Kamis, 07 Januari 2016

Makalah Pendek Benarkah Merokok Membunuh Kita ?



BENARKAH MEROKOK
 MEMBUNUH KITA ?
Oleh : Dr. H. M. Nasim Fauzi
Pendahuluan
Iklan rokok ada di mana-mana.
Di bagian bawah iklan-iklan itu ditulis :
Peringatan : Merokok membunuhmu.
Benarkah peringatan ini ?  
Mari kita uji kebenarannya berdasarkan data-data kesehatan yang ada.
Setiap tahunnya di dunia terdapat jutaan manusia yang meninggal dunia oleh berbagai sebab. Menurut  WHO (World Health Organization / Organisasi Kesehatan Sedunia), diperkirakan 55 juta orang meninggal di dunia pada tahun 2011. Penyebab-penyebabnya adalah sebagai berikut:.
10 Penyebab Kematian Terbanyak
di Dunia Menurut WHO Tahun 2015
  1.     Penyakit Jantung Koroner
  2.     Stroke
  3.     Infeksi Saluran Pernapasan Bawah
  5.     Diare
  6.     HIV / AIDS
  7.     Kanker Paru-paru
  8.     Diabetes Melitus
  9.     Kecelakaan Lalu Lintas
10.     Prematuritas
Dari ke-10 penyebab kematian di atas perbuatan merokok dituduh mempengaruhi penyebab kematian angka 1, 2, 4 dan 7.
Marilah kita kaji satu persatu.
1 dan 2, Penyakit Jantung Koroner  dan Stroke

Kedua-duanya disebabkan oleh atherosklerosis (penyempitan arteriola) akibat pengendapan Low Density Lipoprotein (LDL) Cholesterol yang disebut Kolesterol jahat. 

LDL Cholesterol yang tinggi ditimbulkan oleh konsumsi Minyak Buruk yaitu minyak kelapa sawit, minyak kedelai dan minyak lainnya yang mengandung asam lemak rantai panjang / Long Chain Triglyceride (LCT).


          Minyak kelapa sawit yang kita konsumsi adalah berasal dari sabutnya yang berwarna merah, maka minyak yang dihasilkannya juga berwarna merah disebut Red Palm Oil (RPO), lalu warna merahnya dibuang sehingga warnanya menjadi jernih 

Produsen minyak kelapa sawit terbesar adalah Indonesia dan Malaysia. Minyak ini adalah minyak goreng yang terbanyak dikonsumsi di dunia dengan tabel konsumsi pada tahun 2008 ada di bawah.

No.
Jenis minyak goreng
Per 1000 Ton
%
1
Minyak kelapa sawit
42.500
26,63
2
Minyak kedelai
37.930
23,73
3
Minyak rapa *
19.725
12,34
4
Minyak bunga matahari
10.236
6,45
5
Minyak kelapa
3.142
1,96
6
Lainnya
45.907
28,7

D u n i a
150.539
100
*Minyak rapa = Rape seed adalah sejenis kobis, nama Latinnya  adalah Brassica napus Linnaeus

     Minyak kelapa sawit dan Lemak Rantai Panjang lainnya setelah dikonsumsi, masuk ke saluran lemak dan limfe / Cisterna chyli, dalam bentuk Chylomicron. Lalu masuk thoracic duct, selanjutnya masuk ke vena jugularis interna dan subclavia, akhirnya masuk peredaran darah umum. Lalu disimpan di sel-sel lemak dan di hati untuk dimetabolisir. 
           Kadar LCT yang tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol di antaranya LDL Cholesterol yang bisa menimbulkan atherosklerosis. Untuk mencegahnya, selain menghindari minyak buruk kita juga harus menghindari lemak jahat yaitu margarin yang me-ngandung lemak trans, yang selain menimbulkan kanker juga bisa meningkatkan kadar kolesterol
Sebagai gantinya kita memakai minyak baik, yaitu minyak kelapa yang mutunya = Air Susu Ibu (ASI), mengandung asam lemak rantai sedang / Medium Chain Triglyceride (MCT). Setelah dikonsumsi di usus, MCT ini langsung masuk ke hati dijadikan keton bodies dan ATP sebagai bahan bakar tubuh. Sangat sedikit minyak / trigliserida yang masuk ke peredaran darah umum dan menimbulkan penyakit.
Konsumsi minyak kelapa sangat menurunkan kadar LDL dengan contoh kasus sebagai berikut.
Contoh kasus perubahan konsumsi dari minyak  kelapa sawit ke minyak     kkelapa.
T  Tn. IM. 64 th. Pensiunan Puslit Kopi Kakao Jember.
  Tanggal
14-04-2015
   12-05-2015
Diet
  Minyak kelapa sawit
    Minyak kelapa
TG
99 mg%
97 mg%
HDL
38 mg%
31 mg%
LDL
260 mg%
97 mg%
TG   = Triglyceride        Harga Normal < 150 mg%
HDL =  High Density Lipoprotein,
        = Kolesterol baik.  Harga Normal  > 35 mg%
LDL = Low Density Lipoprotein    
        = Kolesterol jahat  Harga Normal  < 135 mg%
Ternyata konsumsi minyak kelapa dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) yang bisa menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke, dari 260 mg % menjadi 97 mg % (hampir 300 %).
Penyakit jantung koroner dan stroke juga disebabkan oleh arteriosklerosis (pengerasan arteriola) akibat tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi dapat dikendalikan dengan mengonsumsi obat anti hipertensi sampai bernilai normal setiap hari selama hidup, mengurangi garam dapur (NaCl) dan menghindari kegemukan. Sebagai ganti garam dapur kita memakai Low Sodium Salt (Lososa).
Kegemukan dapat kita kurangi dengan membata-si konsumsi makanan berkalori tinggi sampai lingkar perut mencapai maksimal 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk wanita. Serta berolah raga.
Kadar LDL Cholesterol yang tinggi, Hipertensi, kegemukan sentral dengan Diabetes tipe 2 (ditam-bah resistensi insulin, gangguan fibrinolysis dan inflamasi umum) secara bersama-sama disebut Sindroma Metabolik.
Nikotin pada asap rokok pada beberapa penelitian bisa menaikkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL sebanyak 15-20 %. Kenaikan ini jauh lebih kecil dibanding kenaikan kadar LDL akibat konsumsi minyak kelapa sawit yang bisa mencapai 200–300%.
Terbukti bahwa pembunuh utama kita adalah Sindroma Metabolik terutama Konsumsi minyak kelapa sawit, bukan Perbuatan merokok.

Terdiri dari bronchitis chronis (radang cabang tenggorok menahun) dan emphysema (pemekaran gelembung paru-paru). PPOK secara pasif disebab-kan oleh pencemaran udara karena mengisap debu dan asap kimia dari industri, knalpot mobil dan motor bukan akibat dari merokok pasif.
 Pada tanggal 23 Oktober 2013 WHO menyatakan bahwa polusi udara telah menyebabkan kematian 3,2 juta orang dan 223.000 kanker paru-paru.
Di AS, selain pencemaran udara di atas, jelaga pada asap rokok menimbulkan PPOK pada 50 % perokok yang berumur > 60 tahun, serta 10–20 % perokok usia muda, karena tidak memiliki Enzim Alfa1 Anti-Tripsin (AAT). Kasusnya sangat jarang. Datanya di Indonesia belum ada. Gejalanya adalah bila merokok timbul batuk sesak yang progresif. Bila dibiarkan bisa menimbulkan kematian.
Penderita penyakit ini (orang yang peka) tidak boleh merokok..
Kanker paru bukan disebabkan oleh mengisap rokok, terbukti dari Rasio kematian oleh kanker paru antara penduduk Jepang dan AS berikut ini.
Kasus Kanker Paru-paru
Jepang
AS
Jumlah rokok dalam milyard batang
328
451
Jumlah penduduk (dalam juta jiwa)
117
310
Rasio rokok / penduduk (dibulatkan)
2
1
Rasio kematian oleh kanker paru-paru
1
10
Konsumsi lemak (% kebutuhan harian/orang)
8
40

          Bila rokok adalah penyebab kanker paru-paru tentunya jumlahnya di Jepang lebih banyak dari AS karena lebih banyak orang yang merokok.
     Ternyata kanker paru-paru lebih banyak di AS.
     Penyebabnya adalah karena tingginya konsumsi lemak di AS berupa minyak buruk dan lemak jahat yaitu margarin yang mengandung lemak trans yang bisa menimbulkan kanker.

Kesimpulan

Merokok tidak menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke, serta tidak menyebabkan kanker paru-paru. Penyakit saluran pernafasan bukanlah akibat dari merokok pasif.
Penyakit Paru Obstruktif Kronik disebabkan karena tidak memiliki Enzim Alfa 1 Antitripsin.
Maka mereka tidak boleh merokok.

Tulisan : Perhatian. Merokok Membunuhmu tidak benar. Sebaiknya diganti dengan .
Perhatian : Merokok bisa mengganggu kesehatan (pada orang yang peka).

          Bila masyarakat dilarang merokok secara terang-terangan, mereka bisa beralih mengonsumsi alkohol dan narkoba secara sembunyi-sembunyi..

Kedua-duanya bisa merusak masa depan kita.

Jember 1 Januari 2016

Dr. H. M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar