Sabtu, 07 November 2015

Makalah Pendek Mungkinkah Wanita Dunia Kawin Dengan Bidadara



Mungkinkah Wanita Dunia 
Kawin Dengan Bidadara
di Sorga?
(Bidadara = Pelayan Sorga / Wildanun Mukholladun)

Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi
Lanjutan makalah :
Menyatukan Tafsir Al Qur-an Dengan Cara Bertanya  Kepada Alloh Swt (MTA)
Pendahuluan
Surat Al-Waqi’ah [56] Hari Kiamat
Pada hari kiamat manusia terbagi atas 3 golongan.
1. Orang-orang yang beriman paling dahulu (tbqà)Î7»¡¡9$#ur tbqà)Î7»¡¡9$#), masuk sorga
2. Golongan kanan (Ü=»ptõ¾r& ÏpuZyJøyJø9$#), masuk sorga
3. Golongan kiri (Ü=»ptõ¾r& ÏpyJt«ô±pRùQ$#), masuk neraka.
Uraian
1. Orang-orang yang beriman paling dahulu
Di surga mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata.
Mereka dikelilingi oleh pelayan sorga (Wildanun Mukholladun (×bºt$ø!Ír tbrà$©#sƒC), yang membawa gelas dan cerek berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir (dan khomr) yang tidak memabukkan.
Mereka mendapat rizqi berupa buah-buahan, daging burung dan yang diinginkan lainnya.
Beristerikan bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan.
Mereka tidak mendengar kata-kata yang sia-sia dan dosa, kecuali ucapan salam.
2. Golongan kanan
Di surga mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun. Di bawah naungan yang terbentang luas.serta air yang tercurah.
Mendapat rizqi berupa buah-buahan yang tidak pernah berhenti berbuah. Di atas kasur-kasur yang tebal dan empuk, dengan istri bidadari-bidadari yang diciptakan langsung (bukan dari wanita dunia), dijadikan perawan yang penuh cinta dan sebaya. 

KESIMPULAN
Kedua golongan itu (orang-orang yang beriman paling dahulu dan golongan kanan) tentunya terdiri dari laki-laki mukmin dan wanita mukminat. Di surga kedua golongan itu akan dikawinkan dengan bidadari,
Mungkinkah wanita mukminat (yang masuk surga) itu kawin dengan bidadari ?
Sebagian besar Ahli Tafsir Al Qur-an berpendapat bahwa para wanita mukminat yang masuk ke dalam surga tidak mungkin kawin dengan bidadari karena sama-sama wanita.
     Tetapi mereka akan dikawinkan dengan pelayan surga (Wildanun Mukhol-ladun) yang berbentuk anak-anak muda (laki-laki).
Di antaranya pada Kitab-kitab tafsir sebagai berikut:
A. Tafsir Al Qur-an terjemah dari bahasa Arob.
1. Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti dalam Tafsir Al-Qurán Al-Jalalain.
2. Ismail ibn Katsir dalam Tafsir Al-Quran Ibnu Katsir.
B. Tafsir dalam Bahasa Indonesia
1. Tafsir Al-Qur'an Departemen Agama RI.
2. HAMKA dalam Tafsir Al Quran Al-Azhar.
3. Prof. Dr. M. Quraish Shihab MA. dalam Tafsir Al Qurán Al-Mishbah.
4. Quran CD / The Holy Quran Version 6.0.
Apa Yang dimaksud Dengan Wildanun Mukholladun Itu ?
Sebagaimana telah dibahas dalam makalah MTA,  kita akan menanyakan makna wildaan itu kepada Alloh Swt.
Cara Bertanya Kepada Alloh Swt.
MTA 1. Kata yang kita tanyakan maknanya kepada Alloh Swt adalah kata wildaan.
MTA 2. Makna kata wildaan itu kita cari di dalam Kamus dan Ensiklopedi Al Qur-an sebagai berikut:

No.
Nama kamus / Ensiklopedia
Arti wildaan
05
Qamus Al-Quran,  Abdul Qadir Hasan
Anak-anak
06
Ensiklopedia Al-Quran,  Prof. Dr. M. Quraisy Shihab MA.
Anak-anak, anak-anak muda

Sesuai dengan makalah MTA, bahwa setiap kata di dalam Al Qur-an hanya mempunyai satu makna, maka kita misalkan memilih makna wildaan  adalah anak-anak.
MTA 3. Ayat-ayat Al Qur-an yang mengandung kata wildaan kita cari dengan menggunakan  Buku-buku Indeks Al-Qur’an,.Konkordansi Qur’an dll.
Di dalam Qomus Al Quran kata "wildaan" yang diartikan "anak-anak", terdapat pada surat-surat QS. An-Nisa ‘[4]:75,98,127, QS. Al-Waqiáh [56]:17, QS. [73]:17, dan Al-Insan 76:19.
MTA 4. Kita masukkan makna kata wildaan  adalah anak-anak di dalam kurung di belakang kata wildaan tadi.
MTA 5. Kemudian dianalisa apakah makna kata wildaan  adalah anak-anak itu sesuai dengan keseluruhan  makna ayat.
Uraian selengkapnya dari ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut :
1. QS. An-Nisa [4]:75. Dan apakah yang menghalang kamu (maka kamu) tidak mau berperang pada jalan Allah (untuk menegakkan agama Islam) dan (untuk menyelamatkan)  orang-orang yang tertindas dari kamu lelaki, perempuan dan wildaan (anak-anak), yaitu mereka yang selalu (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan Kami! Keluarkanlah kami dari negeri (Mekah) ini, yang penduduknya (kaum kafir musyrik) yang zalim, dan jadikanlah bagi kami dari pihakMu seorang pemimpin yang mengawal (keselamatan agama kami), dan jadikanlah bagi kami dari pihakMu seorang pemimpin yang membela kami (dari ancaman musuh)".
2. QS. An-Nisa [4]:98. Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun wildaan (anak-anak), yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).
3. An-Nisa [4]:127. Dan mereka meminta fatwa kepadamu (wahai Muhammad), tentang para wanita. Katakanlah olehmu: "Allah mem-beri fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepada kamu dalam kitab(Al-Quran) ini tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberi kepada mereka apa yang telah ditetapkan untuk mereka, dan kamu ingin mengawini mereka; dan tentang wildaan (anak-anak) yang lemah (yang masih kecil lagi).Dan (kamu juga diwajibkan) supaya mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan (ingatlah) apa jua kebaikan yang kamu lakukan (kepada mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya".
4. QS. Al-Waqiah [56]:17. Mereka dilayani oleh wildaan (anak-anak) yang kekal (mukhalladuun)yang senantiasa beredar di sekitar mereka, 
5. QS. Al-Muzzammil [73]:17. Maka bagai-manakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menja-dikan wildaan (anak-anak) beruban.
6. QS. Al-Insan [76]:19. Dan mereka dilayani oleh wildaan (anak-anak) yang kekal (mukhalladuun). Apabila kamu melihat mereka, kamu menyangkanya mutiara yang bertaburan.
MTA 6. Ternyata pemaknaan wildaan dengan anak-anak sesuai dengan keseluruhan makna ayat pada ke 6 ayat yang kita analisa di atas.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
Terbukti bahwa makna wildaan di dalam Al Qur-an adalah anak-anak.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka wildaanun mukholladuun bermakna pelayan surga itu berbentuk anak-anak yang kekal (tidak bisa tumbuh dewasa).
Maka wanita mukminat yang masuk sorga itu tidak bisa kawin dengan mereka.
Mereka akan mengawini bidadari surga setelah sebelumnya Alloh Swt. merubah mereka menjadi laki-laki 
     Caranya adalah memroses para mukmin dan mukminat yang masuk ke dalam surga sesuai dengan yang ditulis oleh Imam Abdurrohim bin Ahmad Al-Qodli dalam buku Mengingat Sorga dan Neraka terbitan Toko Nun Surabaya tahun 1992. Dalam buku itu diceritakan tentang proses yang dialami oleh para mukmin (dan mukminat) yang masuk ke dalam surga sebagai berikut :
Sesungguhnya di belakang jembatan (shiroth) itu ada  tanah lapang yang ditumbuhi oleh pohon-pohon yang indah. Di bawah setiap pohon ada dua mata air yang mengalir dari sorga, dari arah kanan dan kiri.
Mereka minum dari salah satu mata airnya. Bila air itu sampai ke dadanya, keluarlah segala prasangka, menipu dan dengki. Hilanglah semua dari dalam dada mereka  Apabila air itu sampai di perut, keluar-lah yang membuat kerusakan dan penyakit dan juga air kencing. Maka mereka bersih lahir dan batinnya.
Kemudian orang-orang mukmin itu datang ke mata air yang satunya untuk mandi, maka jadilah wajah-wajah mereka seperti bulan purnama. Serta baguslah jiwa raganya, tampan parasnya dan harum baunya seperti minyak kasturi.
Setelah datang di pintu sorga yang grendelnya terbuat dari yakut merah, lalu mereka mengetuknya, maka keluarlah para bidadari dengan membawa beberapa piring makanan di tangannya. Mereka merangkul suami masing-masing sambil mengucapkan rayuannya: Engkaulah cintaku, aku sayang kepadamu, aku cinta padamu selama-lamanya. Selanjutnya masuk ke rumah (surga milik) suaminya bersama-sama.
Para mukminat surga juga ikut minum dan mandi di mata air sorga itu, lalu mereka berobah wujud menjadi seperti kaum mukmin surga, kemudian kawin dengan bidadari surga. Pada zaman modern = Rekayasa genetik.
Bagi Alloh Swt. merubah wujud mukminat yang masuk ke dalam surga menjadi mukmin surga adalah sangat mudah, sesuai dengan ayat berikut :
   ”Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” (QS. Al-Baqoroh [2] : 117).


Jember, 2 Nopember 2015

Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jl. Gajah Mada 118
Tlp. (0331) 481127
Jember.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar