Selasa, 13 Oktober 2015

Tafsir Kata Nafs di Dalam Al Qur-an 02




Menyatukan Arti Kata Nafs
di Dalam Al Qur-an
Seri 02
Oleh : Dr. H.M. Nasim Fauzi
...... Lanjutan makalah sebelumnya 

 Ayat-ayat itu adalah sebagai berikut :
QS. Al-Baqoroh [2] ada 20 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01 يُخٰدِعُونَاللَّهَ وَالَّذِينَءَامَنُوا۟وَمَايَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ 
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri ) (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri) sedang mereka tidak sadar. (QS. Al-Baqoroh [2] :9).
02. أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَالْكِتٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri (anfusakum berarti diri kalian sendiri), padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (QS. Al-Baqoroh [2] :44).
03-04وَاتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفٰعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) nafsan (nafs berarti seorang manusia) tidak dapat membela nafsin (manusia lainnya), walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS. Al-Baqoroh [2] :48).
05-06.وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يٰقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُم بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri (anfusakum berarti diri-diri kalian sendiri)., karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu (anfusakum berarti diri-diri kalian sendiri). Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqoroh [2] :54).
07.وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلٰكِن كَانُوٓا۟أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُو
Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (anfusahum berarti diri mereka sendiri). (QS. Al-Baqoroh [2] : 57)
08.وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ 
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia / wa idz qotaltum nafsan (nafs berarti  seorang manusia) lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. (QS. Al-Baqoroh [2] : 72).
09.وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَأَنفُسَكُم مِّن دِيٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (anfusakum berarti dirimu sendiri=saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya. (QS. Al-Baqoroh [2] : 84).
10.ثُمَّ أَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُممِّن دِيٰرِهِمْ تَظٰهَرُونَ عَلَيْهِم بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوٰنِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسٰرَىٰ تُفٰدُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (anfusakum berarti dirimu sendiri=saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (QS. Al-Baqoroh [2] : 85).
11.بِئْسَمَا اشْتَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكٰفِرِينَ عَذَابٌمُّهِينٌ
Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri) dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (QS. Al-Baqoroh [2] : 90).
12-13.وَاتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنفَعُهَا شَفٰعَةٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu nafsun (nafs berarti seorang manusia) tidak dapat menggantikan nafsin (idem) sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. (QS. Al-Baqoroh [2] :123).
14.وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرٰهِۦمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِينَ
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri (safiha nafsahu) (nafsahu berarti dirinya), dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Baqoroh [2] : 130).
15.وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌۢ بِالْعِبَادِ
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya (yasyri nafsahu) (nafsahu berarti dirinya) karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS. Al-Baqoroh [2] : 207).
16.وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَايٰتِ اللَّهِ هُزُوًا ۚ وَاذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنَ الْكِتٰبِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦ ۚ وَاتَّقُوا۟ اللَّهَ وَاعْلَمُوٓا۟ أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ 
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri (dzolama nafsahu) (nafsahu berarti dirinya). Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqoroh [2] : 231).
17.
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang /nafsun (nafs berarti seorang manusia) tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqoroh [2] : 233).
18.وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا۟ اللَّهَ وَاعْلَمُوٓا۟ أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (anfusihinna berarti diri-diri mereka sendiri)(ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. Al-Baqoroh [2] : 234).
19.وَاتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing (kullu) nafsin (nafs berarti seorang manusia) diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Baqoroh [2] : 281).
20.لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَٮٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya / laa yukallifulloohu nafsan illa wus'aha (nafs berarti dirinya yaitu seorang manusia). Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al-Baqoroh [2] : 286).  
QS. Ali Imron [3] ada 12 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap (kullu) nafsin (nafs berarti seorang manusia) balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). (QS. Ali Imron [3]: 25).
02.لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَۖ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا۟ مِنْهُمْ تُقَٮٰةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya (nafsahu) (nafsahu diri-Nya/ Alloh). Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS. Ali Imron [3] : 28).
03.قُلْ إِن تُخْفُوا۟ مَا فِى صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri (anfusahum berarti diri mereka sendiri), dan mereka tidak menyadarinya. (QS. Ali Imron [3] : 29).
04. يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوٓءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُۥٓ أَمَدًۢا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌۢ بِالْعِبَادِ
 Pada hari ketika tiap-tiap (kullu) nafsin (nafs berarti seorang manusia) mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imron [3] : 30).
05.كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ التَّوْرَٮٰةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا۟ بِالتَّوْرَٮٰةِ فَاتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri ('ala nafsihi) (nafsihi berarti dirinya sendiri) sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".(QS. Ali Imron [3] : 93).
06.مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِى هٰذِهِ الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri). ".(QS. Ali Imron [3] : 117).
07وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِينَ

Seseorang tidak akan mati (Wa ma kaana an nafsin an tamuuta) (nafs berarti seorang manusia) melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imron [3];145).
08.وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَغُلَّ ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُو

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap (kullu) nafsin (nafs berarti seorang manusia) akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. (QS. Ali Imron [3] : 161).
09.أَوَلَمَّآ أَصٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هٰذَاۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri"(anfusikum berarti diri-diri kalian sendiri). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imron [3] : 165).
10.الَّذِينَ قَالُوا۟ لِإِخْوٰنِهِمْ وَقَعَدُوا۟ لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا۟ ۗ قُلْ فَادْرَءُوا۟ عَنْ أَنفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ 

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu (anfusikum berarti diri-diri kalian sendiri), jika kamu orang-orang yang benar".(QS. Ali Imron [3] : 168).
11.كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap (kullu) nafsin (nafs berarti seorang manusia) akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imron [3]:185).
12. لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu (anfusikum) (anfusikum berarti diri-diri kalian). Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imron [3] : 186).

QS. An-Nisa’[4] ada 19 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا۟ اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (nafsin wahidatin) (seorang diri manusia yaitu Adam), dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa’[4] : 1).
02.وَءَاتُوا۟ النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًٔا مَّرِيٓـًٔا

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati / fa in thibna lakum 'an syai'in minhu nafsan (nafs berarti dirimu sendiri), maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS. An-Nisa’[4] : 4).
03.يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوٰلَكُم بَيْنَكُم بِالْبٰطِلِ إِلَّآأَن تَكُونَ تِجٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu (anfusakum berarti diri-diri kalian; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (QS. An-Nisa’[4] : 29).
04.وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا۟ مِندِيٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا 

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : "Bunuhlah dirimu (anfusakum berarti diri-diri kalian); atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (QS. An-Nisa’[4] : 66).
05.مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا 

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah / maa ashoobaka min hasanatin fa minalloohi, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri / wa maa ashoobaka min sayyi-atin fa min nafsika (nafsika berarti dirimu sendiri). Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. An-Nisa’[4] : 79).
06.فَقٰتِلْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَاللَّهُأَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلًا

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri / laa tukallifu illa nafsaka (nafsaka berarti dirimu sendiri) Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya). (QS. An-Nisaa’ [4] : 84).
07.إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّٮٰهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى الْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لٰٓئِكَ مَأْوَٮٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا


Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (anfusihimberarti diri-diri mereka sendiri), (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?". Mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, (QS. An-Nisaa’ [4] : 97).
08.وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya (yadzlim nafsahu) (nafsahu berarti dirinya sendiri), kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’[4] : 110).
09.وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri (yaksibuhu ala nafsihi) (nafsihi berarti dirinya sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’[4] : 111).
10.وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُۥ لَهَمَّت طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ أَنيُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَىْءٍ ۚ وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri (anfusahum, berarti diri-diri mereka sendiri), dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (QS. An-Nisa’[4] : 113).
11.وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (alanfusu berarti diri) (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Nisa’[4] : 128).

QS. Al-Maidah [5] ada 8 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01قَالَ رَبِّ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِى وَأَخِى ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِينَ
.
Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri / qoola robi innii laa amliku illaa nafsii (nafsii berarti diriku sendiri) dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu" (QS. Al-Maaidah [5] : 25).
02فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِينَ 
Maka nafs Kabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya / fa thowa'at lahu nafsahu qotla akhiihi (nafsahu berarti dirinya sendiri), sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. (QS. Al-Maaidah [5] : 30).
03مِنْ أَجْلِ ذٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚوَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang nafsan (nafs berarti seorang manusia), bukan karena orang itu (membunuh) nafsin (idem), atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia (naas) seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia (ahyaahaa), maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia (naas) semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (QS. Al-Maídah [5] : 32).
04وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَآ أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنفَ بِالْأَنفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهُۥ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ فَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُونَ
Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya nafsa (nafs berarti seorang manusia) (dibalas) dengan nafsin (idem), mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim. (QS. Al-Maídah [5] : 45).
05
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka (anfusihim berarti diri-diri mereka sendiri). .(QS. Al-Maídah [5] : 52).
06
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka (anfusahum berrti diri-diri mereka sendiri), yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (QS. Al-Maídah [5] : 80).
07
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku (nafsii berarti diriku) dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".. (QS. Al-Maídah [5] : 116).
08
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku / ta'lamu maa fii nafsii (nafsii berarti diriku sendiri) dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib". (QS. Al-Maaidah [5] : 116).

QS. Al-Anám [6] ada 17 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
 Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang (Kataba 'ala nafsihi rohmata)(nafsihi = diri Alloh sendiri). Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (QS. Al-Anám [6] : 12).
02
Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri) dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan. (QS. Al-Anám [6] : 20).
03
Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan. (QS. Al-Anám [6] : 24).
04
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quraan dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri), sedang mereka tidak menyadari. (QS. Al-Anám [6] :26).
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya (nafsihi berarti diri-Nya) kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Anám [6] : 54).
05
Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri / nafsun (nafs berarti seorang manusia) tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (QS. Al-Anám [6] : 70).
06
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri (nafsin wahidatin) (seorang diri manusia yaitu Adam), maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Al-Anám [6] : 98).
07
 Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang (Kataba robbakum 'ala nafsihi rohmata)(nafsihi = diri Alloh sendiri), (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Anám [6] : 54).
08
   6:98
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari badan yang satu (nafs wahidah = seorang diri manusia yaitu Adam), maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Al An'am [6] : 98).
09 
 Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri (fa li nafsihi) (nafsihi berarti dirinya sendiri); dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya (fa 'alaiha). Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (QS. Al-Anám [6] : 104).
10
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri (anfusina berarti diri-diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Anám [6] :130).
11
Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh nafsa (nafs berarti seorang manusia) yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (QS. Al-Anám [6] : 151).
12
.
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya / laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa (nafs berarti seorang manusia). Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat, (QS. Al-Anám [6] : 152).
13
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri / laa yanfa'u nafsan iimaanuhaa (nafs berarti seorang manusia) yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula)." (QS. Al-Anám [6] : 158).
14
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri (alaiha); dan seorang yang berdosa (wazirotun) tidak akan memikul (naziru) dosa orang lain (wizro uchro). Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan". (QS. Al-Anám [6] : 164).

QS. Al-A’rof [7] ada 5 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu / kafaa bi nafsikalyauma 'alaika hasiiba (nafsika berarti dirimu sendiri)." . (QS. Al-Isroo’[17] : 14)
02.
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya / laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa (nafs berarti seorang manusia), mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-A’roof [7] : 42).
03.
Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah / qul laa amliku li nafsii naf'an wa laa dlorron ilaa maa syaa-alloohu (nafsii berarti diriku sendiri). Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". (QS. Al-A’roof [7] : 188).
04.
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu (nafsin wahidatin)(seorang diri manusia yaitu Adam) dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Al-A’rof [7] : 189).
05.
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam nafs-mu / wadzkur robbaka fii nafsika (nafsika berarti dirimu sendiri) dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’roof [7] : 205).

QS. At-Taubah [9] ada 7 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri (anfusikum berarti diri-diri kalian sendiri), maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." .(QS. At-Taubah [9] : 35).
02.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu (anfusakum berarti diri-diri kalian sendiri) dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah [9] : 36).
03.
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri) dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (QS. At-Taubah [9] : 42).
04.
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka (anfusihim berarti diri-diri mereka sendiri). Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. . (QS. At-Taubah [9] : 44).
05.
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka (anfusahum berarti diri-diri mereka sendiri) (QS. At-Taubah [9] : 70).
06.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka (anfusahum berarti diri-diri mereka) dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah [9] : 111).
07.
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul (wa laa yarghobuu bi anfusihim an nafsihi)(anfusihim berarti diri-diri mereka sendiri)(nafsihi berarti dirinya / Rosuli). Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (QS. At-Taubah [9] : 120).

QS. Yunus [10] ada 6 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Qur'an yang lain dari ini atau gantilah dia". Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri / qul maa yakuunu lii an ubaddi lahu min tilqoo-i nafsii (nafsii berarti diriku sendiri). Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)". (QS. Yunus [10] : 15).
02.
 Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. (QS. Yunus [10] : 30).
03.
Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." / qul laa amliku li nafsii dlorron wa laa naf'an illaa maa syaa-alloohu (nafsii berarti diriku sendiri) Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus [10]         : 49).
04.
Dan kalau setiap diri (likulli nafsin) (nafs berarti seorang manusia) yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. (QS. Yunus [10] : 54).
05.
Dan tidak ada seorang (linafsin) (nafs berarti seorang manusia) pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS. Yunus [10] : 100).
06.
Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri (fa manihtada fa innama yahtadi li nafsihi) (nafsihi berarti dirinya sendiri). Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri ('alaiha). Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".(QS. Yunus [10] : 108).

QS. Huud [11].
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang /nafsun (nafs berarti seorang manusia) pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. (QS. Huud [11] : 105).

QS. Yusuf [12] ada ada 10 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya / nafsihi (nafsihi berarti dirinya) (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. Yusuf [12] : 23).
02.
Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)" / qoola hiya roowadatnii an nafsii (nafsii berarti diriku sendiri), dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. (QS. Yusuf [12] : 26).
03.
Dan wanita-wanita di kota berkata: "Istri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya) (imro'atul 'aziizi turoowidu fataahaa 'an nafsihi) (nafsihi berarti dirinya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata." (QS. Yusuf [12] : 30).
04.
 Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (nafsihi berarti dirinya) (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina." (QS. Yusuf [12] : 32).
05 - 06.
Raja Berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu[755] ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (nafsihi berarti dirinya)(kepadamu)?" mereka berkata: "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya". Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, Akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (idem) (kepadaku), dan Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." (QS. Yusuf [12] : 51).
[755]  yang dimaksud dengan keadaanmu ialah pendapat wanita-wanita itu tentang Yusuf a.s. apakah dia terpengaruh oleh godaan itu atau tidak.
07.
Dan aku tidak membebaskan nafsii (nafsi berarti diriku) (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsa (nafs berarti nafsu yang ada dalam diriku, nafsu ini berpengaruh pada seluruh tubuh) itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yusuf [12] : 53).
08.
Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku" / astakhlish-hu linafsii (nafsii berarti diriku yaitu diri raja). Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai)hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami". (QS. Yusuf [12] : 54).
09.
Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri (fi nafsi)(nafs berarti diri) Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS. Yusuf [12] : 68).
10.
Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya / faasarrohaa Yusufu fii nafsihi (nafsihi berarti dirinya / pikirannya sendiri, pikirannya ini berpengaruh pada seluruh tubuhnya) dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu". (QS. Yusuf [12] : 77).

QS. Ar-Ra’d [13] ada 2 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri (qoimun 'ala kulli nafsin) (nafs berarti seorang manusia) terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk. (QS. Ar-Ra’d [13] : 33).
02.
Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia), dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. (QS. Ar-Ra’d [13] : 42).

QS. Ibrohim[14].
Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang (kulla nafsin) (nafs berarti seorang manusia) terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (QS. Ibrohim[14] : 51).

QS. An-Nahl [16].
(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia)  datang untuk membela dirinya (nafsiha)(idem) sendiri dan bagi tiap-tiap diri (kullu nafsin)(idem) disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). (QS. An-Nahl [16] : 111).

QS. Al-Isro [17] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri (nafsika berarti dirimu sendiri) pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (QS. Al-Isro’[17] : 14).
02. 
 
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri / manihtadaa fainnamaa yahtadii linafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri); dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri / wa man dholla fainnamaa yadhillu 'alaihaa. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (QS. Al-Isro’[17] : 15).
03.
 Dan janganlah kamu membunuh nafsa (nafs berarti seorang manusia) yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara lalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (QS. Al-Isro [17] : 33).

QS. Al-Kahfi [18] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
.
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu /fa la'allka bakhi'un nafsaka (nafsaka berarti dirimu sendiri) karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an). (QS. Al-Kahfi [18] : 6).
Dan bersabarlah kamu / washbir nafsaka (nafsaka berarti dirimu sendiri) bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi [18] : 28).
02.
Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri / wa huwa dzoolimun linafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri); ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, (QS. Al-Kahfi [18] : 35).
03.
Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu bunuh nafsan zakiyyan (nafs berarti seorang  manusia) / yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar". (QS. Al-Kahfi [18] : 74).

QS. Thohaa [20] ada 5 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (QS. Thohaa [20] : 15).
02.
(Yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Firaun): 'Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita.Dan kamu pernah membunuh seorang manusia / wa qotalta nafsan (nafs berarti seorang manusia), lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Mad-yan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, (QS. Thoohaa [20]:40).
03.
 
Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku / washthona'tuka li nafsii (nafsi berarti diriku yaitu diri Alloh). (QS. Thoohaa [20] : 41).
04.
 
Maka Musa merasa takut dalam nafsnya / fa awjasa fii nafsihi (nafsihi berarti dirinya yaitu pikirannya sendiri, ketakutan ini berpengaruh pada seluruh tubuhnya). (QS. Thoohaa [20] : 67).
05.
Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafs-ku membujukku" / wa kadzaalika sawwalat lii nafsii (nafsii berarti diriku yaitu nafsuku, nafsu ini mempengaruhi nseluruh tubuh). (QS. Thoohaa [20] : 96).

QS. Al-Anbiya’[21].
01.
Tiap-tiap / kullu nafsin (nafs berarti seorang manusia)  akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Anbiya’[21] : 35).
02.
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang / nafsun (nafs berarti seorang manusia) barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya’[21] : 47).

QS. Al-Mu’minuun [23].
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya / wa laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa (nafs berarti seorang manusia), dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. Al-Mu’minuun [23] : 62).

QS. Al-Furqon [25].
01.
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh nafsa (nafs berarti seorang manusia) yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (QS. Al-Furqon [25] : 68).

QS. Ásy-Syuaro’ [26].
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman / la'allaka baakhi-un nafsaka allaa yakuunuu mu'miniina (nafsaka berarti dirimu sendiri). (QS. Ásy-Syuaro’ [26] : 3).

QS. An-Naml [27] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri / man syakaro fainnamaa yasykuru li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".(QS. An-Naml [27] : 40).
02.
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku / qoolat robbi innii dzolamtu nafsii (nafsii berarti diriku sendiri) dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".(QS. An-Naml [27] : 44).
03.
Dan supaya aku membacakan Al Qur'an (kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya / fa manihtadaa fainnamaa yahtadii li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dan barang siapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan". (QS. An-Naml [27] : 92)
.
QS. Al-Qoshosh [28] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri / qoola robbi innii dzolamtu nafsii (nafsii berarti diriku sendiri) karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al-Qoshosh [28] : 16.
02.
Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? / kamaa qotalta nafsan bil-amsi (nafs berarti seorang manusia) Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian" (QS. Al-Qoshosh [28]:19).
03.
Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka / qoola robbi innii qotaltu minhum nafsan (nafs berarti seorang manusia), maka aku takut mereka akan membunuhku. (QS. Al-Qoshosh [28] : 33).

QS. Al-Ankabut [29].
01.
Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri / fa man jaahada fainnamaa yujaahidu li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Al-Ankabuut [29] : 6).
02.
Tiap-tiap / kullu nafsin (nafs berarti seorang manusia) akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al-Ankabut [29] : 57).

QS. Luqman [31] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri / fa man yasykur fa innamaa yasykuru li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri); dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Lukman [31] : 12).
02.
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu / ka nafsin wahidatin )(seorang diri manusia yaitu Adam) saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Luqman [31] : 28).
03.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang / nafsun pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang / nafsun (nafs berarti seorang manusia) pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  (QS. Luqman [31] : 34).

QS. As-Sajdah [32].
01.
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap / kulla nafsin (nafs berarti seorang diri manusia) petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari padaku; "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (QS. As-Sajdah [32] : 13).
02.
Seorang /nafsun (nafs berarti seorang diri manusia) pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah [32[ : 17).

QS. Al-Ahzab [33].
01.
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu / wa tukhfii fii nafsika (nafsika berarti pikiranmu sendiri, pikiran ini berpengaruh kepada seluruh tubuhmu) apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. Al-Ahzab [33] : 37).
02.
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya (nafsaha) (nafsaha berarti dirinya) kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab [33] : 50).

QS. Saba [34]
 Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri (nafsii berarti diriku sendiri); dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". (QS. Saba [34] : 50).

QS. Faathir [35] ada 3 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka / fa laa tadzhab nafsuka 'alaihim hasarootin (nafsika berarti pikiranmu sendiri, pikiran ini berpengaruh terhadap seluruh tubuhmu)). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. Faathir [35] : 8).
02.
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri / wa man tazakkaa fa innmaa yatazakkaa li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri). Dan kepada Allah-lah kembali (mu). (QS. Faathir [35] : 18).
03.
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri / dzoolimun li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (QS. Faathir [35] : 32).

QS. Ya-Siin [36].
Maka pada hari itu seseorang / nafsun (nafs berarti seorang manusia) tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Ya-Siin [36] ; 54).

QS. Ash-Shooffat [37].
Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishak. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang lalim terhadap dirinya sendiri / wa dzoolimun li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dengan nyata. (QS. Ash-Shooffat [37] : 113).

QS. Az-Zumar [39] ada 4 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Dia menciptakan kamu dari seorang diri (nafsin wahidatin)(seorang diri manusia yaitu Adam) kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (QS. Az-Zumar [39] : 6).
02
Allah mematikan anfusu (anfusu berarti diri-diri/orang) ketika matinya dan (orang/nafs) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan (orang) yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfiiur. (QS. Az-Zumar [39] : 42).
03.
Supaya jangan ada orang / nafsun (nafs berarti seorang diri manusia) yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. Az-Zumar [39] : 56).
04.
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap / kullu nafsin (nafs berarti seorang manusia) (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Az-Zumar [39]:70).

QS. Al-Mu’min [40].
 
Pada hari ini tiap-tiap / kullu nafsin (nafs berarti seorang manusia) diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat
hisabnya. (QS. Al-Mu’min [40] 17).

QS. Fushshilat [41].
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri / man 'amila shoolihan fa li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri / wa man asaa-a fa 'alaiha; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya). (QS. Fushshilat [41] : 46).

QS. Ad-Dukhon [44].
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (QS. Ad-Dukhon [44] : 22)

QS. Al-Jaatsiyah [45].
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri / man 'amila shoolihan fa li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri), dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri / fa man asaa-a fa 'alaiha, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (QS. Al-Jaatsiyah [45] : 15).
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri (nafsin berarti diri) terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (QS. Al-Jaatsiyah [45] : 22).

QS. Muhammad [47].
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri / wa man yabkhol fa innmaa yabkholu li nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri). Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).  (QS. Muhammad [47]:38).

QS. Al-Fath [48].
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri / fa man nakatsa fa innamaa yankutsu 'ala nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri) dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (QS. Al-Fath [48] : 10).

QS. Al-Jaatsiah [50].
01.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh nafs-nya / wa laqod kholaqnal insaan wa na'lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhu (nafsahu berarti pikirannya sendiri, pikiran ini mempengaruhi seluruh tubuhnya), dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (QS. Qoof [50]:16).
02.
Dan datanglah tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia), bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (QS. Al-Jaatsiah [50]:21).

QS. Al-Hasyr [59].
01.
94. Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri / 'alaa nafsihi (nafsihi berarti dirinya sendiri). Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr [59] : 9).
02.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri /nafsun (nafs berarti seorang diri manusia) memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr [59] : 18).
QS. Al-Munafiquun [63].
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya / wa lan yu-akhkhiralloohu nafsan idzaa jaa-a ajaluhaa (nafs berarti seorang manusia). Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Munafiquun [63]:11).

QS. At-Taghoobun [64].
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu / wa anfiquu khoiron li anfusikum (anfusikum berarti dirimu sendiri). Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At-Taghoobun [64]:16).

QS. Ath-Tholaq [65].
01.
Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri (dzolama nafsahu) (nafsahu berarti dirinya sendiri). Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru. (QS. Ath-Tholaq [65] : 1).
02.
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya / laa yukallifulloohu nafsan ilaa maa aataahaa (nafs berarti seorang manusia). Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. Ath-Tholaaq [65] : 7).

QS. Al-Muddatsir [74].
Tiap-tiap diri (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (QS. Al-Muddatsir [74]:38).

QS. Al-Qiyamah [75].
01.
dan aku bersumpah dengan nafsin lawwamah (nafs berarti hati/pikirannya, pikiran ini mempengaruhi seluruh tubuhnya) yang amat menyesali (dirinya sendiri). (QS. Al-Qiyamah [75] : 2).
02.
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri / balilinssanu 'alaa nafsihi bashiirotun (nafsihi berarti dirinya sendiri), (QS. Qiyamah [75] : 14).

QS. An-Naziát [79].
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan (nahan) nafsa (nafs berarti nafsunya, sedang nafsunya ini berpengaruh pada tubuhnya) dari keinginan hawa nafsunya (hawa), (QS. An-Naziát [79] : 40).
Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS. An-Naziát [79] : 41).
Jumlah 155

QS. At-Takwir [81].
Maka tiap-tiap nafsun (nafs berarti seorang manusia) akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (QS. At-Takwir [81]:14).

QS. Al-Infithoor [82].
01
maka tiap-tiap orang (nafs berarti diri / orang) akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (QS. Al-Infithoor [82] : 5).
02. 
(Yaitu) hari (ketika) seseorang / nafsun (nafs berarti seorang manusia) tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain / li nafsin (idem). Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.  (QS. Al-Infithoor [82]:19).

QS. Ath-Thooriq [86].
Tidak ada suatu pun (diri) (kullu nafsin) (nafs berarti seorang manusia) melainkan ada penjaganya. (QS. Ath-Thooriq [86] : 4).

QS. Al-Fajr [89] ada 4 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Hai nafsul mutma'innah (nafs berarti pikirannya yang ada di dalam otak, tetapi berpengaruh pada seluruh tubuh) yang tenang. (QS. Al-Fajr [89] : 27).
02.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (QS. Al-Fajr [89] : 28).
03.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, (QS. Al-Fajr [89] : 29).
04.
Masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS. Al-Fajr [89] : 30).

QS. Asy-Syams [91] ada 4 kata yang mengandung huruf n-f-s.
01.
Dan nafsin (nafs berarti seorang manusia) serta penyempurnaannya (ciptaannya), (QS. Asy-Syams [91] : 7).
02.
Maka Allah mengilhamkan kepada manusia itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS. Asy-Syams [91] : 8).
03.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya, (QS. Asy-Syams [91] : 9).
04.
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams [91] : 10).
Jumlah 167

IV. Pembahasan

Sebagian besar adalah nafs dan anfus.
Telah ditemukan167 kata yang mengandung huruf n-f-s. Terutama dalam bentuk tunggal –nafs- dan jamak –anfus yang berarti diri tubuh/badan atau orang/manusia.
Nafs juga dipakai oleh Alloh Swt. untuk menyebut diri-Nya sendiri (QS. Ali Imron [3] : 28, QS. Al-Anám [6] : 12, QS. Al-Anám [6] : 54, QS. Thoohaa [20] : 41).
Dalam bentuk kata majemuk nafsun wahidah berarti Adam ada di 5 ayat yaitu QS An-Nisa' [4] : 11, QS Al An'am [6] : 98. QS  Al A'rof [7] : 189 dan QS Luqman [31] : 28.
Hubungan antara nafsu, hati dan pikiran dengan badan (nafs).
Nafs adalah suatu system.
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. 
QS. Yusuf [12] : 53 yang bunyinya inna-nafsa-la-ammaarot bissuu’, dapat diartikan dengan sesungguhnya nafsu mendorong kepada kejahatan, dalam artian nafsu adalah sebagai pencetusnya, kemudian melalui urat syaraf dan hormon disebarkan ke seluruh tubuh (nafs). Sesungguhnya nafsu tak bisa dipisahkan dengan badan. Merupakan satu system.
QS. Yusuf [12] : 77 yang berbunyi fa-asarrohaa Yusufu fii nafsihi yang artinya maka berkata Yusuf di dalam hatinya /pikirannya, pikiran ini berpengaruh pada seluruh tubuhnya (nafs). Sesungguhnya pikiran tak bisa dipisahkan dengan badan. Merupakan satu system.
QS. Thoohaa [20] : 67 yang berbunyi. wa kadzaalika sawwalat lii nafsii, maka (Musa) merasa takut dalam hati/pikirannya, pikirannya ini mempengaruhi seluruh dirinya (nafs). Sesungguhnya perasaan tak bisa dipisahkan dengan badan. Merupakan satu system.
QS. Thoohaa [20] : 96 yang berbunyi.wa tukhfii fii nafsika yang artinya maka merasa takut dalam hatimu/ pikiranmu sendiri, pikiran ini berpengaruh dan tak bisa dipisahkan kepada seluruh tubuhmu (nafsika). Merupakan satu system.
QS. Al-Ahzab [33] : 37 yang berbunyi fa laa tadzhab nafsuka 'alaihim hasarootin sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya (nafsika berarti pikiranmu sendiri, pikiran ini berpengaruh dan tak bisa dipisahkan terhadap seluruh tubuhmu (nafsika). Merupakan satu system.
QS. Faathir [35] : 8). yang berbunyi fa laa tadzhab nafsuka 'alaihim hasarootin yang artinya maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.
QS. Qoof [50]:16 yang berbunyi wa laqod kholaqnal insaana wa na'lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhu yang artinya, Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati/pikirannya sendiri, pikiran ini berpengaruh terhadap seluruh tubuhnya (nafsahu).  Merupakan satu system.
QS. Al-Qiyamah [75] : 2) yang berbunyi wa laa uqsimu bi nafsin lawwamah yang artinya Dan Aku bersumpah dengan hati/pikiran yang amat menyesali (dirinya sendiri). Sedang pikiran itu berpengaruh dan tak bisa dipisahkan pada tubuhnya (nafs). Merupakan satu system.
QS. An-Naziát [79] : 40 yang berbunyi Wa amma man khofa maqoma robbihi wa nahan-nafsa anil hawa. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri (nafsa)/hatinya dari keinginan/hawa nafsu. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
QS. Al-Fajr [89] : 27 yang berbunyi Yaa ayyuhan nafsul muthmainnah, yang artinya Hai nafsu yang tenang. Nafsu ini berpengaruh dan tak bisa dipisahkan terhadap seluruh tubuhnya (nafs). Merupakan satu system.
 Nafs di waktu jaga, tidur dan mati
QS. Az-Zumar [39] : 42 Allah mematikan anfusu (anfusu berarti diri-diri yang terdiri dari ruh dan badan manusia,keduanya dipisahkan)ketika matinya dan yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Di waktu orang tidur dan mati ruh dan jasadnya dipisahkan. Pada yang mati ruhnya ditahan-Nya.

IV. Kesimpulan / Penutup

Telah dibahas tafsir kata nafs terhadap 159 ayat di dalam Al Qur-an.
Terbukti bahwa seorang manusia / nafs terdiri dari ruh dan jasad. Adanya ruh menjadikan nafs / manusia hidup. Bila ruh dipisahkan dari jasad maka nafs / manusia itu mati. Demikan juga bila orang tidur.
Dalam ayat-ayat itu nafs bisa berarti diri manusia secara keseluruhan yang terdiri dari pikirannya atau nafsunya atau hatinya beserta badan atau jasadnya..
Seseorang atau nafs itu baik bila pikiran atau nafsunya baik. Sebaliknya seseorang atau nafs itu buruk bila pikiran atau nafsunya buruk.
Selain itu kata nafs juga bisa dipakai oleh Alloh Swt. untuk menyebut dirinya sendiri.
Seharusnya jumlah kata yang mengandung huruf n-f-s di dalam Al-Qur-an ada 295, tetapi yang telah penulis temukan hanya 167.
Sekian saja uraian ini. Penulis yakin bahwa uraian ini tidak sempurna. Bila para pembaca menemukan kesalahan di dalam tulisan ini mohon diberitahukan kepada penulis untuk dilakukan perbaikan nseperlunya. Untuk itu penulis sampaikan banyak terima kasih.
Walloohu almuwaffiq ilaa aqmith-thoriq. Wassalamu ‘alaikum War. Wab.


Jember, 13 April 2015.


Dr. H.M. Nasim Fauzi
Jalan Gajah Mada 118
Tilpun (0331) 481127
Jember.


Kepustakaan
01. Abd. Bin Nuh dan Oemar Bakri, Kamus Arab Indonesia, Mutiara, Jakarta, 1979.
02. Abdul Qadir Hassan, Qamus Al-Quran, Al Muslimun, Bangil, 1964.
03. Ali Audah, Konkordansi Qur’an, Litera AntarNusa; Mizan, Bandung, 1997.
04. Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahnya, CV Asy-Syifa, Semarang, 1999.
05. Drs. M. Zainul Arifin, Kamus Al-Qur’an, Apollo, Surabaya, 1997.
06. Hassan Shadily, Ensiklopedi Indonesia, Ichtiar Baru – Van Hoeve, Jakarta, Tanpa tahun.
07. Elias A Elias &  Edward  E. Elias, H. Ali Almascatie BA,  Kamus Saku Arab Inggris Indonesia, Almaarif, Bandung, Tanpa tahun.
08. M Kasir Ibrahim, Kamus Arab, Apollolestari, Surabaya, Tanpa tahun.
09. M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir, Lentera Hati, Tangerang, 2013.
10. Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu’ X,Yayasan Nurul Islam, Jakarta, 1966.
11. Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, MA , Ensiklopedia Al-Qur’an, Lentera Hati, Jakarta, 2007.
12. Prof. M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur’an, Paramadina, Jakarta, 1996.
13. Toshihiko Izutsu, Konsep-konsep Etika Religius dalam Quran, PT Tiara Wacana, Yogjakarta, 1993.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar