Kamis, 31 Oktober 2013

Awas Tas Kresek Merusak Lingkungan.





Awas!  Tas Kresek
Sangat Membahayakan Lingkungan.
Kurangilah Pemakaiannya !



Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi




Pendahuluan



Kita semua pasti mengenal tas kresek, karena setiap hari memakainya, kemudian setiap hari membuangnya sebagai sampah plastik.
Tahukah Anda bahwa sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan ?
Belum ? Marilah kita mempelajari masalah plastik dan sampah plastik ini.

Plastik adalah bahan yang kita pakai setiap hari sebagai tas kresek dan alat pembungkus lainnya, wadah-wadah yaitu gelas, botol dan kotak. Alat-alat rumah tangga berupa timba, ember dan alat-alat pembersih lainnya. Alat-alat medis. Alat –alat tulis. Sandal, sepatu, topi dan baju. Mainan anak-anak. Alat-alat listrik. Bagian dari rumah dan bangunan serta jalan-jalan. Bagian dari kendaraan dan senjata. Pokoknya plastik dipakai di mana-mana.
Plastik disukai karena harganya murah dan ringan. Mudah dibuatnya karena mudah meleleh serta sifatnya yang lentur dan keras.
Kesemuanya ini bila sudah tak terpakai dan rusak dibuang sebagai sampah plastik.
Sejarah plastik. 

Tahun 1862 parkesine dibuat dari selulosa
Tahun 1866 seluloid untuk membuat bola bilyar
Tahun 1891 rayon modifikasi lain dari selulosa
Tahun 1907 bakelite dibuat dari resin cair (minyak bumi).
Tahun 1920 nylon dibuat dari minyak bumi.
Tahun 1835 ditemukan polyvinylchloride (PVC) yang disempurnakan tahun1926
Tahun 1933 polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran
Tahun 1933 polyethylene dibuat dari minyak bumi
Tahun 1938 teflon dibuat dari minyak bumi
Tahun 1940-an penemuan acrylic dan polimer lainnya dari minyak bumi.
Macam-macam plastik yang sering dipakai
Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer / plastik yang banyak digunakan, mereka adalah
1. polyethylene (PE), .
2. polypropylene (PP),
3. polyvinyl chloride (PVC / paralon),
5. polystyrene (PS), dan
6. polycarbonate (PC).

Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas, cahaya, dan kimia.

Keamanan plastik untuk bungkus makanan

Kantung plastik kresek dan kemasan dari plastik lainnya merupakan alat pengemas yang paling banyak dipergunakan karena murah, praktis dan mudah didapat. Tetapi sayangnya  kemasan plastik dan kantung plastik kresek ternyata tidak selalu aman, bahkan berbahaya bagi kesehatan. Beberapa jenis kemasan plastik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan termasuk diantaranya kantung plastik “kresek” berwarna serta kemasan plastik berbahan dasar polistiren dan polivinil klorida (PVC). Juga berbagai kemasan dari plastik lainnya semisal botol plastik bekas minuman dan lainnya yang kita perlu mengenalnya.
Meskipun selama ini belum pernah ada pengaduan atau keluhan mengenai gangguan kesehatan akibat penggunaan kantung “kresek” sebagai wadah makanan, namun kita perlu berhati-hati. Kalau mau mewadahi makanan siap santap dengan plastik kresek sebaiknya dilapisi dulu dengan bahan yang aman seperti daun atau kertas.

Kenalilah Tanda Segitiga pada Plastik
Menentukan Keamanannya

Selain plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan “styrofoam” juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya.
Ditulis oleh Erabaru News   
Apakah Anda sering memakai ulang botol bekas air mineral? Itu hanya untuk sekali pakai lho. Jika Anda sering menggunakan barang-barang berbahan dasar plastik, maka Anda wajib berhati-hati. Kenali tanda segitiga pada setiap bahan plastik (terletak di bagian bawah), yang menentukan tingkat keamanannya.

 1. PET



Plastik dengan kode 1 atau PET (Polyethylene Terephthalate), biasa dipakai untuk botol kemasan air mineral, botol minyak goreng, jus, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik. Kode 1 ini juga berupa wadah minuman mineral dengan warna transparan untuk sekali pakai, karena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.
Ciri-ciri: Warna bening dan jernih
Peringatan: Hanya untuk sekali pakai dan bukan untuk air panas, jika sudah kotor atau kadaluarsa, maka harus dibuang

2. HDPE




Plastik dengan kode No.2 atau plastik HDPE (High-density Polyethylene), yang biasa dipakai untuk botol obat, botol susu cair, jerigen pelumas, dan botol kosmetik.
Ciri-ciri: Warna putih susu
Peringatan: Hanya sekali pemakaian

3. PVC
Plastik No.3 atau PVC (Polyvinyl Chloride), merupakan zat yang paling berbahaya. Biasa dipakai untuk pipa selang air, pipa bangunan, mainan, taplak meja dari plastik, botol shampo, dan botol sambal.
Peringatan: Jangan membungkus makanan yang panas dan berminyak, berbahaya bagi ginjal dan hati

4. LDPE


Plastik No.4 atau LDPE (Low-density Polyethylene), biasa dipakai untuk kantong kresek, tutup plastik, plastik pembungkus daging beku, dan berbagai macam plastik tipis lainnya.
Ciri-ciri: lunak dan fleksible

5. PP


Plastik No.5 atau PP (Polypropylene atau Polypropene), biasa dipakai untuk cup plastik, tutup botol dari plastik, mainan anak, dan margarine.
Ciri-ciri: berwarna putih tapi tidak jernih

6. PS

Plastik No.6 atau jenis PS (Polystyrene) merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh. Biasa dipakai untuk kotak CD, sendok dan garpu plastik, gelas plastik, atau tempat makanan dari styrofoam, dan tempat makan plastik transparan. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene (penyebab kanker) dapat berpindah ke dalam makanan.
Peringatan: berbahaya bila digunakan untuk membungkus makanan yang panas

7. Other


Plastik No.7 atau Other (O) dan jenis plastik lainnya selain dari no.1 hingga 6, yakni botol susu bayi, plastik kemasan, dan gallon air minum. Plastik No.7 ini termasuk Polycarbonate yang mengandung Bisphenol-A yang berpotensi merusak system hormon juga berbahaya bagi tubuh. Tetapi, ada juga bahan yang baik untuk lingkungan karena dapat diurai yang disebut bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, tebu.
Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP) yang dilabeli terkadang juga dilabeli dengan gambar gelas dan garpu atau ada tulisan `untuk makanan` atau `for food use`.
Sayangnya masih banyak barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal. Pemerintah Indonesia sendiri baru berencana untuk mewajibkan produsen kemasan makanan melakukan penandaaan atau memberi label. Rencana ini mulai diterapkan bulan November mendatang.
Dampak sampah plastik terhadap lingkungan 
(dikutip dari Alamendah’s Blog)
Dampak ini ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
  • Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
  • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
  • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
  • Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
  • Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
  • Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
  • Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
  • Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
Fakta tambahan:
  • Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific
  • Sekitar 80% sampah dil autan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik.
  • Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat  46,000 sampah plastik mengambang di lautan.
  • Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.
  • banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.

Cara Mengurangi Sampah Plastik 1
(Dikutip dari Nurfadila)

        Plastik merupakan bahan baku yang banyak digunakan oleh manusia, seperti untuk kemasan, sedotan, task kresek, bahan pelapis, mainan, alat-alat rumah tangga dan alat makan, perlengkapan sekolah, dan sebagainya. Sebagian besar barang-barang rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari dibuat dari plastik. Perkembangan pesat dari industri plastik dan teknologi membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah dan praktis.
Plastik dan segala jenis barang yang dibuat dari plastik sangat sulit untuk didaur ulang. Sampah plastik dan barang dari plastik baru akan terurai atau hancur di dalam tanah dalam jangka waktu kurang lebih 200-1000 tahun kemudian. Apabila dibakar, plastik akan mengahasilkan at kimia yang beracun dan menimbulkan berbagai penyakit seperti menyumbat saluran pernafasan, kanker paru-paru, mengganggu kesuburan dan sebagainya.
Dengan demikian, kita diharapkan dapat lebih berhati-hati dan menjadi lebih effisien dalam memanfaatkan barang-barang berbahan plastik. Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menefisienkan penggunaan plastik dan mengurangi sampah plastik adalah sebagai berikut.
1. Menggunakan dan memanfaatkan tas.kantong belanja dari kain untuk mengurangi tas.kantong belanja dari plastik.
2. Memanfaatkan barang berbahan plastik bekas untuk dibuat aneka barang kerajinan atau digunakan dalam bentuk lain seperti dompet, tas dan pernak pernik lain.
3. Mengembangkan produk plastik yang awet sehingga penggunaannya dapat berlangsung lebih lama.
4. Mengembangkan teknologi atau inovasi bahan pengganti plastik atau mendaur ulang plastik.

Cara Menanggulangi Sampah Plastik 2
(Dikutip dari Rina Hendriastuti)
Plastik banyak kegunaannya tetapi polimer sintetik plastik sangat sulit dirombak secara alamiah. Hal ini mengakibatkan limbah yang plastik semakin menumpuk dan dapat mencemari lingkungan. Plastik terdiri atas berbagai senyawa yang terdiri dari polietilen, polistiren, dan polivinil klorida. Bahan-bahan tersebut bersifat inert dan rekalsitran.
Senyawa lain penyusun plastik yang disebut plasticizes terdiri: (a) ester asam lemak, oleat, risinoleat, adipat, azelat, dan sebakat serta turunan minyak tumbuhan,
(b) ester asam phthalat, maleat, dan fosforat. Bahan tambahan untuk pembuatan plastik seperti Phthalic Acid Esters (PAEs) dan Polychlorinated Biphenyls (PCBs) sudah diketahui sebagai karsinogen yang berbahaya bagi lingkungan walaupun dalam konsentrasi rendah.
Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.
Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup Dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf,hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi. Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi mungkin ada beberapa cara untuk mengatasinya. Kita bisa mulai mengurangi sampah plastik kita dengan bukan tidak memakainya tetapi menggantikannya:
1. Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjaan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
2. Jangan langsung buang botol plastik sesudah minum. Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masihoke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.
3. Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi
4. Di negara barat banyak cafe seperti Starbucks sudah mulai membolehkan customer membawa sendiri cangkir atau lebih baik thermos untuk diisi kopi. Kantong plastik masih bisa digunakan lagi. Tapi kalau gelas plastik hanya bisa sekali saja.
Solusi terbaik dalam penanggulangan sampah plastik adalah dengan melakukan daur ulang dan menguraikannya. Saat ini sudah ditemukan cara yang tepat dan singkat untuk menguraikan sampah plastik. Yaitu dengan ditemukannya bakteri Pseudomonas sp dan bakteri Sphingomonas sp yang dapat menguraikan sampah plastik dalam kurun waktu singkat berkisar kurang lebih 3 bulan.


Industri Daur Ulang di Indonesia
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.

Pirolis Limbah Kaleng Bekas Ajaib
Mengubah Plastik Menjadi Minyak
12 Mai 2013 - 06.38 WIB


Kaleng bekas roti dan pipa besi ini merupakan alat konversi plastik menjadi minyak. Foto: MASHURI KURNIAWAN/riau pos

Dua buah kaleng bekas roti disusun secara bertingkat. Sebuah pipa besi tersambung dengan kaleng roti pada bagian atas. Sedangkan ujung pipa besi lainnya dibiarkan terbuka begitu saja. Bila dihidupkan pemantik api dekat dengan ujung pipa tersebut akan turut menyemburkan api. Alat konversi plastik menjadi minyak bernama pirolis  ini merupakan karya  Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Heriyadi.

Laporan, MASHURI KURNIAWAN, Pekanbaru
Proses pembuatannya sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar. Untuk membuat pirolis dibutuhkan dua buah kaleng bekas roti. Pipa besi sepanjang 3 meter atau  lebih panjang akan lebih bagus. Kemudian lem besi dan sampah plastik.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan alat ini adalah saat pengeleman. Diusahakan tiap sambungan tertutup lem dengan rapat. Sebab, bila terjadi kebocoran bisa memberikan pengaruh pada proses kondensasi dan minyak yang dihasilkan.  Selanjutnya yang harus diperhatikan lagi, jangan sampai pipa kurang dari dua meter, bisa berpengaruh juga pada kondensasi uap panas dihasilkan bisa  tidak maksimal.
Untuk menghasilkan minyak, ada beberapa langkah yang harus diakukan. Kaleng pertama yang berada di bawah dijadikan tempat pebakaran sampah. Kaleng ini berisi dengan  serbuk atau sekam kayu sampai penuh. Lalu buat lubang kecil pada kaleng itu. Fungsinya  bila dilakukan proses pembakaran pada kaleng pertama oksigen dapat masuk.
Kemudian, kaleng kedua yang berada di atas isi sampah plastik yang sudah diracik kecil ditutup rapat. ‘’Plastiknya harus kering. Kalau basah, sulit menghasilkan minyak yang banyak,’’ jelas Heriyadi kepada Riau Pos, Rabu (8/5) lalu.
Heriyadi menyebutkan, sampah yang digunakan sebaiknya  yang mempunyai senyawa sejenis saja dalam sekali pembakaran. Misalnya botol bekas minuman mineral, tidak dicampur sampah plastik yang lain. Sebab,  setiap sampah mengandung polimer yang berbeda dengan lainnya
Kaleng pertama yang sudah berisi serbuk kayu dibakar. Dengan begitu, proses pembakaran tersebut  akan membuat sampah plastik dalam media kedua memuai dengan sendirinya.
Uapan itulah yang akan mengeluarkan cairan melalui pipa peyulingan yang berada di atas kaleng. Cairan itu merupakan minyak yang dihasilkan dari proses konversi plastik menjadi minyak. Warna minyak yang dihasilkan, dari penuturan Heriyadi warnanya kekuningan.Dari percobaan yang sudah dilakukannya, sampah plastik satu kaleng dapat menghasilkan minyak sebanyak setengah botol air mineral.
Dikatakan,  kuantitas minyak yang dihasilkan konvensi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah jenis sampah plastik yang digunakan.  Plastik botol minuman seperti Pocari Sweat, ember plastik, Aqua, Mizone,  dan lainnya, dapat menghasilkan lebih banyak minyak dibandingkan kantong plastik, atau plastik-plastik lainnya.
‘’Saya mencoba memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai.  Untuk pembakaran bisa dengan media apapun, tapi dengan serbuk kayu lebih baik memakai bahan bakar kayu. Namun untuk hasil yang maksimal, kita bisa menggunakan kompor gas.  Karena panasnya lebih stabil dan kita mudah dalam mengatur suhu pemanasannya,’’ jelasnya.
Namun lanjutnya, secara  manual  bisa di gunakan  untuk pembakaran  seperti mana biasanya minyak tanah yang ada pada saat ini. Dalam proses ini diperkirakan  untuk 1 kilogram sampah menghasilkan 0,8 liter dari proses pembakaran tersebut ungkap heryadi kepada Riau Pos belum lama ini.
Pengembangan alat yang disebut dengan pirolis ini, katanya dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, yang kemudian disebut minyak plastik. Minyak ini  bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor, tungku atau mesin-mesin bakar sederhana.
Selain itu, untuk keperluan sehari- hari tidak perlu membeli minyak tanah yang harganya semakin tak terjangkau. Sebab minyak yang dihasilkan alat ini kualitasnya lebih bagus dari minyak tanah. Bila mempunyai keinginan, semua masyarakat bisa lebih kreatif dengan temuan energi terbarukan,  mengkonversi lebih lanjut plastik  menjadi  bensin, solar dan lainnya.

Jepang Buat Plastik Ramah Lingkungan

          Jenis plastik yang baru ditemukan ini sudah beredar dan mempunyai kekuatan sebaik plastik konvensional, dan dapat dibuat menjadi aneka ragam benda, seperti kemasan hingga serat untuk tekstil.  Bahkan, plastik ini dapat terurai oleh mikroorganisme di dalam tanah.
          Selain itu, daya tahan lebih tinggi terhadap bakteri dan jamur. Begitu juga bila dibakar, gas yang dihasilkan tidak akan menimbulkan efek rumah kaca maupun gas beracun. Dan, aman digunakan di dalam mikrowave. 
           Ada pula digunakan untuk kartu memori pada komputer jinjing atau laptop.


*Sumber: http://clubbing.kapanlagi.com

Penutup

Demikianlah, telah penulis bahas masalah “Tas Kresek” yang sangat membahayakan lingkungan bila dibakar atau dibuang sebagai sampah.
Usaha penanggulangannya adalah dengan cara menguragi pemakaiannya.
Selain itu telah penulis kutip cara penanggulangan lain yang ditulis ole beberapa penulis.
Semoga berguna bagi kita semua.
Penulis yakin bahwa makalah ini tidak sempurna. Bila para pembaca menemukan kesalahan mohon diberitahukan kepada penulis untuk dilakukan koreksi. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Akhirnya, wallohul muwaffiq ila aqwamittoriq.

Jember, 30 Oktober 2013.

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tlp. 0331 481127 Jember




Tidak ada komentar:

Posting Komentar