Sabtu, 14 Desember 2013

Tafsir Rizqi Bukan Kekayaan 01




Rizqi di dalam Al Qur-an
Tidak Bermakna Kekayaan


Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi




ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ
Alloh-lah yang menciptakan kamu
kemudian memberimu rezeki (makanan) 
(QS Ar-Ruum [30]:40)


1. Pendahuluan
 Kata rezeki sering kita ucapkan dalam pergaulan sehari-hari. Bahkan sudah kita anggap sebagai bahasa Indonesia atau Jawa yang kita sebut “rejeki’.  Dalam kesehariannya yang kita maksud rejeki adalah penghasilan, kekayaan atau harta.
 Juga dalam doa-doa kita sering memohon rizqi yang barokah kepada Alloh Swt. Yang kita maksudkan adalah agar penghasilan kita meningkat sehingga harta kekayaan kita bertambah banyak.
 Penulis teringat akan almarhum ayahanda penulis, yang pada suatu siang mengatakan bahwa sejak pagi beliau belum kemasukan rizqi. Yang beliau maksud adalah sejak pagi beliau belum makan, atau perut beliau belum kemasukan makanan. Beliau mengartikan rizqi sebagai makanan. Ayah penulis adalah seorang kiyahi yang pernah belajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang di bawah bimbingan Hadrotusy Syekh K.H. Hasyim Asy’ari.
        Pengertian kita yang keliru tentang arti rizqi akan berakibat pada perilaku kita yang keliru pula.
2. Merenungkan sebuah cerita
Ada sebuah cerita dari seorang pasien penulis sebagai berikut:
Pasien ini tinggal di Sukowono Jember, sebut saja namanya Suko. Dia berprofesi sebagai petani.


         Pada suatu hari, di kota Jember, dia berjumpa dengan temannya sewaktu kecil, sebut saja namanya Wiryo. Setelah berbasa basi Wiryo menceritakan bahwa dia sekarang tinggal di kota Malang, menjadi seorang pengusaha besar di bidang angkutan. Dia mengajak Suko berkunjung ke rumahnya di Malang. Singkat cerita dia bertamu ke rumah Wiryo di Malang. Suko melihat Wiryo memiliki beratus-ratus truk. Rumahnya bak istana. Istrinya cantik dan anak-anaknya sehat-sehat.

Pada acara makan bersama keluarga Wiryo, Suko melihat makanan yang dihidangkan sangat mewah dan lezat-lezat. Suko sangat menikmati bermacam-macam makanan yang dihidangkan oleh istri Wiryo tersebut.


Akan tetapi ketika Suko melihat makanan yang ada di piring Wiryo ternyata hanyalah bubur dengan lauk tempe kukus. Minumannya juga hanya berupa air putih. Suko bertanya kepada Wiryo, mengapa dia tidak menikmati makanan yang lezat-lezat itu, Wiryo menjawab bahwa dia menderita bermacam-macam penyakit, sehingga dokter melarangnya.
Sewaktu Suko pamitan pulang kembali ke rumahnya di Sukowono, dia sangat bersyukur kepada Tuhan, meskipun tidak sekaya Wiryo, dia masih bisa menikmati makanan yang lezat-lezat.
3. Pertanyaan
Bila ditanyakan kepada kita, siapakah yang lebih kaya, Suko ataukah Wiryo ? Tentu kita menjawab Wiryo yang pengusaha angkutan itu lebih kaya dibanding Suko yang seorang petani. Tetapi kalau ditanyakan siapa yang lebih banyak rezekinya, Suko atau Wiryo ? Maka jawabannya tergantung pada arti kata rezeki itu apa ? Bila rezeki berarti penghasilan, kekayaan atau harta maka Wiryo lebih banyak rezekinya dibanding Suko.
Tetapi kalau rizki diartikan makanan seperti yang dimaksud oleh ayah penulis, maka petani Suko lebih banyak rezekinya dibanding pengusaha Wiryo karena Suko yang sehat lebih banyak makannya dibanding Wiryo yang banyak penyakitnya.
Mana yang betul ? Marilah kita bahas bersama.
4. Arti rizqi di dalam bahasa Arob
Rejeki atau rezeki berasal dari bahasa Arob yaitu rizqi. Arti rizki dalam bahasa Arob dapat kita lihat di kamus-kamus. Dalam beberapa kamus yang penulis baca arti rizqi adalah sebagai berikut:

No.
Nama kamus
Arti rizqi
01.

Kamus saku Arab Inggeris Indonesia, Elias A Elias dan Edward Elias
Nafkah, tunjangan, karunia, keberuntungan, nasib baik.
02.
Kamus Arab, M Kasir Ibrahim
Rizki 
03
Kamus Arab Indonesia, Abdullah bin Nuh dan Oemar Bakri
Rezeki, pencaharian
04
Kamus Al-Qur’an, Drs. M. Zainul Arifin
Harta, karunia
05

Qamus Al-Quran, Abdul Qadir Hasan
Rizqi, pemberian,  makanan
06
Ensiklopedi Al-Qur’an, Prof. M. Dawam Rahardjo

Penghasilan, keuntungan, kebutuhan, penghidupan, hak milik, laba, akumulasi modal.
07.
Ensiklopedia Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, MA
Pemberian dalam bentuk makanan, kekuasaan dan ilmu pengetahuan


 Dari kamus dan ensiklopedia di atas kita bisa menggolongkan arti rizqi menjadi dua:
 1. Rizqi ditafsirkan sebagai materi yaitu: karunia/pemberian, harta/hak milik, nafkah/penghasilan/pencaharian/tunjangan, yaitu pada semua kamus/ensiklopedia.
 2. Rizqi ditafsirkan sebagai makanan, yaitu pada Qamus Al-Quran, Abdul Qadir Hasan dan Ensiklopedia Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, MA.

Selanjutnya, untuk bisa menemukan arti rezqi yang lebih tepat marilah kita mengkaji bahasa Arob.
Kajian tentang bahasa Arob
Bahasa Arob adalah salah satu bahasa Semit Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Pada zaman modern sekarang Bahasa Arob dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ini sesuai dengan wilayah kerajaan Islam pada zaman pertengahan. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur'an.
Bahasa Arob Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arob Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa. Bahasa Arob Baku berasal dari Bahasa Arob Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arob Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arob pra-Islam yang berasal dari abad ke-4. Bahasa Arob Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6.
 Penulis membagi bahasa Arob menjadi empat macam.
 1. Bahasa Arob pasaran yang dipakai masyarakat sehari-hari.
 2. Bahasa Arob baku (bahasa Arob sastra) yang digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.
 3. Bahasa Arob klasik atau bahasa Arob kuno, yaitu bahasa Arob yang dipakai pada zaman Nabi Muhammad Saw.
 4. Bahasa Arob Al Qur-an.

Bahasa Arob Al Qur-an.
 Karena Al Qur-an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw yang berbangsa Arob, dengan sendirinya kitab suci Al Quran menggunakan bahasa Arob.
Alloh berfirman :
43:3
  
Sesungguhnya Kami menjadikannya (yakni kalam Alloh) berupa Qur-an yang berbahasa Arob agar kamu dapat memahami (pesan-pesannya). (QS. Az-Zukhruf [43] : 3).
 Bahasa Arob yang dipakai oleh masyarakat waktu itu ada yang kasar dan keras, ada juga yang halus dan indah terdengar. Adapun kalimat ayat-ayat Al Qur-an, ia adalah kalimat Ilahi, yang serupa kefasihan dan keindahan susasteranya antara satu ayat dengan ayat lainnya.
 Alloh Swt. bersabda:
  
39:23
  
Alloh telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Alloh. Itulah petunjuk Alloh, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Alloh, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar [39] : 23).
 Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali Ra pernah mengingatkan bahwa:
 Bisa jadi yang diturunkan Alloh sepintas terlihat serupa dengan ucapan manusia, padahal itu adalah ucapan (firman) Alloh sehingga pengertiannya tidak sama dengan pengertian yang ditarik dari ucapan manusia. Sebagaimana tidak satu pun dari makhluk-Nya yang sama dengan-Nya, demikian juga tidak serupa perbuatan Alloh dengan sesuatu pun dari perbuatan manusia. Firman Alloh adalah sifat-Nya, sedang ucapan manusia adalah perbuatan/aktivitas mereka. Karena itu juga jangan sampai engkau mempersamakan firman-Nya dengan ucapan manusia sehingga mengakibatkan engkau binasa dan tersesat/menyesatkan.

Bila bahasa Arob di dalam Al Qur-an dimaknai sesuai dengan bahasa Arob klasik (satu kata mempunyai beberapa arti) maka Al Quran menjadi multi tafsir sebagaimana yang telah terjadi sekarang. Sehingga tidak ada kepastian.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mengingat bahwa di dunia ini Kitab Al Qur-an jumlahnya hanya satu, diciptakan oleh Alloh yang satu, diturunkan melalui malaikat yang satu yaitu Jibril, kepada Nabi yang satu yaitu Nabi Muhammad Saw. Maka makna kata-kata di dalam Al Qur-an seyogjanya hanya satu. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengertian rizqi di dalam Al Qur-an
 Telah dibahas di atas bahwa arti rizqi di dalam bahasa Arob ada dua bagian besar yaitu (1). Materi atau harta, dan (2) Makanan.
 Sebagaimana telah disebut tadi arti rizqi di dalam Al Quran seyogyanya hanya satu. Yaitu salah satu dari dua pengertian di atas (1). Materi atau harta, atau (2) Makanan. Dari dua arti ini kita pilih arti yang vital yaitu: makanan.
Kata rizqi di dalam Al Qur-an jumlahnya ada 97.  
No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
No.
Ayat
01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
[2]:3
[2]:22
[2]:25
[2]:57
[2]:60
[2]:172
[2]:233
[2]:254
[3]:37
[4]:39
[5]:114
[6]:142
[7]:31
[7]:50
[7]:160
[8]:3
[8]:26
[8]:74
[10]:59
[10]:93
[11]:6
[11]:88
[12]:22
[13]:26
[14]:31
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
[14]:32
[15:20
[16]:56
[16]:67
[16]:71
[16]:71
[16]:71
[16]:72
[16]:73
[16]:75
[16]:75
[16]:112
[16]:114
[17]:30
[17]:70
[18]:19
[19]:62
[19]:62
[20]:80
[20]:131
[20]:132
[20]:132
[22]:34
[22]:35
[22]:50
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
[22]:58
[22]:58
[23]:72
[24]:26
[28]:54
[28]:57
[28]:58
[28]:82
[29]:17
[29]:17
[29]:60
[29]:60
[29]:62
[30]:37
[30]:37
[30]:40
[32]:16
[33]:31
[34]:4
[34]:15
[34]:36
[34]:39
[35]:29
[36]:47
[37]:40
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
[38]:54
[39]:52
[40]:13
[40]:64
[42]:27
[42]:38
[45]:5
[45]:16
[50]:11
[51]:22
[51]:57
[51]:58
[40]:64
[56]:82
[62]:11
[63]:10
[65]:7
[65]:11
[67]:15
[67]:21
[67]:21
[89]:16
1
Kemudian kita sertakan arti rizqi tadi yaitu (makanan) di belakangnya.
Contoh : Q.S.14 (Ibrohim) : 31.
   
14:31
  
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
 Selanjutnya kita baca keseluruhan ayat tersebut serta merenungkannya apakah arti tersebut betul-betul telah sesuai. Demikianlah kita jalankan cara tersebut pada seluruh 97 kata rizqi itu sebagai berikut:
  
(Tafsir keseluruhan 97 ayat ini ada pada makalah Rizqi Dalam Al Qur-an Bukan Kekayaan Seri ke-2”).
  
1. Q.S. Al Baqarah [2] :2. (Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, 3. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki (makanan) yang kami anugerahkan kepada mereka. 4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
2. Q.S. Al Baqarah [2] :22. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki (makanan) untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
3. Q.S. Al Baqarah [2] :25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki (makanan) buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
4. Q.S. Al Baqarah [2] :57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami rizkikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya diri mereka sendiri.
5. Q.S. Al Baqarah [2] :60. Dan (ingatlah), ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu  memancarlah dari padanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (makanan) (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
6. Q.S. Al Baqarah [2] :172. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki (makanan) yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. 173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
7. Q.S. Al Baqarah [2] :233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi rezki (makanan) dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
8. Q.S. Al Baqarah [2] :254. Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah sebagian rezki (makanan) yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim.
9. Q.S. Ali Imran [3] :37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati rezki (makanan) di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rizki (makanan) pada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
10. Q.S. An-Nisaa' [4] :39. Apakah kemudharatan bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rizki (makanan) yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
11. Q.S. Al-Maaidah [5] :114. Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau; Beri rezki (makanan)lah kami, dan engkaulah pemberi rezki (makanan) yang paling utama.
12. Q.S. Al-An'aam [6] :142. Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki (makanan) yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
13. Q.S. Al A'raaf [7] :31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. 32. Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki (makanan) yang baik ?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
14. Q.S. Al A'raaf [7] :50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu" Mereka (penghuni syurga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.
15. Q.S. Surat A'raaf [7] :160. Dan mereka kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan kami naungkan awan di atas mereka dan kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah kami rizkikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
16. Q.S. Al Anfaal [8] :3. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka. 4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar- benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (makanan berupa buah-buahan dan daging burung serta minuman) yang mulia (di surga).
17. Q.S. Al Anfaal [8] :26. Dan ingatlah (hai para Muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Medinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezki (makanan) dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
18. Q.S.8 (Al Anfaal):74. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (makanan) yang mulia.
19. Q.S.10 (Yunus):59. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki (makanan) yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal" Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"
20. Q.S.10 (Yunus):93. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki (makanan) dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
21. Q.S.11 (Hud):6. Dan tidak suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezki(makanan)nya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh).
22. Q.S.11 (Hud):88. Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki (makanan) yang baik (patutlah aku menyalahi perintah-Nya)?. Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kamu dari padanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.
23. Q.S.12 (Ar ra'd):22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). 23. (Yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isteri dan anak cucunya, sedang Malaikat-Malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, 24. (Sambil mengucapkan) : "Salamun 'alaikum bima shabartum". Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
24. Q.S.13 (Ar-Ra'd):26. Allah meluaskan rezki (makanan) dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan di dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).
25. Q.S.14 (Ibrahim):31. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
26. Q.S.14 (Ibrahim):32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan rezki (makanan) untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
27. Q.S.15 (Al Hijr):20. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki (makanan) kepadanya.
28. Q.S.16 (An Nahl):56. Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bahagian dari rezki (makanan) yang telah kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
29. Q.S.16 (An Nahl):67. Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki (makanan) yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
30. Q.S.16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki (makanan), tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki (makanan) mereka kepada budak- budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki (makanan) itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? 72. Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu dan memberimu rezki (makanan) dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?" 73. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki (makanan) kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun). 74. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 75. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang kami beri rezki (makanan) yang baik dari kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki (makanan) itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.
31. Q.S.16 (An Nahl):112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezki(makanan)nya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
32. Q.S.16 (An Nahl):114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki (makanan) yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. 115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
33. Q.S.17 (Al Isra'):30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki (makanan) kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
34. Q.S.17 (Al Isra):70. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki (makanan) dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
35. Q.S.18 (Al Kahfi):19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?). Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata yang lain lagi: "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa rezki (makanan) itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorangpun.
36. Q.S.19 (Maryam):62. Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezki(makanan)nya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang.
37. Q.S.20 (Thaha):80. Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa. 81. Makanlah di antara rezki (makanan) yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.
38. Q.S.20 (Thaha):131. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami cobai mereka dengannya. Dan rizki (makanan) Tuhan kamu (makanan di sorga, pen.) adalah lebih baik dan lebih kekal.
39. Q.S.20 (Thaha):132. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki (makanan) kepadamu, kamilah yang memberi rezki (makanan) kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
40. Q.S.22 (Al Hajj):34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelian (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak (makanan) yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), 35. (Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian (makanan, pen.) dari apa yang telah kami rezkikan kepada mereka.
41. Q.S.22 (Al Hajj):50. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka ampunan dan rezki (makanan di sorga, pen.) yang mulia.
42. Q.S.22 (Al Hajj):58. Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki (makanan) yang baik (di syurga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki (makanan).
43. Q.S.23 (Al Mu'min):72. Atau kamu meminta upah kepada mereka?", Maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezki (makanan) yang paling baik.
44. Q.S.24 (An Nuur):26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki (makanan) yang mulia (di syurga).
45. Q.S.28 (Al Qasas):54. Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa (makanan, pen.) yang telah kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
46. Q.S.28 (Al Qasas):57. Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kamu akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (makanan)(bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
47. Q.S.28 (Al Qasas):82. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki (makanan) bagi siapa yang dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".
48. Q.S.29 (Al Ankabut):16. Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 17. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki (makanan) kepadamu; maka mintalah rezki (makanan) itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.
49. Q.S.29 (Al Ankabut):60. Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezki(makanan)nya sendiri. Allahlah yang memberi rezki (makanan) kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
50. Q.S.29 (Al Ankabut):62. Allah melapangkan rezki (makanan) bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
51. Q.S.30 (Ar Rum):37. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki (makanan) bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan rezki (makanan) itu, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. 38. Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.
52. Q.S.30 (Ar Rum):40. Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki (makanan), kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali), adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu dapat berbuat suatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
53. Q.S.32 (As Sajdah):15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya sedang mereka tidak menyombongkan diri. 16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka.
54. Q.S.33 (Al Ahzab):31. Dan barang siapa di antara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh. Niscaya Kami memberikan kepadanya pahalanya dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki (makanan) yang mulia (di surga).
55. Q.S.34 (Saba):4. Supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rizki (makanan) yang mulia (di surga).
56. Q.S.34 (Saba):15. Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki (makanan) yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun.
57. Q.S.34 (Saba):36. Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki (makanan) bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
58. Q.S.34 (Saba):39. Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki (makanan) bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki (makanan) yang sebaik-baiknya.
59. Q.S.35 (Fathir):29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki (makanan) yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.
60. Q.S.36 (Yaa-siin):47. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebagian dari rezki (makanan) yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan. Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".
61. Q.S.37 (Ash Shaffat):40. Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). 41. Mereka itu memperoleh rezki (makanan) yang tertentu, 42. Yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, 43. Di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat,
62. Q.S.38 (Shaad):49. Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik. 50. (Yaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, 51. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di syurga itu. 52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. 53. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. 54. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki (makanan) dari kami yang tiada habis-habisnya.
63. Q.S.39 (Az Zumar):52. Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki (makanan) dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.
64. Q.S.40 (Al Mu'min):13. Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki (air/makanan) dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).
65. Q.S.40 (Al Mu'min):64. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki (makanan) dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.
66. Q.S.42 (Asy Syuura):27. Dan jikalau Allah melapangkan rezki (makanan) kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
67. Q.S.42 (Asy Syuura):38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki (makanan) yang kami berikan kepada mereka.
68. Q.S.45 (Al Jaatsiah):5. Dan pada pergantian malam dan siang dan rezki (air/makanan) yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkannya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
69. Q.S.45 (Al Jaatsiah):16. Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Bani Israil Al-Kitab (Taurat) dan kekuasaan dan kenabian; dan kami berikan kepada mereka rezeki-rezki (makanan) yang baik dan kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).
70. Q.S.50 (Qaaf):9. Dan kami turunkan dari langit air yang banyak manfa'atnya lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. 10. Dan pohon kurma yang tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun. 11. Untuk menjadi rezki (makanan) bagi hamba-hamba (kami). Dan kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.
71. Q.S.51 (Adz Dzariat):22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezki (air/makanan)mu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu (air hujan, pen.). 23. Demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti terjadinya perkataan yang kamu ucapkan.
72. Q.S.51 (Adz Dzariat):56. Dan Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. 57. Aku sekali-kali tidak menghendaki rezki (makanan) sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan. 58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki (makanan) yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
73. Q.S.56 (Al Waqiah):81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al- Quran ini ?. 82. Kamu (mengganti) rezki (makanan) (Allah) dengan mendustakan (Allah).
74. Q.S.62 (Al Jum'ah):11. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dari pada permainan dan perniagaan; dan Allah sebaik-baik Pemberi rezki (makanan).
75. Q.S.63 (Al Munafiqun):10. Dan belanjakanlah sebagian dari pada rezki (makanan) yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; dan ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, dengan sebab itu aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?".
76. Q.S.65 (At-Talaq):7. Orang yang mampu hendaknya memberi nafkah menurut kemampuannya; dan orang yang disempitkan rezki(makanan)nya hendaklah memberi nafkah dari harta (berupa makanan, pen.) yang diberikan Allah kepadanya; Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
77. Q.S.65 (At-Talaq):11. (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah melapangkan rezki (air/makanan) kepadanya.
78. Q.S.67 (Al-Mulk):15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezki (makanan)-Nya; dan kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
79. Q.S.67 (Al-Mulk):21. Atau siapakah yang akan memberi kamu rezki (makanan) jika Allah menahan rezki (makanan)-Nya, bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan dalam keadaan menjauhkan diri?.
80. Q.S.89 (Al-Fajr):15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi kesenangan maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku," 16. Tetapi apabila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezki (makanan)nya, maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku," 17. Sekali-kali tidak (demikian), bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, 18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin; 19. Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil). 20. Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
Hasil percobaan.
Tafsir keseluruhan 97 ayat ini ada pada makalah Rizqi Dalam Al Qur-an Bukan Kekayaan Seri ke-2”. Ternyata mengartikan rizqi dengan makanan pada semua ayat yang mengandung kata rizqi  (ada 97) semuanya cocok..

 ----------------------------------------------------------------------------
 Maka:
Arti kata rizqi di seluruh Al Qur-an adalah makanan
 -----------------------------------------------------------------------------

Penutup

Demikianlah pembahasan penulis tentang arti kata rizqi di dalam Al Qur-an. 
         Penulis bukanlah seorang yang ahli dalam bahasa Arob atau Tafsir Al Qur-an. Maka penulis yakin bahwa makalah ini tidak sempurna. Bila para pembaca menemukan kesalahan mohon diberitahukan kepada penulis untuk dilakukan koreksi. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih.
         Wallohu almuwaffiq ila aqwamith thoriq, wassalamu ‘alaikum w.w.


 Jember, 14 Desember 2013.

Dr. H.M. Nasim Fauzi
 Jalan Gajah Mada 116
 Tlp. (0331) 48927


Kepustakaan
 01. Abd. Bin Nuh dan Oemar Bakri, Kamus Arab Indonesia, Mutiara, Jakarta, 1979.
 02. Abdul Qadir Hassan, Qamus Al-Quran, Al Muslimun, Bangil, 1964.
 03. Ali Audah, Konkordansi Qur’an, Litera AntarNusa; Mizan, Bandung, 1997.
 04. Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahnya, CV Asy-Syifa, Semarang, 1999.
 05. Drs. M. Zainul Arifin, Kamus Al-Qur’an, Apollo, Surabaya, 1997.
06. Elias A Elias &  Edward  E. Elias, H. Ali Almascatie BA,  Kamus Saku Arab Inggris Indonesia, Almaarif, Bandung, Tanpa tahun.
07. M Kasir Ibrahim, Kamus Arab, Apollolestari, Surabaya, Tanpa tahun.
 08. M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir, Lentera Hati, Tangerang, 2013.
 09. Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu’ X,Yayasan Nurul Islam, Jakarta, 1966.
 10. Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, MA , Ensiklopedia Al-Qur’an, Lentera Hati, Jakarta, 2007.
 11. Prof. M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur’an, Paramadina, Jakarta, 1996.
 12. Toshihiko Izutsu, Konsep-konsep Etika Religius dalam Quran, PT Tiara Wacana, Yogjakarta, 1993.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar