [Orang yang takut saat menghadap Tuhannya]  مِّن خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ
Orang yang bertaqwa juga berusaha agar keluarganya selamat dari azab neraka (فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ) (QS. At-Tur [52] : 17-28)
Apakah QS. Ali ’Imron [3] : 102 Takutlah engkau kepada Alloh setakut-takutnya. Tidak bertentangan dengan QS. At-Taghobun [64] : 16  bertakwalah (takut) kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.
Takut kepada Alloh setakut-takutnya diperoleh dengan cara :
i. Beriman akan Alloh Swt. dan kepada adanya hari akhir.
ii. Membayangkan hari kiamat, hari kebangkitan, penghimpunan manusia di padang Mahsyar, pengadilan Alloh, penimbangan amal, shiroth dan neraka sehingga timbul rasa takut.
iii. Selalu membayangkannya setiap saat.
IV. Menambah ilmu tentang besarnya kekuasaan Alloh Swt. di dunia dan akhirot, sesuai dengan sabda-Nya:
 “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu)”. (QS. Fathir [35] : 28)
Bertakwalah (takut) kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu artinya :
Kemampuan orang membayangkan hari akhirot tidak sama.
Juga sesuai dengan QS Al Baqoroh [2] : 286, Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus’aha  (Alloh tidak membebani seseorang itu kecuali sesuai menurut kemampuannya).
 Apakah bedanya bertakwa kepada Alloh ( تَّقُوا اللَّهَ) (dan Takut kepada Alloh (!$# |·øƒs) pada QS. An-Nuur [24] : 52 ?
Menurut Terjemah Al Qur-an Kementerian Agama RI  yang dimaksud dengan takut ·øƒsu kepada Allah ialah takut  kepada Allah disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan takwalloh adalah takut kepada Alloh dari segala macam dosa-dosa yang mungkin akan terjadi.
Tafsir lain adalah Yakhsya (·øƒs) takut terhadap barang yang kelihatan yaitu langit dan bumi (alam semesta), yang amat besar, Alloh Swt. mampu menciptakannya, tentu Alloh juga mampu menciptakan neraka di Akhirot.
Jangan kalah dengan setan, karena setan sangat Takut kepada Alloh Swt
Di dalam Al Qur’an setan (iblis) berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Alloh. Dan Alloh sangat keras siksa-Nya(QS. Al Anfal [8] : 48)
Nabi Muhammad Saw. paling Takut kepada Alloh
Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Alloh dan akulah yang paling takut kepada-Nya(HR. Bukhori - Muslim).
Nabi Saw. bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Alloh, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan kalian akan keluar menuju tanah datar tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shohih At Tirmidzi)
Sebagai penutup, marilah kita hanya Takut kepada Alloh Swt. belaka. Janganlah Takut kepada manusia.
Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.”  (QS. Al Ma’idah [5] : 44).
Jember, 12 Juli 2015.

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118

Tilpun (0331) 481127, Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar