Jumat, 17 Agustus 2012

Pergi ke Surga secara imajiner 02

Direvisi 16 September 2012


Berkunjung ke Surga
Secara Imajiner
Seri ke-2


Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi



......... Lanjutan makalah bulan lalu


Peristiwa di Al A’rof
Kemudian para mukminat calon penghuni surga yang ada di dinding Al-A’rof itu mulai dipindahkan ke surga.
Aku melihat bahwa proses pemindahan para mukminat yang telah berhasil melewati Shiroth yang mengerikan itu, sama dengan proses pemindahan mereka dari Padang Mahsyar di bumi ke Shiroth sebelumnya, yaitu dengan dibopong oleh malaikat masing-masing. Mereka dipindahkan bersama-sama menuju ke Surga.
Akan tetapi tidak semuanya dipindahkan ke Surga. Dari ratusan juta mukminat yang telah dipindahkan ke Surga itu masih ada ribuan orang yang masih tersisa dan tinggal di Al-A’rof itu.33) Di kawasan Al-A’rof itu telah disediakan Alloh swt. rumah-rumah untuk tempat tinggal mereka. Rumah-rumah itu mirip dengan rumah kita semasa masih tinggal di dunia sebelumnya. Para mukminat telanjang yang telah berhasil melewati shiroth yang mengerikan itu, lalu dibawa oleh malaikat masing-masing masuk ke dalam rumah-rumah itu. Tiap-tiap rumah dihuni oleh beberapa orang.
Sayapun menjalankan kendaraan “kapsul waktuku” masuk ke dalam salah satu rumah itu. Di dalam rumah itu terdapat lampu-lampu seperti penerangan di dunia, sehingga keadaannya lumayan terang. Mereka tidak bisa melihat aku tetapi aku bisa melihat mereka. Perlengkapan di dalam rumah itu adalah seperti yang ada di “kapsul waktuku”, yaitu meja, kursi, tempat tidur dan almari yang tidak ada pintunya. Di dalam almari itu malaikat telah menyediakan pakaian-pakaian muslimah yang jumlahnya cukup untuk dipakai oleh mereka semua. Sedang di atas meja telah disediakan makanan dan minuman sekedar cukup untuk mengganjal perut mereka sehari-hari.
Mula-mula mereka tidak begitu memperdulikan sesama kawan mereka, mungkin karena masih diliputi rasa ketakutan sewaktu meniti shiroth. Setelah rasa ketakutan mereka mulai reda barulah mereka saling menyapa antar sesamanya, kemudian melakukan kegiatan sederhana yaitu jalan-jalan, duduk-duduk, makan-makan dan minum-minum serta berbincang-bincang. Mereka tidak perlu bekerja, karena semuanya telah diselesaikan oleh para malaikat.
Tetapi mereka masih diberi kewajiban beribadah terutama sholat lima waktu secara berjamaah menggunakan mukenah yang telah disediakan di situ. Kulihat sebagian dari mereka masih canggung sewaktu mengenakan mukenah itu, mungkin dahulu sewaktu masih hidup di dunia mereka berjenis kelamin laki-laki sehingga tak pernah memakai mukenah.
Selanjutnya kata “sang pikiranku”, mereka selalu melantunkan puji-pujian (wirid) terhadap Alloh swt. serta memanjatkan do’a minta ampun atas segala dosa yang telah mereka jalani sewaktu hidup di dunia.
Hebatnya, di dalam rumah itu terdapat alat komunikasi canggih yaitu televisi interaktif yang bisa menghubungkan mereka dengan para mukmin teman mereka yang telah masuk ke dalam surga sebelumnya, serta dengan para kafirot dan musyriqot yang langsung dimasukkan malaikat ke dalam neraka melalui pintunya, atau dengan para fasiqot dan munafiqot yang terjatuh ke jurang neraka yang sangat dalam sewaktu meniti Shiroth. Rupa-rupanya di Neraka juga ada televisi interaktif serupa dengan yang ada di Al-A’rof ini. Sewaktu melihat keadaan di surga yang penuh dengan kenikmatan, para penghuni Al-A’rof itu sampai menangis sangking kepenginnya mereka masuk ke situ.
Menurut laporan “sang pikiranku”, mereka berkata kepada para mukmin ahli surga34) “Wahai para ahli surga Salamun Alaikum (sejahteralah kalian)” Sewaktu ingat kepada Alloh mereka berseru: “Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku selama hidup di dunia dan lipat gandakanlah pahala amal baik saya. Izinkanlah saya masuk ke dalam surga itu ya Alloh?” Sewaktu mereka melihat keadaan Neraka melalui televisi itu mereka mengenali beberapa kawan mereka dulu semasih hidup di dunia ada di situ. Kata mereka : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu". Selanjutnya mereka berkata kepada bekas teman-teman mereka yang ada di dalam neraka itu: "Sekarang terbukti bahwa harta yang kamu kumpulkan dan kamu sombongkan itu, sama sekali tidak bermanfa'at bagimu di dalam Neraka itu. Lihatlah pada teman-teman kita yang telah menjadi ahli surga. Itukah mereka yang sewaktu di dunia kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rohmat Allah?". Penduduk surga bertanya kepada penduduk neraka:“Apakah kamu telah memperoleh azab yang telah dijanjikan-Nya bagimu di dalam Kitab Suci-Nya?" Penduduk neraka menjawab: "Betul".
Kemudian seorang malaikat mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Alloh ditimpakan kepada orang-orang yang zolim, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirot."
Kemudian penduduk neraka menyeru penduduk surga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Alloh kepadamu". Penduduk surga menjawab: "Alloh telah mengharomkan keduanya atas orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu kamu sekalian."
Bila mau, para penghuni surga itu bisa saja mengirimkan makanan dan minuman seketika itu juga lewat lubang cacing (worm hole) kepada penduduk Neraka, yang di antaranya sewaktu di dunia adalah famili dan kawan-kawan mereka sendiri. Tetapi hal itu dilarang Alloh swt. Demikianlah laporan “sang pikiranku” kepadaku karena di dalam “kapsul waktu” itu aku tidak bisa mendengar apa-apa.

***
Ternyata kecanggihan alat komunikasi interaktif penduduk di akhirot yang menghubungkan 3 tempat itu, jauh melebihi kecanggihan alat komunikasi modern di bumi karena berlangsung seketika dan jaraknya satu sama lain sangat jauh yaitu antar galaxi bahkan antar alam semesta. Kalau kita menggunakan pemikiran fisikawan Inggris Stephen Hawking yang konon adalah fisikawan terpandai abad ini, hal ini bisa saja terjadi bila komunikasi itu menggunakan saluran lubang cacing (worm hole dalam mekanika quantum).
Berangkat ke Surga
Setelah penduduk Al-A’rof itu menjalani “siksaan kecil” selama beberapa lama di situ, akhirnya dosa mereka diampuni Alloh swt. Kemudian mereka diberangkatkan ke Surga sebagaimana kawan-kawan mukminat mereka sebelumnya dengan cara dibopong oleh malaikat masing-masing.35)
Setelah menyaksikan “drama satu babak itu” saya kemudian mengikuti rombongan mukminat bekas penghuni Al-A’rof itu menggunakan “kapsul waktuku” menuju ke Surga.
Perjalanan dari tebing neraka Al-A’rof ke alam semesta Surga adalah perjalanan yang sangat jauh, karena Al-A’rof itu berada di luar system alam semesta Surga. Keduanya berbeda dalam dimensi ruang dan waktu. Tetapi aku tidak mengalami kesukaran sama sekali, karena tinggal mengikuti jalan terbangnya para malaikat yang membawa para penghuni Al-A’rof itu dengan dituntun oleh “sang pikiranku”.
Kejadian di Planet Surga Kautsar.
Sebagaimana halnya di alam semesta dunia, di alam semesta surga juga terdapat bermilyar-milyar tata-surya (bintang) yang berkelompok membentuk galaxi-galaxi surga. Galaxi Bimasakti tempat bumi kita berada bentuknya seperti piring yang berputar. Pusat putaran galaxi kita adalah sebuah lubang hitam (black hole) yang sangat besar, dengan gaya tarik gravitasi yang kekuatannya setara dengan 4 juta matahari. Di seluruh alam semesta dunia dan surga terdapat bermilyar-milyar galaxi.
***
Akhirnya perjalananku mengendarai “kapsul waktuku” sampailah pada tujuannya. Terminal kedatangan para calon ahli surga itu adalah sebuah planet di salah satu tata-surya di surga. Nama planet itu sangat terkenal yaitu “Al-Kautsar”. Dari luar angkasa planet Al-Kautsar itu mirip keadaan bumi kita yaitu berwarna hijau kebiru-biruan karena adanya lapisan atmosfir.36) Juga terdapat benua-benua yang dikelilingi oleh samudera yang luas. Di benua itu, juga terdapat gunung-gunung, lembah, sungai-sungai dan danau. Di salah satu daratan benua planet surga Al-Kautsar yang kami tuju itu terdapat beberapa kemah besar.37) 

 Di dunia terdapat sebuah kemah yang besar yaitu di Krausnick Jerman. 
Luasnya 6,7 km2 dan tinggimya 107 m. 
Tetapi kemah di surga jauh lebih besar. Kira-kira 1500 x luas kemah ini.

 Suasana di dalam kemah di Krausnick.

 Kemah itu berbentuk kubah berpenampang kira-kira seratus kilometer.38) Dinding luar kubah itu terbuat dari mutiara tembus-pandang yang transparansinya dapat diatur sesuai dengan cahaya di luar Ghurof. Bagian dalam kubah itu bisa memancarkan sinar untuk menerangi ruangan besar di bawahnya di waktu malam. Seperti halnya planet bumi, planet Al-Kautsar ini berotasi sekali selama 24 jam serta berevolusi setahun sekali mengelilingi matahari yang bentuknya seperti matahari kita di bumi.
  
The Earth and the Moon
  
Pendeknya Alloh swt. telah menciptakan planet surga Al-Kautsar ini persis seperti planet bumi, lengkap dengan bulannya sekalian yang mengelilingi bumi sebulan sekali, sehingga manusia surga yang berada di atasnya “merasa seperti ada di rumah sendiri”. Yang membedakannya dengan bumi adalah di sini terdapat kemah mutiara. Adanya dinding kemah itu menjadikan “Iklim” di dalamnya tidak terpengaruh oleh iklim di luar kemah yang suhunya bisa berubah-ubah. Di luar kemah sewaktu-waktu bisa turun hujan, yang bila terlalu lebat bisa terjadi banjir. Anginnya pun sewaktu-waktu bisa berubah menjadi taufan dan tornado. Sedang di pantai lautnya pun bisa terjadi tsunami, atau terjadi letusan gunung berapi serta gempa bumi. Semuanya sama sekali tidak memberikan pengaruh ke bagian dalam kemah itu.  
“Kapsul waktuku” lalu kukendalikan masuk ke dalam salah satu kubah itu melalui salah satu pintunya. Alangkah indahnya “kampung akhirot” yang ada di dalam kubah itu. Cahaya ada di mana-mana, udaranya sangat nyaman. Di tambah lagi terasa sejuknya tiupan angin “Nasim” (seperti namaku, yang artinya adalah angin sepoi-sepoi di surga). Dan kata “sang pikiranku”, aromanya sangat harum.
Berdiri di atas “tanah” dibawah kubah itu, terdapat bangunan-bangunan berukuran sedang, masing-masing disediakan untuk seorang calon penghuni surga. “Kapsul waktuku” itupun kubawa masuk ke dalam salah satu bangunan itu. Di dalam rumah itu ternyata terdapat meja yang terbuat dari perak dengan kursinya yang berlapis kain beledu yang tebal serta fasilitas untuk mandi. Fasilitas mandinya berupa kolam dan pancuran air.
Yang membuat aku takjub adalah di dalamnya kulihat banyak berlalu lalang mahluk-mahluk kecil yang sangat elok. Wajahnya cemerlang bak mutiara.39) Sedangkan pakaian dan perhiasan yang mereka pakai indah sekali. Tinggi mahluk-mahluk itu kira-kira sama dengan anak S.D yang berumur belasan tahun. Aku tidak bisa menduga jenis kelaminnya. Mereka hilir mudik melayani calon penghuni surga itu. Di dalam Al Qur-an mahluk itu dinamakan “Wildanun mukholladun”, 40) yaitu manusia android anak-anak yang diciptakan Alloh swt. khusus untuk melayani para calon dan penghuni surga. Kelihatannya para pelayan surga android itu bisa mengucapkan bahasa yang difahami oleh calon penghuni surga itu, sehingga mereka asyik berbicara.
Seorang pelayan sorga membawa seperangkat pakaian wanita di atas sebilah talam perak yang segera dipakai oleh perempuan calon penghuni surga itu untuk menutupi auratnya. Seorang pelayan surga lainnya membawa sebilah talam perak yang di atasnya terdapat cerek dan gelas yang juga terbuat dari perak seperti kaca yang sangat indah.41) Gelas itu berisi air yang diambil dari telaga Kautsar yang termasyhur itu. Tentu saja air itu segera diminum oleh perempuan calon penghuni surga itu karena dia sangat kehausan setelah menyeberangi neraka di atas shiroth sebelumnya.
Manfaat dari air telaga Al-Kautsar itu adalah,42) apabila air yang diminum itu sampai pada dadanya, keluarlah segala yang ada di dalam dada seperti pra sangka, menipu dan dengki dan sifat-sifat buruk lainnya. Sehingga dada mereka bersih darinya. Lalu apabila air minum itu sampai ke dalam perutnya, keluarlah apa yang terdapat di dalamnya dan yang membuat kerusakan serta penyakit, juga air kencing. Sehingga di dalam surga mereka tidak perlu kencing dan buang air besar lagi, karena Alloh swt. telah langsung mengambil kotoran itu dari dalam usus dan darah mereka. Maka mereka bersih lahir dan batinnya. Kini tubuh mereka kelihatan segar, lalu mereka beristirahat.
Setelah selesai beristirahat pelayan surga itu mempersilahkan mereka mandi. Kulihat di situ ada pancuran yang terbuat dari emas untuk mandi. Letaknya ada di dalam ruangan kecil yang berpintu seperti di hotel berbintang lima di dunia. Sedangkan dinding kolam untuk mandinya terbuat dari beraneka warna batu mulia yang sangat indah. Bagi yang bisa berenang tentu saja mereka lebih suka mandi di kolam itu. Ketrampilan para wanita itu di akhirot masih sama dengan ketrampilan mereka semasih hidup di dunia. Kalau mereka meninggal dalam keadaan pikun atau lumpuh, Alloh swt. akan mengembalikan ketrampilan dan kepandaian mereka seperti sebelum sakit.
Rupa-rupanya wanita yang ada di mukaku ini, sewaktu hidup di dunia berwujud perempuan yang tidak bisa berenang, sehingga di sini dia juga masih tidak bisa berenang. Maka dia memilih mandi dengan menggunakan pancuran air yang terbuat dari emas itu. Kata “sang pikiranku” pelayan surga itu telah memberitahunya cara menggunakan pancuran air itu. Tidak usah memutar-mutar kran, cukup berkata “Wahai pancuran, keluarkanlah airmu!”, maka airnya akan keluar sendiri. Segera perempuan calon penghuni sorga itu masuk ke dalam ruangan tempat pancuran air itu diiringi beberapa “orang” pelayan surganya. Pintunya pun segera menutup secara otomatis. Aku tidak ikut masuk ke dalamnya karena ruangannya terlalu kecil untuk “kapsul waktuku”. Selesai mandi, pintu ruangan kecil itu membuka sendiri. Calon penghuni surga yang sebelumnya perempuan itu keluar. Sekarang dia memakai pakaian pendek yang menutupi bagian badan antara pusat dan lututnya.
Aku sangat terkejut melihat sosoknya sekarang. Karena kini dia telah berubah menjadi seorang laki-laki muda yang sangat tampan, menyerupai pria yang berumur sekitar dua puluh lima tahun. Sosoknya tinggi tegap, bertubuh atletis dan sangat macho dengan kumis dan jenggotnya yang keren. Wajahnya seperti bulan purnama yang memancarkan aura berwibawa. Setelah berubah menjadi laki-laki yang bertubuh kuat, sekarang dia tak takut lagi mandi di kolam itu. Dia segera menceburkan diri mandi di kolam itu.
Setelah selesai mandi, para pelayan surga itu mengeringkan tubuh pria jantan calon penghuni sorga itu dengan alat pengering jarak jauh. Sebagian pelayan surga itu membawa teroli berisi pakaian kebesaran maharaja planet surga yang terbuat dari kain sutera yang halus berwarna hijau dan kain beledu yang tebal. Sedang seorang pelayan surga membawa sepasang gelang perak.43) Khusus bagi Maharaja planet surga Adn gelangnya terbuat dari emas bertatahkan mutiara.44) Pria gagah itu mengenakan pakaian dan kedua gelangnya dibantu oleh para pelayan surga itu. Maharaja ini tidak dipakaikan mahkota, karena mahkota hanya dikenakan oleh mukmin yang mati syahid.45) Alangkah tingginya kemulian yang diberikan Alloh swt. kepada para syahid !
Maka mukmin ini secara resmi telah diangkat oleh Alloh swt. menjadi seorang Maharaja planet surga.
Sesuai dengan amal ibadahnya seorang Maharaja planet sorga oleh Alloh swt. diberi kekuasaan atas satu, dua, tiga sampai empat kerajaan planet surga.46) Kata “sang pikiranku” seorang pelayan surga memberi tahu maharaja planet surga bahwa beliau telah dianugerahi Alloh swt. dua buah planet surga yang dapat ditempatinya secara bergantian.
Letak kedua planet surga itu tidak berdekatan seperti planet bumi dan Mars atau planet bumi dengan planet Venus yang ketiga-tiganya berada di satu tata surya yang sama. Karena di dalam satu tata surya hanya ada satu planet saja yang layak huni, yang mataharinya berjarak optimal dari planet surga itu, sehingga suhu planet surga itu tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Maka letak kedua planet surga yang dimiliki oleh sang Maharaja surga itu berada di dua tata surya yang berjauhan, tetapi masih termasuk di dalam galaxi yang sama.
Tiba-tiba saja sebuah kendaraan antariksa sorga telah dihadirkan Alloh swt. di ruangan itu lengkap dengan pelayan surga di dalamnya yang bertindak sebagai awak pesawat. Rupa-rupanya pesawat itu adalah sebuah transporter yang bisa membawa sang maharaja surga itu langsung ke kerajaan planet surganya dengan seketika. Setelah sang maharaja surga itu masuk ke dalam pesawat itu segera transporter itu hilang dari pandanganku.
Karena obyek manusia surga yang kuamati sudah tidak ada lagi, maka “sang pikiranku” kusuruh meninjau keadaan di rumah-rumah lainnya, baik di kemah mutiara ini serta di kemah-kemah lainnya.

***
Di dalam salah satu episode film seri “The X-Files” terdapat cerita tentang perpindahan antar ruang berjarak jauh melalui lubang cacing (worm hole dalam mekanika quantum). Seorang penduduk AS di dalam rumahnya melihat seberkas sinar menyinarinya, lalu seketika itu juga dia telah berpindah ke sebuah rumah di Kanada. Tentu saja penghuni rumah itu terkejut. Setelah mereka menyadari peristiwa itu, penduduk AS itu akhirnya kembali pulang ke rumahnya di AS naik pesawat udara karena dia tidak bisa memasuki lubang cacing (worm hole) itu lagi.
Sama halnya dengan komunikasi antara penduduk surga, neraka dan penduduk Al-A’rof yang menggunakan saluran lubang cacing sehingga bisa berlangsung seketika, perpindahan maharaja surga dari planet Al-Kautsar ke planet kerajaan surganya juga menggunakan saluran lubang cacing (worm hole) ini, sehingga bisa berlangsung seketika.

***
Penjara di Surga untuk Orang-orang Kaya 47)
Kali ini aku tidak mengikuti perjalanan Maharaja sorga itu ke kerajaan planet surganya, karena “sang pikiranku” yang telah kusuruh melihat keadaan di rumah-rumah lainnya melihat peristiwa yang ganjil. Ada beberapa orang calon penduduk surga yang setelah mandi tidak diberi pakaian kebesaran maharaja surga seperti yang kulihat tadi, melainkan diberi pakaian laki-laki biasa. Juga tidak ditumpangkan ke transporter yang dapat membawanya langsung ke planet surganya. Tetapi pelayan surga itu membawanya masuk ke dalam sebuah kendaraan yang mirip piring terbang UFO yang kecil. Pesawat itu tidak menggunakan baling-baling atau jet melainkan menggunakan enerji pendorong yang diperoleh dari penggabungan materi-anti materi. Tidak memakai roda, tetapi langsung bisa terbang dengan kecepatan tinggi. Namun penumpang di dalamnya tidak mengalami efek akselerasi karena pesawat itu mempunyai sistem gravitasi sendiri yang terpisah dari gravitasi planet Al-Kautsar ini. Aku urung berkunjung ke salah satu kerajaan planet surga milik Maharaja kerajaan planet surga yang kulihat tadi. Melainkan mengikuti perjalanan salah satu pesawat yang mirip piring terbang UFO itu terlebih dahulu. Agar aku nantinya tidak usah kembali lagi ke sini, maka kusuruh “sang pikiranku” mencari salah satu “alamat / posisi” kerajaan surga itu. Setelah kudapatkan “alamat”nya, segera kuterbangkan “kapsul waktuku” mengikuti salah satu pesawat itu keluar dari kemah mutiara itu melalui salah satu pintunya.
Piring terbang kecil itu ternyata terbang ke sebuah benua yang berada di balik planet Al-Kautsar. Jarak antar benua yang jauh itu hanya ditempuh dalam beberapa menit saja. Bagi “kapsul waktuku” mudah saja untuk mengikutinya karena dia dapat terbang secepat cahaya. Di benua itu juga terdapat kemah-kemah berbentuk kubah yang besar. Kuikuti piring terbang surga itu masuk ke dalam salah satu kemah melalui sebuah pintunya. Di dalam kemah itu terdapat bangunan-bangunan besar yang bentuknya seperti gudang tanpa jendela. Sedang pintunya berupa pintu geser yang besar yang bisa membuka secara otomatis sewaktu pesawat berpenumpang laki-laki ganteng itu mendekatinya. Aku di dalam “kapsul waktuku” tidak ikut masuk ke dalamnya, takut kalau nantinya tidak bisa keluar lagi. Maka kuparkir “kapsul waktuku” di luar bangunan besar itu. Agar bisa mengetahui situasi di dalamnya kusuruh “sang pikiranku” mengikuti pesawat itu masuk ke dalamnya. Untuk keluar lagi dari gudang itu, bagi “sang pikiranku” sangat mudah karena dia bisa menembus dindingnya.
Setelah beberapa waktu berada di dalamnya, “sang pikiranku” pun keluar dari bangunan besar itu dan segera melaporkan tentang situasi yang ada di dalamnya ke padaku. Di dalam gudang besar itu ternyata terdapat malaikat-malaikat yang ditugaskan Alloh swt. untuk “menyiksa” para mukmin yang di dunia termasuk orang kaya. Jumlahnya ada beberapa ratus orang.
Para malaikat itu melingkarkan sebuah alat di pergelangan tangan mereka. Alat itu berisi data, di antaranya adalah data identitas mereka, daftar kekayaan yang mereka miliki di luar keperluan mereka yang wajar. Daftar barang-barang yang ada di dalam lemari, gudang-gudang serta di dalam garasi-garasi mobil mereka, yang seyogyanya dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Juga daftar kelebihan makanan yang disimpan sampai basi dan rusak yang seharusnya dapat diberikan kepada orang miskin dan kelaparan yang ada di sekitar mereka. Juga daftar jumlah uang yang telah mereka habiskan untuk perjalanan yang tidak perlu selama hidup di dunia.
Jumlah amal ibadah mereka di dunia, termasuk di antaranya zakat dan sedekah memang cukup banyak. Berkat semuanya itulah yang menjadikan tubuh mereka mengeluarkan cahaya untuk menerangi jalan di atas shiroth. Sehingga mereka terhindar dari jatuh ke dalam jurang neraka yang sangat dalam. Akhirnya mereka bisa selamat sampai ke seberang.
Semua data itu dikutip dari kitab amal yang dibawa oleh malaikat sewaktu pengadilan di padang mahsyar.
***
Umumnya orang-orang kaya ini sewaktu hidup di dunia makan melebihi keperluan tubuh, sehingga mereka menderita “penyakit” kegemukan. Termasuk dalam daftar perjalanan yang tidak perlu adalah perjalanan “ibadah mahal” secara berlebihan, yaitu ibadah hajji dan umroh berkali-kali.
Seharusnya kelebihan uang mereka itu diberikan kepada para fakir miskin tetangga dekat dan jauh mereka serta sanak famili mereka yang miskin.
Konsumsi yang berlebihan serta perjalanan yang tidak perlu itu telah menghabiskan banyak sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui, yang jumlahnya sangat terbatas. Penyebab utama fenomena “Pemanasan Global” adalah emisi karbon pembakaran di pabrik-pabrik untuk memproduksi barang-barang konsumsi secara besar-besaran guna melayani nafsu belanja orang-orang kaya yang tidak ada habisnya, melebihi yang dapat ditorensi oleh mekanisme alam. Emisi karbon pembakaran di pabrik-pabrik semen untuk membangun gedung-gedung yang besar dan mewah bagi orang-orang kaya, serta emisi karbon dari knalpot kendaraan darat, air dan udara. Serta akibat kotoran sapi potong yang memproduksi daging konsumsi orang-orang kaya. Kotoran sapi itu mengeluarkan gas yang bisa merusak lapisan ozon di ionosfir.
Secara syar’i, penyebab utama dari perlombaan kaum muslimin mencari kekayaan adalah akibat dari salah tafsir kata “rizqi” di dalam Al Qur-an dan Al-Hadits. Di dua sumber agama ini “rizqi” diartikan sebagai “kekayaan”. Padahal arti “rizqi” yang sebenarnya adalah “makanan”. Maka doa dan sholat untuk memohon “rizqi” kepada Alloh swt. diartikan dengan memohon “kekayaan”. Padahal maksud sebenarnya adalah memohon agar “cukup dikarunia makanan” berupa padi-padian dan buah-buahan, serta “tidak ditimpa oleh kelaparan”. Wallohu a’lam.
***
Siksaan yang diderita oleh orang-orang mukmin calon penghuni surga itu berupa penundaan masuk ke dalam planet surga masing-masing. Konon mereka menunggu di gudang itu selama 40-500 tahun waktu dunia yang praktis sama dengan waktu di situ karena hitungan waktu di planet Al-A’rof itu sama dengan di bumi. Selama itukah? Wallohu a’lam (Alloh yang lebih mengetahuinya).
Akibat tidak berjendela itulah, maka suasana di dalam gudang itu cukup panas sehingga mereka selalu bercucuran keringat dan kehausan. Karena di situ telah disediakan air minum yang cukup banyak, berasal dari telaga Kautsar. Maka pekerjaan utama mereka sehari-harinya adalah selalu minum air Al-Kautsar itu.
Selain itu pakaian, makanan serta perabotan rumah tangga yang disediakan malaikat untuk mereka di situ adalah sangat sederhana, seperti yang dipakai oleh kaum fakir miskin di dunia. Bahkan lebih jorok lagi, karena lingkungannya sungguh sangat menjijikkan.
Sebagaimana di Al-A’rof, di surga dan neraka, di situ juga disediakan televisi interaktif. Sehingga mereka bisa melihat keadaan di surga dan neraka tempat tinggal teman-teman dan famili mereka dahulu semasa hidup di dunia, serta bercakap-cakap dengan mereka. Akibat dari minum air telaga Al-Kautsar itu mereka tidak lagi merasa dendam dan marah. Perasaan yang masih mereka miliki antara lain adalah rasa sedih, karena mereka masih tertahan di situ. Sehingga mereka sering menangis.
Setelah mendengar cerita “sang pikiranku” maka kufikir aku tidak perlu lagi terlalu lama menunggu mereka keluar dari gudang itu. Meskipun bisa saja aku masukkan “kapsul waktuku” ke dalam terowongan waktu 50 tahun ke masa depan untuk melihat orang-orang kaya itu keluar dari penjara itu. Aku sudah kebelet ingin segera melihat Kerajaan planet surga milik para Maharaja planet surga yang telah berangkat sebelumnya. Maka kuperintahkan “sang pikiranku” yang telah mempelajari teknologi canggih pesawat transporter itu, serta telah mengetahui alamat planet surga mereka, untuk memprogram “kapsul waktuku” pergi ke sana. Dialah yang telah menciptakan “kapsul waktu”ku itu.
Maka, pemandangan gudang tahanan para mukmin yang kaya itu segera hilang dari mataku, berganti dengan pemandangan kerajaan planet surga yang sangat indah. Tempat itulah yang diinginkan seluruh manusia untuk tempat tinggal mereka kelak. Kecuali orang-orang yang terlalu sibuk mengurusi dunia serta orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirot.


Be      Bersambung ke : Berkunjung ke surga secara imajiner Seri ke-3 ........



Jember, 22 Juli 2012

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jl. Gajah Mada 118
Tlp. (0331) 481127
Jember


Daftar catatan kaki
  
7:46
33) Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka.
34) Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum ". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). (QS. Al-A’rof [7]:46)
  
7:47
  
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu". (7:47)
  
7:48
  
Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfa'at kepadamu." (7:48)
  
7:49
  
(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (7:49)
  
7:50
  
Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (7:50)
  
7:51
  
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (7:51)
  
7:52
  
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur'an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami ; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (7:52)
  
7:49
35) (Kepada orang mu'min itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati." (QS. Al-A’rof [7]:49).
  
55:46
55:62
55:64
36) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (QS. Ar-Rohman [55]: 46, 62 dan 64).
37) Sesungguhnya orang mukmin dalam surga benar-benar mempunyai kemah dari sebutir mutiara berongga, panjangnya 60 mil. Dalam kemah itu ada keluarga-keluarga (isteri-isteri bidadari) yang dia kelilingi (disetubuhi secara bergilir) tanpa saling melihat. (HR. Bukhori dan Muslim).
38) Sesungguhnya orang beriman disediakan di surga, istana dari satu mutiara yang berongga. Panjangnya adalah 100 km. Di dalamnya terdapat pelayan-pelayan. Ia mengelilinginya tapi masing-masing tidak bisa melihat sebagian yang lain.“ (Diriwayatkan Bukhori dan Muslim).
  
76:19
39) “Dan mereka (mu’min ahli sorga) dikelilingi oleh  mukholladun (pelayan sorga). Apabila kamu melihat mereka (pelayan sorga), maka kamu mengira mereka itu mutiara yang bertaburan.” (Al-Insan [76]:19).
56:17
  
40) Mereka dikelilingi oleh Wildanun mukholladun. (QS. Al-Waqi’ah [56]:17).
  
76:15
76:16
  
41) “Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. (Yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.” (Al-Insan [76]:15-16).

42) Berikut ini adalah kutipan lengkap hadits tentang Kautsar dari kitab “Mengingat Sorga dan Neraka” karangan Imam Abdurrohim bin Ahmad Al-Qodli, terbitan Toko Nun Surabaya, 1992: Sesungguhnya di belakang jembatan (Shiroth) itu terdapat tanah lapang yang mempunyai banyak pohon yang bagus-bagus yang pada setiap pohon di bawahnya terdapat dua mata air yang mengalir dari sorga, yang satu dari arah kanan dan yang kedua dari arah kiri. Maka mereka (para wanita yang berhasil melewati Shiroth itu, pen.) minum dari salah satu mata airnya. Kemudian apabila air yang diminum itu sampai pada dadanya, keluarlah segala apa yang terdapat di dalam dada itu, seperti pra sangka, menipu dan dengki. Segalanya hilang dari dalam dada mereka (para wanita itu, pen.). Lalu apabila sudah sampai air minum itu menetap dalam perut, keluarlah apa yang terdapat di dalamnya dan yang membuat kerusakan dan penyakit dan juga air kencing. Maka mereka (para wanita itu, pen.) bersih lahir dan batinnya. Kemudian orang-orang mukmin (yang berjenis wanita, pen.) itu datang kepada mata air yang lain lagi untuk mandi di situ, maka jadilah wajah-wajah mereka seperti bulan purnama dan menjadi bagus-bagus jiwa raganya serta parasnya, sebagaimana minyak kasturi (setelah mandi di mata air Kautsar, para wanita itu berubah menjadi laki-laki, pen.). Setelah mereka (para laki-laki itu, pen.) datang di pintu sorga dan ternyata pintu itu grendelnya terbuat dari yakut merah, mereka (para laki-laki itu, pen.) pun mengetuknya, lalu disambut oleh para bidadari dengan beberapa piring makanan ada di tangan mereka. Maka keluarlah setiap bidadari untuk merangkul suami masing-masing sambil mengucapkan kata rayuannya: Engkaulah cintaku, aku sayang padamu, aku cinta padamu selama-lamanya. Selanjutnya masuk ke rumah (surga milik) suaminya bersama-sama.
  
76:21
43) Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (QS. Al-Insan [76]:21).
35:33
44) (Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS. Fathir [35]:33).
45) Al-Miqdam bin Ma’dikarib dia berkata bahwa Rosululloh saw.bersabda: “Sesungguhnya orang yang mati syahid di sisi Alloh mempunyai 6 keistmewaan. 1) Dia diampuni Alloh pada saat tetesan darahnya yang pertama. 2) Dia melihat tempatnya di surga. 3) Dia dihiasi dengan baju iman. 4) Dia diselamatkan dari siksa kubur dan aman dari kejutan yang terbesar. 5) Di atas kepalanya dipasang mahkota kehormatan, yang sebutir permata yaqut daripadanya lebih baik dari dunia seisinya, serta mengawini 70 isteri bidadari. 6) Dan dia memberi syafaat  kepada 70 orang kerabatnya.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
  
55:46
55:62
46) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. (QS. Ar-Rohman [55]: 46 dan 62).
47) Dan Dari Ibnu Abbas r.a. yang berkata bahwa Rosululloh s.a.w. bersabda, “Dua orang mukmin bertemu di pintu surga. Yang satu adalah mukmin kaya dan satunya fakir (miskin) ketika di dunia. Mukmin fakir dimasukkan surga dan mukmin kaya tertahan (selama 40-500 tahun waktu dunia). Suatu saat mukmin kaya dimasukkan ke dalam surga dan berjumpa kembali dengan mukmin fakir. Mukmin fakir bertanya, ‘Saudaraku, kenapa engkau tertahan ? Demi Alloh, kulihat engkau tertahan hingga aku waswas memikirkan keselamatan dirimu!” Mukmin kaya menjawab, ‘Saudaraku, sesungguhnya sepeninggalmu aku tertahan di tahanan yang menjijikkan (selama 40-500 tahun waktu dunia). Aku tidak bisa menyusulmu hingga keringat mengucur deras dari tubuhku. Jika seandainya keringat ini didatangi 1000 unta yang kehausan, maka keringat tersebut membasahi dadanya.’” (Diriwayatkan Ahmad


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar