Jumat, 26 Maret 2010

Asal-usul Manusia 05



Penciptaan Manusia Pertama

Teka-teki Surga Nabi Adam



Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi


....... Lanjutan makalah bulan lalu


E. Pemecahan Masalah

III. Dimanakah "Surga Nabi Adam” itu?

1. Tempat Adam dan Hawa di dalam Alkitab sebelum diturunkan ke bumi.

a. Didalam Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) tidak dikenal adanya “Surga Nabi Adam” (yang berada di “langit”)

Kepercayaan tentang manusia pertama yaitu Nabi Adam As., Ibu Hawa dan dimana mereka mula-mula tinggal adalah berdasarkan Kitab Suci, Taurot (diturunkan kepada Nabi Musa As.), Zabur (diturunkan kepada Nabi Daud As.), Injil (diturunkan kepada Nabi Isa As.) dan Al Qur-an (diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.). Tetapi 3 Kitab Suci pertama (Taurat, Zabur dan Injil) ini sangat jauh berbeda isinya dengan Kitab Suci yang diturunkan terakhir yaitu Al Qur=an. Pada Kitab-kitab sebelum Al-Quran isinya terutama adalah tentang hikayat bangsa Yahudi (Bani Isroil) dan nenek moyang mereka sampai dengan Nabi Adam As. dan Hawa. Hampir tidak ada cerita tentang akhirot yaitu kiamat, kebangkitan, surga dan neraka. Didalam 4 kitab Injil yang ditulis oleh para Pendeta Kristen yang ada sekarang, akhirot hanya digambarkan sebagai “Kerajaan Alloh” saja.
Karena itu wajarlah kalau di dalam Alkitab, Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah diciptakan kemudian ditempatkan di Taman Firdaus yang tempatnya bukan di “langit” tetapi ada di bumi.
Jadi di dalam Kitab Kejadian tidak dikenal adanya “Surga Nabi Adam” yang berada di “langit” itu.

b. Kutipan Dari Kitab Taurot / Kitab Kejadian

2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --
2:5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu --
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Komentar
Dari istilah-istilah dalam ayat-ayat di atas terkesan bahwa tempat “Taman Eden” ini ada di bumi. Di antaranya adalah :

2:5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Alloh Swt. menciptakan Nabi Adam As. di bumi sebelum ada tumbuh-tumbuhan di atasnya, namun uap air telah menjadikan bumi lembab.
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Alloh Swt. menempatkan Adam As. di “Taman Eden” yang letaknya di atas bumi, di sebelah timur Yerusalem.
Nama Eden ini mirip dengan nama salah satu surga Alloh Swt. yaitu surga / taman Adn (Jannatun Adn, jannah dalam bahasa Arob berarti taman). Lihat Al-Quran 9:72, 13:23, 16:31, 18:31, 19:61, 20:76, 35:33, 38:50, 40:8, 61:12 dan 98:8.
9:72. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
Kitab Taurot yang ada sekarang bukanlah Kitab Taurot yang asli yang diturunkan kepada Nabi Musa As. melainkan rekapitulasi pikiran-pikiran Bani Isroil selama pembuangan di Babilonia oleh Ezra / Nabi Uzair sebagaimana riwayat Kitab Taurot berikut ini :

Tahun 1034 S.M. Nabi Sulaiman As. mendirikan masjid / Haikal Sulaiman. Tabut Perjanjian yang berisi Lempeng Batu 10 Perintah Tuhan beserta lembaran kitab Taurot disimpan di dalamnya.
Tahun 617 S.M. pembuangan Bani Isroil pertama oleh Nebukadnezar ke Babilonia.

Tahun 607 S.M. Nebukadnezar menguasai Yerusalem. Haikal Sulaiman dihancurkan dan Tabut beserta isinya di antaranya Kitab Taurot hilang sampai sekarang. Di pembuangan Babilonia Bani Isroil mengalami perubahan intelektual dari bangsa yang terpecah belah dan bodoh menjadi bangsa yang bersatu dan pandai.
Tahun 537 S.M. Raja Cyrus (Persia) menguasai Babilonia dan mengembalikan Bani Isroil ke Yerusalem. Ezra / Nabi Uzair merekapitulasi pikiran-pikiran Bani Isroil selama di Babilonia menjadi Perjanjian Lama.

Pada Kitab Taurot yang asli isinya tentu mirip dengan Kitab Suci Al-Quran dimana Taman Eden tempat Nabi Adam As. dan isterinya tinggal sebelum diturunkan ke bumi adalah di Surga Adn.

c. Bila Taman Eden Itu Ada di Atas Bumi di Manakah Taman Itu Sekarang?

Pada kutipan ayat-ayat dari Kitab Kejadian di atas terdapat nama-nama sungai di bumi yang sekarang masih ada yaitu Sungai Tigris dan Efrat di Iroq.


2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
Gambaran Taman Eden


Oleh karena itu bekas “Taman Eden” itu tentu ada di dekat Sungai Tigris dan Efrat di Iroq. Sedang sungai Pison dan Gihon masih dicari di mana tempatnya.

Seorang Arkeolog dari Universitas Missouri, Springfield, Dr. Juris Zarins selama 7 tahun membuat hipotesis bahwa “Taman Eden” itu sekarang tenggelam di Teluk Persia. Untuk memperkuat hipotesisnya Zarins menggunakan bukti-bukti geologi dan penginderaan oleh satelit LANDSAT. Foto yang dihasilkan dengan jelas menunjukkan adanya “sungai fosil” (bekas Sungai Pison ?) yang dulu mengalir di utara Saudi Arabia, melewati daerah-daerah yang kini kering dan sekarang disebut Wadi Rimah dan Wadi Batin. Sedang Sungai Gihon menurut Zarins, adalah sungai Karun yang berasal dari Iran dan mengalir ke barat daya ke Teluk Persia. Sungai ini juga terlihat dalam foto LANDSAT.

Hipotesis Zarins berdasarkan adanya sungai-sungai tadi berbalikan dengan yang tertulis di dalam Kitab Kejadian. Dalam Kitab Kejadian “Taman Eden” adalah hulu ke-4 sungai itu, sedang pada hipotese Dr. Juris Zarins “Taman Eden” ada di muara ke-4 sungai tadi.

c. Mungkinkah Adam As. dan Hawa Ditempatkan di Taman Eden di Atas Bumi ?

Bila kita mengikuti hipotesis Dr. Juris Zarins tentang posisi “Taman Eden” di sekitar Teluk Iran sepertinya “Taman Eden” itu ada di atas bukit atau sebaliknya ada di suatu lembah.

2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Karena “Taman Eden” masih termasuk bagian dari bumi Timur Tengah maka pengaruh alam sekitar “Taman Eden” itu yaitu angin / udara, hujan serta binatang-binatang, baik yang berjalan atau merayap di darat apalagi yang terbang yaitu burung-burung, kelelawar dan serangga tentu akan masuk ke dalam Taman itu, sehingga sukar menjaga Taman itu tetap terasing dari lingkungan bumi sekitarnya. Keterasingan dan eksklusifitas “Taman Eden” mungkin bisa dipelihara bila Taman itu berada di tengah-tengah salah satu dari 3 samudera luas yang ada di bumi yaitu Samudera Hindia, Pasifik dan Atlantik, jauh dari pengaruh daratan.
Maka “Taman Eden” tidak mungkin ada di Timur Tengah, melainkan ada di luarnya atau di luar bumi.

d. Tempat Adam As. dan Hawa Sebelum Diturunkan ke Bumi Menurut Kitab Injil Barnabas.

Foto Injil Barnabas

Kitab Injil Barnabas adalah Kitab Injil yang kontroversial.
Menurut Kitab Injil Barnabas itu sendiri pengarangnya adalah Barnabas salah satu murid Nabi Isa As. Dia menulis Injil itu karena prihatin terhadap ulah Pendeta Besar Paulus yang telah menjadikan Nabi Isa As. sebagai Tuhan serta merubah-rubah hukum Taurot di antaranya melarang Kaum Nashroni untuk berkhitan.

Sedang menurut kalangan Gereja pengarang Injil Barnabas adalah seorang Pendeta Yahudi yang dendam terhadap Agama Nashroni karena diusir dari Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugis) tempat tinggalnya. Sewaktu Andalusia dikuasai oleh Kerajaan Islam bangsa Yahudi dilindungi dan mencapai zaman keemasannya. Setelah Andalusia dikuasai oleh Ratu Isabela dari Perancis, semua penduduknya dipaksa masuk ke dalam Agama Nashroni atau keluar dari Andalusia atau menjalani inkuisisi (disiksa dengan jalan dibakar atau disalib sampai mati). Pendeta Yahudi pengarang Injil Barnabas tadi setelah keluar dari Andalusia kemudian menyamar menjadi Pendeta Katolik di Vatikan. Untuk melampiaskan dendamnya dia lalu mengarang Injil Barnabas kemudian ditaruhnya di Perpustakaan Vatikan. Sekarang Injil Barnabas buatannya itu berada di Perpustakaan Nasional di Wina.

Isi Injil Barnabas banyak yang sesuai dengan Kitab Suci Al Qur-an. Di dalam Injil Barnabas tidak dikenal istilah “Taman Eden” darimana mengalir 4 sungai di antaranya Sungai Tigris dan Eufrot seperti di Kitab Kejadian. Disebutkan di dalam Kitab Injil itu bahwa sebelum diturunkan ke bumi Nabi Adam dan Hawa oleh Alloh Swt. ditempatkan di jannah /surga.
Berikut adalah kutipan dari Injil Barnabas. Nomor-nomor pada ayat-ayat itu berasal dari penulis.

01. Kemudian kata John, "Baik, sudah engkau katakan, O Guru tetapi kami kurang mengerti bagaimana manusia telab berdosa melalui kesombongan."
02. Yesus menjawab, "Ketika Allah telah mengusir syaithan, sedangkan Malaikat Jibril telah mensucikan Massa bumi yang telah diludahi oleh syaithan, Allah telah menciptakan segala sesuatu yang hidup baik binatang-binatang yang terbang maupun binatang-binatang yang berjalan dan berenang, dan Dia telah menghias dunia dengan semua yang telah ada padanya.
03. Pada suatu hari syaithan mendekati pintu gerbang jannah dan melihat kuda-kuda sedang memakan rumput, ia mengumumkan kepada mereka, bahwa jika massa bumi akan menerima suatu roh di sana akan terjadilah pekerjaan yang menyedihkan bagi mereka, dan oleh karena itu akan menjadi faedah mereka untuk menginjak-injak sepenggal bumi itu dengan cara demikian, hingga tak bisa ada yang akan menjadi baik lagi untuk sesuatu. Kuda-kuda itu membangkitkan dirinya dan dengan pesat menempatkan diri mereka melanggar sepotong bumi yang terletak di antara bunga-bunga bakung dan kembang-kembang mawar.
04. Dalam hal itu Allah memberi nyawa kepada bagian bumi yang tidak suci itu pada bagian yang terletak ludah syaithan, yang telah diambil oleh Jibril dari massa itu, dan timbullah anjing yang menyalak, penuh ketakutan kuda-kuda itu lalu mereka melarikan diri.
05. Kemudian Allah memberikan roh ciptaannya kepada manusia, seraya semua Malaikat suci bernyanyi, 'Maha Berkat Nama Engkau.Suci, O Allah Tuhan kami.'
06. Adam, setelah meloncat ke atas di atas kaki-kakinya telah nampak di udara suatu tulisan bercahaya seperti surya, yang berbunyi, 'Hanya adalah Allah Maha Esa, dan Muhammad adalah Pesuruh Allah itu.' Dalam pada itu Adam membuka mulutnya dan berkata: 'Aku berterima kasih pada Mu, O Allah Tuhanku, bahwa Engkau sudi menciptakan daku, akan tetapi ceritakan kepadaku, aku mohon kepada Engkau; apa maksud amanat dari kata-kata ini, 'Muhammad adalah Pesuruh Allah.' Sudah adakah di sana manusia-manusia lain sebelum aku?'
07. Kemudian firman Allah, 'Akan kamu terima kasih kembali, O hamba-Ku Adam. Aku ceritakan kepadamu bahwa engkau adalah manusia pertama yang telah Aku ciptakan. Dan dia yang telah engkau (disebut) adalah anakmu, yang akan datang ke dalam dunia bertahun-tahun mulai sekarang, dan akan menjadi Pesuruh-Ku, karena dia Aku telah menciptakan seluruh alam, yang akan memberikan penerangan kepada dunia bila dia datang, yang Rohnya telah ditempatkan dalam suatu keindahan surga 60.000 tahun sebelum Aku menciptakan sesuatu.'
08. Adam memohon kepada Allah berkata, 'Allah, hadiahkanlah kepadaku tulisan ini di atas kuku-kuku jari-jari tanganku! Lalu Allah memberikan kepada manusia pertama itu di atas ibujari-ibujarinya itu, di atas kuku ibujari tangan kanan tulisan, 'Hanya adalah Maha Esa,' dan di atas kuku ibujari tangan kiri tulisan, 'Muhammad adalali Pesuruh Allah.' Kemudian dengan kasih sayang selaku bapak manusia pertama itu mencium kata-kata itu, dan mengusap matanya lalu berkata, 'Dilimpahkanlah kiranya keberkatan pada hari ketika engkau akan datang ke dunia.'
09. Berhubung dengan manusia itu sendirian. Allah berfirman: 'Adalah tidak baik bahwa ia tinggal sendirian.' Oleh sebab itu Dia memperlakukannya tertidur lalu mengambil sebuah tulang rusuk dekat dari hatinya seraya mengisi tempat itu dengan daging. Dari pada tulang rusuk itu Dia telah menjadikan Hawa lalu memberikannya kepada Adam untuk (menjadi) isterinya. Dia telah menempatkan keduanya mereka itu sebagai pemilik-pemilik Jannah, kepada mereka Dia berfirman, 'Perhatikanlah, Aku anugerahkan kepada kamu tiap-tiap buah-buahan untuk dimakan, kecuali apel-apel itu dan gandum itu', tentang itu Dia berfirman, 'Hati-hatilah bahwa tiadalah di dalam kebijaksanaan kamu memakan dari pada buah-buahan ini, karena kamu akan menjadi najis, akhirnya bahwa Aku tidak akan membiarkan kamu tinggal di sini, tetapi akan mengusir kamu keluar, dan kamu akan menanggungkan kesengsaraan-kesengsaraan besar.'
10. Ketika syaithan telah mempunyai ilmu pengetahuan tentang ini, ia telah menjadi gila dengan perasaan berang. Dengan demikian ia mendekat ke Pintu Jannah, pada waktu itu telah berdiri pada penjagaan seekor naga mengerikan, yang mempunyai kaki-kaki seperti seekor unta, dan kuku kakinya tajam pada setiap sisi seperti sebuah pisau cukur.
11. Kepadanya berkata musuh itu, 'Izinkanlah aku masuk ke dalam jannah.'
12. Naga itu menjawab, 'Dan bagaimana akan aku biarkan kamu masuk, Allah telah memerintahkan aku untuk mengusir kamu keluar.'
13. Syaithan menjawab, 'Kamu insaflah akan seberapa kasih sayang Allah kepadamu sebab Dia telah menempatkan kamu di luar jannah untuk memegang penjagaan kepada suatu gumpalan tanah itulah manusia. Oleh sebab itu, jika kamu membawa aku ke dalam jannah aku akan membuat kamu demikian bebas, sehingga tiap-tiap sesuatu akan melarikan diri terhadapmu, dan dengan begitu kamu akan pergi ataupun berdiam terserah kepada kesenanganmu.
14. Lalu kata naga itu, 'Dan bagaimanakah akan aku tempatkan engkau di dalam"
15. Kata syaithan, 'Kamu adalah besar; karena itu bukalah mulutmu dan aku akan masuk ke dalam perutmu, lalu engkau masuk ke dalam jannah akan rnenempatkan aku dekat kepada dua gumpalan tanah yang akhir-akhir ini berjalan di atas bumi.'
16. Lalu ular naga itu berbuat begitu, dan menempatkan syaithan dekat kepada Hawa, karena Adam. suaminya sedang tidur. Syaithan mempertunjukkan dirinya di depan wanita itu seperti seorang Malaikat yang molek, dan berkata kepadanya, 'Untuk apakah engkau tidak memakan buah-buah apel dan gandum itu?'
17. Hawa menjawab,. "Allah kami telah berfirman kepada kami bahwa memakannya dari situ kami akan menjadi tidak suci dan oleh karena itu Dia akan mengusir kami dari jannah.'
18. Syaithan menjawab, 'Dia berkata tidak benar, kamu harus tahu bahwa Allah adalah jahat dan iri hati, justru itu Dia akan merusak binasakan tiada berbanding, tetapi mengekang setiap orang untuk menjadi seorang budak, dengan demikian Dia telah berbicara begitu kepadamu, supaya kamu tidak boleh menjadi sebanding dengan Dia. Hanya jika engkau dan makananmu mengerjakan menurut nasihatku, kamu akan makan buah-buahan itu bahkan seperti memakan yang lain-lain, dan kamu takkan tinggal bergantung pada lain-lainnya, tetapi seumpama Allah, kamu akan tahu baik dan buruk, lalu kamu akan melakukan apa yang kamu senangi, karena kamu akan menjadi sama dengan Allah.'
19. Kemudian Hawa mengambil dan memakan itu (buah-buahan), dan ketika suaminya bangun, dia menceritakan semua yang telah dikatakan syaithan, lalu ia (Adam) mengambil buah-buahan itu, istrinya menawarkannya lalu telah memakan.
20. Dalam pada itu sementara makanan itu sedang turun, ia teringat kata-kata Allah, karena itu ingin untuk menghentikan makanan itu, ia memasukkan tangannya ke dalam kerongkongannya, di mana setiap laki-laki mempunyai tanda itu'.
21. Kemudian keduanya mereka itu telah mengetahui bahwa mereka bertelanjang; oleh sebab itu menjadi malu, mereka mengambil dedaunan ara dan membuat suatu pakaian menutupi bagian-bagian rahasia mereka. Ketika tengah hari telah berlalu, perhatikanlah Allah muncul kepada mereka dan memanggil Adam, berkata, 'Adam, di mana engkau?' Dia menyahut, 'Allah, aku menyembunyikan diriku dari hadirat-Mu, karena aku dan istriku bertelanjang, jadi kami malu untuk menghadirkan diri kami di hadapan-Mu.'
22. Kemudian firman Allah, 'Dan siapa yang telah merampas kamu dari kemurnianmu, jika bukan kamu telah memakan buah itu dengan alasan kamu tidak suci, dan takkan dapat untuk diam lebih lama dalam jannah?'
23. Adam menjawab, 'O Allah, istri yang telah Engkau kurniakan kepadaku telah memohonkan daku untuk memakan, dengan demikian aku telah memakan dari padanya.
24. Lalu firman Allah kepada wanita itu, 'Untuk apa telah engkau berikan makanan seperti itu kepada suamimu?'
25. Hawa menjawab, 'Syaithan telah memperdayakan aku, dengan. demikian aku telah memakannya.'
26. 'Dan bagaimana si terkutuk itu telah masuk ke mari?' Firman Allah.
27. Hawa menjawab, 'Seekor ular naga telah berdiri di sebelah utara pintu gerbang itu telah membawanya dekat kepadaku.'
28. Kemudian firman Allah kepada Adam, 'Karena kamu telah mendengarkan kepada suara dari istrimu dan telah memakan buah itu, jadi terkutuklah bumi ini dengan pekerjaan-pekerjaanmu; ia (bumi) akan menumbuhkan bagi kamu semak-semak dan duri-duri, dan dengan keringat mukamu, kamu akan memakan roti. Dan ingat bahwa kamu adalah tanah dan kepada tanah, kamu akan kembali.'
29. Dan Dia telah berfirman kepada Hawa, seraya berkata, 'Dan kamu yang telah mendengarkan syaithan, dan memberikan makanan itu kepada suamimu, akan berada di bawah kekuasaan laki-laki; yang akan memeliharakan kamu sebagai seorang budak, dan kamu akan melahirkan anak-anak dengan rasa sakit.'
30. Setelah memanggil ular naga itu, Allah memanggil Malaikat Mikail, yang memegang pedang Allah, (dan) berkata, 'Yang pertama dikeluarkan dari jannah ular naga yang terlaknat ini, dan bila tiba di luar potonglah kaki-kakinya; karena itu jika ia hendak berjalan, ia harus menyeret tubuhnya di atas tanah.'
31. Sesudah itu Allah memanggil syaithan yang datang sambil tertawa dan Dia berkata kepadanya, 'Karena kamu kena laknat, telah menipu mereka ini dan membuat mereka jadi tidak suci, Aku ingin bahwa tiap-tiap yang najis dari pada mereka serta semua anak-anak mereka, bilamana mereka hendak bertobat dengan sungguh dan akan mengabdi kepada-Ku, apa yang keluar dan tubuh mereka akan masuk melewati mulutmu dengan demikian engkau akan menjadi kenyang dengan yang haram.
32. Syaithan kemudian meraung, dahsyat dan berkata, 'Karena Engkau berkehendak untuk menjadikan aku tetap lebih jelek, aku masih ingin berbuat kepada diriku apa yang aku sanggupi.'
33. Lalu kata Allah, 'Berangkatlah, si terlaknat dari hadirat-Ku!' Kemudian syaithan telah berangkat; oleh sebab itu Allah telah berfirman kepada Adam (dan) Hawa yang keduanya sedang menangis, 'Pergilah engkau keluar dari jannah, dan lakukan penebusan dosa, dan jangan biarkan harapanmu hapus, karena Aku akan mengutus puteramu dengan suatu cara, sehingga benih kamu akan membuangkan kuasa syaithan dari ras manusia; karena dia yang akan datang, Pesuruh-Ku, kepadanya akan Aku anugerahkan segala-galanya.'
34. Allah mengundurkan diri, dan Malaikat Mikail mengusir mereka ke luar dari jannah. Dalam pada itu, Adam sementara berputar menoleh, telah melihat tertulis di atas pintu gerbang itu, 'Hanya ada Allah Maha Esa, dan Muhammad adalah Pesuruh Allah.' Oleh sebab itu sedang menangis, ia berkata, 'Semoga hal ini menjadi keridhaan Allah, O anakku, bahwa engkau datang segera dan mengeluarkan kami dari kesengsaraan.'
35. "Dan dus,' 'kata Yesus,' "Syaithan dan Adam telah berdosa melalui kesombongan, yang satu dengan memandang rendah manusia, yang lain dengan keinginan untuk menjadikan dirinya sama dengan Allah."

Komentar :

Ayat-ayat yang dikutip dari Kitab Injil Barnabas di atas mengesankan bahwa “Jannah” yang berarti “Kebun Serba Cukup” tempat Nabi Adam As. dan Hawa ditempatkan Alloh Swt. sebelum diturunkan ke bumi adalah sangat dekat dengan bumi sehingga masih termasuk bagian dari bumi. Keduanya dipisahkan oleh pintu gerbang yang dijaga oleh seekor ular naga.

2. Tempat Adam dan Hawa sebelum diturunkan ke bumi di dalam Al Qur-an.

a. Ayat-ayat Al Qur-an tentang Surga Nabi Adam
  
2:30
  
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi." mereka berkata "Mengapa Engkau hendak menjadikan (kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqoroh / 2:30)
  
2:31
  
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"
  
2:32
  
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [35]."
  
2:33
  
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
  
2:34
  
Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
2:35
  
Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini [37], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqoroh / 2:31-35)

[35] Sebenarnya terjemahan Hakim dengan Maha Bijaksana kurang tepat, Karena arti Hakim ialah: yang mempunyai hikmah. hikmah ialah penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya. di sini diartikan dengan Maha Bijaksana Karena dianggap arti tersebut hampir mendekati arti Hakim.
[36] sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, Karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.
[37] pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.
  
7:19
  
(dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-A’rof / 7:19).
  
7:20
  
Maka syaiton membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaiton berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (QS. Al-A’rof / 7:20).
  
7:22
  
Maka syaiton membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaiton itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (QS. Al-A’rof / 7:22)
  
20:120
  
Kemudian syaiton membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi [948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
  
20:121
  
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia [949]. (QS. Thoha / 20:120-121)

[948] pohon itu dinamakan Syajaratulkhuldi (pohon kekekalan), Karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati, pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.
[949] yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah Karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, Karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang bagaimanapun kecilnya.
20:122
Kemudian Tuhannya memilihnya [950] Maka dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (QS. Thoha / 20:122)

[950] Maksudnya: Allah memilih nabi Adam a.s. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thoha / 20:123)

b. Tafsir Ayat-ayat Al Qur-an tentang Surga Nabi Adam Menurut Joesoef Sou’yb

Joesoef Sou’yb adalah seorang wartawan senior dan pengajar di Medan. Beliau adalah seorang pemikir sejarawan muslim dengan dasar pikiran ilmiah. Pendapatnya tentang Nabi Adam As. ini dibacakan dalam Diskusi Panel PHBI Fakultas Pertanian, UISU Medan, pada tanggal 14 Desember 1986.
Pendapatnya (hypotesa) tentang Nabi Adam dan Hawa adalah sebagai berikut:

1. Adam dan Hawa diciptakan di Bumi, bukan di Sorga yang merupakan tempat Hidup Kekal, tapi pada Taman Serba Cukup (Jannah).
Pendapat ini yang akan penulis kutip uraiannya.
2. Adam dan Hawa itu bukan Manusia Pertama di Bumi, akan tetapi cuma angkatan Pengganti dari angkatan-angkatan sebelumnya, yang telah punah disebabkan “membikin kebinasaan dan sering menumpahkan darah”.
3. Adam diciptakan Alloh dari Tanah pada tahap masa Neolithic (Zaman Batu baru) yang bermula lebih kurang 10.000 tahun sebelum Masehi.

Adam dan Hawa diciptakan di Bumi, bukan di Sorga yang merupakan tempat Hidup Kekal, tapi pada Taman Serba Cukup (Jannah).

a). Wa idz qoola robbuka lilmala-ikati : Inni jaa’ilun fil-ardli kholiifatan, qooluuu : Ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaa-a.
2:30
  

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para Malaikat : Aku menjadikan di Bumi itu Pengganti”, merekapun berkata : “Apakah akan Engkau jadikan di situ makhluk yang membikin kebinasaan dan saling menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”. (QS. Al-Baqoroh 2:30).

Kata “kholifatan” ini biasanya difahami dan ditafsirkan sebagai “penguasa”. Menurut Joesoef Sou’yb “jaa’ilun fil-ardli kholiifatan” bukan berarti “menciptakan seorang penguasa di bumi” tetapi “menciptakan di bumi seorang pengganti” (menggantikan manusia-manusia di bumi yang sudah ada sebelumnya). Dalam bahasa Arob sewaktu Al Qur-an diturunkan “kholiifatan” berarti “pengganti”, sedang “kholiifatan yang dimaknai “penguasa” baru terjadi setelah Nabi wafat (kholifah = penguasa pengganti Nabi Muhammad Saw.)
  .
7:20
  
b). Maka syaiton membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaiton berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (QS. Al-A’rof / 7:20).

Demikian godaan syaiton terhadap Adam dan Hawa, yaitu supaya “tidak beroleh Hidup Kekal” (minal kholidin). Jikalau Adam dan Hawa itu memang diciptakan di Sorga, bermakna moyang ummat manusia itu sudah berada pada tempat Hidup Kekal. Dengan sendirinya niscaya Adam dan Hawa akan “mencemoohkan” godaan syaitan itu.
Tapi ternyata Adam dan Hawa terpengaruh oleh godaan itu, yakni “ingin beroleh Hidup Kekal” hingga memakan buah Pohon Larangan itu. Apakah artinya? Tentu Adam dan Hawa sadar bahwa mereka bukan berada pada tempat Hidup Kekal yaitu Sorga tetapi berada di Bumi di “Taman Serba Cukup”.

Pendapat ini sama dengan isi Kitab Kejadian (di Taman Eden) dan Kitab Injil Barnabas (di Taman Firdaus).
20:123
  
c). Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua (ihbithuu) dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thoha / 20:123)

Di dalam kitab-kitab tafsir “ihbithuu (turunlah kamu)” dimaknai sebagai “turun secara fisik” dari atas (surga) ke bawah (bumi). Sebenarnya tidaklah demikian. Pada kisah Bani Isroil sekeluar dari Mesir yang makmur mereka berkelana di padang Sinai. Mereka cuma mendapat makanan “manna dan salwa”, mereka bosan dan minta kepada Alloh Swt. makanan seperti di Mesir. Dijawab Alloh Swt. : Ihbithuu Mishron fa-inna lakum ma sa-altum (Turunlah ke Mesir, di situ kamu dapatkan yang kamu minta itu)”. Posisi gurun Sinai tidak lebih tinggi dari Mesir sehingga ke Mesir tidaklah “turun”. Maka “ihbithuu” di sini bukanlah berarti “turunlah” tetapi adalah ungkapan kemurkaan Alloh Swt, demikian juga “ihbithuu” pada ayat “turunnya” Nabi Adam AS. dan Hawa dari sorga ke bumi.

Komentar penulis
Pandangan bahwa posisi Mesir dan Sinai sama tingginya itu tidak betul. Mesir terletak di delta Sungai Nil yang merupakan dataran rendah. Sedang Sinai yang bergunung-gunung adalah dataran tinggi. Sehingga “ihbithuu” benar-benar perintah untuk turun dari dataran tinggi Sinai ke dataran rendah Mesir. Maka “ihbithuu” dari “Surga Nabi Adam” ke bumi betul-betul turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Sedang bisikan Syaiton kepada Adam dan Hawa "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi [948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?" dan "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga,)" menunjukkan bahwa penempatan Adam dan Hawa di “Surga Nabi Adam” bersifat sementara yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan dari situ seperti kasus Iblis, sehingga Adam dan Hawa memakan buah Khuldi agar hal tersebut tidak terjadi.

c. Surga Nabi Adam Menurut Penulis.

Dari Abu Huroiroh Ra., ia menceriterakan Rosululloh Saw. pernah bersabda : Adam dan Musa pernah saling berihtijaj. Musa berkata kepada Adam, : “Hai Adam engkau ayah kami, engkau telah menyengsarakan dan mengeluarkan kami dari surga.” Kemudian Adam menyahut, “Wahai Musa, engkau telah dipilih Alloh melalui qolam-Nya dan Dia telah menuliskan kitab Taurot untukmu dengan tangan-Nya, apakah engkau mencela diriku atas suatu hal yang telah ditetapkan Alloh melalui qolam-Nya. (Diriwayatkan Bukhori (XI/6614). Abu Dawud (IV/4701). Ibnu Majah (I/80). Dan Ahmad dalam Musnadnya (II/48).

Bila kita fikirkan isi hadits ini tersirat adanya keinginan Nabi Musa As., andaikata Nabi Adam As. tidak memakan buah khuldi tentunya kedua nenek moyang kita itu akan tetap berada di dalam sorga, berkawin dan beranak pinak di dalamnya sehingga kita keturunannya ini tidak bersusah-payah hidup di bumi seperti sekarang.
Anggapan bahwa bila kedua nenek moyang kita itu tetap tinggal di surga akan kawin dan beranak pinak terjadi karena para ulama mengira bahwa jenis kelamin Nabi Adam As. adalah laki-laki dan Ibu Hawa perempuan sehingga bisa terjadi perkawinan antara keduanya.
Kalau “Sorga Nabi Adam” itu adanya di dunia ini (sekeping “Taman Serba Cukup” yang ada di bumi) tidak mungkin Nabi Musa As. membayangkan bahwa semua anak cucu Adam dan Hawa (bila keduanya kawin dan beranak pinak) yang jumlahnya bermilyard-milyard itu dapat ditampung di dalam kawasan sekecil itu. Maka tentunya Nabi Musa As. berkeyakinan bahwa “Surga Nabi Adam” itu cukup luas untuk bisa menampung semua anak keturunan Nabi Adam. As.
Maka “Surga Nabi Adam” itu bukan semacam “Taman Eden” yang ada di Timur Tengah seperti yang disebutkan di dalam Kitab Kejadian ataupun “Taman Serba Cukup” yang disebutkan oleh Injil Barnabas, melainkan adalah “Surga Alloh Swt." yang sangat luas.
Adapun jawaban dari pertanyaan “Mengapa meskipun keduanya telanjang tetapi tidak terjadi perkawinan” –seperti tertulis pada makalah sebelum ini- karena di dalam “Surga Nabi Adam”, jenis kelamin Nabi Adam As. adalah XY atau X yang mempunyai Y (= perempuan yang mempunyai testis) dan jenis kelamin Ibu Hawa adalah XX atau X yang tidak mempunyai Y (= perempuan yang tidak mempunyai testis alias perempuan asli). Karena keduanya sama-sama berjenis kelamin perempuan maka tidak mungkin terjadi kehamilan.


Bersambung ke makalah selanjutnya ..............

http://nasimfauzi.blogspot.com/search/label/Asal-usul%20Manusia%2006



Jember, 26 Maret 2010



Dr. H.M. Nasim Fauzi

nasimfauzi.Blogspot.Com
JI. Gajah Mada 118,
Tlp. 481127 Jember

Kepustakaan

01. A. Khozin Afandi, Pengetahuan Modern Dalam Islam, Al Ikhlas, Surabaya, 1995.
02. Abdulqadir Hassan, Qamus Al-Quran, Yayasan Al-Muslimun, Bangil, 1991.
03. Alkitab Elektronik 2.0.0, Alkitab Terjemahan Baru, @ 1974, Lembaga Alkitab Indonesia.
04. Ali Audah, Konkordansi Quran, Utera AntarNusa dan Mizan, Bogor, 1997.
05. Arthur Beiser, Konsep Fisika Modern, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990.
06. Arthur E. Guyton M.D., Function of The Human Body, W.B. Saunders Company, Philadelphia and London, 1964.
07. Bey Arifin, Rangkaian Cerita dalam Al-Quran, PT Almaarif, Bandung, 1971.
08. David Bergamini, Alam Semesta, Tira Pustaka, Jakarta, 1979.
09. Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahnya, CV Asy-Syifa, Semarang, 1999.
10. Dr. Drh. Mangku Sitepoe, Rekayasa Genetika, Grasindo, Jakarta, 2001.
11. Dr. Maurice Bucaille, Asal-usul Manusia Menurut Bibel Al-Quran Sains, Mizan, Bandung, 1986
12. Dr. Maurice Bucaille, Bibel, Qur-an dan Sains Modern, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1979.
13. Dr. M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Penerbit Mizan, Bandung, 1992.
14. Felix Pirani dan Christine Roche, Mengenal Alam Semesta, Mizan "For Beginners", Bandung, 1997.
15. M. Nurchalis Bakry dkk, Bioteknologi dan Al Qur’an, Gema Insani Press, Jakarta, 1996.
16. Ibnu Katsir, Huru-hara Hari Kiamat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta , 2005.
17. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Tamasya ke Surga, Darul Falah, Jakarta, 1419 H.
18. John W. Kimball, Biologi Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990.
19. Larry Gonick & Mark Wheelis, Kartun Biologi Genetika, KPG Gramedia, Jakarta, 2001.
20. Majalah “Aku Tahu” Nomor 54 Tahun 1987, Jakarta.
21. N. Glinka, General Chemistry, Peace Publisher, Moscow, tanpa tahun. Sunday, January 13, 2008
22. Richard Leakey, Asal Usul Manusia, KPG, Jakarta, 2003.
23. Sukmadjaja Asyarie dkk, Indeks Al-Qur’an, Penerbit Pustaka, Bandung, 1984.
24. Toshihiko Izutsu, Konsep-konsep Etika Religius dalam Quran, PT Tiara Wacana, Yogjakarta, 1993.
25. T.W. Sadler, Embryologi Kedokteran Langman, Edisi ke-7, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2000.
26. William A. Haviland, Antropologi Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1988.
27. Joesoef Sou’yb, Adam dan Hawa Bukan Manusia Pertama di Bumi, Penerbit Rimbow, Medan, 1987.

1 komentar:

  1. Kesimpulan dari semua komentar bisa masuk akal tapi yang lebih pasti Allah bisa berbuat apa saja yang ia kehendaki ilmu yang ia berikan kepada kita hanya sedikit saja ibarat setetes air di banding air lautan

    BalasHapus