Sabtu, 22 Oktober 2016

Benarkah Hanya Alloh dan Rosulnya Yang Bisa Menafsirkan Al Qur-an





BENARKAH HANYA 
ALLOH DAN ROSULNYA 
YANG BISA
MENAFSIRKAN AL QUR-AN ?

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi

Pendahuluan
Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne, Selasa (11/10/ 2016), ucapan Nusron Wahid banyak menimbulkan reaksi.
Pada makalah ini penulis mengomentari pendapatnya bahwa para ulama yaitu MUI tidak berhak menafsiri Al Qur-an, dalam hal ini adalah surat Al-Maidah : 51.
Pada ayat ini MUI menafsirkan “auliya” dengan “pemimpin-pemimpin” sesuai dengan  yang ditulis dalam Al-Quran dan Terjemahnya terbitan Depag RI.
Menurut Nusron hanya Alloh dan Rosulnya saja yang berhak menafsirkan Al Qur-an bukan MUI.
Terjemah Surat Al-Maidah ayat 51 dalam Al-Quran dan Terjemahnya terbitan Depag RI
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasroni menjadi pemimpin-pemimpin (auliya’)mu; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.
Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zolim.
Asbabun Nuzul (latar belakang turunnya ayat) Surat Al-Maidah : 51
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan al-Baihaqi, yang bersumber dari ‘Ubadah bin ash-Shamit bahwa ‘Abdulloh bin Ubay bin Salul (tokoh munafik Madinah) dan ‘Ubadah bin ash-Shamit (salah seorang tokoh Islam dari Bani ‘Auf bin Khazroj) terikat oleh suatu perjanjian untuk saling membela dengan Yahudi Bani Qainuqo’. 
Ketika Bani Qainuqo’ memerangi Rosulullah saw. ‘Abdulloh bin Ubay tidak melibatkan diri. Sedangkan ‘Ubadah bin ash-Shamit berangkat menghadap Rosululloh saw. untuk membersihkan diri kepada Alloh dan RosulNya dari ikatannya dengan Bani Qainuqo’ itu, serta menggabungkan diri bersama Rosulullah dan menyatakan hanya taat kepada Alloh dan RosulNya. 
Maka turunlah ayat ini (al-Maaidah: 51) yang mengingatkan orang yang beriman untuk tetap taat kepada Alloh dan RosulNya, dan tidak mengangkat kaum Yahudi dan Nasroni menjadi pemimpin mereka.
Komentar para ulama terhadap pendapat pada judul makalah ini
1. Golongan yang tidak setuju
     Para ulama tafsir berpendapat bahwa selain Alloh dan RosulNya boleh menafsiri Al-Quran. Namun ada syarat yang berat bagi seseorang (ulama) yang ingin menjadi mufassir Al Qur-an. Sesuai dengan hadis berikut :
     “Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan logikanya (semata), maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka” (HR. Tirmidzi)
Menurut ustadz Felix Siauw, pendapat hanya Alloh saja yang mengetahui tafsir Al-Quran adalah pendapat orientalis yang ingin memisahkan kaum muslimin dari Al-Quran sehingga umat Islam menjadi rusak.
2. Golongan yang setuju
Dengan adanya banyak ulama yang menafsirkan Al Qur-an maka telah terjadi perbedaan bahkan pertentangan dalam Tafsir Al-Quran.
Pendapat hanya Alloh dan Rosulnya saja yang boleh menafsirkan Al-Quran mustahil dilaksanakan karena Rosululloh sudah wafat, dan selama hidupnya sangat sedikit ayat Al-Quran yang beliau tafsiri.
Maka akhirnya hanya tinggal Alloh saja yang boleh menafsirkan Al Quran. 
Untuk mengetahui tafsir Al-Quran kita harus bertanya kepada Alloh.
Bertanya kepada Alloh
Masa berbicara langsung dengan Alloh sepert Nabi Adam As. di surga dan Nabi Musa As. di Gunung Sinai sudah lewat.
Yang bisa kita laksanakan sekarang adalah bertanya kepada Alloh secara tidak langsung yaitu bertanya kepada Alloh melalui Al Qur-an yang diciptakanNya.
Bertanya kepada Al Qur-an
Untuk bisa bertanya kepada Alloh melalui Al-Quran kita harus merubah Paradigma Tafsir Al-Quran.
Paradigma Tafsir Al-Quran sekarang adalah: Al-Quran ditulis dalam Bahasa (orang) Arab. Maka Tafsir Al-Quran harus menggunakan Kaidah Bahasa yang dipakai oleh orang Arob.
Sebagaimana pendapat Muqotil ibn Sulaiman (w. 150H / 767 M.) seorang Ahli Tafsir Al-Qur-an periode awal yang berkata bahwa kata-kata di dalam Al Qur-an di samping memiliki makna definitif, juga memiliki makna alternatif. Seorang penafsir harus mengetahui makna-makna itu.
Pendapat beliau ini dianut sampai sekarang oleh para mufassir modern yaitu setiap kata di dalam Al-Quran mempunyai banyak arti.
Sebagai contoh adalah tafsir kata wali di dalam Surat Al-Maidah : 51 yang diributkan itu.
     Menurut Prof. M. Quraisy Shihab di dalam Ensiklopedia Al-Quran, kata waliy berasal dari kata waly yang berarti dekat. Maka wali mempunyai banyak arti yaitu yang dekat, teman, sahabat, penolong, wali, sekutu, pengikut, pelindung, penjaga, pemimpin, yang mencintai, yang dicintai dan penguasa.
Di dalam Al-Quran wali sebagai adjektif disebut 44 kali. Dalam bentuk jamak auliya disebut 42 kali.
Paradigma Tafsir Al-Quran sekarang yaitu suatu kata di dalam Al-Quran memiliki banyak arti menimbulkan Al Qur-an yang multitafsir karena arti suatu kata di dalam Al-Quran yang dipakai oleh para mufassir saling berbeda, bahkan bisa bertentangan. Padahal Alloh menyatakan bahwa tidak ada pertentangan di dalam Al-Quran.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur-an? Kalau kiranya Al Qur-an itu bukan dari sisi Alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisa' [4] :82).
Sebagai contoh Tafsir masalah poligami. Di dalam Kitab Tafsir Klasik Jalalain dan Ibnu Katsir yang ditulis sebelum penjajah Inggris masuk ke Timur Tengah, disebutkan bahwa perkawinan poligami sama baiknya dengan monogami.
Sedangkan dalam Kitab-kitab Tafsir Modern yang terpengaruh oleh pemikiran orientalis beranggapan bahwa monogami lebih baik dibanding poligami.
Setiap kata di dalam Al-Quran hanya mempunyai satu arti
Agar tidak terjadi multitafsir maka kita harus merubah paradigma fafsir sekarang ke Paradigma Tafsir baru yaitu setiap kata di dalam Al-Quran hanya mempunyai satu arti.
Adapun alasan-alasannya adalah sebagai berikut
1. Pendapat Sayidina Ali bin Abi Tholib Ra. tentang Bahasa Arob Al Qur-an.
Sayyidina Ali Ra. bersabda : “Bisa jadi yang diturunkan Alloh (Al Qur-an) sepintas terlihat serupa dengan ucapan manusia, padahal itu adalah firman Alloh sehingga pengertiannya tidak sama dengan ucapan manusia. Sebagaimana tidak serupa perbuatan Alloh dengan perbuatan manusia. Firman Alloh adalah sifatNya, sedang ucapan manusia adalah perbuatan / aktivitas mereka. Karena itu juga jangan sampai engkau menyamakan firmanNya dengan ucapan manusia sehingga mengakibatkan engkau binasa dan tersesat.
2. Ucapan Sayidina Ali itu secara logis dapat diringkas menjadi : Al Qur-an yang satu, diturunkan oleh Alloh yang satu, lewat malaikat yang satu yaitu Jibril As. kepada Nabi yang satu yaitu Muhammad Saw., maka setiap katanya hanya mempuyai satu arti.
3. Proses menafsirkan Al Qur-an dengan Al Qur-an oleh Nabi Saw. di bawah ini dasarnya adalah setiap kata di dalam Al-Qur-an hanya mempunyai satu arti.
     Saat seorang sahabat membaca surat Al-An'am,
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezoliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keimanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am : 82). 
Para sohabat merasa khawatir dan gelisah serta takut terhadap diri mereka. Karena zohir ayat itu menjelaskan bahwa tidak ada keimanan dan tidak hidayah bagi orang yang keimanannya tercampur dengan suatu kezoliman. 
Oleh karena itu, mereka bertanya, "Wahai Rosululloh, siapa dari kami yang tidak pernah berbuat zolim kepada dirinya?"
Rosul menjelaskan makna "al-Dhilm" itu adalah "syirik" Pengertian ini sudah pernah dijelaskan pada ayat lain di dalam Al Qur-an sebagai "dhulm"
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Alloh), sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) adalah benar-benar kezoliman yang besar"(QS. Luqman [31]:13).
Arti kata "al-dhilm" dalam ayat pertama adalah sama dengan arti kata "dhulm" dalam ayat ke-2. berarti setiap kata di dalam Al-Quran mempunyai satu arti.
Metode menafsirkan Al Qur-an dengan Al Qur-an ini juga dipakai oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Quranul Adzim. Dasar dari metode ini adalah dalam Al Qur-an satu bagian saling menafsirkan dengan bagian lainnya.
Metode menafsirkan Al Qur-an dengan Al Qur-an ini meskipun dinilai merupakan metode terbaik dan telah dikenal lama, tetapi dalam penggunaannya masih menghasilkan pengertian jamak / tidak seragam.
Maka kita mencari cara lain yang lebih tajam yaitu 

Menyatukan Tafsir Al Qur-an dengan cara menafsirkan Al Qur-an secara kata dengan kata

Penulis telah memakai cara ini sejak tahun 2015.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
1. Mula-mula kita mencari arti suatu kata dari segi bahasa Arob.
2. Lalu kita mencari artinya di dalam Kamus Bahasa Arob, khususnya dalam Kamus dan Ensiklopedia Al-Quran.
3. Oleh karena di dalam Al-Quran setiap kata hanya mempunyai satu arti maka kita ambil salah satu artinya dari Kamus yang kiita anggap paling cocok misalnya wali berarti pelindung..
4. Selanjutnya kita kumpulkan semua ayat di dalam Al Qur-an yang mengandung kata wali. Untuk mencari ayat-ayat tersebut kita bisa memakai Kamus Al Quran. Di pasar sudah ada kamus-kamus ini yang berbahasa Indonesia. Kamus yang dipakai oleh penulis adalah Qamus Al-Quran karangan Abdulqadir Hasan, Konkordansi Qur'an karangan Ali Audah, Indeks Al Qur-an karangan Sukmajaya dkk.dll.
5. Semua ayat yang kata walinya kita artikan dengan pelindung itu kita teliti apakah cocok dengan keseluruhan isi ayat. Bila cocok kita tulis (cocok) di belakang kalimat ayat itu. Bila tidak cocok kita tulis (tidak cocok).
6. Bila semua ayat yang kita teliti itu (cocok) maka itulah arti kata wali di dalam Al Quran menurut Alloh Swt...
7. Bila (tidak cocok) maka kita ambil arti kata lainnya.
Tafsir kata waliy di dalam Al Qur-an
1. Arti kata wali dari segi bahasa Arab.
Arti kata wali menurut Prof. M. Quraisy Shihab telah dibahas sebelumnya.
2. Arti kata wali di dalam Kamus dan Ensiklopedia.Al Qur-an
3. Daftar ayat yang mengandung kata wali dan auliya menurut Qamus Al Qur-an, Abdul Qadir Hasan
1. QS. Ali Imron 68 Sesungguhnya orang yang berlindung (kepada Alloh) bersama (awla) Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Alloh adalah Pelindung (wali) semua orang-orang yang beriman. (cocok)
2. QS. Al-An’am 14 Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung (wali) selain dari Alloh yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Alloh), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik". (cocok)
3. QS. Al-An’am 51 Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung (wali) dan pemberi syafa'at pun selain daripada Alloh, agar mereka bertakwa. (cocok)
4. QS. Al-An’am 70  Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu, agar masung-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka. Tidak akan ada baginya pelindung (wali) selain Alloh dan semua tebusan untuk selamat dari siksaan tidak ada yang diterima. Orang-orang kafir yang ditahan di dalam siksaan akibat perbuatan jahat yang mereka lakukan itu, di neraka jahannam akan mendapatkan siksa berupa air yang sangat panas dan siksaan yang sangat pedih akibat kekufuran mereka. (cocok)
5. QS. Al-An’am 127 Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung (wali) mereka disebabkan amal-amal soleh yang selalu mereka kerjakan. (cocok)
6. QS. Al-Isro’ 33 Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharomkan Alloh (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zolim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada yang dilindungi (wali) (ahli waris)nya tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (cocok)
7. QS. Al-Isro’ 111 Dan katakanlah: "Segala puji bagi Alloh yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya. Dan Dia bukan pula hina yang memerlukan pelindung (wali) dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (cocok)
8. QS Fushilat 34 Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi orang yang saling melindungi (wali). (cocok)
9. QS Jatsiyah 19  Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikit pun dari siksaan Alloh. Dan sesungguhnya orang-orang yang zolim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, Dan Alloh adalah pelindung (wali).orang-orang yang bertakwa. (cocok)
10. QS At-Taubah 74 Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Alloh, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, Dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, Dan mereka tidak mencela (Alloh dan RosulNya), kecuali karena Alloh dan RosulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka. Dan jika mereka berpaling, niscaya Alloh akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirot; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung (wali).dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (cocok)
11. QS At-Taubah 116  Sesungguhnya kepunyaan Alloh lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung (wali).dan penolong bagimu selain Alloh. (cocok)
12. QS Al-Ankabut 22 Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Alloh) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung (wali).dan penolong selain Alloh. (cocok)
13. QS Asy-Syuro 8  Dan kalau Alloh menghendaki niscaya Alloh menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendakiNya ke dalam rohmatNya. Dan orang-orang yang zolim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun (wali).dan tidak pula seorang penolong. (cocok)
14. QS Asy-Syuro 9 Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung (awliya) selain Alloh? Maka Alloh, Dia lah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (cocok)
15. QS Asy-Syuro 28 Dan Dia lah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rohmatNya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung (wali) lagi Maha Terpuji. (cocok)
16. QS Asy-Syuro 31 Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Alloh) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung (wali) dan tidak pula penolong selain Alloh. (cocok)
17. QS Asy-Syuro 44 Dan siapa yang disesatkan Alloh maka tidak ada baginya seorang pelindung pun (wali) sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zolim ketika mereka melihat azab berkata: "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?" (cocok)
18. QS Ar-Ro’d 37 Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arob. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung (wali)  dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Alloh. (cocok)
19. QS Al-Kahf 17 Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Alloh. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pelindung pun (wali) yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (cocok)
20. QS Al-Kahf 26  Katakanlah: "Alloh lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaanNya lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatanNya dan alangkah tajam pendengaranNya; Tak ada seorang pelindung pun (wali) bagi mereka selain dari padaNya; Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutuNya dalam menetapkan keputusan". (cocok)
21. QS As-Sajdah 4  Alloh lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang pelindung pun (wali) dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (cocok)
22. QS An-Nisa’ 45 Dan Alloh lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Alloh menjadi pelindung (wali) (bagimu). Dan cukuplah Alloh menjadi Penolong (bagimu) (cocok).
23. QS An-Nisa’ 75 Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zolim penduduknya dan berilah kami pelindung (wali) dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (cocok)
24. QS An-Nisa’ 89 Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijroh pada jalan Alloh. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung (wali), dan jangan (pula) menjadi penolong. (cocok)
25. QS An-Nisa’ 119 Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya". Barang-siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung (wali), selain Alloh, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (cocok)
26. QS An-Nisa’ 123 (Pahala dari Alloh) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang-siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung (wali), dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Alloh. (cocok)
27. QS An-Nisa’ 173 Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Alloh akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karuniaNya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Alloh akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka pelindung (wali) dan penolong selain dari pada Allah. (cocok)
28. QS Al-Baqoroh 107 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Alloh? Dan tiada bagimu selain Alloh seorang pelindung (wali), maupun seorang penolong. (cocok)
29. QS Al-Baqoroh 120 Orang-orang Yahudi dan Nasroni tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung (wali) dan penolong bagimu. (cocok)
30. QS Al-Baqoroh 257 Allah pelindung (wali), orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaiton, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (cocok)
31. QS. Al-Ahzab 17 Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Alloh jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rohmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung (wali), dan penolong selain Alloh. (cocok)
32. QS. Al-Ahzab 65 Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun (wali), dan tidak (pula) seorang penolong. (cocok)
33. QS. Maryam 5 Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap yang kulindungi (mawali)ku (anak) sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, (cocok)
34. QS. Maryam 45 Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi orang yang dilindungi (wali) syaiton". (cocok)
35. QS An-Naml 49 Mereka berkata: "Bersumpahlah kamu dengan nama Alloh, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada yang dilindungi (wali) (waris)nya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar". (cocok)
36. QS. Ali Imron 122 Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Alloh adalah pelindung bagi kedua golongan itu (waliyuhuma). Karena  itu hendaklah kepada Alloh saja orang-orang mukmin bertawakkal. (cocok)
37. QS. Al-A’rof 155 Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah yang melindungi (wali) kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rohmat. Dan Engkau lah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". (cocok)
38. QS.Saba’ 41 Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkau lah pelindung (wali) kami, bukan mereka; Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". (cocok)
39. QS. Al-Maidah 55 Sesungguhnya pelindung (wali) kamu hanyalah Allah, RosulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Alloh). (cocok)
40. QS  An-Nahl 63 Demi Alloh, sesungguhnya Kami telah mengutus rosul-rosul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaiton menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaiton menjadi pelindung (wali) mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (cocok)
41. QS. Al-Fath 22  Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung (wali) dan tidak (pula) penolong. (cocok)
Kesimpulan
Pernyataan bahwa hanya Alloh dan Rosulnya saja yang bisa menafsirkan Al-Quran adalah benar.
Maka bila kita ingin mengetahui tafsir Al-Quran kita harus bertanya kepada Alloh melalui Kitab Al-Quran yang diciptakanNya.
Yaitu dengan menafsirkan Al-Quran secara kata dengan kata.
Cara ini baru saja kita laksanakan dengan contoh tafsir kata wali di atas yang artinya di dalam Al-Quran adalah pelindung, ternyata (cocok) pada ke-41 ayat Al-Quran yang menganduhg kata wali yang kita selidiki.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasroni menjadi pelindung-pelindung (auliya’)mu; sebahagian mereka adalah pelindung bagi sebahagian yang lain. Barang-siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pelindung, maka sesungguhnya termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zolim.

Jember, 19 Oktober 2016

Dr. H. M. Nasim Fauzi
Jln Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar