Rabu, 30 April 2014

Membaca Wirid Sehabis Sholat Fardhu



Bacaan Wirid Sehabis Sholat

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi


A. Pendahuluan
Sejak kecil penulis tinggal di lingkungan Pondok Pesantren K.H. Muhammad Shiddiq di Kampung Talangsari, selatan Pasar Tanjung Jember. Pada pagi hari penulis bersekolah di SD Negeri. Di sekolah itu seminggu sekali diberi pelajaran agama Islam yaitu tentang rukun iman dan rukun Islam serta sejarah Islam secara singkat.
Dari sholat waktu lima kali sehari, kebanyakan penulis lakukan secara berjamaah di surau pesantren, yang tempatnya berdekatan dengan rumah penulis. Yaitu pada setiap sholat Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Sedang sholat Zuhur dan Ashor penulis lakukan sendirian di rumah.
Seusai azan sholat Maghrib di surau, para santri membaca puji-pujian dengan suara yang keras (jahr) sambil menunggu kedatangan imam sholat. Sehabis sholat lalu membaca wirid ba’da sholat yang panjang dengan suara keras secara berjamaah (bersama-sama) dipimpin oleh imam sholat. Dilanjutkan dengan mengaji Al Qur-an dan Fikih Islam dibawah bimbingan seorang guru ngaji sampai waktu sholat Isya’. Sebelum sholat Isya’ juga membaca puji-pujian dengan suara keras yang berbeda bacaannya dengan puji-pujian pada sholat Maghrib sebelumnya. Setelah selesai wiridan penulis pulang, makan malam lalu belajar pelajaran sekolah. Setiap malam Jum’at para santri membaca surat Yasin dan tahlil, sedang malam Senin para santri membaca Diba’ (syair berbahasa Arob berisi puji-pujian terhadap Nabi Muhammad saw.), serta syair pujian berbahasa Arob lainnya sampai waktu sholat Isya’, bertempat di surau.
Pelajaran mengaji yang pertama-tama penulis terima adalah pelajaran membaca Al Qur-an sampai lancar (fasih). Selanjutnya mengaji kitab kuning Sullamuttaufiq dan Safinatunnaja. Isinya adalah tentang rukun iman dan rukun Islam dalam bahasa Arob yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa. Disebut kitab kuning karena dibuat dari kertas murah yang berwarna kuning. Di dalam kedua kitab kuning yang tipis itu tidak disertakan hadits-hadits Nabi sebagai dalil-dalil penguat rukun iman dan Islam tadi. Ajaran Islam di pesantren itu dasarnya adalah madzhab Imam Syafi’i.
Setiap sholat Shubuh, imam sholat membaca do’a qunut yang dilakukan sewaktu i’tidal yaitu berdiri setelah ruku’ /membungkuk pada rokaat kedua.
B. Bacaan Wirid Sehabis Sholat
Wirid adalah mengucapkan dzikir, baik di dalam hati atau secara lisan.
Dzikir berasal dari kata Arob “dzikr” berarti mengingat, menyebut dan mengucapkan. Dalam agama Islam dzikir adalah mengingat dan menyebut-nyebut asma Alloh atau keagungan sifat-sifatnya, yaitu tasbih, tahmid, tahlil atau tauhid dan takbir (subhan Alloh wa l-hamdulilah wa laa ilaaha illalloh walloohu akbar). Termasuk berdo'a, mengucapkan Asma al-Husna dan membaca al-Qur'an.
Wirid biasanya dibaca pada setiap selesai sholat, baik sholat wajib ataupun sholat sunah. Adapun rumusan (susunan) wirid, yang diamalkan umat Islam, sangat beragam. Hal ini tidak menjadi masalah. karena pada dasarnya sebagian besar isi bacaan wirid tersebut adalah sama.
Wirid ada 2 macam :
1. Wirid Pendek
2. Wirid Panjang.
Wirid Pendek umumnya di baca ketika selesai sholat fardhu dhuhur,Ashar,dan Isya.
sedang wirid panjang di baca setelah selesai sholat fardhu subuh dan maghrib.


1. Bacaan wirid pendek
Bacaan dzikir dan wirid pendek (dibaca persis setelah sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya').
Tulisan huruf Arob
Tulisan huruf latin
Artinya
a. Membaca
اللَهْمَّ أعِنَا عَلَي ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وحُسْنِ بِعبادَتِك
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ×3

Allohumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni bi’ibaadatik(a)
La_ Ilaha illalloh(u) wahdahu La_ syariikalah(u),
Lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wa yumiitu wahuwa 'ala_ kulli syai'in(g)qodiir(u) 3x
Kami bermohon kepada-Mu ya Alloh jadikanlah kami senantiasa berdzikir dan bersyukur dan beribadah yang sebaik-baiknya kepada-Mu. Tidak ada Tuhan kecuali Alloh sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
b. Membaca :Tasbih, tahmid dan takbir
إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
سُبْحَانَ اللهِ X33
Ilahana_ robbana_ anta maula_na_
sub'hanalloh(i)
Subhaanallooh 33X
Engkau sesembahan kami, Tuhan kami, Pangeran kami, Maha Suci Allah
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ X33 
Sub'ha_nallohi wabi'hamdihi daa 'iman abadan
al'hamdulillah(i)
Alhamdu lillaah 33X
Maha Suci Alloh dengan Segala puji-Nya selama-lamnya.
Segala Puji-pujian hanyalah bagi Alloh.
اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ ...
 اللهُ أَكْبَرX33
Al'hamdulillahi 'ala kulli'ha_lin Wa fii kulli haalin
Wa bini'mati 

Ya_Kariim(u)
Allohu Akbar (33X)
Segala puji milik Allah atas segala hal dan dalam segala hal
Dan kenikmatan, Wahai yang Maha Mulia
Alloh Maha Besar.
c. Membaca takbir
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Allohu akbar(u) kabiiron wal'hamdulillahi katsiiron wasub'ha_nallohi bukrotan wa ashiilan, la_ilaha illallohu wahdahu la_ syariikalah(u), lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wayumiitu wa huwa 'ala_
kulli syai in(g)qodiir(u). Wala_'hawla wala_quwwata illa_bi_llahil 'aliyyil'adzhiim(i).
Alloh Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Alloh, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Alloh se-panjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Alloh sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya Kerajaan, dan  segala puji. Yang menghidup-kan dan yang mematikan. Dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya tanpa bantuan Alloh.
d. Membaca tahlil 33X
أَفضَلُ الِذكْرِ فَاعْلَمْ أنَهُ لاإله إلا الله مُحمدً رَسُولُ الله×3
لآاِلهَ اِلاَّ اللّه 33×
Afdhaludz dzikri fa'lam annahuu
Laa Ilaaha Illall
ooh Muhammadan Rosuulullooh 3x
Laa ilaaha illallooh x33
Ketahuilah bahwa dzikir yang paling utama adalah kalimat : Tak ada Tuhan kecuali Alloh Muhammad adalah utusan Alloh. Tidak ada Tuhan kecuali Alloh.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ
Laa Ilaaha Illalloohu Muhammadur Rosuulullooh ,
 Shollolloohu 'Alaihi Wasallam(a).
Kalimatan haqq(on). ‘Alaihaa nahyaa wa ‘alaihaa namuutu wa bihaa nub’atsu In syaa’allohu minal aminiin(a).

Tak ada Tuhan kecuali Alloh, Nabi Muhammad adalah utusan Alloh.
Semoga Alloh memberi rohmat dan kesejahteraan kepadanya. Kalimat yang haq. Atas dasarnya kita hidup, dan mati. Dan bersamanya kita dibangkitkan. Insya Alloh kita termasuk yang percaya.
e. Lalu baca doa sebagaimana tertulis pada bagian bawah wirid panjang (huruf l).
.
2. Bacaan wirid panjang
Bacaan wirid berikut ini tidak persis sama dengan yang dibaca di langgar K.H. Muhammad Siddiqi. Di sana bacaannya lebih panjang. Penulis mendapat kesukaran sewaktu menulis huruf Arobnya di komputer. Untuk memudahkan penulisan maka bacaan wirid ini penulis kutip dari internet, penulis mohon maaf.

Tulisan huruf Arob
Tulisan huruf latin
Artinya
a. Membaca Istighfar 3 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ
الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirulloohal  'azhiim

Alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum(u) wa atuubu ilaih

(3 kali).
Aku memohon ampun kepada Alloh, Yang Maha Agung, Yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya."
b. Membaca
لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،
لَهُ اْلمُلْكَ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

La_ Ilaha Illalloh(u) wahdahu La_ syariikalah(u),
Lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wa yumiitu wahuwa 'ala_ kulli syai'in(g)Qodiir(u)
(10 X,  boleh Juga 3x).
Tidak ada Tuhan kecuali Alloh sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan,
dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
c. Membaca
اَللَّهُمَّ أَجِرْنَامِنَ النَّارِ
Alloohumma ajirnii (naa)
Minannaar(i) (3 kali).
Wahai Alloh! lindungilah aku (kami) dari api neraka"
d. Membaca
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ، فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَاوَتَعَالَيْتَ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Allohumma antassala_m(u) wa min(g)kassala_m(u) Wa Ilaika
ya'uudussala_m(u), Fa'hayyina_  robbana_ bi_ssala_m(u) Wa adkhilnal
jannata da_rossala_m(i) Taba_rokta robbana_ wa ta'a_laita
Ya_dza_ljala_li wal ikro_m(i).
"Wahai Alloh! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkau lah kembali-nya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan!"
e. Membaca
اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَد
Allohumma la_ ma_ni'a limaa a'thoit(a), Wala_ mu'thiya lima_mana'ta wala_ yan(m)fa'u dzal jaddi min(g)kaljadd(u)
Wahai Alloh! Tak ada yang dapat mencegah terhadap yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu."
f. Membaca isti'adzoh dan surat Al-Fatihah [1] : 1 - 7
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ
A'uudzu bi_llahiminasy-syaitho_nir rojiim(i)
Bismilla_hirro'hma_nir ro'hiim(i)

Al'hamdulillahi robbil 'aalamiin(i)

Arro'hmanirro'him(i)

Ma_liki yawmiddiin(i)

Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin(u)

Ihdinash-shiro_tholmustaqiim(a)

Shiro_tholladziina an'amta 'alaihim Ghoiril
magh-dhuubi 'alaihim wala_dho_lliin(a)
Aamiin(a).
Aku berlindung terhadap Alloh dari godaan Syaithon yang terkutuk
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
g. Membaca Surat Al-Ikhlash [112] : 1 - 4
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Bismillahirro'hmanir ro'hiim(i)

Qul huwalloohu ahad(u)
Alloohushshomad(u)

Lam yalid walam yuulad(u)

Walam yakun (l) lahu kufuwan ahad(u)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
h. Membaca surat Al-Falaq [113] 1- 5
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Bismilla_hirrohma_nirrohiim(i)

Qul a’udzu birobbilfalaq (i)

Min syarri maa kholaq {a}
Wa min syarri ghosiqin idza waqob (a)
Wamin syarrin naffaatsati fil ‘uqod(i)
Wamin syarri hasidin idza hasad(a)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, Dari kejahatan makhluk-Nya, Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
i. Membaca Surat An-Naas [114] : 1 - 7
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَهِ النَّاسِ
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bismilla_hirro'hma_nirro'hiim(i)

Qul a’uudzu birobbinnaas(i)

Malikinnaas(i)
Ilahinnaas(i)

Min syrrilwaswaasil khonnaas(i)
Alladzii yuwasu fii shuduurinnaas(i)
Minal jinnati wannaas(i)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaiton yang biasa bersembunyi
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Dari (golongan) jin dan manusia
g. Membaca Surat Al-Baqoroh [2] : 1 - 5
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ  فِيهِ  هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
أُولَئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Bismilla_hirro'hma_nirro'hiim(i)

Alf laam miim. Dzalikalkitaabu
laa roiba fiih(i). Hudan
lilmuttaqiin(a)


Alladziin yu’minuuna bilghoibi wa yuqiimuunashsholaata
wa minmaa rozaqnaahum yunfiquun(a)



Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila
minqoblika wabilakhiroti hum yunfiquun(a)

Ulaaika ‘alaa hun min robbihim wa ulaaika
humul muflihuun(a)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Alif laam miim  Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturun-kan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirot. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
h. Membaca Surat Al-Baqoroh [2] : 163
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌلَّاإِلَهَ إِلَّاهُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
Wa Ilaahukum Ilaahun(w) waahidun(l) laa Ilaaha Illaa Huwar Rohmaanur
Rohiim(u).
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuai Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
i. Membaca ayat kursi (QS Al-Baqoroh [2] : 255)
اللَّهُ لَاإِلَهَ إِلَّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ
 لَاتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَانَوْمٌ ۚ
لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي الْأَرْضِ  مَن ذَاالَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّابِإِذْنِهِ ۚ
يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ۖ وَلَايُحِيطُونَ بِشَيْءٍمِّنْ عِلْمِهِ إِلَّابِمَا شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَايَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
 وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Alloohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul
Qoy-yuum(u).
Laa ta' khudzuhu sinatun(w) walaa naum(un).

Lahu maa fissamaawaati wamaa fil ardh(i) Man
dzal ladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi idznih(i).
Ya'lamu maa baina aydiihim wamaa kholfa hum.


Walaa yuhiithuuna bisyai'in min 'ilmihii illaa bimaa syaa'(a)


Wasi'a kursiyyuhus samaa-waati wal ardho
Walaa ya'uuduhu hifzhu-humaa  

Wa huwal 'aliyyul 'azhiim(u).
Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Ia tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolong-an) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat me-melihara keduanya, Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".
Dilanjutkan dengan:membaca Surat Al-Baqoroh [2] : 285
  آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ
 كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Aamanar rosuulu bimaa unzila 'ilaihi min robbihi walmu'minuun(a).


Kullun aamana billaahi wa malaa'ikatihi wa kutubihi wa rusulih(i). Laa
nufarriqu baina ahadin min rusulih(i). Wa qooluu
sami'naa wa 'atho'naa.

Ghufroonaka robbanaa wa ilaikalmashiir(u).
Rosul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rosul-rosul-Nya. (Mereka mengatakan) : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya", dan mereka me-ngatakan : "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa) : "Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.
Dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Baqoroh [2] : 286
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Laa yukallifulloohu nafsan illaa 

wus'ahaa. Lahaa maa
kasabat wa 'alaihaa 

maktasabat. Robbanaa 

laa tu' aakhidznaa in nasiinaa au 

akhtho'naa. Robbanaa wa laa

tahmil 'alainaa 'ishron kamaa hamaltahuu 'alal 

ladziina min qoblinaa. Robbanaa  

wa laa tuham mil naa maa laa
thooqota lanaa bihii wa'fu 'annaa 

waghfir lanaa warhamnaa 

anta maulaanaa fanshur-naa 'alal 

qoumil kaafiriin(a).
Allah tidak membebani sese-orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajik-an) yang dilakukannya dan ia mendapat siksa (dari kejahat-an) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau beban-kan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Dilanjutkan dengan membaca Surat Ali imron [3] : 18 -19
شَهِدَاللَّهُ أَنَّهُ لَاإِلَهَ إِلَّاهُوَوَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوالْعِلْمِ قَائِمًابِالْقِسْطِ لَاإِلَهَ إِلَّاهُوَ الْعَزِيزُالْحَكِيمُ
إِنَّ الدِّينَ عِندَاللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ
Syahidalloohu annahuu laailaaha 

illaa huwa wal malaa'ikatu wa ulul 'ilmi 

qoo'imam bil qisthi laa  ilaaha illaa huwal

 'aziizul hakiim(u)..

Innad diina indalloohil islaam(u).
Alloh menyatakan bahwa tak ada Tuhan kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam."
Dilanjutkan dengan membaca Surat Ali Imron [3] : 26
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Qulillaahumma maalikal mulki, tu'til 

mulka man tasyaa'u watanzi'ul 

mulka mim man tasyaa'u. Watu'izzu man

tasyaa'u watudzillu man tasyaa'u. 

Biyadikal khoir(u),
innaka 'alaa
 kulli syai'in qodiir(un).
Katakanlah: Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hina-kan orang yang Engkau ke-hendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguh-nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dilanjutkan dengan membaca Surat Ali Imron [3] : 27
 تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِوَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُبِغَيْرِحِسَابٍ
Tuulijul laila finnahaar(i) wa tuulijun 

nahaaro fil lail(i). Watukhrijul 

hayya minalmayyiti,

Wa tukhrijul 
mayyita min al hayyi. Wa tarzuqu 

man tasyaa'u bighoirihisaab(i).
Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan
yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau Kehendaki tanpa hisab."
J. Membaca : Tasbih, tahmid dan takbir
إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
سُبْحَانَ اللهِ X33
Ilahana_ robbana_ anta maula_na_
sub'hanalloh(i)

Subhaanallooh 33X
Sesembahan kami, Tuhan kami, Emgkau Pangeran kami, Maha Suci Allah
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ X33 
Sub'ha_nallohi wabi'hamdihi 

daa 'iman abadan
al'hamdulillah(i)
Alhamdu lillaah 33X
Maha Suci Alloh dengan Segala puji-Nya selama-lamnya.
Segala Puji-pujian hanyalah bagi Alloh.
اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ ...
 اللهُ أَكْبَرX33
Al'hamdulillahi 'ala kulli'ha_lin 

Wa fii kulli haalin Wa bini'mati 

Ya_Kariim(u)

Allohu Akbar (33X)
Segala puji milik Allah atas segala hal dan dalam segala hal
Dan kenikmatan, Wahai yang Maha Mulia
Alloh Maha Besar.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
Allohu akbar(u) kabiiron wal'hamdu
lillahi katsiiron asub'ha_nallohi 

bukrotan wa ashiilan, la_ilaha 
illallohu wahdahu la_ syariikalah(u), 
lahulmulku walahul'hamdu 

yu'hyii wayumiitu wa huwa 'ala_
kulli syai in(g)qodiir(u). wala_ 

'hawla wala_quwwata illa_bi_llahil
'aliyyil'adzhiim(i).
Alloh Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Alloh, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Alloh se-panjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Alloh sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya Kerajaan, dan  segala puji. Yang menghidup-kan dan yang mematikan. Dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya tanpa bantuan Alloh.
k. Membaca Istighfar
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
Astaghfirullohal_'Adzhiim(a) (3x),
Innalloha 

ghofuururrohiim(u)
Aku memohon ampun kepada Alloh yang maha besar. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun dan Maha Penyayang..
 أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حي موجود(
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ مَعْبُوْدٌ(
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ بَاقٍ(
Afdhaludz dzikri fa'lam annahuu

Laa Ilaaha Illallooh (hayyu mawjuud)

Laa Ilaaha Illallooh (hayyu 

ma’buud)

Laa Ilaaha Illallooh (hayyu baaqi)
Ketahuilah bahwa d zikir yang paling utama adalah kalimat. Tak ada Tuhan kecuali Alloh (Yang Maha Hidup dan Berwujud).
Tak ada Tuhan kecuali Alloh (Yang Maha Hidup dan Berkuasa). Tak ada Tuhan kecuali Alloh (Yang Maha Hidup dan Kekal).
) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ... (33 مرة(
La La Ilaha Illalloh(u) (33X) (boleh 50X, boleh 100X)
Tak ada Tuhan kecuali Alloh
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ
Laa Ilaaha Illalloohu Muhammadur 
Rosuu-Lullooh, Shollolloohu 

'Alaihi Wasallam(a). Kalimatan haqq(on). 
‘Alaihaa nahyaa wa ‘alaihaa 

namuutu wa bihaa nub’atsu In 

syaa’aLLohu minal aminiin(a)

Tak ada Tuhan kecuali Alloh, Nabi Muhammad adalah utusan Alloh.
Semoga Alloh memberi rohmat dan kesejahteraan kepadanya. Kalimat yang haq. Atas dasarnya kita hidup, dan mati. Dan bersamanya kita dibangkitkan. Insya Alloh kita termasuk yang percaya.




l. Doa setelah sholat dengan detail sebagai berikut












Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdu lillaahi robbil aalami-in Hamdan yuwafii ni’amah(u) wa  yukaafii maziidah(u). Yaa robbanaa lakalhamdu walaka-sysyukru kamaa yan(m)baghii li jalaali wajhika wa ‘athiiimi
sulthoonik(a). 
Alloohumma sholli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad-in wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Sholaatan tunajjiinaa bihaa min jamii’il- ahwaali wal aafaat(i). Wa taqdii lanaa bihaa jamii’al haajaat(i). Wa tuthohhirunaa bihaa min jamii’is sayyi aat(i). Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’laddarojaat(i). Watuballighu-naa bihaa aqsholghayaati min jamii’ilkhoirooti fiihayaati wa ba’dalmamaati. Innahu samii’un qoriibun mujiibudda’waati wa yaa qoodiyalhaajaati.
Alloohumma innaa nas aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal aakhiroti wa ‘aafiyat-an filjasadi washihhatan filbadani wa ziyaadatan fil’imi wa baro-katan firrizqi wa tawbatan qoblalmawti wa rohmatan ‘indalmawti wa rohmatan ‘indal mawti wa maghfirotan ba’dal mawt(i). Allohumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil-mawti wannajaata minannaari wal’afwa ‘indalhisaabi.
Allohumma innaa na’uudzubi-ka minal’ajzi walkasali wal-bakhli walharomi wa ‘adzaa-bilqobri. 
Allohumma innaa na’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’ wa min qolbin laa yakhsya’(u) wa min nafsin laa tasyba’(u) wa min da’watin laa yastajaabu lahaa.
Robbanaghfirlanaa dzunuuba-naa wa li waalidiinaa wa li masyaayikhinaa almu’allimii-naa wa li man lahu haqqun ‘alainaa wa li man ahabba
wa ahsana  ilainaa wa li kaaffatilmuslimiina ajmaiin(a).
Robbanaa taqobbal minnaa innaka antassamii’ul’aliimu wa tub ‘alainaa innaka antattawwaaburrohiim(u).
Robbanaa aatinaa fiddun yaa wa fil aakhiroti hasanatan
Waqinaa ‘adzaabannaar(i).
Wa sholluuhu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi
Wa sallam(a) walhamdu lillaahi robbil’aalamiin(a).
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagiMu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segala syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu
Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, dan keluarganya. Yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan yang dapat menyampaikan kami kepada tujuan segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha-dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan pemohonan, wahai Zat Yang Maha Memenuhi segala kebutuhan (hamba-Nyaj. Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, kesehatan badan, tambahan ilmu, ke-berkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahlah kami dalam menghadapi sakratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab. Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur. Wahai Allah! Sesungguhnya kami ber-lindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yang tak terkabul.
Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat Islam.
Wahai Tuhan kami! Perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.
Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga Allah memberikan rohmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, dan segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam



m. Hadits-hadits Nabi Muhammad Saw. tentang wirid 
     sehabis sholat fardhu
  
          Sesudah sesudah selesai memberi salam dari tiap-tiap sembahyang fardhu disunnatkan membaca :

Hadits 1: Astaghfirullooh hal-'azhiim 3 x.
   
اللهم أنت السـلام ومنك السلام تباركت يا ذاالجلال ولإكرام
          
         Allohumma antassalaam Waminkassalaam tabaarokta yaa dzaljalaali wal-ikroom.
Artinya: "Saya minta ampun kepada Alloh yang Maha Besar (3 x). Ya Alloh sejahteralah Engkau, dari dan pada Engkaulah kesejahteraan, Engkaulah yang kuasa memberi berkah yang banyak. Ya Tuhanku, yang mempunyai sifat kemegahan dan kemuliaan". 
(Bacaan ini dikerjakan oleh Rosulullah saw. menurut riwayat Muslim).



Hadits 2: Dari Mughiroh bin Syu'bah, bahwa setiap selesai dari sholat fardhu, Rosulullah saw biasa mengucapkan :
     لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
         '
          Laa ilaaha illallooha wahdahuu laa syariikalah, lahu 'l mulku walahu 'l hamdu wahuwa 'alaa kulli syay'in qodiir. Allohumma laa mani'a limaa a'thoita walaa mu'thiya limaa mana'ta, walaa yanfa'u dza'ljaddi minka'ljaddu'. (Tiada Tuhan melainkan Alloh, Tunggal tiada berserikat; bagi-Nyalah kerajaan dan puji-pujian, dan Ia Kuasa berbuat segala sesuatu. Ya Alloh, tiadalah yang dapat menahan apa-apa yang Kauberikan, tiadalah pula yang dapat memberikan apa-apa yang Engkau tahan, dan tiadalah bermanfaat kepada orang yang mempunyai kebesaran, kebesaran-Nya itu)."(H.R. Ahmad, Bukhori dan Muslim)
Hadits 3 : Dari 'Ali r.a., bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa-siapa yang membaca ayat Kursi (QS. al-Baqoroh 255) setiap akhir sholat fardhu, maka ia berada dalam lindungan Alloh sampai datangnya sholat yang lain." (H.R. Thobroni dengan isnad yang hasan)
Hadits 4 : Dari 'Uqbah bin 'Amir, katanya: "Saya dititah oleh Rosulullah saw agar membaca dua mu'awwidzah ("Qul Huwallohu Ahad" dan "Qul A'uudzu bi Robbil Falaq") setiap selesai sholat. "Sedang kalimat Ahmad dan Abu Daud berbunyi: 'Agar membaca mu'awwidzat ("Qul Huwallohu Ahad"). (H.R. Akhmad, Bukhori dan Muslim)
Hadits 5 : Dari Abu Huroiroh, bahwa Nabi saw. bersabda: "Barang siapa membaca tasbih (subhanalloh /Maha Suci Alloh) sebanyak 33 x setiap akhir sholat, lalu membaca tahmid (al-hamdu lillaah /segala puji-pujian bagi Alloh) 33 x pula, dan takbir (Alloohu-akbar /Allah Maha Besar) 33 kali, hingga jumlahnya 99 kali, kemudian untuk mencukupkan 100 dibacanya 'Laa ilaaha illallooha, wahdahu la syarika lah, lahu 'l mulku wa lahu 'l hamdu, wahuwa 'ala kulli syay'in qodir' (lihat hadits 16), maka diampunilah kesalahan-kesalahannya, walau sebanyak buih di laut sekalipun." (H.R. Ahmad, Bukhori, Muslim dan Abu Daud)

C. Penutup
Demikianlah makalah tentang bacaan wirid sehabis sholat fardhu.
Semoga berguna bagi kita semua.
Walloohu almuwaffiq ilaa aqwamith-thriiq
Wassala-mu ‘alaikum Warohmatulloohi Wabarokatuh.


Jember 30 April 2014


Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar